6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya by Riris Sanjaya
January 26, 2021
in Khas
Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya

Tiba-tiba saya merasa rindu pada Taman Kota Singaraja di Buleleng, Bali. Saya ingin pergi bersantai pada Minggu pagi seperti sebelum-sebelumnya saat masih di Buleleng. Meski sesungguhnya, saat di Buleleng, susah juga untuk mendapat libur pada hari Minggu karena bekerja di hotel, apalagi kadang bersamaan dengan saat suami mendapat pekerjaan tambahan.

Menikmati Car Free Day sepekan sekali dengan berjalan kaki dari Tugu Singa menuju taman, bertegur sapa dengan kawan-kawan lama atau tetangga yang juga sedang menikmati akhir pekan. Sungguh menarik. Saya mengingat-ingat anak balita saya menaiki odong-odong di taman itu, dengan wajahnya yang tanpa ekspresi, tapi kemudian mengamuk kalau diajak berhenti. Terpaksa tambah 3 lagu lagi.

Ataupun mendapati kakaknya bernegosiasi untuk lagi-lagi membeli slime. Pilihannya adalah belikan sekali lagi atau anak akan membuat sendiri dengan menghabiskan odol dari kamar mandi.

Sementara saya datang ke taman itu untuk pura-pura olahraga, mengitari 2–3 kali taman dan hingga akhirnya sampai di garis finish, pada warung mobil pick-up yang menjual nasi be guling. Sementara anak-anak minta menu yang lain. Suami, hanya geleng-geleng saja, kemudian manggut-manggut ketika saya tanya apa mau pesan juga. 2 porsi nasi dan tentu saja es bir!

Yang membuat saya teringat taman kota adalah setelah tadi saya bersih-bersih di hotel. Selain persiapan perubahan failitas dan mesin-mesin dari musim dingin ke musim panas, dikarenakan juga oleh efek dari pandemik yang sedang melanda dunia ini, hotel terpaksa ditutup dan kami melakukan hotel maintenance. Kami melakukan deep-cleaning serta memastikan seluruh fasilitas terjaga bersih dan rapi, untuk siap digunakan pada saatnya nanti. Disinilah saat jiwa Indonesia saya meronta tidak terkira.

Tahu kenapa?

Sampah. Ini perihal menangani sampah di tempat saya bekerja. Di negara saya bekerja. Ada sekian banyak pemisahan sampah yang sudah saya jumpai saat mendarat di Negeri Sakura ini.

Maka itu saya teringat taman kota, pemerintah setempat telah melakukan upaya untuk mengedukasi masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan non-organik. Bisa bantu ingatan saya? Kalau tidak salah di tamkot ada 3 jenis bak sampah dalam satu set ya? Organik, Non Organik, dan satu lagi pecah-belah sepertinya.

Nah, ini di sini, saya sudah terbiasa memisahkan sampah sebagai berikut: 1. Organik (Sisa makanan, kulit telur, kulit dari kupasan buah-buah, dll. Kalian akan otomatis belajar tidak menyisakan makanan karena malas harus membuangnya terpisah) 2. Bisa Dibakar (Ini tergantung mesin yang dimiliki masing-masing prefektur. Di daerah Niseko sini kami menyatukan bahan kertas dan plastik menjadi satu. Ada daerah yang lebih di pelosok lagi, mereka harus memisahkan plastik dan kertas), 3. Botol Plastik, 4. Kaleng, 5. Berbahan gelas. Ini berlaku dimana-mana, baik di setiap rumah, maupun di tempat kerja. Penanganannya sampai pada perusahaan pengelola sampah, yang melakukan kontrol dengan sangat disiplin.

Hari ini berhubung tim housekeeping tidak lagi bertugas, tibalah saatnya kami mengumpulkan semua sampah dari tiap lantai kamar hotel. Awalnya mudah, hingga saya menggenggam satu botol spray untuk penyegar sepatu. Saya hendak memasukkan botol tersebut ke kantong sampah untuk kaleng, hingga atasan saya menanyakan benda itu.

Atasan bertanya apakah saya sudah pastikan botol dalam keadaan kosong. Hah?

Botolnya baru, sepertinya baru dipakai 2-3 kali saja oleh tamu yang meninggalkannya. Kata beliau, saya harus mengosongkan botol tersebut! Jadi, harus disemprotkan hingga isinya habis. Aduh, saya ingat bukan hanya botol itu. Ada 3 botol lagi yang masih terisi, yang terlanjur saya masukkan ke dalam kantong. Botol-botol tersebut akan cukup berbahaya saat dibakar dalam keadaan masih terisi.

Setelah dikosongkan, harus sedikit dilubangi. Jadi benar saja, saya mendapati diri saya berdiri di bawah pohon di halaman hotel, menyemprotkan keempat botol itu bergantian. Berdiri, kemudian jongkok sebentar, berdiri lagi, senyum-senyum sendiri.

Belum selesai saya terkesima oleh perlakuan botol spray, berikutnya giliran jiwa pemulung saya yang digelitik. Saya melihat tumpukan koran, kertas-kertas, majalah-majalah hotel yang kualitas kertasnya sangat bagus, disusun dengan sangat rapi di atas trolley-trolley.

Saya iseng bertanya pada senior, uang jual kertasnya boleh kita pakai makan-makan tidak? Anehnya, saya malah dipelototi. Senior saya menerangkan, justru kita yang harus membayar. Kita telepon perusahaan sampahnya, minta semua tumpukan kertas dijemput kemudian membayar ongkos membakarnya. Hahh??

Saya makin lemas ketika naik ke lantai 3 dan diminta bersama-sama membersihkan gudang. Bukan karena gudangnya kotor berdebu, tidak sama sekali. Tetapi karena saya tiba-tiba ingin buka toko emper di Singaraja. Ada sekitar 4 kotak sangat besar yang berisikan perlengkapan mandi yaitu, sabun cair, shampoo, dan conditioner. Merknya adalah Shiseido!

Masalahnya kami harus membuangnya. Karena ini adalah stok setahun lalu, dan hotel tidak ingin mempertaruhkan kualitasnya. Teman-teman saya mengiyakan ketika saya minta semua box untuk saya jual di kota saya. Tentu saja saya bilang itu hanya bercanda, tapi dalam hati saya masih ingin melakukannya.

Yang mengesankan bukan hanya karena dibuang, tetapi cara membuangnya. Oh, sungguh! Kami harus membuka dan menuangkan isi tiap botol ke sebuah kantong plastik tebal, dan memisahkan botol-botol ke kantong khusus untuk sampah yang tidak dapat dibakar. Dan satu hal lagi yang saya pelajari dari bekerja bersama orang Jepang adalah, yang saya anggap proses itu akan memakan waktu 1-2 hari, terselesaikan hanya dalam 3 jam.

Kami duduk melingkar, hanya 3 orang, kami tetap mengobrol, tapi tangan terus bekerja. Atasan yang sudah selesai mengerjakan tugas sebelumnya, datang membantu. Kami benar-benar bekerja, sambil mengobrol. Bukan sebaliknya.

Saya jadi berpikir, bahwa untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, ada usaha-usaha dan sistem yang kuat untuk mencapainya. Seandainya saya malas dan mencampur semua sampah jadi satu tanpa ada yang tahu, cukup dengan satu panggilan dari perusahaan pengelola sampah kepada manajer, sudah pasti investigasi akan berakhir di saya. Dan saya makin percaya, ketika bertanya kepada rekan saya, kamu pernah ingin mencampur sampah sekali waktu? Tidak, kata dia. Aku tidak ingin mendapat masalah, dan juga, aku sudah melakukannya sejak kecil.

Tidak saya sangka rupanya seserius ini. Urusan sampah, urusan sehari-hari.  Urusan yang awalnya terlihat kecil, ternyata hanya bisa diatasi oleh kesadaran individu, sistem yang kuat, penanganan yang tepat, dan kerja-sama seluruh pihak. Kalau berani bermimpi kota kita sebersih kota di Jepang, kita semua harus berusaha yang keras. Jadi kamu, nona cantik bermobil mewah, jangan sampai lempar kotak nasi lewat kaca jendela! [T]

Tags: JepangNegeri SakuraSampahsampah plastik
Share218TweetSendShareSend
Previous Post

Mobil Klasik Melayang, Made Metera Senang – [Gotong-Royong Tanggulangi Covid-19]

Next Post

Pariwisata Nusa Penida Melejit, Jangan Remehkan Sengketa Batas Desa

Riris Sanjaya

Riris Sanjaya

Lahir di Singaraja, kini bekerja di Jepang

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Pariwisata Nusa Penida Melejit, Jangan Remehkan Sengketa Batas Desa

Pariwisata Nusa Penida Melejit, Jangan Remehkan Sengketa Batas Desa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co