23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenang Kesahajaan Lagu-lagu Franky Sahilatua dan Saudarinya

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
January 29, 2020
in Esai
Mengenang Kesahajaan Lagu-lagu Franky Sahilatua dan Saudarinya

Franky Sahilatua dan saudarinya

Kawan lihatlah di ujung perkampungan

Perempuan desa beriringan

Di desa yang bersemi warna warna indah

Rebah di ladang bunga


Suara Jane Sahilatua yang melengking khas mengiringi perjalanan saya pulang dari Singaraja kembali ke gunung tempat saya berdiam . Satu setengah jam tak terasa bersama alunan lagu lagu merdu dari duo kakak beradik Franky and Jane Sahilatua. Vokal mereka yang khas tak saya temui pada penyanyi lain di blantika musik tanah air .

Barangkali tak banyak yang ingat pada mereka, penyanyi lagu balada, lagu lagu desa. Mengapa saya bilang desa, karena lagu mereka banyak bercerita tentang suasana desa. Panen bunga, rumah kecil pinggir sungai, lelaki telanjang dada di tengah sawah dan banyak lagi. Mereka yang seumuran dengan saya pun rasany tak banyak yang suka lagu Franky and jane.

Tapi bukan itu satu satunya alasan saya menyukai lagu lagu mereka. Saya mendengarkan lagu mereka sejak masih kecil, usia sekolah dasar. Kakak yang sekolah di kota rajin menyetel lagu mereka di rumah saat pulang kampung. Lagu rumah kecil di pinggir sungai membuat saya berkhayal ingin punya rumah kecil diatas tebing di tepian tukad Sungi yang berada tak jauh dari rumah asal kami di Tabanan. Khayalan yang terbawa sampai sekian puluh tahun kemudian saat saya sudah berkeluarga.

Franky sahilatua berasal dari keluarga keturunan Maluku yang lahir dan dibesarkan di kota Surabaya. Banyak menghabiskan waktu remaja nya di daerah Grobogan, yang menjadi sumber inspirasi dari lagu lagu mereka yang indah (setidaknya menurut saya). Begitu banyak tema yang mereka sampaikan . Dari tema alam, cinta, kemanusiaan dan yang paling mendebarkan, lagu yang menunjukkan cinta mereka yang penuh pada tanah airnya Indonesia.

Tak banyak penyanyi lain dengan tema seperti mereka, Iwan Fals dan Leo Kristi barangkali yang cukup mewakili dalam tema dan produtivitas lagu. Gombloh dengan lagunya kebyar kebyar, seingat saya cuma lagu itu yang bertema cinta tanah air. Lagu Diatas 7000 kaki menginspirasi saya untuk mecintai pendakian gunung dan sudah saya tularkan kepada anak dan keponakan saya.

Satu kata yang paling menggambarkan keseluruhan lagu lagu mereka barangkali adalah kesederhanaan lirik liriknya. Coba kita simak syair lagu berikut:


            Lihatlah disana gadisku

            Perahu para penggali pasir

            Anak anak gembala bertopi koran

            Berjalan pulang ke rumah


Saya membayangkan Franky adalah Sapardi yang sedang mendendangkan puisi puisinya, Sapardi dengan cintanya, Franky dengan rumah kecilnya di pinggir sungai.

Saya mengatakan syair syair Franky sederhana, dan itu bisa bermukim lama di ingatan saya yang juga sederhana ini. Kalau berbicara keindahan syair dan aura puitisnya, barangkali Ebiet G ade dan Katon bagaskara lebih mewakili. Lagu Kapankah kita kan berlabuh- nya Ebiet G adae, atau Jiwa merapuh-nya Katon membuat kita merasakan keagungan dan keindahan kata kata yang tersaji di lagu itu.

Kalau disuruh memilih, saya pribadi lebih menikmati lagu  mereka dibandingkan misalnya musikalisasi puisi puisi Sapardi yang dinyanyikan oleh duet Ary Reda yang terkenal dan banyak penikmatnya juga. Karena menurut saya proses pembuatan lirik lagu yang dikombinasikan dengan musik itu lebih komplek sehingga bisa kita rasakan  keharmonisan dari syair dan musiknya dibandingkan puisi aku ingin yang di musikalisasi misalnya,  yang menurut saya terkesan dipaksakan. Itu pandangan awam saya seorang penikmat lagu sekaligus sastra yang masih amatir ini.

Sebuah tantangan, atau minimal kebesaran hati dari komunitas sastra kita di tanah air untuk memberikan apresiasi terhadap lirik lirik lagu mereka yang indah tersebut. Berkaca di dunia internasional pun, seorang Bob Dylan yang notabene musikus pernah mendapat nobel sastra dengan pertimbangan keindahan syair syair lagunya.

Tak ada salahnya kita di tanah air melakukan hal yang sama , meskipun dalam bentuk lain. Hal ini akan memicu penyanyi penyanyi lain untuk mengikuti jejak mereka. Sehingga akan tercipta lagu dengan lirik yang indah dan tak terdengar picisan seperti yang terjadi selama ini, dan diharapkan karya mereka akan bisa melintasi zaman. Dalam artian bisa dinikmati dalam rentang waktu yang panjang dan lintas generasi. Kita tak ingin yang terjadi pada Bondan Winarno terulang lagi. Dia yang merasa sudah banyak menghasilkan cerpen, dimuat di media massa terkemuka, tapi tak mendapat apresiasi yang cukup dari kalangan sastra, sehingga beliau pernah bertekad untuk tak menulis cerpen lagi.

Kembali pada pokok pembicaraan yang ingin saya ungkapkan disini, kesederhanaan, kehidupan bersahaja. Sebuah anti dote untuk zaman yang kian bergegas dan materialistik seperti saat ini. Seorang ikon seperti Gandi pun rasanya tak punya banyak pengikut andai dia dilahirkan di zaman ini. Tapi bagi saya pribadi lagu lagu Franky seakan sudah mengurat di nadi saya. Dalam bentuk sederhana , saat minum kopi di pagi hari saya akan memilih pisang goreng, walaupun punya uang cukup untuk beli Dunkin donut misalnya. Dan nanti andai uang saya lebih dari cukup, saya tak akan berpikir dua kali untuk melancong ke Yogyakarta bersama keluarga dibandingkan tawaran ke negeri Singa yang katanya sangat nyaman dan modern itu.

Tapi tantangan terbesar kita sebenarnya adalah menularkan sikap bersahaja itu kepada anak cucu penerus kita nanti. Saat perjalanan saya menyetel lagu lagu franky and jane, semua  anak saya termasuk ibunya pasti meneriaki saya dan saya pasti kalah votting untuk pilihan lagu. Pada kesempatan lain saat anak anak disiapkan sarapan pagi dengan menu tradisional seperti pisang goreng, lempog  atau yang sejenisnya. Mereka akan selalu bertanya dengan nada tak sabar, rotinya mana ? Melihat kenyataan ini saya hanya bisa mengurut dada.

 Untuk sedikit melipur lara, saya akan mengenang rayuan saya pada mantan pacar yang sudah jadi pendamping hidup sekarang. Bukankah hidup ini sederhana sayang ? Seperti cintaku padamu. [T]

Tags: Franky Sahilatualagulagu lamamusik
Share45TweetSendShareSend
Previous Post

Tercatat 23 Nama Raja pada Masa Bali Kuno – Siapa Saja Mereka?

Next Post

Tentang Perasaan-Perasaan yang Menghantui Penulis Teater yang Naskahnya Dipentaskan Pertama Kali

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Festival Penonton, Penonton Festival

Tentang Perasaan-Perasaan yang Menghantui Penulis Teater yang Naskahnya Dipentaskan Pertama Kali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co