14 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Jukut Blook” dari Les: Bersatunya Pucuk Daun Labu dan Singkong | Vegan dan Organik

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
February 9, 2021
in Khas
“Jukut Blook” dari Les: Bersatunya Pucuk Daun Labu dan Singkong | Vegan dan Organik

Jukut blook dari Desa Les, Buleleng

Desa Les di Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, terdapat kuliner khas. Sederhana, bahan-bahannya mudah didapat, dan tentu saja sehat. Kuliner ini bisa disebut legenda. Tak tahu siapa yang menciptakan, tapi diwariskan terus turun-temurun.  Kuliner ini bahkan menjadi primadona, mulai dari kalangan anak-anak sampai tua-tua.

Warga desa menyebutnya  “jukut blook”. Jukut artinya sayur. Blook atau blowok tak diketahui dengan jelas artinya. Yang jelas, siapa pun di desa itu, bilang dengan pasih. Jukut Blook.

Bahan-bahan untuk mengadon jukut blook gampang didapat di Desa Les. Pucuk daun labu (tentu saja muda), cicihan sabrang (umbi singkong), racikan bumbu bali dan antan atau parutan kelapa muda. Topingnya, jagung yang di-nyahnyah (disangrai) atau boleh juga jagung digoreng.

Semua bahan cukup mudah dicari setiap pagi. Rambatan labu masih menjalar di tepi jalan atau pada pagar kebun. Singkong tinggal mencabut, ambil umbinya. Jika tak punya kebun singkong siap panen, bisa minta dulu pada tetangga, pada saudara. Kelapa tinggal metik. Di Desa Les, pohon kelapa mamsih banyak.

Pucuk daun labu

Hanya jagung yang tersedia sesuai musim. Pada musim hujan, warga Les memang banyak menanam jagung. Pada musim kemarau, jagung masih tetap tertanam, tapi jarang-jarang. Jika tak ada jagung hasil tanam sendiri, jagung pasar bisa diperoleh setiap pagi di pasar desa. Kalau, malas cari jagung, jukut blook tanpa toping pun tetap enak.

Bumbunya apa? Bumbu bali. Ya, bumbu bali yang seperti apa?

Base genep (bumbu lengkap), dengan bawang metambus atau bawang dipanggang. Isen tak perlu diisi. Ada juga bumbu anget-anget. Apa itu anget-anget? Itu gabungan bumbu lada putih, bawang putih, kunyit dan cekuh, juga isi sedikit cengkeh.

Jukut blook dari tahun ke tahun selalu menjadi menu ringan untuk menemani obrolan bagi warga Desa Les saat kumpul keluarga. Atau, menu ini bisa juga menjadi  welcome food alias menu selamat datang ketika ada teman/tamu datang. 

Jika kebetulan tak ada umbi singkong dan jagung nyahnyah, tak apa-apa sayurnya hanya pucuk labu muda. Tetap enak, hanya namanya bukan lagi jukut blook, melainkan “jukut coboran don waluh”, atau sayur coboran daun labu.

Di desa tetangga, seperti di Desa Tejakula atau Bondalem ada juga sayur yang menyerupai jukut blook, namanya jukut rambugan. Tapi bahan-bahannya tidak sama seperti komponen utama jukut blook, yakni daun labu muda, umbi singkong, jagung nyah-nyah. Dalam perkembangannya sayuran semacam ini banyak dipadu padankan dengan ares (batang pisang muda) dan jenis kacang-kacangan.

Di Les selain sebagai menu di rumah-rumah, jukut blook secara spesial dibuat pada upacara adat, seperti upcara kepus pungsed (putus tali pusar) pada bayi, upacara sebelas hari kematian, dan pertemuan-pertemuan keluarga. Secara istimewa jukut blook juga dibuat saat kumpul-kumpul teman atau sahabat di bale bengong.

Pesta jukut blook di bale bengong

Jukut blook terbaik di Desa Les ada di masing-masing keluarga. Artinya, pada setiap keluarga memiliki jukut blook terbaik. Pada setiap keluarga pasti mengenal dan bisa  membuat makanan khas ini. Semacam warisan leluhur tentang resep makanan yang tanpa dibukukan tapi telah mendarahdaging dan membentuk kekhasan pada masing-masing keluarga. 

Jukut blook seakan mempunyai beberapa fungsi dalam strata sosial di Desa Les. Sayur ini menjadi pemersatu berbagai kalangan, siapa pun, dari kelas apa pun, jukut blook ini tetap menjadi suguhan nomor satu untuk dihidangkan dan dibincangkan

Sebagai usaha, di tengah pandemi ini jukut blook dijual-belikan dengan peminat bukan hanya dari Desa Les, melainkan juga dari desa lain. Penjualannya pun ada yang secara offline, ada juga yang online.  Sayur ini dicari karena merupakan makanan organik dan alami. Banyak juga dicari oleh kaum vegan dan vegetarian.

Komponen yang paling utama dalam membuat jukut blook ini adalah pucuk daun muda labu dan singkong. Jika salah satu dari bahan ini tidak tersedia maka dipastikan sensasi dan nilai magis dari menu ini tak akan sempurna. Dengan minat dan permintaan yang tinggi maka banyak kini warga menanam labu dan singkong, di kebun atau di pekarangan rumahnya sebagai lumbung pangan keluarga.

Bagi pencari makanan organik semisal penganut vegan dan vegetarian, menu ini seakan sudah didesain oleh para leluhur untuk menyambut fenomena makanan organik dan hanya berisi sayur dan umbi singkong saja, tanpa ditambahkan daging atau ikan.

Selamat menikmati. [T]

Tags: bulelengkuliner khas balikuliner lokalveganvegetarian
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kun Adnyana | Saat Duduk di Kursi Kadisbud, Terpilih jadi Rektor ISI

Next Post

Menyusuri Istilah “Ajeg Bali” yang Katanya Menjadi Benteng Pulau Dewata

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

by Jaswanto
March 13, 2026
0
Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

MENJELANG magrib selama bulan Ramadan, pelataran Masjid Bukit Palma, Surabaya, berubah menjadi ruang perjumpaan. Orang-orang berdatangan dari berbagai arah: sebagian...

Read moreDetails

Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 13, 2026
0
Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

Nittt…Nitttt… Nittt! Suara monitor itu berbunyi di ruangan yang penuh aura kesedihan, harapan, tangisan, dan keikhlasan bercampur aduk. Kulitnya yang...

Read moreDetails

Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia

DI tengah lantunan paritta suci dan doa yang khidmat, logam-logam persembahan umat perlahan mencair. Dari bara api itulah sebuah rupang...

Read moreDetails

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails
Next Post
Menyusuri Istilah “Ajeg Bali” yang Katanya Menjadi Benteng Pulau Dewata

Menyusuri Istilah “Ajeg Bali” yang Katanya Menjadi Benteng Pulau Dewata

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar
Ulas Buku

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

by Dian Suryantini
March 13, 2026
Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya
Khas

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

MENJELANG magrib selama bulan Ramadan, pelataran Masjid Bukit Palma, Surabaya, berubah menjadi ruang perjumpaan. Orang-orang berdatangan dari berbagai arah: sebagian...

by Jaswanto
March 13, 2026
Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal
Gaya

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal

LAMPU sorot menyambar dan menerangi panggung Gedung Kesenian Gde Manik yang menampilkan sepuluh pasangan finalis Jegeg Bagus Buleleng 2026. Mereka...

by Radha Dwi Pradnyani
March 13, 2026
Negeri yang Menjual Isi Perutnya | Cerpen Muhammad Khairu Rahman
Cerpen

Negeri yang Menjual Isi Perutnya | Cerpen Muhammad Khairu Rahman

Di negeri itu, tanah tidak lagi disebut tanah. Ia disebut komoditas. Gunung tidak lagi dipandang sebagai punggung yang menyangga langit,...

by Muhammad Khairu Rahman
March 13, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Lebaran Bersama Tuhan
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Lebaran Bersama Tuhan

Lebaran Bersama Tuhan Takbirku menyusup di antara ladang dosa di bawah timbunan mimpiWiridku tak pernah putus oleh genderang duniawi berjibun...

by Chusmeru
March 13, 2026
Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial
Esai

Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial

Di Bali, ada fenomena yang lucu tapi sekaligus menyedihkan. Sebagian intelektual generasi tua yang dulunya produktif menulis, kini hanya aktif...

by Angga Wijaya
March 13, 2026
Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter
Khas

Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

Nittt…Nitttt… Nittt! Suara monitor itu berbunyi di ruangan yang penuh aura kesedihan, harapan, tangisan, dan keikhlasan bercampur aduk. Kulitnya yang...

by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 13, 2026
Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia
Khas

Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia

DI tengah lantunan paritta suci dan doa yang khidmat, logam-logam persembahan umat perlahan mencair. Dari bara api itulah sebuah rupang...

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026
Persona

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara
Budaya

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

Rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia. Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) ini...

by tatkala
March 12, 2026
Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh
Budaya

Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

Masyarakat Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, melaksanakan upacara Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas Pura Ulun Danu...

by tatkala
March 12, 2026
Diobati Perempuan Penyembuh
Esai

Diobati Perempuan Penyembuh

DUA bulan belakangan saya sering merasa lelah. Saya pikir mungkin ini burnout, lelah tidak hanya pada fisik tapi juga mental....

by Angga Wijaya
March 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co