23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

NANGUN SHIT-KERTHI LOKA BALI – Mengubah SHIT menjadi SAT

Sugi Lanus by Sugi Lanus
May 9, 2022
in Esai
HINDU & KEJAWEN BERHALA?

1. Demikian mulia nilai-nilai pemulian alam yang dirumus-ajarkan dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang sedang menjadi slogan-koridor Gubernur Bali sekarang. Kemuliaan gerakan dan nilai-nilainya tidak perlu dipertanyakan. Sambutan masyarakat pun tidak kalah, tidak pernah tidak ramai dan guyub.

Saya mungkin salah satu orang Bali yang paling senang dengan slogan ini. Tetapi sekaligus paling waswas.

2. Teringat pengalaman membaca lontar-lontar, semenjak kuliah di Jurusan Sastra Bali-Jawa Kuno dari tahun 1992 sampai kini, masih mengambang pertanyaan ini: Adakah lontar-lontar yang membahas urusan sampah?

Pertanyaan itu diungkap oleh seorang penanya di sebuah diskusi. Yang bertanya sangat naive, polos.

Dulu tidak ada plastik dll. Jelas saja sampah plastik dan polusi tidak pernah menjadi isu atau topik dalam lontar Bali secara spesifik. Lontar-lontar Bali lebih banyak merupakan koridor nilai-nilai yang perlu dijabarkan dalam tupoksi kekinian dan secara teknis perlu diturunkan dalan juknis dengan masalah lingkungan yang sedang kita hadapi di Bali: Sampah plastik, pembakaran sampah, dan polusi udara, serta semua pengerusakan lingkungan.

Sekali lagi: Adakah lontar-lontar yang membahas urusan sampah?

Bukankah NANGUN SAT-KERTHI LOKA BALI sudah menjawab?

Tidak.

Jika kita baca semua lontar-lontar di Bali yang berkenaan dengan lingkungan hidup, isinya sebatas koridor nilai.

Dalam lontar memang terdapat berbagai petunjuk teknis ritus atau ritual penyucian niskala memang ada, tetapi teknis penyucian sekala tidak ada dalam lontar.

Tugas pemerintah, tugas krama Bali yang mesti menjawab dengan kearifan sikap dan ikut manut dengan teknologi pengelolaan sampah terbaik yang dipakai di dunia sekala sekarang menjadi jawabannya, bukan teknis ritus niskala.

3. GRIYA LUHU dan aplikasi Griya Luhu salah satu contoh bagaimana yang niskala itu dibawa ke tataran sekala.

Kalau boleh ditambahkan atau bercermin dari koridor nilai SAT-KERTHI, maka apa yang dikerjakan oleh GRIYA LUHU ini mengusung nilai SHIT-KERTHI.

Apa itu SHIT-KERTI?

Karena memang urusan sampah atau [maaf] tai alias yang dibuang mengotori SUBAK, TEBA, PARAHYANGAN, DANAU, SUNGAI-SUNGAI, dll. ini tidak ada secara teknis dan tertulis di lontar-lontar Bali.

Dulu orang Bali kuno ‘BAB’ di teba atau belakang rumah, dimakan anjing dan babi. Jadi gemuk dan berisi. SHIT daur-ulang secara hewani.

Dulu orang Bali kuno punya SHIT’ (sisan luhu tur indik tai) bersifat alami atau eco-friendly, yang selesai di teba atau belakang rumah, didaur ulang oleh cacing dkk. SHIT manusia Bali modern tidak bisa lagi diselesaikan di teba atau belakang rumah. Celakanya, prilaku membuangnya masih sama ke belakang rumah atau di sungai, sekalipun SHIT manusia modern sekarang bukan hanya yang organik, tapi kebanyakan plastik, pamper, botol plastik, aki, oli, kulkas rusak, dll, semua tidak bisa lagi diselesaikan oleh cicing-asu dan kucit-celeng.

Ida Bagus Mandhara Brasika, seorang pemuda desa yang berpikir bagaimana menjadikan SHIT ini sebagai yasa-kerthi, melakukan pembacaan dan pemutarbalikan yang sangat berani. Ia mengubah paradigma Griya yang dulu sebatas pusat puja-stawa, menjadi terlibat dan berurusan langsung dengan SHIT dan menjadikannya yasa-kerthi.

Ia membuat GRIYA LUHU: Manajemen Sampah Digital dan E-retribusi Kebersihan Pertama di Indonesia!

Keluarga Griya ini secara sangat serius menata kelola sampah. Mereka sediakan ladang dan teba untuk menampung luhu dan kelola secara serius, baik offline dan online.

Silahkan lihat: https://griyaluhu.org/id/home/

Ida Bagus Mandhara Brasika tentu tidak sendiri. Banyak anak-anak muda yang telah melakukan gerakan “NANGUN SHIT-KERTHI”.

Foto: Gede Ganesha di depan Bank Sampah Galang Panji

Di Buleleng ada Gede Ganesha dkk.

Gede Ganesha melakukan edukasi anak-anak dan telah bertahun-tahun melakukan dan menjalankan Bank Sampah di Desa Panji, Buleleng. Secara konsisten ia menjadi garda depan “NANGUN SHIT-KERTHI”.

Gede Ganesha sebagai Direktur Bank Sampah memang tidak mengelola uang berjibun-jibun.  Tapi tumpukan sampah warga dengan berbagai kekotoran dan kejijikannya yang memang SHIT!.

Bank Sampah Galang Panji didirikan Ganesha tahun 2014. Memiliki lebih dari 400 nasabah. Yang mengharukan, nasabahnya kebanyakaan adalah anak-anak di desa Panji. Saban minggu, beramai-ramai anak-anak di Desa Panji menabung sampah-sampah mereka. Mereka diajak memahami nilai-nilai “NANGUN SHIT-KERTHI” oleh Gede Ganesha. Mengubah derajat sampah menjadi berharga. Dari SHIT menjadi SAT.

4. Lontar-lontar Bali ketika membicarakan palemahan atau lingkungan, mirip seperti jargon belaka. Karena memang begitu, lontar-lontar etika lingkungan di Bali adalah koridor nilai-nilai. Tentu tidak berisi teknis mengurus plastik dan polusi asap. Maka, memang diperlukan sosok-sosok muda seperti Gede Ganesha dan Mandhara Brasika, dkk.

Lihat saja bagaimana Tri Hita Karana: Berhenti di tataran jargon.

NANGUN SAT-KERTHI LOKA BALI bisa berujung sama.

Harapan Bali memang sekarang terletak di tangan anak-anak muda yang memang bisa mengubah SHIT jadi SAT.

SHIT = tai, kotoran, buangan, limbah, luhu, dll.

SAT = mulia, suci, kebenaran.

Harapan Bali tidak di tangan pesolek di atas daun lontar seperti saya. Bukan pula di tangan ahli debat keagamaan di mimbar sosmed.

Harapan Bali tidak di tangan pemasang muka lima tahunan di atas baliho di simpang jalan.

Harapan Bali tidak di tangan kaum pembawa ajaran atau aliran keagamaan yang berada di awan-awan dengan janji mengantar krama Bali menuju langit surgawi tertinggi, tetap kenyataan sehari-hari tidak ada yasa-kerthi pengabdian memuliakan bumi dan palemahan nyama braya. Nol besar.

Harapan Bali tidak di spanduk dan regulasi mentereng yang dihasilkan oleh orang-orang di ruang berpendingin yang tidak pernah mengerti dan menyentuh SHIT.

Saya berterima kasih kepada Sdr Gede Ganesha dan semeton Ida Bagus Mandhara Brasika yang dengan tangan dan hidung sendiri mencium, meraba, mendaur, mengurus urusan SHIT dan menjadikannya SAT.

5. Kalau saya membaca spanduk dan baliho SAT-KERTHI, saya sering merunduk malu. Setiap kali diundang membedah atau mendiskusikan isi SAT-KERTHI yang beragam, jika kita merujuk sumber acuannya di lontar, saya menolak.

Saya menghindari untuk berdiskusi isi SAT-KERTHI secara literasi. Memang betul penting literasi lontar dan semua kemuliaan nilai-nilai lontar-lontar, tetapi pada akhirnya, semua kemuliaan nilai-nilai itu hanya omong kosong kalau tidak berani terjun menjalankan mengabdian di jalan NANGUN SHIT-KERTHI LOKA BALI seperti yang dicontohkan oleh Gede Ganesha dan Mandhara Brasika, dan saudara-saudari lainnya yang tidak bisa saya sebut satu persatu namanya.

Saya menyebut mereka PAHLAWAN SHIT-KERTHI. Bagaimana mereka melakukan yasa-kerthi (pengabdian kebumian dan kemanusiaan) di titik yang dianggap terbawah.

Orang-orang seperti saya, para pembaca lontar-lontar, atau mereka yang gandurung dan kodal berkonsep tinggi-tinggi, pada akhirnya harus legowo dan tulus menyerahkan dan mempercayakan bahwa kenyataan SAT-KERTHI hanya bertengger di alam imaji, alam pikir, abstraksi di menara gading. Kenyataan hidup di tanah Bali sejatinya hanya bisa diselesaikan dan dicarikan jalan keluar oleh para PAHLAWAN SHIT-KERTHI yang dengan laku-yasa-kerthi nyata sehari-hari memuliakan kehidupan dengan mengubah SHIT menjadi SAT. [T]

Tags: lontarSampahsampah plastikSugi Lanus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Film Pendek “Putu, Berbeda Tetap Keluarga”: Merawat Tradisi, Menjunjung Toleransi

Next Post

Pesta Kesenian Bali 2022 Offline | Libatkan 200 Sanggar, 16.150 Seniman

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Pesta Kesenian Bali 2022 Offline | Libatkan 200 Sanggar, 16.150 Seniman

Pesta Kesenian Bali 2022 Offline | Libatkan 200 Sanggar, 16.150 Seniman

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co