23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Biarkan Bayi Memilih Hari Kelahirannya Sendiri

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
August 12, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

Dalam melakukan satu kegiatan banyak orang mempertimbangkan hari baik. Dalam menentukan moment dalam hidup pun orang kerap mempertimbangkan tanggal cantik. Misalnya 22-2-22. Artinya tanggal tanggal 22 bulan Februari tahun 2022.

Belakangan, bahkan banyak orang tua ingin dan bisa memilih hari atau tanggal tertentu untuk kelahiran bayi mereka.  Jika dulu semua orang tua yang sedang menunggu kelahiran anaknya berharap anaknya lahir sehat dan ibunya selamat, maka kini ada keinginan tambahan: si anak bisa lahir pada tanggal yang cantik.

Tanggal cantik bisa juga berhubungan dengan tanggal lahir orang tuanya atau tanggal lahir tokoh idola orang tuanya, tanggal mulai pacaran orang tuanya, atau tanggal yang dianggap punya kenangan yang amat romantis.

Ini bisa dianggap fenomena. Sering kita mendengar keinginan orang tua untuk kelahiran anaknya agar lahir pada hari dan tanggal tertentu yang dianggap cantik atau istimewa. Dan, kadang itu menjadi satu alasan kenapa persalinan yang dipilih adalah persalinan dengan operasi, selain juga alasan yang lain seperti takut sakit, atau bahkan dengan lahir normal dianggap akan merusak jalan lahir ibunya.

Operasi tentu tidak salah. Karena untuk alasan tertentu, operasi memang bisa jadi satu-satunya cara. Namun jika alasannya hanya untuk memilih hari dan tanggal kelahiran, maka sebaiknya keinginan itu bisa direnungkan kembali .

Banyak orang tidak sadar bahwa awal kehamilan, saat sedang hamil, dan proses melahirkan, adalah hal-hal mendasar yang dialami seorang bayi untuk hidupnya di di dunia di masa ke depan. Proses itu punya pengaruh terhadap kesehatan fisik maupun kesehatan psikologis, sosial dan spiritual sang bayi.

Proses dan waktu yang dijalani dari awal hamil dan proses melahirkan bahkan bisa menjadi dasar pertumbuhan dan perkembangan karakter sang anak ke depannya.

Daniel Goleman (2005) menyatakan bahwa setiap janin di dalam kandungan memiliki dua hal yang disebut signature strength (bakat baik) dan signature weakness (bakat buruk). Dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi, kedua dasar itu berkembang sangat dipengaruhi oleh pikiran, sikap, dan prilaku ibu yang sedang mengandung . Ketika saat hamil ibu senantiasa berpikir dan berprilaku baik atau positif, maka bakat baik (signature strength) itu akan dominan muncul, begitu sebaliknya.

Dalam kisah Mahabharata, dikisahkan Dewi Subadra, istri Arjuna, sedang hamil. Bayi yang dikandungnya adalah anaknya yang kelak bernama Abimanyu.

Saat hamil, Dewi Subadra mendengar dialog Arjuna dengan Kresna. Dialognya membahas tentang strategi perang melawan Korawa. Saat itu diketahui, dalam perang nanti Korawa akan memakai strategi formasi Cakra Wahyu. Dan saat itulah Kresna menyampaikan strategi bagaimana cara bisa masuk ke formasi Cakra Wahyu yang diterapkan Korawa.  Pada bagian itu Dewi Subadra ikut mendengar.

Dan pada saat dialog membahas strategi untuk keluar dari cengkraman formasi Cakra Wahyu, Dewi Subadra tidak mendengarnya karena tertidur.

Seperti diketahui, saat Abimanyu dewasa ia turut berperang melawan Korawa. Ia  bisa masuk dan menembus pertahanan formasi Cakra Wahyu, tapi saat keluar ia tidak bisa dan Abimanya terbunuh.

Dari kisah itu, sering orang-orang tua kita di Bali berpesan bahwa pada saat hamil ini, seorang ibu sesungguhnya sedang miasa (mengendalikan diri) untuk selalu menanamkan sikap dan berpikir yang positif.

Pesan itu tentu saja benar. Karena apa yang dipikirkan, apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan seorang ibu hamil akan direkam oleh bayi dalam kandungannya. Benar dikatakan bahwa sekolah pertama dari bayi itu adalah ada di dalam kandungan, dan guru pertama dari bayi itu adalah ibunya.

Dan proses persalinan pun juga berpengaruh pada karakter sang bayi ke depannya. Dan sejatinya pada saat bayi itu mau lahir normal  dan melewati jalan yang sempit, sebenarnya bayi itu sedang berjuang untuk mendapatkan kehidupannya.

Dan dari proses melahirkan inilah sejak dini bayi dididik bahwa untuk mendapatkan kehidupan harus berjuang, sehingga ketika bayi itu besar maka kecendrungannya akan sangat menghargai proses dan siap berjuang untuk menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. 

Karena itulah maka saya sebagai dokter kandungan selalu menyarankan ibu-ibu yang akan menjalani persalinan untuk siap dan mau berproses dalam persalinan normal. Bukan berarti operasi tidak baik. Operasi tetap baik apabila proses normal tidak memungkinkan dilakukan.

Dan sekarang justru muncul fenomena melahirkan dengan cara operasi dengan alasan mencari tanggal cantik dan hari baik untuk kelahiran sang bayi. Menurut saya, alasan itu kurang baik. Karena sejatinya waktu melahirkan yang baik itu adalah waktu yang sudah ditentukan oleh alam, dan sesuai hukum alam maka bayi bisa menentukan hari kelahirannya sendiri, tanpa harus dijadwalkan pada hari yang dipilih oleh orang lain.

Keyakinan saya, ketika kita bersandar pada alam, maka alam pasti akan berpihak pada kita.

Mari kita simak cerita kelahiran Drestarata, Pandu dan Widura yang memiliki kharakter berbeda-beda.  Hal ini sangat erat kaitannya dengan bagaimana sikap dan prilaku ibu saat proses pembuahan.

Saat Dewi Ambika (ibu dari Drestarata) menerima kedatangan Bagawan Abyasa, ia memejamkan matanya saat berhubungan suami istri karena takut melihat rupa yang menyeramkan, maka lahirlah Drestarata yang buta. Begitu juga saat Ambalika menerima kehadiran Bagawan Abyasa dengan wajah pucat karena ketakutan maka lahirlah Pandu dengan kondisi yang pucat. Berikutnya saat menerima Bagawan Abyasa dengan senang hati, gembira dan tidak ada pikiran negatif dalam hatinya maka lahirlah Widura yang bagus rupanya, suci hatinya dan setia kepada dharma.

Cerita itu memberikan pesan bahwa untuk membuat keturunan yang baik harus dimulai baik dari diri kita. Ketika landasan dan dasarnya baik atau unggul, maka akan lahir anak-anak yang berkualitas yang tentunya akan siap menghadapi tantangan hidup ke depannya yang tentunya juga semakin berat.

Untuk itu, jalani proses dengan baik. Beri landasan bagi sang bayi, mulai dari awal kehamilan hingga proses kelahiran.{T]

Tags: anak-anakdokterDokter Caputkehamilankesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Antitesis Dunia Lisan, Sensasi Dunia Tulis, Merambah Dunia Pengetahuan, Merespons Tulisan, dan Peristiwa Cerita

Next Post

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co