3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mau Glowing Tapi Malah Kepala Pening dan Dompet Kering

Putri Wulan by Putri Wulan
July 9, 2020
in Esai
Mau Glowing Tapi Malah Kepala Pening dan Dompet Kering

Ilustrasi diambil dari Google

“I don’t want another pretty face
I don’t want just anyone to hold
I don’t want my love to go to waste
I want you and your beautiful soul”

Kutipan Lagu Jesse McCartney dengan judul Beautiful Soul masih terngiang di benak saya hingga kini, lagu tersebut tenar sekitar tahun 2000’an pada jaman saya SMP. Pada jaman SMP dulu, saya rasa semua teman-teman saya bahkan semua angkatan 90’an tidak mengenal skin care. Ada, tapi Cuma sebatas facial foam atau sabun pencuci wajah, pelembab, dan bedak, bahkan kita tidak menggunakan lipstick pada jaman itu. Saya ingat, waktu itu tenar pelembab bibir, yang ada rasanya dan kalau dipakai bibir bisa berubah pink. Atau yang terkenal lainnya lipgloss bening dan membuat bibir terlihat mengkilat dan glossy.

Dibandingkan dengan anak muda sekarang, mereka update dengan trend skin care yang sedang naik daun, dengan embel-embel wajah mereka akan terlihat glowing dan tidak kusam. Saya ingat dulu ada yang memberitahu bahwa wajah anak yang baru beranjak remaja, tidak semestinya diberi skin care yang tergolong “berat”, seperti sepaket perawatan kecantikan dari luar negeri atau klinik kecantikan yang berisikan krim malam, krim pagi, serum dan lain sebagainya, karena akan menimbulkan efek di kemudian hari atau malah kalau tidak cocok, dapat menimbulkan jerawat, flek, dan gatal atau panas sehingga wajah menjadi merah. Benar atau tidaknya memiliki berbagai macam opini, ada yang setuju, ada pula yang tidak.

Bagi yang tidak setuju, alasannya karena setiap perawatan wajah memiliki batasan umur untuk pemakaiannya, sebagai contoh tabir surya, dari yang saya kutip dari website klikdokter.com tabir surya bahkan dibutuhkan sejak masih bayi,”Dilansir dari Reader’s Digest, dermatolog Julie Russak, MD, asal Amerika Serikat (AS) menyarankan, untuk anak-anak hingga remaja pilihlah tabir surya yang mengandung zink oksida, bukan yang kimia.” Inilah yang sering salah di masyarakat. Tanpa tahu kandungannya, para remaja membeli tabir surya dan perawatan wajah dan diaplikasikan ke wajah mereka sehingga menimbulkan berbagai macam reaksi, kalau yang tidak cocok, bisa terjadi alergi. Maka sangat disarankan untuk para remaja untuk menyesuaikan penggunaan perawatan wajah yang sesuai dengan umur mereka, dan lebih baik lagi kalau tahu jenis wajah dan perawatan apa yang cocok untuk mereka. Untuk mengetahui itu semua, tidak ada salahnya untuk pergi ke dokter kulit atau klinik kecantikan untuk mengetahui jenis kulit dan perawatan apa yang cocok.

Jaman sekarang, kita gampang saja menemukan klinik kecantikan. Apabila kita pergi ke salah satu klinik kecantikan, bertemu dengan dokternya pastinya akan di rujuk dengan produk dari klinik tersebut. Dari pengalaman saya pribadi, memang benar yang dokter tersebut katakan bahwa wajah saya tipe yang berminyak, pori-pori besar, dan berjerawat, tapi apakah produk yang ditawarkan cocok dengan wajah kita? Belum tentu, saya beberapa kali mencoba produk dari berbagai klinik, pernyataan dokter mereka sama tapi produk mereka jarang sekali ada yang cocok di wajah saya. Hanya 1 klinik waktu itu yang cocok dengan saya. Semurah-murahnya suatu krim di suatu klinik, kita dianjurkan untuk membeli satu paket dimana totalnya bisa sejumlah kurang lebih Rp. 300.000,00. Saat itu saja sudah membuat kepala saya pening. Dompet juga meronta-ronta karena kering, maklum saja saat itu jaman kuliah dan belum bekerja. Bisa bayangkan anak-anak sekolah jaman sekarang yang sudah berlangganan di klinik kecantikan? Berapa Budget yang mereka keluarkan?

Itu pada jamannya, sekarang harga pasti bervariasi. Tentu murah disini tidak yang aba-abal. Karena banyak sekali di jaman sekarang yang menawarkan harga murah dan menjanjikan hasil maksimal. Ada harga, ada kualitas, ya memang. Belum lagi bahan yang digunakan di dalamnya. Saya saja tidak bisa membayangkan betapa bahayanya krim-krim abal-abal tersebut. Ada pula yang harganya sudah setara dengan harga produk dokter atau klinik, dijual bebas di online tapi bahannya tidak kalah bahaya dengan yang abal-abal tapi murah. Biasanya yang seperti ini berhasil membuat putih, glowing, cerah dalam sekejap tapi memiliki efek samping berbahaya. Atau efeknya akan bereaksi setelah beberapa kali pemakaian.

Baru-baru ini viral di youtube seorang dokter kecantikan mereview skin care apa saja yang berbahaya dan tidak layak dipakai pada wajah karena mengandung bahan berbahaya. Dan dari penelusuran saya, merk-merk tersebut dijual bebas di online dan sampai sekarang, embel-embel memiliki ijin dari BPOM, mereka memperjualbelikan krim-krim berbahaya mereka. Siapa yang tahu ternyata ijin yang mereka kantongi tersebut palsu?

Apakah ada testimony dari pengguna?

Ada, bahkan banyak yang telah memberi review bahwa krim tersebut manjur, dan mereka puas hasilnya. Ada pula yang mengatakan mereka tidak cocok dengan produk tersebut bahkan tiba-tiba berjerawat di hampir seluruh area wajah, ada pula yang bereaksi panas dan merah pada wajah. Kalau sudah begitu, mengobatinya pun bisa lebih awal daripada krim yang di beli, bahkan membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkan.

Disinilah keimanan para rakyat beauty diuji, ketika hadir krim baru yang menjanjikan hasil glowing, yang awalnya sudah cocok dengan apa yang mereka pakai dan memiliki wajah ayu yang mereka miliki, akan timbul hasrat untuk mencoba produk lainnya. Yah.. seperti iseng-iseng berhadiah. Tapi ini sungguhan, bijaklah dalam memilih produk skin care. Belajar untuk mencintai wajah yang sudah dalam keadaaan baik-baik saja, dengan perawatan yang memang sudah cocok di wajah kita. Setiap manusia memiliki tipe wajah, dan permasalahan yang berbeda-beda. Maka dari itu jangan asal coba. Dengan permasalahan wajah yang sama, produk yang temanmu pakai belum tentu cocok di wajahmu.

Kembali lagi pada lirik lagu Jesse McCartney, Beautiful Soul, adalah cantik yang sebenarnya. Tidak ada yang salah dengan treatment kecantikan. Lagipula, itu dibutuhkan oleh semua orang saat ini, tidak dapat dipungkiri, itu sudah menjadi kebutuhan. Hanya sja bijaklah dalam memilih, dan bergayalah sesuai budget anda. [T]

Tags: gaya hidupkecantikanklinik kecantikan
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Lima Pameran Seni yang Paling Berkesan di Bali

Next Post

Tuhan Ijinkan Aku Menuju Kekosongan

Putri Wulan

Putri Wulan

Lahir di Denpasar, 25 Maret 1992. Seorang Mental Health Survivor, yang menjadikan menulis sebagai alat yang membantunya untuk bangkit dan kembali memiliki tujuan hidup. Menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Udayana dan lulus di tahun 2015. Suka menulis, menonton, mendengarkan musik, dan jalan-jalan.

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Tuhan Ijinkan Aku Menuju Kekosongan

Tuhan Ijinkan Aku Menuju Kekosongan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co