6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjadi Pasien Baik

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 13, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Disamping terapi, seorang pasien perlu menjadi pasien yang baik agar cepat sembuh.”

Dokter bukanlah dewa, yang tak luput dari kekurangan. Namun berkat keahliannya, sebagian besar pasien sembuh melalui upaya dokter, tentu saja berkat restu Tuhan sang maha pengasih. Satu hal menarik yang jarang diketahui khalayak umum adalah persepsi lain tentang kesembuhan. Selama ini secara harfiah, sembuh umumnya hanya dikaitkan dengan satu keadaan seseorang yang terbebas dari penyakit.

Sesungguhnya secara filosofis, “sembuh” pun dapat dimaknai bila seseorang dapat menerima penyakit yang diidapnya, lalu dengan ikhlas hidup bersamanya. Ini terutama jika kita bicara soal penyakit yang bersifat kronis dan permanen seperti gagal ginjal stadium akhir, Aids, atau penyakit yang meninggalkan kecacatan.

Tentu saja bukan perkara mudah dan sederhana saat kita hendak mengusung keikhlasan. Tak semudah membicarakannya yang terasa ringan dan enteng saja. Namun harus disadari, inilah salah satu syarat paling mendasar menjadi seorang pasien yang baik. Entah kemudian ia akan terbebas dari penyakitnya atau tidak, sesungguhnya ia akan telah sembuh.   

Ketika seorang penderita gagal ginjal fase terminal yang dengan penuh semangat dan tekun menjalani terapi cuci darah maka ia telah sembuh. Bahkan seorang penderita kanker yang dengan ikhlas menjalani kemoterapi yang disarankan, ia telah menjadi seorang penyintas. Meski dalam beberapa hari sisa hidupnya.

Lagi-lagi, dalam hal ini, pikiran menjadi sang maha penentu. Mungkin itu bukan hal aneh karena pikiranlah wakil Tuhan dalam setiap mahluk insani. Sebaliknya, tak sedikit orang yang raganya sehat bugar telah diselimuti pikiran penuh rasa takut dan kecemasan. Maka ia selalu terbenam dalam penderitaan sakit yang tak berujung.

Dalam dunia medis, keadaan ini disebut sebagai psikosomatis, keluhan fikis (soma) yang bersumber dari pikiran (psikis). Bukan hal jarang, jenis kasus seperti ini lebih sulit disembuhkan ketimbang penyakit fisik biasa. Sekali lagi, pastilah karena pikiran adalah sang maha penentu itu.

Disamping sikap ikhlas tadi, hal lain yang diperlukan untuk menjadi pasien yang baik adalah rasa rendah hati. Meskipun tidak banyak, ada pasien atau keluarganya yang merasa lebih pintar dari tenaga kesehatan (nakes) yang merawat mereka. Tidak hanya suka mengatur hal-hal teknis medis yang bukan bidangnya, mereka pun tak segan-segan mengadu kepada tokoh-tokoh berpengaruh dengan maksud agar nakes lebih hormat atau mungkin agar takut dengan mereka. Sikap dan tindakan seperti ini jelas merupakan kekeliruan besar.

Bagaimana mungkin bisa dicerna dengan logika jika mereka yang sakit, lemah tak berdaya hendak menakut-nakuti nakes yang justru semestinya mengobati dan melindungi mereka dengan penuh kehangatan? Tak perlu disangsikan lagi, yang timbul justru situasi yang sebaliknya. Nakes secara psikologis akan kehilangan respek dan rasa memiliki yang dalam kepada pasien yang dirawatnya. Maka, saran dan masukan bisa disampaikan dengan baik dan beretika kepada nakes yang memang tentu saja tak luput dari kekurangan.

Satu hal lagi yang kerap memberi dampak kurang baik pada pasien adalah saat mereka terlalu mudah meyakini informasi alternatif soal medis. Informasi ini bisa bersumber dari internet, media sosial, public figur atau kerabat dan teman. Tidak sedikit misalnya, pasien terlambat menjalani terapi cuci darah (hemodialisis) gara-gara meyakini nasihat kerabatnya yang mengatakan, cuci darah dapat menyebabkan ketergantungan bahkan kematian.

Sebetulnya dengan sangat mudah kita bisa pahami, tindakan cuci darah atau tindakan medis lain maupun pengobatan itu disarankan tentu karena berdasarkan riset disimpulkan akan dapat memberi manfaat yang signifikan untuk pasien. Tentu saja kita tidak dapat bicara 100% dalam hal ini. Sebaiknya, pasien dan keluarganya mengikuti saran dokter yang merawat terkait penyakit yang dideritanya.

Kalau toh ada keragu-raguan, maka pasien dapat mencari second opinion ke dokter yang lain. Apakah  informasi medis yang berasal dari sumber lain sudah pasti salah? Tidak juga selalu. Cukup banyak informasi tersebut yang valid dan bisa dipercaya. Untuk itu kita harus teliti melihat reputasi media yang membagikan informasi tersebut atau ahli kompeten yang dijadikan rujukan. Saat ada konten informasi yang kontradiktif, maka jangan ragu-ragu untuk bertanya kepada dokter, paling tidak ke dokter keluarga.

Relasi dokter/nakes dan pasien akan memberi value pada kesembuhan pasien jika relasi tersebut terjalin hangat dan penuh empati serta saling percaya. Rasa kurang percaya pasien kepada dokter dapat terjadi karena beberapa hal seperti performance dokter yang dinilai kurang cakap atau efek informasi alternatif yang berlawanan dengan edukasi dokter.

Maka kedua pihak harus menyikapi hal ini dengan baik agar relasi yang efektif tersebut dapat dibangun. Sesungguhnya bukan hal sulit untuk menerapkan hal ini jika keduanya fokus pada peran dan posisi masing-masing. Maka kesembuhan pasien bukan hanya ditentukan oleh peran dokter semata, juga sekali lagi oleh seorang pasien yang baik.   [T]

____

BACA KOLOM DOKTER ARYA YANG LAIN

Tags: dokterkesehatanpaseinpetugas medisrumah sakit
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anjing Mana yang Akan Kau Beri Makan? | Cerpen Kadek Indra Putra

Next Post

Ni Komang Wiranti Primadani | Dancer, Gadis Gaul, Sastra dan Bahasa Bali

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Ni Komang Wiranti Primadani | Dancer, Gadis Gaul, Sastra dan Bahasa Bali

Ni Komang Wiranti Primadani | Dancer, Gadis Gaul, Sastra dan Bahasa Bali

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co