12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjadi Pasien Baik

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 13, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Disamping terapi, seorang pasien perlu menjadi pasien yang baik agar cepat sembuh.”

Dokter bukanlah dewa, yang tak luput dari kekurangan. Namun berkat keahliannya, sebagian besar pasien sembuh melalui upaya dokter, tentu saja berkat restu Tuhan sang maha pengasih. Satu hal menarik yang jarang diketahui khalayak umum adalah persepsi lain tentang kesembuhan. Selama ini secara harfiah, sembuh umumnya hanya dikaitkan dengan satu keadaan seseorang yang terbebas dari penyakit.

Sesungguhnya secara filosofis, “sembuh” pun dapat dimaknai bila seseorang dapat menerima penyakit yang diidapnya, lalu dengan ikhlas hidup bersamanya. Ini terutama jika kita bicara soal penyakit yang bersifat kronis dan permanen seperti gagal ginjal stadium akhir, Aids, atau penyakit yang meninggalkan kecacatan.

Tentu saja bukan perkara mudah dan sederhana saat kita hendak mengusung keikhlasan. Tak semudah membicarakannya yang terasa ringan dan enteng saja. Namun harus disadari, inilah salah satu syarat paling mendasar menjadi seorang pasien yang baik. Entah kemudian ia akan terbebas dari penyakitnya atau tidak, sesungguhnya ia akan telah sembuh.   

Ketika seorang penderita gagal ginjal fase terminal yang dengan penuh semangat dan tekun menjalani terapi cuci darah maka ia telah sembuh. Bahkan seorang penderita kanker yang dengan ikhlas menjalani kemoterapi yang disarankan, ia telah menjadi seorang penyintas. Meski dalam beberapa hari sisa hidupnya.

Lagi-lagi, dalam hal ini, pikiran menjadi sang maha penentu. Mungkin itu bukan hal aneh karena pikiranlah wakil Tuhan dalam setiap mahluk insani. Sebaliknya, tak sedikit orang yang raganya sehat bugar telah diselimuti pikiran penuh rasa takut dan kecemasan. Maka ia selalu terbenam dalam penderitaan sakit yang tak berujung.

Dalam dunia medis, keadaan ini disebut sebagai psikosomatis, keluhan fikis (soma) yang bersumber dari pikiran (psikis). Bukan hal jarang, jenis kasus seperti ini lebih sulit disembuhkan ketimbang penyakit fisik biasa. Sekali lagi, pastilah karena pikiran adalah sang maha penentu itu.

Disamping sikap ikhlas tadi, hal lain yang diperlukan untuk menjadi pasien yang baik adalah rasa rendah hati. Meskipun tidak banyak, ada pasien atau keluarganya yang merasa lebih pintar dari tenaga kesehatan (nakes) yang merawat mereka. Tidak hanya suka mengatur hal-hal teknis medis yang bukan bidangnya, mereka pun tak segan-segan mengadu kepada tokoh-tokoh berpengaruh dengan maksud agar nakes lebih hormat atau mungkin agar takut dengan mereka. Sikap dan tindakan seperti ini jelas merupakan kekeliruan besar.

Bagaimana mungkin bisa dicerna dengan logika jika mereka yang sakit, lemah tak berdaya hendak menakut-nakuti nakes yang justru semestinya mengobati dan melindungi mereka dengan penuh kehangatan? Tak perlu disangsikan lagi, yang timbul justru situasi yang sebaliknya. Nakes secara psikologis akan kehilangan respek dan rasa memiliki yang dalam kepada pasien yang dirawatnya. Maka, saran dan masukan bisa disampaikan dengan baik dan beretika kepada nakes yang memang tentu saja tak luput dari kekurangan.

Satu hal lagi yang kerap memberi dampak kurang baik pada pasien adalah saat mereka terlalu mudah meyakini informasi alternatif soal medis. Informasi ini bisa bersumber dari internet, media sosial, public figur atau kerabat dan teman. Tidak sedikit misalnya, pasien terlambat menjalani terapi cuci darah (hemodialisis) gara-gara meyakini nasihat kerabatnya yang mengatakan, cuci darah dapat menyebabkan ketergantungan bahkan kematian.

Sebetulnya dengan sangat mudah kita bisa pahami, tindakan cuci darah atau tindakan medis lain maupun pengobatan itu disarankan tentu karena berdasarkan riset disimpulkan akan dapat memberi manfaat yang signifikan untuk pasien. Tentu saja kita tidak dapat bicara 100% dalam hal ini. Sebaiknya, pasien dan keluarganya mengikuti saran dokter yang merawat terkait penyakit yang dideritanya.

Kalau toh ada keragu-raguan, maka pasien dapat mencari second opinion ke dokter yang lain. Apakah  informasi medis yang berasal dari sumber lain sudah pasti salah? Tidak juga selalu. Cukup banyak informasi tersebut yang valid dan bisa dipercaya. Untuk itu kita harus teliti melihat reputasi media yang membagikan informasi tersebut atau ahli kompeten yang dijadikan rujukan. Saat ada konten informasi yang kontradiktif, maka jangan ragu-ragu untuk bertanya kepada dokter, paling tidak ke dokter keluarga.

Relasi dokter/nakes dan pasien akan memberi value pada kesembuhan pasien jika relasi tersebut terjalin hangat dan penuh empati serta saling percaya. Rasa kurang percaya pasien kepada dokter dapat terjadi karena beberapa hal seperti performance dokter yang dinilai kurang cakap atau efek informasi alternatif yang berlawanan dengan edukasi dokter.

Maka kedua pihak harus menyikapi hal ini dengan baik agar relasi yang efektif tersebut dapat dibangun. Sesungguhnya bukan hal sulit untuk menerapkan hal ini jika keduanya fokus pada peran dan posisi masing-masing. Maka kesembuhan pasien bukan hanya ditentukan oleh peran dokter semata, juga sekali lagi oleh seorang pasien yang baik.   [T]

____

BACA KOLOM DOKTER ARYA YANG LAIN

Tags: dokterkesehatanpaseinpetugas medisrumah sakit
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anjing Mana yang Akan Kau Beri Makan? | Cerpen Kadek Indra Putra

Next Post

Ni Komang Wiranti Primadani | Dancer, Gadis Gaul, Sastra dan Bahasa Bali

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Ni Komang Wiranti Primadani | Dancer, Gadis Gaul, Sastra dan Bahasa Bali

Ni Komang Wiranti Primadani | Dancer, Gadis Gaul, Sastra dan Bahasa Bali

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co