2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mau Glowing Tapi Malah Kepala Pening dan Dompet Kering

Putri Wulan by Putri Wulan
July 9, 2020
in Esai
Mau Glowing Tapi Malah Kepala Pening dan Dompet Kering

Ilustrasi diambil dari Google

“I don’t want another pretty face
I don’t want just anyone to hold
I don’t want my love to go to waste
I want you and your beautiful soul”

Kutipan Lagu Jesse McCartney dengan judul Beautiful Soul masih terngiang di benak saya hingga kini, lagu tersebut tenar sekitar tahun 2000’an pada jaman saya SMP. Pada jaman SMP dulu, saya rasa semua teman-teman saya bahkan semua angkatan 90’an tidak mengenal skin care. Ada, tapi Cuma sebatas facial foam atau sabun pencuci wajah, pelembab, dan bedak, bahkan kita tidak menggunakan lipstick pada jaman itu. Saya ingat, waktu itu tenar pelembab bibir, yang ada rasanya dan kalau dipakai bibir bisa berubah pink. Atau yang terkenal lainnya lipgloss bening dan membuat bibir terlihat mengkilat dan glossy.

Dibandingkan dengan anak muda sekarang, mereka update dengan trend skin care yang sedang naik daun, dengan embel-embel wajah mereka akan terlihat glowing dan tidak kusam. Saya ingat dulu ada yang memberitahu bahwa wajah anak yang baru beranjak remaja, tidak semestinya diberi skin care yang tergolong “berat”, seperti sepaket perawatan kecantikan dari luar negeri atau klinik kecantikan yang berisikan krim malam, krim pagi, serum dan lain sebagainya, karena akan menimbulkan efek di kemudian hari atau malah kalau tidak cocok, dapat menimbulkan jerawat, flek, dan gatal atau panas sehingga wajah menjadi merah. Benar atau tidaknya memiliki berbagai macam opini, ada yang setuju, ada pula yang tidak.

Bagi yang tidak setuju, alasannya karena setiap perawatan wajah memiliki batasan umur untuk pemakaiannya, sebagai contoh tabir surya, dari yang saya kutip dari website klikdokter.com tabir surya bahkan dibutuhkan sejak masih bayi,”Dilansir dari Reader’s Digest, dermatolog Julie Russak, MD, asal Amerika Serikat (AS) menyarankan, untuk anak-anak hingga remaja pilihlah tabir surya yang mengandung zink oksida, bukan yang kimia.” Inilah yang sering salah di masyarakat. Tanpa tahu kandungannya, para remaja membeli tabir surya dan perawatan wajah dan diaplikasikan ke wajah mereka sehingga menimbulkan berbagai macam reaksi, kalau yang tidak cocok, bisa terjadi alergi. Maka sangat disarankan untuk para remaja untuk menyesuaikan penggunaan perawatan wajah yang sesuai dengan umur mereka, dan lebih baik lagi kalau tahu jenis wajah dan perawatan apa yang cocok untuk mereka. Untuk mengetahui itu semua, tidak ada salahnya untuk pergi ke dokter kulit atau klinik kecantikan untuk mengetahui jenis kulit dan perawatan apa yang cocok.

Jaman sekarang, kita gampang saja menemukan klinik kecantikan. Apabila kita pergi ke salah satu klinik kecantikan, bertemu dengan dokternya pastinya akan di rujuk dengan produk dari klinik tersebut. Dari pengalaman saya pribadi, memang benar yang dokter tersebut katakan bahwa wajah saya tipe yang berminyak, pori-pori besar, dan berjerawat, tapi apakah produk yang ditawarkan cocok dengan wajah kita? Belum tentu, saya beberapa kali mencoba produk dari berbagai klinik, pernyataan dokter mereka sama tapi produk mereka jarang sekali ada yang cocok di wajah saya. Hanya 1 klinik waktu itu yang cocok dengan saya. Semurah-murahnya suatu krim di suatu klinik, kita dianjurkan untuk membeli satu paket dimana totalnya bisa sejumlah kurang lebih Rp. 300.000,00. Saat itu saja sudah membuat kepala saya pening. Dompet juga meronta-ronta karena kering, maklum saja saat itu jaman kuliah dan belum bekerja. Bisa bayangkan anak-anak sekolah jaman sekarang yang sudah berlangganan di klinik kecantikan? Berapa Budget yang mereka keluarkan?

Itu pada jamannya, sekarang harga pasti bervariasi. Tentu murah disini tidak yang aba-abal. Karena banyak sekali di jaman sekarang yang menawarkan harga murah dan menjanjikan hasil maksimal. Ada harga, ada kualitas, ya memang. Belum lagi bahan yang digunakan di dalamnya. Saya saja tidak bisa membayangkan betapa bahayanya krim-krim abal-abal tersebut. Ada pula yang harganya sudah setara dengan harga produk dokter atau klinik, dijual bebas di online tapi bahannya tidak kalah bahaya dengan yang abal-abal tapi murah. Biasanya yang seperti ini berhasil membuat putih, glowing, cerah dalam sekejap tapi memiliki efek samping berbahaya. Atau efeknya akan bereaksi setelah beberapa kali pemakaian.

Baru-baru ini viral di youtube seorang dokter kecantikan mereview skin care apa saja yang berbahaya dan tidak layak dipakai pada wajah karena mengandung bahan berbahaya. Dan dari penelusuran saya, merk-merk tersebut dijual bebas di online dan sampai sekarang, embel-embel memiliki ijin dari BPOM, mereka memperjualbelikan krim-krim berbahaya mereka. Siapa yang tahu ternyata ijin yang mereka kantongi tersebut palsu?

Apakah ada testimony dari pengguna?

Ada, bahkan banyak yang telah memberi review bahwa krim tersebut manjur, dan mereka puas hasilnya. Ada pula yang mengatakan mereka tidak cocok dengan produk tersebut bahkan tiba-tiba berjerawat di hampir seluruh area wajah, ada pula yang bereaksi panas dan merah pada wajah. Kalau sudah begitu, mengobatinya pun bisa lebih awal daripada krim yang di beli, bahkan membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkan.

Disinilah keimanan para rakyat beauty diuji, ketika hadir krim baru yang menjanjikan hasil glowing, yang awalnya sudah cocok dengan apa yang mereka pakai dan memiliki wajah ayu yang mereka miliki, akan timbul hasrat untuk mencoba produk lainnya. Yah.. seperti iseng-iseng berhadiah. Tapi ini sungguhan, bijaklah dalam memilih produk skin care. Belajar untuk mencintai wajah yang sudah dalam keadaaan baik-baik saja, dengan perawatan yang memang sudah cocok di wajah kita. Setiap manusia memiliki tipe wajah, dan permasalahan yang berbeda-beda. Maka dari itu jangan asal coba. Dengan permasalahan wajah yang sama, produk yang temanmu pakai belum tentu cocok di wajahmu.

Kembali lagi pada lirik lagu Jesse McCartney, Beautiful Soul, adalah cantik yang sebenarnya. Tidak ada yang salah dengan treatment kecantikan. Lagipula, itu dibutuhkan oleh semua orang saat ini, tidak dapat dipungkiri, itu sudah menjadi kebutuhan. Hanya sja bijaklah dalam memilih, dan bergayalah sesuai budget anda. [T]

Tags: gaya hidupkecantikanklinik kecantikan
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Lima Pameran Seni yang Paling Berkesan di Bali

Next Post

Tuhan Ijinkan Aku Menuju Kekosongan

Putri Wulan

Putri Wulan

Lahir di Denpasar, 25 Maret 1992. Seorang Mental Health Survivor, yang menjadikan menulis sebagai alat yang membantunya untuk bangkit dan kembali memiliki tujuan hidup. Menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Udayana dan lulus di tahun 2015. Suka menulis, menonton, mendengarkan musik, dan jalan-jalan.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Tuhan Ijinkan Aku Menuju Kekosongan

Tuhan Ijinkan Aku Menuju Kekosongan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co