24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mau Glowing Tapi Malah Kepala Pening dan Dompet Kering

Putri Wulan by Putri Wulan
July 9, 2020
in Esai
Mau Glowing Tapi Malah Kepala Pening dan Dompet Kering

Ilustrasi diambil dari Google

“I don’t want another pretty face
I don’t want just anyone to hold
I don’t want my love to go to waste
I want you and your beautiful soul”

Kutipan Lagu Jesse McCartney dengan judul Beautiful Soul masih terngiang di benak saya hingga kini, lagu tersebut tenar sekitar tahun 2000’an pada jaman saya SMP. Pada jaman SMP dulu, saya rasa semua teman-teman saya bahkan semua angkatan 90’an tidak mengenal skin care. Ada, tapi Cuma sebatas facial foam atau sabun pencuci wajah, pelembab, dan bedak, bahkan kita tidak menggunakan lipstick pada jaman itu. Saya ingat, waktu itu tenar pelembab bibir, yang ada rasanya dan kalau dipakai bibir bisa berubah pink. Atau yang terkenal lainnya lipgloss bening dan membuat bibir terlihat mengkilat dan glossy.

Dibandingkan dengan anak muda sekarang, mereka update dengan trend skin care yang sedang naik daun, dengan embel-embel wajah mereka akan terlihat glowing dan tidak kusam. Saya ingat dulu ada yang memberitahu bahwa wajah anak yang baru beranjak remaja, tidak semestinya diberi skin care yang tergolong “berat”, seperti sepaket perawatan kecantikan dari luar negeri atau klinik kecantikan yang berisikan krim malam, krim pagi, serum dan lain sebagainya, karena akan menimbulkan efek di kemudian hari atau malah kalau tidak cocok, dapat menimbulkan jerawat, flek, dan gatal atau panas sehingga wajah menjadi merah. Benar atau tidaknya memiliki berbagai macam opini, ada yang setuju, ada pula yang tidak.

Bagi yang tidak setuju, alasannya karena setiap perawatan wajah memiliki batasan umur untuk pemakaiannya, sebagai contoh tabir surya, dari yang saya kutip dari website klikdokter.com tabir surya bahkan dibutuhkan sejak masih bayi,”Dilansir dari Reader’s Digest, dermatolog Julie Russak, MD, asal Amerika Serikat (AS) menyarankan, untuk anak-anak hingga remaja pilihlah tabir surya yang mengandung zink oksida, bukan yang kimia.” Inilah yang sering salah di masyarakat. Tanpa tahu kandungannya, para remaja membeli tabir surya dan perawatan wajah dan diaplikasikan ke wajah mereka sehingga menimbulkan berbagai macam reaksi, kalau yang tidak cocok, bisa terjadi alergi. Maka sangat disarankan untuk para remaja untuk menyesuaikan penggunaan perawatan wajah yang sesuai dengan umur mereka, dan lebih baik lagi kalau tahu jenis wajah dan perawatan apa yang cocok untuk mereka. Untuk mengetahui itu semua, tidak ada salahnya untuk pergi ke dokter kulit atau klinik kecantikan untuk mengetahui jenis kulit dan perawatan apa yang cocok.

Jaman sekarang, kita gampang saja menemukan klinik kecantikan. Apabila kita pergi ke salah satu klinik kecantikan, bertemu dengan dokternya pastinya akan di rujuk dengan produk dari klinik tersebut. Dari pengalaman saya pribadi, memang benar yang dokter tersebut katakan bahwa wajah saya tipe yang berminyak, pori-pori besar, dan berjerawat, tapi apakah produk yang ditawarkan cocok dengan wajah kita? Belum tentu, saya beberapa kali mencoba produk dari berbagai klinik, pernyataan dokter mereka sama tapi produk mereka jarang sekali ada yang cocok di wajah saya. Hanya 1 klinik waktu itu yang cocok dengan saya. Semurah-murahnya suatu krim di suatu klinik, kita dianjurkan untuk membeli satu paket dimana totalnya bisa sejumlah kurang lebih Rp. 300.000,00. Saat itu saja sudah membuat kepala saya pening. Dompet juga meronta-ronta karena kering, maklum saja saat itu jaman kuliah dan belum bekerja. Bisa bayangkan anak-anak sekolah jaman sekarang yang sudah berlangganan di klinik kecantikan? Berapa Budget yang mereka keluarkan?

Itu pada jamannya, sekarang harga pasti bervariasi. Tentu murah disini tidak yang aba-abal. Karena banyak sekali di jaman sekarang yang menawarkan harga murah dan menjanjikan hasil maksimal. Ada harga, ada kualitas, ya memang. Belum lagi bahan yang digunakan di dalamnya. Saya saja tidak bisa membayangkan betapa bahayanya krim-krim abal-abal tersebut. Ada pula yang harganya sudah setara dengan harga produk dokter atau klinik, dijual bebas di online tapi bahannya tidak kalah bahaya dengan yang abal-abal tapi murah. Biasanya yang seperti ini berhasil membuat putih, glowing, cerah dalam sekejap tapi memiliki efek samping berbahaya. Atau efeknya akan bereaksi setelah beberapa kali pemakaian.

Baru-baru ini viral di youtube seorang dokter kecantikan mereview skin care apa saja yang berbahaya dan tidak layak dipakai pada wajah karena mengandung bahan berbahaya. Dan dari penelusuran saya, merk-merk tersebut dijual bebas di online dan sampai sekarang, embel-embel memiliki ijin dari BPOM, mereka memperjualbelikan krim-krim berbahaya mereka. Siapa yang tahu ternyata ijin yang mereka kantongi tersebut palsu?

Apakah ada testimony dari pengguna?

Ada, bahkan banyak yang telah memberi review bahwa krim tersebut manjur, dan mereka puas hasilnya. Ada pula yang mengatakan mereka tidak cocok dengan produk tersebut bahkan tiba-tiba berjerawat di hampir seluruh area wajah, ada pula yang bereaksi panas dan merah pada wajah. Kalau sudah begitu, mengobatinya pun bisa lebih awal daripada krim yang di beli, bahkan membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkan.

Disinilah keimanan para rakyat beauty diuji, ketika hadir krim baru yang menjanjikan hasil glowing, yang awalnya sudah cocok dengan apa yang mereka pakai dan memiliki wajah ayu yang mereka miliki, akan timbul hasrat untuk mencoba produk lainnya. Yah.. seperti iseng-iseng berhadiah. Tapi ini sungguhan, bijaklah dalam memilih produk skin care. Belajar untuk mencintai wajah yang sudah dalam keadaaan baik-baik saja, dengan perawatan yang memang sudah cocok di wajah kita. Setiap manusia memiliki tipe wajah, dan permasalahan yang berbeda-beda. Maka dari itu jangan asal coba. Dengan permasalahan wajah yang sama, produk yang temanmu pakai belum tentu cocok di wajahmu.

Kembali lagi pada lirik lagu Jesse McCartney, Beautiful Soul, adalah cantik yang sebenarnya. Tidak ada yang salah dengan treatment kecantikan. Lagipula, itu dibutuhkan oleh semua orang saat ini, tidak dapat dipungkiri, itu sudah menjadi kebutuhan. Hanya sja bijaklah dalam memilih, dan bergayalah sesuai budget anda. [T]

Tags: gaya hidupkecantikanklinik kecantikan
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Lima Pameran Seni yang Paling Berkesan di Bali

Next Post

Tuhan Ijinkan Aku Menuju Kekosongan

Putri Wulan

Putri Wulan

Lahir di Denpasar, 25 Maret 1992. Seorang Mental Health Survivor, yang menjadikan menulis sebagai alat yang membantunya untuk bangkit dan kembali memiliki tujuan hidup. Menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Udayana dan lulus di tahun 2015. Suka menulis, menonton, mendengarkan musik, dan jalan-jalan.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Tuhan Ijinkan Aku Menuju Kekosongan

Tuhan Ijinkan Aku Menuju Kekosongan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co