13 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lestarikan Bahasa Bali | Atasi Problematika dalam Pembelajaran

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
March 29, 2021
in Esai
Lestarikan Bahasa Bali | Atasi  Problematika dalam Pembelajaran

Beberapa kajian tentang eksistensi bahasa Bali sudah banyak dilakukan oleh kalangan akademisi. Hasil kajian secara umum mengindikasikan ada pergeseran fungsi Bahasa Bali. Masyarakat Bali adalah masyarakat yang bilingualism. Masyarakat menggunakan bahasa Bali dan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi pada ranah keluarga. Ada fenomena saat ini, terutama di perkotaan, orang tua tidak lagi menggunakan bahasa Bali sebagai alat komunikasi dalam keluarga. Orang tua menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat berkomunikasi dengan berbagai alasan. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan karena bahasa Indonesia akan secara perlahan menggeser  fungsi bahasa Bali.

Penggunaan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi bisa saja menganggap bahasa Indonesia sebagai bahasa yang berprestise. Ada kebanggaan tersendiri apabila menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi. Fenomena ini tentu bisa “mengancam” keberadaan bahasa Bali.

Keseriusan Pemerintah Provinsi Bali dalam untuk memertahankan keberlangsungan bahasa Bali adalah dengan diterbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Pada pasal 2 disebutkan bahwa Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan perlindungan bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui (1) inventarisasi, (2) pengamanan, (3) pemeliharaan, (4) penyelamatan, dan (5) publikasi. (1) Inventarisasi sebagaimana dilakukan dengan pencatatan dan pendokumentasian, penetapan, serta pemutakhiran data. (2) Pengamanan sebagaimana dilakukan dengan cara: (a) memutakhirkan data bahasa, aksara, dan sastra Bali dalam sistem pendataan kebudayaan terpadu secara terus menerus;(b).mewariskan bahasa, aksara, dan sastra Bali pada generasi selanjutnya; dan (c) memperjuangkan secara selektif aksara dan sastra Bali sebagai warisan budaya tak benda Indonesia dan warisan budaya dunia.(3) Pemeliharaan dilakukan dengan cara: (a) menjaga nilai keluhuran dan kearifan objek Perlindungan Bahasa, Aksara Dan Sastra Bali; (b).menggunakan objek Perlindungan Bahasa,Aksara dan Sastra Bali dalam kehidupan sehari-hari; (c) menjaga keanekaragaman objek Perlindungan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali; (d).menghidupkan dan menjaga ekosistem Bahasa, Aksara dan Sastra Bali untuk setiap objek Perlindungan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali; dan (e) mewariskan objek Perlindungan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali kepada generasi berikutnya. (4) Penyelamatan dilakukan dengan cara: (a) revitalisasi; (b) repatriasi; dan/atau (c) restorasi.(5) Publikasi dilakukan melalui penyebaran informasi kepada seluruh masyarakat yang ada di Bali dan di luar Bali dalam berbagai bentuk media.

Berkaitan dengan usaha pemertahanan bahasa Bali, Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 Tahun 2013. Pada Bab II Pasal 2 ayat 1 dengan jelas termaktub bahwa Bahasa, Aksara, dan sastra Bali diajarkan pada semua jenjang pendidikan dasar dan menengah sebagai mata pelajaran di Provinsi Bali. Ada landasan hukum yang jelas bagi sekolah untuk mengajarkan bahasa Bali di sekolah. Hal ini merupakan bentuk atau aksi dalam melestarikan bahasa Bali. Agar bahasa Bali tetap lestari salah satu jalan yang dilakukan adalah melalui pembelajaran di sekolah.

Bahasa Bali telah diajarkan dari tingkat sekolah dasar sampai menengah namun cakupan materi pembelajaran bahasa Bali begitu luas. Siswa dituntut untuk menguasai empat keterampilan bahasa yaitu menyimak, berbicara, menulis dan membaca sedangkan alokasi waktu yang tersedia dalam pembelajaran 2 jam pelajaran seminggu. Bagaimana seorang guru dapat mencapai target pembelajaran dengan alokasi waktu yang tidak memadai sementara cakupan pembelajaran begitu luas. Siswa diharapkan menguasai keterampilan berbicara dengan menggunakan bahasa Bali. Bagi anak yang tidak menggunakan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga akan menganggap bahasa Bali itu sulit. Siswa tidak bisa  menggunakan bahasa Bali karena situasi kebahasaan dalam keluarga tidak mendukung. Pada pembelajaran membaca, siswa tidak saja dapat memahami wacana bahasa Bali yang ditulis dengan huruf Bali tetapi siswa dituntut bisa membaca teks wacana yang menggunakan huruf Bali. Begitu pula dalam keterampilan menulis, siswa diajarkan menulis dengan menggunakan huruf Bali.

Meskipun bahasa Bali telah diberikan sejak sekolah dasar sampai sekolah menengah, kompetensi siswa dalam pelajaran bahasa Bali belum memadai. Ada tendensi bahwa motivasi siswa dalam belajar bahasa Bali kurang. Ini tentu perlu kajian yang mendalam untuk menjawab pertanyaan itu sehingga siswa memiliki motivasi dalam pembelajaran bahasa Bali.

Dalam pembelajaran tatap muka sebelum pandemi Covid 19, cukup banyak kendala yang dialami guru dalam pembelajaran bahasa Bali. Adnyana (2018) telah melakukan kajian terhadap problematika pembelajaran bahasa Bali. Problematika itu berupa pilihan metode pembelajaran bahasa Bali belum teraplikasi dengan baik. Banyak guru belum menerapkan model pembelajaran inovatif dalam pembelajaran. Di samping itu, sikap bahasa siswa terhadap bahasa bali kurang baik. Siswa menganggap pembelajaran bahasa Bali tidak penting.

Kendala tentu semakin banyak ketika pelaksanaan pembelajaran  pada Pandemi Covid 19 dari diubah dari luring menjadi daring. Berikut ini hasil wawancara dengan guru bahasa Bali berkaitan dengan kendala yang dialami dalam pembelajaran bahasa Bali selama pandemi Covid 19.  Guru awalnya tidak siap melakukan pembelajaran daring karena pembelajaran tidak didesain dengan pembelajaran daring. Guru dituntut mampu menggunakan berbagai aplikasi dalam pembelajaran. Untuk  siswa di sekolah dasar aplikasi yang paling memungkinkan  digunakan adalah dengan menggunakan whatsapp. Tentu dengan aplikasi ini guru tidak dapat melaksanakan pembelajaran mencakup empat keterampilan bahasa. Siswa mengalami kendala dalam pembelajaran karena pembelajaran secara shyncronous dan asyncrhonous tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Guru terkesan memberikan banyak tugas karena dengan whatsapp interaksi siswa dengan guru tidak maksimal. Walaupun guru dapat menjelaskan materi dengan melakukan video call hasil yang diharapkan belum maksimal. Kualitas gambar dan suara ketika melakukan video call tidak begitu bagus karena jaringan yang kurang stabil.

Kendala pembelajaran bahasa Bali pada tingkat sekolah menengah juga mengalami kesulitan. Pertama, konten materi yang disampaikan secara daring belum tentu bisa dipahami semua peserta didik. Dalam pembelajaran membaca misalnya, guru tidak dapat mengetahui keterampilan membaca siswa secara keseluruhan karena guru tidak dapat melakukan bimbingan dengan maksimal untuk mengetahui kesulitan siswa dalam membaca. Kalau pembelajaran dilakukan dengan tatap muka, guru dapat memberikan bimbingan secara langsung kepada siswa yang masih menghadapi kendala dalam membaca teks berhuruf Bali. Begitu pula dalam menulis (menggunakan aksara Bali), guru tidak dapat menjelaskan secara maksimal karena guru tidak bisa mengetahui apakah tugas yang dikerjakan siswa pada saat proses pembelajaran sudah benar atau salah.           

Kedua, kemampuan guru terbatas dalam menggunakan teknologi pada pembelajaran daring. Tidak semua guru mampu mengoperasikan komputer atau telepon pintar untuk mendukung kegiatan pembelajaran, baik dalam tatap muka langsung, terlebih lagi dalam pembelajaran daring. Memang ada sebagian guru mampu mengoperasikan komputer, tetapi dalam hal pengoperasian terbatas. Mereka tidak mampu membuat media/video pembelajaran sendiri dan sebagainya. Ketiga motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Bali cukup rendah. Keaktifan siswa dalam pembelajaran tidak begitu baik. Motivasi inilah yang perlu ditingkatkan oleh guru.

Dari kendala-kendala tersebut guru  berusaha memecahkan dan menemukan solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Guru bisa membuat pembelajaran semenarik mungkin dengan mendesain pembelajaran dalam bentuk power point dan video pembelajaran sehingga siswa tergugah untuk mengikuti pembelajaran. Guru diharapkan meningkatkan keterampilannya dalam penguasaan teknologi pembelajaran yang sederhana dulu perlahan-lahan guru dapat meningkatkan  kompetensi penguasaan IT-nya.  Salah satu cara untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam pembelajaran, guru bisa menerapkan blended learning. Dengan penerapan blended learning pembelajaran akan lebih bermakna karena siswa berpandangan apa yang mereka pelajari adalah sesuatu yang mereka butuhkan. [T]

Tags: Bahasa BalipembelajaranPengetahuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS | Jatuh Cinta, Sesungguhnya Sunyi

Next Post

Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails

Terbang di Atas Sepi

by Angga Wijaya
May 8, 2026
0
Terbang di Atas Sepi

“Kalau gak sabar, silakan terbang di atas sepi.” Tulisan di bak truk itu mungkin lahir dari kemacetan. Dari jalan yang...

Read moreDetails
Next Post
Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co