23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Kiki Sulistyo || Hantu Rima, Pigmen Bunyi, Martiria

Kiki Sulistyo by Kiki Sulistyo
January 2, 2021
in Puisi
Puisi-puisi Kiki Sulistyo || Hantu Rima, Pigmen Bunyi, Martiria

Salah stu karya pada pamaeran Tugas Akhir mahasiswa seni rupa Undiksha Singaraja, 2018


Malam Penjagalan


wahai, pemapar ikhbar –berkatilah hewan ini dengan

hamun dan sifat dayus, sebelum dunia membuatnya kudus.


di kandang ia terkinjat, melihat tali-jerat seakan melihat

jalur gunung,  dataran anggara, molek-alam dalam

lukisan penduduk kota, tempat induk mengasah tanduknya.


tapi tanduk cuma jimat pintu rumah, setelah upacara dan

kelambur mantra melunturkan kutuk di tengah wabah.

tak ada amnesti untuknya, tak ada palu atau pandita.

harga daging berdering dalam tidur juragan, bilamana

penjagal itu melihat pagi terayun seperti kapak,


langit berminyak, 


dan udara bengkak bagai tertimbun lemak.


(2018)


Pigmen Bunyi



sudah lama seseorang menyisir rambut; suara terompet

merembet dari palet yang dibiarkan lengket. lukisan belum jadi,

sungai masih mengarsir kabut, polesan-polesan lembut.


pigmen bunyi dari seuntai nyanyi, setelah basah gaun terseret

di permukaan batu, seseorang menunggu, lembar air dibalik

dan kekosongan menerangi bagian paling tajam dari sirip ikan.


saat itu air pasti sudah jadi helai-helai lembut, seseorang meraba,

menemukan akar kata seraya memuji kemerduan warna dari ilham

yang berenang ke lubuk dalam; kanvas suara di dinding dunia.


sudah lama seseorang menatap, kavaleri waktu menetap di lukisan

yang belum jadi. sungai lengket dalam suara terompet dan ikan-ikan

mengarsir aransemen bagi seseorang yang tak akan kembali


(2019)


Martiria


dia mengerti, bangsa tak ada bila tak ada luka

maka disimpannya potret pengungsi dengan

latar merah-besi.          kampus-kampus yang mati,

hangus, lalu berdiri lagi bagai monumen api


“Merdeka!” ratapnya.


seketika itu juga seluruh gagasan beku, sedang

batu-batu terbang ke berbagai penjuru.

para mahasiswa menemuinya

melalui brosur dan paket pariwisata.

tak ada mesiu di mata mereka

senantiasa gembira, bagai budak distrik

mengenakan setelan batik.


maka bertutur saja dia perihal armada selatan

kaigun, gugus tulang dada, juga bangkai romusha

di jalur ladang. pita suaranya membujut, sekian

umur digulung takut, hingga kelakar yang

keluar terdengar seakan bakaran gambut.

(dan mereka ikut tertawa, mereka ikut tertawa)

kaftan dan pomade, hijab dan pantalon,

tugas akhir: wawancara dengan sejarah.

mereka merasa naik ikazuchi.  ikut perang, unggah

swafoto,     colek kawan-seperbudakan.


(2018)


Anjungan


piala untuk pikiran terlarang, di anjungan

setiap pengunjung menjunjung pujian bagi

para korban perang. rapat-rapat menyimpan

rapat-rapat budi pekerti sampai saat dibagikan

sebagai percobaan perusahaan obat-obatan;

untuk anak-anak pengungsi, untuk penyangsi

yang membakar diri, mandi api di lautan oligarki.

lalu jatuh socrates, setetes demi setetes,

memanjat machiavelli setali demi setali,

mencapai negara, dan demi demit,

semua parasit politik menggigit lidah pelawak

hingga gagak-gagak menukik ke dalam putik bunga,

mengisap sari luka agar bisa kita muntahkan lagi

sebagai bisa kata-kata.


[2019]


Hantu Rima


aku hantu rima, aku tak pernah takut

pada tuts piano, buku kafka, kodok di sepatu tentara

aku cinta pada logika, kalau kau logika, aku akan

bernyanyi di depan makammu setiap hari, awan

dinihari, lewat seperti kristen stewart, melirik

puisi lirik di kantung mata penderita kusta.

aku menjadi rima setelah pura-pura percaya

semua kata tak ada artinya, bagaimana bisa,

tanya saja pada rhoma irama, o, dia sang raja

yang malih jadi entang kosasih dalam kenangan

eka kurniawan


sst, sebenarnya aku ini pengungsi,

dari lipstik aung san suu kyi-


dan kau dengar kan kata seruling sebelum tertulis

kata seruling untuk kedua kali?


[2019]


Therese Kepada Camille

                                  : Zola


perahu telah terjungkir dan kulihat hidupmu yang getir

memenuhi langit hampa. saat itu juga aku ingin menyembah

ibumu, janda tua dungu yang merebutku dari tangan serdadu.

sering kuimpikan padang-padang afrika, macan dahan, dan perang

terbuka. aku gipsi dari gurun mati, dilemparkan ke kota kotor ini.


aku rindukan dadamu, tanah malit terbuka untuk aneka penyakit

tapi kerinduanku semata dusta, bibit bunga busuk baunya

terhidu hidung pembaca; di dalam kamar mati, kulihat kecemasannya

tenggelam bersama hantumu yang basah, berusaha mendengar

suaramu menggaruk-garuk pintu rumah


pembaca itu tidak berduka, ‘kematian’, katanya, ‘hanya statistika’

dan kami menyusulmu, mengulang peristiwa ketika Laurent

melemparmu ke danau terbuka, sebelum membalik  perahu,

seperti membalik halaman pertama sebuah buku

yang terus-menerus menyeru namaku.


(2020)


Periode Biru


dinding kupu-kupu. jantung beliamu. keheningan

batas pandang manakala bimasakti membuka

tabung malam. tanganku memetik senar akustik.

di lentik jarimu. dan musik tertarik ke orbit mistik.

debar dinding itu. kupu-kupu belia itu. kita berciuman

sebentar, sebelum sebentang tulang digurat di tengah

padang. tanda pedang. tanda perang. mereka menemukan

sepasang mumi telanjang. cahaya seketika pasang.

bulan dipasang di ketinggian. bayang-bayang bunyi.

bermekaran seperti puisi. jarijarimu memetiknya; nyanyi

sunyi. terasing dari mimpi. biru bumi.


(2020)    

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mewarisi Kemarahan

Next Post

Dialog Bisu di Meja Makan || Cerpen Satia Guna

Kiki Sulistyo

Kiki Sulistyo

Lahir di Kota Ampenan, Lombok. Buku puisi terbarunya berjudul Dinding Diwani (Diva Press, 2020). Ia mengelola Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Dialog Bisu di Meja Makan || Cerpen Satia Guna

Dialog Bisu di Meja Makan || Cerpen Satia Guna

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co