24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merespon Kritik Pan Bungkling, Pelatihan Meningkatkan Kapasitas Pemangku

Made Metera by Made Metera
September 18, 2021
in Esai
Merespon Kritik Pan Bungkling, Pelatihan Meningkatkan Kapasitas Pemangku

I Gde Made Metera

Pemangku merupakan rohaniwan Hindu “Ekajati” di Bali yang sudah menempuh penyucian diri mawinten yang dipimpin oleh Pendeta Hindu. Ada Pemangku yang ngemong Pura. Ada juga Pemangku yang tidak ngemong Pura.

Pemangku yang ngemong Pura memiliki kewenangan nganteb upakara dan memimpin upacara agama yang dilaksanakan di Pura yang diemong. Pemangku yang ngemong Pura juga berkewenangan memberikan pelayanan kepada warga nganteb upakara memimpin upacara Panca Yadnya sampai tingkat tertentu menurut tatwa apabila diminta oleh warga Hindu yang melaksanakan upacara.

Pemangku yang tidak ngemong Pura tidak memiliki kewenangan nganteb upakara dan memimpin upacara di Pura. Namun, Pemangku yang tidak ngemong Pura memiliki kewenangan memberikan pelayanan kepada warga nganteb upakara memimpin upacara Panca Yadnya pada tingkat tertentu sesuai tatwa apabila diminta oleh warga Hindu yang melaksanakan upacara.

Dengan kewenangan yang dimiliki, tugas dan fungsi Pemangku di masyarakat penganut Hindu di Bali sangat penting dan strategis. Pemangku merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan pembinaan agama Hindu kepada masyarakat. Pemangku menjadi tempat bertanya paling awal bagi warga Hindu di Bali berkaitan dengan tatwa, susila dan acara agama Hindu. Karena itu Pemangku sangat perlu memiliki kapasitas dan kompetensi dalam melaksanakan kewenangan, tugas dan fungsi agar tidak di-Bungkling-i oleh warga yang kritis seperti Pendeta Hindu dalam cerita Pan Bungkling. Kalau Pendeta yang sudah dwijati bisa di-Bungkling-i, oleh warga yang kritis apalagi Pemangku yang ekajati.

Cerita Pan Bungling

Cerita Pan Bungkling adalah cerita rakyat yang mengandung kritik terhadap kehidupan beragama Hindu di Bali. Tokoh sentral cerita Pan Bungkling adalah Pan Bungkling sendiri dan Ida Gede Gangga Sura.

Pan Bungkling merupakan tokoh yang kontroversial. Ia seorang tukang kritik, suka berdebat, dan sangat kritis. Segala sesuatu diperdebatkan, mulai dari Tuhan, takdir, sorga, praktik agama, upakara-upacara agama Hindu, sampai pernak-pernik bahan upakara beserta maknanya.

Ida Gede Gangga Sura adalah Pendeta Hindu terhormat tempat warga Hindu bertanya tentang segala hal kehidupan. Ida Gede menguasai seluk beluk upakara-upacara agama Hindu. Pasih berbicara dan memberi Dharma Wacana tentang jalan menuju Tuhan dan menjadi kaya raya karena keahliannya itu.

Suatu ketika Pan Bungkling datang ke Griya menemui Ida Gede Gangga Sura mengabarkan kematian ibunya serta memohon Ida Gede Gangga Sura untuk memimpin upacara berkaitan dengan kematian ibu Pan Bungkling.

“Ida Gede, ibu hamba baru saja meninggal, hamba mohon dibuatkan upakara yang layak sekaligus Ida yang ‘muput’ memimpin upacara agar arwah ibu hamba bisa menyatu dengan Tuhan, dan kalau harus kembali agar lahir sebagai manusia sempurna, tidak cacat”. Demikian Pan Bungkling memulai percakapan sekaligus permohonan.

Ida Gede mendengar permohonan Pan Bungkling, si kritis tukang debat, merasa berbangga dan berujar, “Urusan membuat upakara memang di sini ahlinya, Pan Bungling bisa memilih tingkat upakara yang diinginkan asalkan memiliki biaya, dan urusan “muput” memimpin upacara terkait kematian agar roh Sang Lina menyatu dengan Hyang Widi serahkan kepada Ida”. Demikian Ida Gede Gangga Sura menjawab permohonan Pan Bungling sembari mempersilahkan Pan Bungkling melihat contoh upakara yang ada dan memilih tingkatan upakara yang diinginkan.

Pan Bungling kemudian menelisik secara cermat isi upakara, dan kembali menemui Ida Gede seraya berkata, “Mohon ampun Ida Gede hamba tahu itu upakara penyucian jenasah itu berisi: cermin, besi baja, umbi Gadung, dan sebagainya tapi hamba bingung, apa makna semua itu”.

Ida Gede, Ahli Dharma Wacana, merasa tertantang oleh pertanyaan si tukang debat, Pan Bungkling, dan menjawab, “Pan Bungkling ada saja pertanyaan kamu, ke sini bawa biayanya akan Ida buatkan upakara yang mampu mengantarkan roh ibumu kembali menyatu dengan Hyang Widi”. Demikian jawaban Ida Gede sembari menjelaskan, cermin pada upakara itu dimaksudkan agar jika roh sang lina lahir kembali memiliki mata yang jernih terang seperti cermin, besi baja dimaksudkan agar memiliki gigi yang kuat dan tajam seperti besi baja, dan umbi Gadung maknanya agar memiliki kulit yang halus mulus seperti kulit umbi Gadung.

Menyimak penjelasan Ida Gede yang panjang kebar, Pan Bungkling tertawa terpingkal-pingkal seolah mengejek seraya berkata, “Mohon ampun Ida Gede, hamba pernah menyaksikan warga menanam bangkai sapi tidak disertai dengan cermin, besi baja dan sebagainya, tetapi hamba belum pernah melihat anak sapi yang matanya muram. Dan itu Putra Anda saya lihat matanya “picek”, apakah berarti pemakaman leluhur Anda dahulu tidak berisi cermin, ataukah cerminnya buram?”

Mendengar jawaban mengejek Pan Bungkling seperti itu, Ida Gede Gangga Sura marah besar dan nengusir Pan Bungkling. Haruskah Pendeta ahli upakara dan ahli Dharma Wacana marah besar dan mengusir orang yang mengejeknya?

Semoga Program Pelatihan Pemangku PHDI Kabupaten Buleleng mampu menghasilkan Pemangku yang sabar, tidak pemarah, dan mampu memberikan penjelasan atas pertanyaan warga terkait dengan tatwa, susila, dan acara agama Hindu. [T]

  • Singaraja 05-07-2021 — Resum materi Pelatihan Pemangku dan materi Jagra Winungu di RRI Singaraja.
Tags: agamabalicerita rakyathinduPan Bungklingpemangku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Ngulengang Kayun” untuk Cegah Bunuh Diri

Next Post

Jurassic World | Ini Adalah 5 Dinosaurus Terkuat Dalam Film Tersebut!

Made Metera

Made Metera

Pengamat masalah-masalah sosial, ekonomi, dan politik. Mantan Rektor Universitas Panji Sakti Singaraja Bali

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Jurassic World | Ini Adalah 5 Dinosaurus Terkuat Dalam Film Tersebut!

Jurassic World | Ini Adalah 5 Dinosaurus Terkuat Dalam Film Tersebut!

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co