24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Kiki Sulistyo || Hantu Rima, Pigmen Bunyi, Martiria

Kiki Sulistyo by Kiki Sulistyo
January 2, 2021
in Puisi
Puisi-puisi Kiki Sulistyo || Hantu Rima, Pigmen Bunyi, Martiria

Salah stu karya pada pamaeran Tugas Akhir mahasiswa seni rupa Undiksha Singaraja, 2018


Malam Penjagalan


wahai, pemapar ikhbar –berkatilah hewan ini dengan

hamun dan sifat dayus, sebelum dunia membuatnya kudus.


di kandang ia terkinjat, melihat tali-jerat seakan melihat

jalur gunung,  dataran anggara, molek-alam dalam

lukisan penduduk kota, tempat induk mengasah tanduknya.


tapi tanduk cuma jimat pintu rumah, setelah upacara dan

kelambur mantra melunturkan kutuk di tengah wabah.

tak ada amnesti untuknya, tak ada palu atau pandita.

harga daging berdering dalam tidur juragan, bilamana

penjagal itu melihat pagi terayun seperti kapak,


langit berminyak, 


dan udara bengkak bagai tertimbun lemak.


(2018)


Pigmen Bunyi



sudah lama seseorang menyisir rambut; suara terompet

merembet dari palet yang dibiarkan lengket. lukisan belum jadi,

sungai masih mengarsir kabut, polesan-polesan lembut.


pigmen bunyi dari seuntai nyanyi, setelah basah gaun terseret

di permukaan batu, seseorang menunggu, lembar air dibalik

dan kekosongan menerangi bagian paling tajam dari sirip ikan.


saat itu air pasti sudah jadi helai-helai lembut, seseorang meraba,

menemukan akar kata seraya memuji kemerduan warna dari ilham

yang berenang ke lubuk dalam; kanvas suara di dinding dunia.


sudah lama seseorang menatap, kavaleri waktu menetap di lukisan

yang belum jadi. sungai lengket dalam suara terompet dan ikan-ikan

mengarsir aransemen bagi seseorang yang tak akan kembali


(2019)


Martiria


dia mengerti, bangsa tak ada bila tak ada luka

maka disimpannya potret pengungsi dengan

latar merah-besi.          kampus-kampus yang mati,

hangus, lalu berdiri lagi bagai monumen api


“Merdeka!” ratapnya.


seketika itu juga seluruh gagasan beku, sedang

batu-batu terbang ke berbagai penjuru.

para mahasiswa menemuinya

melalui brosur dan paket pariwisata.

tak ada mesiu di mata mereka

senantiasa gembira, bagai budak distrik

mengenakan setelan batik.


maka bertutur saja dia perihal armada selatan

kaigun, gugus tulang dada, juga bangkai romusha

di jalur ladang. pita suaranya membujut, sekian

umur digulung takut, hingga kelakar yang

keluar terdengar seakan bakaran gambut.

(dan mereka ikut tertawa, mereka ikut tertawa)

kaftan dan pomade, hijab dan pantalon,

tugas akhir: wawancara dengan sejarah.

mereka merasa naik ikazuchi.  ikut perang, unggah

swafoto,     colek kawan-seperbudakan.


(2018)


Anjungan


piala untuk pikiran terlarang, di anjungan

setiap pengunjung menjunjung pujian bagi

para korban perang. rapat-rapat menyimpan

rapat-rapat budi pekerti sampai saat dibagikan

sebagai percobaan perusahaan obat-obatan;

untuk anak-anak pengungsi, untuk penyangsi

yang membakar diri, mandi api di lautan oligarki.

lalu jatuh socrates, setetes demi setetes,

memanjat machiavelli setali demi setali,

mencapai negara, dan demi demit,

semua parasit politik menggigit lidah pelawak

hingga gagak-gagak menukik ke dalam putik bunga,

mengisap sari luka agar bisa kita muntahkan lagi

sebagai bisa kata-kata.


[2019]


Hantu Rima


aku hantu rima, aku tak pernah takut

pada tuts piano, buku kafka, kodok di sepatu tentara

aku cinta pada logika, kalau kau logika, aku akan

bernyanyi di depan makammu setiap hari, awan

dinihari, lewat seperti kristen stewart, melirik

puisi lirik di kantung mata penderita kusta.

aku menjadi rima setelah pura-pura percaya

semua kata tak ada artinya, bagaimana bisa,

tanya saja pada rhoma irama, o, dia sang raja

yang malih jadi entang kosasih dalam kenangan

eka kurniawan


sst, sebenarnya aku ini pengungsi,

dari lipstik aung san suu kyi-


dan kau dengar kan kata seruling sebelum tertulis

kata seruling untuk kedua kali?


[2019]


Therese Kepada Camille

                                  : Zola


perahu telah terjungkir dan kulihat hidupmu yang getir

memenuhi langit hampa. saat itu juga aku ingin menyembah

ibumu, janda tua dungu yang merebutku dari tangan serdadu.

sering kuimpikan padang-padang afrika, macan dahan, dan perang

terbuka. aku gipsi dari gurun mati, dilemparkan ke kota kotor ini.


aku rindukan dadamu, tanah malit terbuka untuk aneka penyakit

tapi kerinduanku semata dusta, bibit bunga busuk baunya

terhidu hidung pembaca; di dalam kamar mati, kulihat kecemasannya

tenggelam bersama hantumu yang basah, berusaha mendengar

suaramu menggaruk-garuk pintu rumah


pembaca itu tidak berduka, ‘kematian’, katanya, ‘hanya statistika’

dan kami menyusulmu, mengulang peristiwa ketika Laurent

melemparmu ke danau terbuka, sebelum membalik  perahu,

seperti membalik halaman pertama sebuah buku

yang terus-menerus menyeru namaku.


(2020)


Periode Biru


dinding kupu-kupu. jantung beliamu. keheningan

batas pandang manakala bimasakti membuka

tabung malam. tanganku memetik senar akustik.

di lentik jarimu. dan musik tertarik ke orbit mistik.

debar dinding itu. kupu-kupu belia itu. kita berciuman

sebentar, sebelum sebentang tulang digurat di tengah

padang. tanda pedang. tanda perang. mereka menemukan

sepasang mumi telanjang. cahaya seketika pasang.

bulan dipasang di ketinggian. bayang-bayang bunyi.

bermekaran seperti puisi. jarijarimu memetiknya; nyanyi

sunyi. terasing dari mimpi. biru bumi.


(2020)    

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mewarisi Kemarahan

Next Post

Dialog Bisu di Meja Makan || Cerpen Satia Guna

Kiki Sulistyo

Kiki Sulistyo

Lahir di Kota Ampenan, Lombok. Buku puisi terbarunya berjudul Dinding Diwani (Diva Press, 2020). Ia mengelola Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

by Alfiansyah Bayu Wardhana
March 27, 2026
0
Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

Taman yang Diam-diam Bersemi Maka pada suatu pagi yang heningkutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,sebagaimana benih yang lama tersembunyitiba-tiba mengenal...

Read moreDetails
Next Post
Dialog Bisu di Meja Makan || Cerpen Satia Guna

Dialog Bisu di Meja Makan || Cerpen Satia Guna

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co