22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga: Usaha Mendekati Relita Utuh

Agus Wiratama by Agus Wiratama
March 9, 2020
in Ulasan
Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga: Usaha Mendekati Relita Utuh

Tokopedia

  • Judul                : Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga
  • Penulis             : Gunawan Tri Atmodjo
  • Penerbit          : DIVA Press
  • Tahun Terbit      : 2019 (Cetakan Pertama)
  • Jumlah Cerpen: 17
  • Jumlah Hlm.    : 192

____

Apa jadinya bila seseorang menerima kabar bahagia hanya dari sebelah telinganya? Kita sepakati dulu bahwa telinga adalah instrument, maka kata “dari” tepat dalam konteks ini. Meski berita baik, mungkin tidak baik menerimanya dari sebelah telinga saja. Sama dengan membawa hanphone tanpa daya, hanphone hanya menjadi hiasan yang sungguh merepotkan. Tapi, bagaimana bisa kita mendapat kabar dari sebelah telinga sementara kabar biasa kita dapat dari ucapan yang berasal dari mulut? apa tujuan Gunawan Triatmodjo memilih Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga sebagai judul buku?

Saya pikir bukan sebuah cerita pendek yang paling menarik dari kumpulan cerpen terbukukan, tetapi sebagai sebuah judul “Dongeng Bahagia dari sebelah telinga” mampu mewakili isi buku ini secara garis besar.

Apa yang membahagiakan? Secara sederhana, “cinta” lah jawabannya. Siapa yang tidak ingin dicintai atau mencintai? “aku” dalam cerpen “Foto Keluarga” pun rela naik bus bolak-balik meski membuatnya mabuk dengan jarak tempuh berjam-jam demi bertemu keluarga yang dicintainya. Mungkin sebuah hal yang tidak wajar bila seseorang justru marah-marah ketika dicintai atau sebaliknya. Tetapi bagaimana bila benar cinta itu berjalan secara tidak normal seperti halnya kita mendengar kabar gembira dari sebelah telinga?

Kumpulan cerpen yang terdapat dalam buku Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga ini sebagian besar berbicara masalah cinta. Tetapi, jangan berharap bertemu dengan kisah cinta sebagaimana Serial film bersambung pada saluran Tv komersial. Dalam cerpen ini, Gunawan Triatmodjo merajut cerita dengan sangat lihai. Cerita cinta berusaha ditampilkan secara utuh dari berbagai sudut pandang serta kejutan yang menyebabkan pembaca cengar–cengir sendiri.

Cerpen “Dongeng dari Sebelah Telinga” misalnya, bercerita tentang seorang gadis yang tidak memiliki daun telinga kiri namun sangat cantik. Orang-orang yang merayu gadis itu dengan berbuih kabur setelah mengetahui sebelah telinganya tidak ada. Suatu hari, perempuan itu bertemu dengan seseorang yang menerima keadaannya dan justru melamarnya dengan sebuah telinga kiri pinjaman sebagai Mas Kawin. Cerita ini bisa dikatakan sebagai sebuah cerita romantis yang penuh dengan nilai kemanusiaan dan tepat dengan konteks hari ini.

Coba bayangkan, seandainya manusia dilahirkan dengan sebelah telinga saja, pria yang mendekati perempuan tanpa daun telinga kiri itu tidak akan kabur setelah tahu keadaannya. Begitulah kita melihat sesuatu yang asing. Kelompok berbeda adalah tidak normal. Liyan. Maka sikap yang muncul ketika berhadapan dengan sesuatu yang asing adalah sikap diskriminatif. Para pria mendiskriminasi gadis itu dengan sikapnya yang berbalik 180 derajat setelah tahu ia tak punya daun telinga kiri.

Sementara itu, usaha menampilkan keutuhan sudut pandang dalam sebuah fenomena bisa dilihat pada cerpen dengan judul “Pohon Merah di Bandara”, “Dandelion dan Juru Taman”, “Lelaki Tak Bermata dan Anjing Kudisan”, “Buku Harian Kinan”, “Telepon dan Pisau” “Romantika Kereta”, dan “Pulang”. Menampilkan berbagai sudut pandang dilakukan dengan cara menjalankan cerita berdasarkan perspektif satu tokoh, lalu oleh tokoh lain, dan begitu seterusnya.

Bila realita begitu rumitnya untuk diungkapkan secara utuh, barangkali menjadi sebuah tantangan yang terjal dan menarik untuk didekati terlebih melalui cerita pendek. Namun, bila benar hal itu yang dikejar, penulis harus siap berada pada bibir jurang kegagalan, tetapi begitulah hakikat tantangan terjal itu sendiri.

Gaya seperti ini tidak jarang ditemui dalam novel, tetapi penulis cerpen tidak banyak menggunakan bentuk ini. Barangkali mengingat kelemahan seperti berikut: cerpen dituntut sebagai cerita dengan bentuk yang padat, tetapi di sisi lain untuk membuat pembaca menjadi paham, penulis memerlukan deskripsi dan/atau narasi untuk membangun perihal yang ingin dicapai penulis. Hal ini cukup menunjukkan tantangan berat bila memilih teknik bertutur seperti ini.

Beberapa tokoh memang diberi ruang untuk bercerita, semisal dalam cerpen “Pulang”. Dalam cerpen itu tokoh “aku”, “istri”, dan “mantan pacar” mendapat ruangnya masing-masing dalam hal yang berkaitan dengan kisah “aku”. Gunawan Triatmodjo begitu demokratis dalam hal ini. Tetapi sayangnya, hal ini terkesan hanya memperkaya sudut pandang dengan alur yang berkembang sedikit lamban.

Gunawan Triatmodjo sering memberi kejutan pada bagian akhir cerita. Yang paling menarik dengan tokoh sangat kuat dalam cerita ini adalah cerpen berjudul “Sesuatu yang Menggeliat di Balik Pintu”. Cerpen ini menceritakan seorang perempuan aktivis yang diperlakukan buruk oleh suaminya sendiri.

Sebagai seorang aktivis perempuan, tentu saja dia harus menjaga image-nya, dan dari sanalah cerita dimulai, di mana beberapa orang ingin datang ke rumah perempuan itu karena mengetahui masalah rumah tangganya tetapi segera ditolak. Kejutan yang sangat tidak tertebak berhasil disampaikan dengan baik pada akhir cerita.

Dari berbagai cerpen yang dimuat dalam buku ini, bila harus memilih sebuah cerpen yang paling menarik maka dengan lugas akan saya pilih “Sesuatu yang Menggeliat di Balik Pintu” sebab tokoh perempuan dibuat teguh di mata orang, tetapi tidak berdaya di rumah tangganya sendiri. Sementara suaminya dibuat menjadi seorang yang keras dan kasar. Pertemuan kedua tokoh ini merupakan sebuah masalah dan menarik untuk diikuti.

Penulis telah memberi pengalaman yang mampu menempel di kepala saya sehingga kumpulan cerpen yang berjudul Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga patut dibaca oleh, pun seseorang yang sedang menempuh proses menulis.[T]

Tags: BukuCerpenkumpulan cerpenresensi buku
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Panduan Hidup Praktis Tanpa Ponsel Pintar

Next Post

Hadirkan “Contouring Beauty Clinic”, Desmaster Dibuka di Bali

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Hadirkan “Contouring Beauty Clinic”,  Desmaster Dibuka di Bali

Hadirkan “Contouring Beauty Clinic”, Desmaster Dibuka di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co