23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya by Riris Sanjaya
January 26, 2021
in Khas
Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya

Tiba-tiba saya merasa rindu pada Taman Kota Singaraja di Buleleng, Bali. Saya ingin pergi bersantai pada Minggu pagi seperti sebelum-sebelumnya saat masih di Buleleng. Meski sesungguhnya, saat di Buleleng, susah juga untuk mendapat libur pada hari Minggu karena bekerja di hotel, apalagi kadang bersamaan dengan saat suami mendapat pekerjaan tambahan.

Menikmati Car Free Day sepekan sekali dengan berjalan kaki dari Tugu Singa menuju taman, bertegur sapa dengan kawan-kawan lama atau tetangga yang juga sedang menikmati akhir pekan. Sungguh menarik. Saya mengingat-ingat anak balita saya menaiki odong-odong di taman itu, dengan wajahnya yang tanpa ekspresi, tapi kemudian mengamuk kalau diajak berhenti. Terpaksa tambah 3 lagu lagi.

Ataupun mendapati kakaknya bernegosiasi untuk lagi-lagi membeli slime. Pilihannya adalah belikan sekali lagi atau anak akan membuat sendiri dengan menghabiskan odol dari kamar mandi.

Sementara saya datang ke taman itu untuk pura-pura olahraga, mengitari 2–3 kali taman dan hingga akhirnya sampai di garis finish, pada warung mobil pick-up yang menjual nasi be guling. Sementara anak-anak minta menu yang lain. Suami, hanya geleng-geleng saja, kemudian manggut-manggut ketika saya tanya apa mau pesan juga. 2 porsi nasi dan tentu saja es bir!

Yang membuat saya teringat taman kota adalah setelah tadi saya bersih-bersih di hotel. Selain persiapan perubahan failitas dan mesin-mesin dari musim dingin ke musim panas, dikarenakan juga oleh efek dari pandemik yang sedang melanda dunia ini, hotel terpaksa ditutup dan kami melakukan hotel maintenance. Kami melakukan deep-cleaning serta memastikan seluruh fasilitas terjaga bersih dan rapi, untuk siap digunakan pada saatnya nanti. Disinilah saat jiwa Indonesia saya meronta tidak terkira.

Tahu kenapa?

Sampah. Ini perihal menangani sampah di tempat saya bekerja. Di negara saya bekerja. Ada sekian banyak pemisahan sampah yang sudah saya jumpai saat mendarat di Negeri Sakura ini.

Maka itu saya teringat taman kota, pemerintah setempat telah melakukan upaya untuk mengedukasi masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan non-organik. Bisa bantu ingatan saya? Kalau tidak salah di tamkot ada 3 jenis bak sampah dalam satu set ya? Organik, Non Organik, dan satu lagi pecah-belah sepertinya.

Nah, ini di sini, saya sudah terbiasa memisahkan sampah sebagai berikut: 1. Organik (Sisa makanan, kulit telur, kulit dari kupasan buah-buah, dll. Kalian akan otomatis belajar tidak menyisakan makanan karena malas harus membuangnya terpisah) 2. Bisa Dibakar (Ini tergantung mesin yang dimiliki masing-masing prefektur. Di daerah Niseko sini kami menyatukan bahan kertas dan plastik menjadi satu. Ada daerah yang lebih di pelosok lagi, mereka harus memisahkan plastik dan kertas), 3. Botol Plastik, 4. Kaleng, 5. Berbahan gelas. Ini berlaku dimana-mana, baik di setiap rumah, maupun di tempat kerja. Penanganannya sampai pada perusahaan pengelola sampah, yang melakukan kontrol dengan sangat disiplin.

Hari ini berhubung tim housekeeping tidak lagi bertugas, tibalah saatnya kami mengumpulkan semua sampah dari tiap lantai kamar hotel. Awalnya mudah, hingga saya menggenggam satu botol spray untuk penyegar sepatu. Saya hendak memasukkan botol tersebut ke kantong sampah untuk kaleng, hingga atasan saya menanyakan benda itu.

Atasan bertanya apakah saya sudah pastikan botol dalam keadaan kosong. Hah?

Botolnya baru, sepertinya baru dipakai 2-3 kali saja oleh tamu yang meninggalkannya. Kata beliau, saya harus mengosongkan botol tersebut! Jadi, harus disemprotkan hingga isinya habis. Aduh, saya ingat bukan hanya botol itu. Ada 3 botol lagi yang masih terisi, yang terlanjur saya masukkan ke dalam kantong. Botol-botol tersebut akan cukup berbahaya saat dibakar dalam keadaan masih terisi.

Setelah dikosongkan, harus sedikit dilubangi. Jadi benar saja, saya mendapati diri saya berdiri di bawah pohon di halaman hotel, menyemprotkan keempat botol itu bergantian. Berdiri, kemudian jongkok sebentar, berdiri lagi, senyum-senyum sendiri.

Belum selesai saya terkesima oleh perlakuan botol spray, berikutnya giliran jiwa pemulung saya yang digelitik. Saya melihat tumpukan koran, kertas-kertas, majalah-majalah hotel yang kualitas kertasnya sangat bagus, disusun dengan sangat rapi di atas trolley-trolley.

Saya iseng bertanya pada senior, uang jual kertasnya boleh kita pakai makan-makan tidak? Anehnya, saya malah dipelototi. Senior saya menerangkan, justru kita yang harus membayar. Kita telepon perusahaan sampahnya, minta semua tumpukan kertas dijemput kemudian membayar ongkos membakarnya. Hahh??

Saya makin lemas ketika naik ke lantai 3 dan diminta bersama-sama membersihkan gudang. Bukan karena gudangnya kotor berdebu, tidak sama sekali. Tetapi karena saya tiba-tiba ingin buka toko emper di Singaraja. Ada sekitar 4 kotak sangat besar yang berisikan perlengkapan mandi yaitu, sabun cair, shampoo, dan conditioner. Merknya adalah Shiseido!

Masalahnya kami harus membuangnya. Karena ini adalah stok setahun lalu, dan hotel tidak ingin mempertaruhkan kualitasnya. Teman-teman saya mengiyakan ketika saya minta semua box untuk saya jual di kota saya. Tentu saja saya bilang itu hanya bercanda, tapi dalam hati saya masih ingin melakukannya.

Yang mengesankan bukan hanya karena dibuang, tetapi cara membuangnya. Oh, sungguh! Kami harus membuka dan menuangkan isi tiap botol ke sebuah kantong plastik tebal, dan memisahkan botol-botol ke kantong khusus untuk sampah yang tidak dapat dibakar. Dan satu hal lagi yang saya pelajari dari bekerja bersama orang Jepang adalah, yang saya anggap proses itu akan memakan waktu 1-2 hari, terselesaikan hanya dalam 3 jam.

Kami duduk melingkar, hanya 3 orang, kami tetap mengobrol, tapi tangan terus bekerja. Atasan yang sudah selesai mengerjakan tugas sebelumnya, datang membantu. Kami benar-benar bekerja, sambil mengobrol. Bukan sebaliknya.

Saya jadi berpikir, bahwa untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, ada usaha-usaha dan sistem yang kuat untuk mencapainya. Seandainya saya malas dan mencampur semua sampah jadi satu tanpa ada yang tahu, cukup dengan satu panggilan dari perusahaan pengelola sampah kepada manajer, sudah pasti investigasi akan berakhir di saya. Dan saya makin percaya, ketika bertanya kepada rekan saya, kamu pernah ingin mencampur sampah sekali waktu? Tidak, kata dia. Aku tidak ingin mendapat masalah, dan juga, aku sudah melakukannya sejak kecil.

Tidak saya sangka rupanya seserius ini. Urusan sampah, urusan sehari-hari.  Urusan yang awalnya terlihat kecil, ternyata hanya bisa diatasi oleh kesadaran individu, sistem yang kuat, penanganan yang tepat, dan kerja-sama seluruh pihak. Kalau berani bermimpi kota kita sebersih kota di Jepang, kita semua harus berusaha yang keras. Jadi kamu, nona cantik bermobil mewah, jangan sampai lempar kotak nasi lewat kaca jendela! [T]

Tags: JepangNegeri SakuraSampahsampah plastik
Share218TweetSendShareSend
Previous Post

Mobil Klasik Melayang, Made Metera Senang – [Gotong-Royong Tanggulangi Covid-19]

Next Post

Pariwisata Nusa Penida Melejit, Jangan Remehkan Sengketa Batas Desa

Riris Sanjaya

Riris Sanjaya

Lahir di Singaraja, kini bekerja di Jepang

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Pariwisata Nusa Penida Melejit, Jangan Remehkan Sengketa Batas Desa

Pariwisata Nusa Penida Melejit, Jangan Remehkan Sengketa Batas Desa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co