23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pengangguran dan Obrolan yang Tak Menyenangkan

Agus Wiratama by Agus Wiratama
August 28, 2020
in Esai
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Agus Wiratama || Ilustrasi tatkala.co || Nana Partha

Malam itu, Grudug membuat janji bertemu dengan teman-teman SMA-nya di sebuah angkringan. Di sana mereka berbicara tentang pandemi, tentang kegiatan yang lama di dalam rumah saja, bahkan pendapat mereka tentang pandemi dibicarakan hingga berbuih-buih. Tapi pembicaraan yang menampar Grudug membuat segala obrolan menjadi tak menarik baginya: dampak keuangan mereka.

Di antara riuh obrolan teman-temannya yang terus berlanjut, terasa lama sekali Grudug tidak berpendapat apa-apa, padahal sebelumnya dia yang paling banyak gembar gembor masalah pandemi itu. Rupa-rupanya, ia memaku wajah lesunya tanpa ada yang membeperhatikan. Obrolan mengenai dampak keuangan membuat ia teringat kembali dan menyesali ceramah yang pernah ia berikan pada adiknya. Mengapa ia menyesal?

Kala itu, adiknya selalu saja sibuk bermain HP. Dengan jahil, Grudug mengintip pekerjaan adiknya, “jangan-jangan ia melakukan hal yang aneh-aneh” pikir Grudug dengan harapan dapat menghindari adiknya dari kegiatan buruk. Setelah berhasil mencari celah di antara pintu kamar adiknya, terdengar suara teriak-teriak kecil. Grudug semakin penasaran. Hingga dia mengambil kursi untuk melihatnya dari lubang ventilasi. Ketahuanlah apa yang dilakukan adiknya.

Adiknya sedang berbaring di atas Kasur. Badannya setengah duduk. Di depannya ia memegang HP dengan miring dan headshet besar terpasang di telinganya. Ia sibuk bermain game. Grudug merasa kesal, pasalnya suara kecil itu sering terdengar, bahkan ketika Grudug begadang, suara teriakan kecil itu terdengar lebih jelas, membuatnya takut, dan terbayang hal aneh lainnya.

Langsung saja, pintu digedornya berkali-kali. Tak dijawab. Ia memukul lebih keras lagi. Berkali-kali, hingga adiknya terkejut. Dibukakanlah pintu itu, lalu dengan lugu adiknya bertanya, “Ada apa?” Tanpa basa-basi Grudug menarik tangan adiknya. Disuruhnya duduk dan menanggalkan headshet serta meletakkan HP.

Kali ini melanjutkan ingatan pun membuat Grudug geli sendiri. Menyesal. Ketika itu, ia menceramahi adiknya yang sibuk main game. Dengan gagah ia bahkan mencontoh dirinya, “Makanya tiru aku” katanya sambil menepuk dada.

Sebenarnya, apa yang Grudug ceramahi pada adiknya, tak dipahami sama sekali. Adiknya hanya manggut-manggut dengan memasang wajah kecut. Tapi, begitu mendapat kesempatan, adiknya langsung membalas, “Aku ngasilin uang dari game ini, kau mana? Minta uang aja kerjanya”.

Merasa tersinggung Grudug berusaha mengendalikannya, “Kalau masih sekolah dan mau kuliah, memang waktunya untuk minta uang, tugasmu belajar, baca buku yang banyak. Bukan main game melulu. Sekarang bisa menghasilkan dari game, tapi besok masih bisa? Nanti tamat, aku akan menghasilkan banyak uang, bukan dari game, tapi dari kecerdasanku!” katanya sambil mendongakkan dagu runcingnya.

“Aku memang gak sengaja dapat uang. Tapi aku bersenang-senang, eh, dapat uang. Emang kamu, senang-senang dengan buku tapi gak dapat uang,” tangkas adiknya.

Dalam hati, Grudug merasa semakin kesal. Kali ini ia tak bisa mengendalikan kesal itu, nada suaranya meninggi, “Berhenti main game, itu gak bagus,” Grudug diam sejenak. Hening. Kemudian dilanjutkan, “Pokoknya itu kegiatan jelek, gak ngasilin apa-apa”.

Obrolan bersama adiknya itu berlangsung tiga tahun lalu. Sialnya, pandemi tiba, adiknya makin sibuk main game. Tapi yang paling sial dari kejadian itu menurut Grudug adiknya semakin masif main game, uang semakin banyak. Sementara Grudug, masih sibuk memikirkan cara menghentikan adiknya main Game.

Berhari-hari, selalu ia menyempatkan diri berpikir bagaimana cara membuat adiknya berhenti kecanduan game. “Kalau memutus bayi kecanduan susu kan gampang, oleskan yang pahit-pahit ke susu ibunya, maka kebiasaan menyusu perlahan akan hilang. Tapi kalau kebiasaan game, apa yang bisa aku lakukan?” pikirnya, tanpa ketemu pemecahan.

Masih sibuk memikirkan itu, Grudug melewati hari-harinya sambil diam-diam menyelipkan buku di kamar adiknya. Hingga hari-hari di rumah saja berakhir, belum juga ketemu solusi untuk membuat “kecanduan” itu hilang. Sementara adiknya sendiri semakin serius main game dan mampu membeli beberapa alat yang harganya cukup mahal dari hasil main game. Katanya ia mau jadi youtuber game yang serius. Buku yang diselipi Grudug pun bertumpuk, berdebu di pojok kamar adiknya.

Grudug terkejut, tangan temannya menepuk bahunya. “Hee!” sapa temanya. Seperti baru bangun dari tidur, ia keranjingan menatap satu per satu wajah temannya yang Nampak kebingungan. Grudug berusaha mengingat, obrolan terakhir yang masih ia sadari.

Sambil menarik naps, ia merasa sedikit lega karena obrolan terakhir itu diingat tentang satu per satu teman-temannya dirumahkan oleh pihak tempatnya bekerja. Rata-rata mereka sudah bekerja setelah tamat kuliah, dan kini diberhentikan. Mereka semua kena dampak pandemi. Mereka menyesal memberanikan diri mencicil rumah, mencicil mobil, bahkan ada yang mencicil biaya nikah dan kini tertatih-tatih membayar cicilan itu.

Tapi, karena mereka adalah teman-teman SMA, jadi tak ada yang tahu banyak satu sama lain. Makanya, ketika itu pula temannya bertanya, “Kau kena dampak? Kok gak lesu kayak kami”

Dalam situasi yang belum kembali pulih dari lamunannya, Grudug tergesa-gesa menjawab, “Enggak, kan bapak-ibuku PNS!”

“Bukannya kau sudah tamat 3 tahun lalu?” sambar temannya dengan wajah kecut seperti es jeruk tanpa gula yang masih utuh tak ia minum.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hindu yang Universal, Seperti Apa?

Next Post

Covid-19: Jawaban dari Pertanyaan-pertanyaan yang Sering Muncul di Tengah Masyarakat

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Covid-19: Jawaban dari Pertanyaan-pertanyaan yang Sering Muncul di Tengah Masyarakat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co