24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencari Titik Temu antara Lintasan Teater dan Sekitarnya

Iin Valentine by Iin Valentine
February 25, 2021
in Esai
Mencari Titik Temu antara Lintasan Teater dan Sekitarnya

Iin Valentine | Teater Kalangan

Awal tahun 2021 boleh jadi awal yang berbeda untuk Teater Kalangan. Bagaimana tidak? Untuk pertama kalinya setelah melangkah lima tahun dari kelahirannya, kelompok ini merealisasikan satu agenda yang sebenarnya sudah cukup lama diwacanakan. Agenda yang menurut orang lain bisa jadi tak memiliki arti seistimewa seperti yang kami –atau paling tidak, saya– rasakan.

Sebelumnya kami memang memiliki banyak kesempatan untuk bertemu, berkumpul, dan berkegiatan bersama. Namun rekreasi (sambil rapat agenda tipis-tipis) di Ubud pada 1-3 Januari lalu jadi semacam suntikan energi baru lagi untuk kami. Perjalanan ini baru sebentar, usia kelompok pun masih sangat muda. Namun saya merasa rentang waktu itu sungguh padat bagi Kalangan. Bahkan untuk rekreasi pun, baru bisa direalisasikan setelah lima tahun kami bersama, hahahaha… Tak apa, toh juga semua akan terjadi kalau sudah sampai pada waktunya, jadi mari kita syukuri saja.

Seperti saya bersyukur ada di lingkaran ini. Bagi saya yang pemalas ini, punya teman-teman seperti Kalangan, adalah hal yang mahal. Sebab dari mereka saya dengar dan tau hal-hal baru di dunia persilatan ini. Tapi pernah juga beberapa kali merasa hilang dan tersesat di tengah obrolan sebab saya benar-benar tidak menemukan konteks apa yang sedang dibicarakan. Tentang tokoh yang entah siapa, metode yang bagaimana, pementasan oleh siapa, dan semacamnya. Rasanya berdosa sekali. Saya jadi meragukan keteateran dalam diri ini. Letaknya sebelah mana, ya?

Kemudian saya sadar bahwa apa yang mereka tahu dan pahami, adalah buah dari proses belajarnya selama ini. Kalau ternyata saya tidak tahu, berarti saya belum belajar sampai sana. Jika saya ingat-ingat lagi, saya memang belum secara penuh menaruh prioritas pada bidang ini, pada Kalangan. Walaupun sudah terlibat di sebagian besar pementasan, tak serta merta membuat saya menjadi “teater”. Saya belum benar-benar belajar dan menyelaminya lebih dalam. Dulu saya mungkin sempat mengelak untuk mengakui bahwa Kalangan memang ada di urutan sekian, tetapi seiring waktu, saya menyadari dan mengiyakan bahwa selama ini saya tidak benar-benar fokus untuk menjalaninya.

“Lalu kau ingin mendaku diri sebagai apa?” tanya Suma pada suatu kesempatan.

Sulit sekali menjawab pertanyaan itu. Tapi satu yang pasti, saya tidak berniat untuk menjadi sutradara. Ini juga yang membuat saya merasa berat hati ketika Kalangan akan mengagendakan Mulang Muruk, dengan menunjuk beberapa anggotanya untuk menyutradarai pementasan. Apalagi, pementasan ini digadang-gadang jadi representasi dari apa yang telah kami dapat dan pelajari sejak menjadikan diri sebagai bagian dari Kalangan. Double kill untuk saya. Sadar bahwa saya belum tahu apa-apa, lalu diharuskan menjadi sesuatu yang tidak saya minati. Hmmmm, berat sekali.

Namun, ya, kejelasan bahwa saya tidak berminat jadi sutradara, memang tidak cukup menjawab pertanyaan sebelumnya. Saya ingin jadi apa, ya?

Barulah setelah pertemuan di awal Januari itu, saya menjadi lebih yakin untuk membawa diri ini ke arah mana. Beberapa hari setelah pertemuan itu, saya sempat menonton kembali beberapa dokumentasi pentas tahun-tahun sebelumnya. Malah jadi senyum-senyum sendiri. Sempat juga merasa ingin memperbaiki situasi karena sadar harusnya adegan itu bisa jadi adegan yang lebih baik. Saat itu saya merasa ada percikan yang meletup kecil di dalam diri. Seperti merasakan lagi nikmatnya bermain peran dan menjadi tokoh yang lain.

Di Kalangan sendiri, saya memang biasa mengambil peran sebagai aktor atau pimpinan produksi juga dalam beberapa kesempatan. Belajar jadi aktor, adalah hal pertama yang membuat saya jatuh hati dan memutuskan untuk berada jalur teater, sehingga mempelajari lagi tentang bidang ini, saya pikir adalah jawaban untuk pertanyaan di atas. Namun, ketika saya tahu minat ini cenderung ke arah mana, ternyata muncul juga rasa tidak percaya diri itu. Karena saya merasa belum punya pegangan, belum punya dasar yang kuat, dan metode yang pasti untuk menggali dan mengeksplor keaktoran itu.

Dalam keseharian di luar teater, saya bekerja di sebuah media jurnalisme warga di Bali. Di sini, saya berperan sebagai koordinator di bagian kerja sama dan komunikasi. Saya juga menjadi penanggung jawab untuk beberapa program dan kegiatan. Kelihatannya kerja-kerja ini memang tidak berhubungan dengan apa yang saya jalani di teater. Atau jangan-jangan hanya saya yang menganggap bahwa kerja-kerja di dua jalur ini tak pernah ada persinggungan? Sehingga lama pula saya merasa adanya missing link di antara keduanya. Sekian lama saya tidak bisa menemukan satu titik yang menjadi penghubung atau titik temu antara dunia teater dan dunia kerja yang saya geluti. Kecurigaan lainnya adalah, jangan-jangan cara saya memaknai teater lah yang keliru selama ini?

Dari kendala-kendala yang saya temukan, saya pikir teater itu hanya saya pandang sebagai kerja-kerja panggung yang radarnya diaktifkan untuk tujuan pertunjukan saja. Lalu ketika tidak dalam rangka pertunjukan, ke  manakah dia? Disadari atau tidak, ternyata saya meletakkan teater itu di tempat yang lain dan terpisah dengan diri saya. Sehingga ketika berada di luar jam latihan yang telah disepakati, ia tidak dilatih, dipupuk, dan diperkaya, dan membuat saya tidak bisa melihat titik temu antara teater dengan realitas serta narasi-narasi yang terjadi dan berkelindan di sekitarnya, salah satunya di dunia kerja itu.

Harapan saya, tahun ini bisa mengasah ketajaman teater dalam diri saya. Agar bisa melihat lebih jelas lagi titik temu itu, sehingga kerja-kerja yang saya lakukan di kedua jalur ini bisa saling menguatkan satu sama lain. Bagaimana caranya? “Mari coba lebih peka lagi,” kata saya pada diri. Langkah selanjutnya, kita cari lagi nanti. [T]

Tags: TeaterTeater Kalangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Jaja Sengait” dan Gula Pedawa | Dan Hal Lain yang Bertautan dengan Pohon Aren

Next Post

Baca Lontar Bersama Umberto Eco

Iin Valentine

Iin Valentine

Sedang belajar teater. Suka buku, musik, dan foto. Tinggal di Denpasar

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Baca Lontar Bersama Umberto Eco

Baca Lontar Bersama Umberto Eco

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co