26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bekerjalah pada Pekerjaan yang dapat Membuat Anda Bahagia

Putu Susila Darma by Putu Susila Darma
September 12, 2019
in Esai
Bekerjalah pada Pekerjaan yang dapat Membuat Anda Bahagia

Foto ilustrasi: FB/Hendra Enteriadi

“Ketika mengejar kekayaan atau karir jangan sampai mengorbankan kesehatan. Karena sebenar-benarnya, kesehatan adalah kekayaan yang paling berharga” -Richard Baker-

____

Kerja apa dikerjain? itu salah satu quotes yang menjadi trend jaman sekarang. Ada benarnya juga. Ketika kita merasa dikerjain oleh tempat kita bekerja, kenapa justru kita masih tetap ada di tempat itu. Apakah karena Anda merasa takut di luar sana tidak akan mendapat pekerjaan yang lebih baik dari sekarang. Sejatinya keputusannya tergantung Anda yang memilih jalan hidupnya.

Di era media sosial yang begitu booming ini, saya sering melihat dan mendengar orang-orang membicarakan tentang perubahan yang ingin Ia lakukan dalam hidupnya. Keinginan itu tampak jelas pada tulisan-tulisan yang dicurakan pada akun media sosialnya. Namun, sesungguhnya Ia tidak dapat mengikuti perubahan tersebut. Tidak bisa menyamankan diri pada zona yang tidak nyaman. Berhari-hari bahkan sampai berbulan-bulan saya melihat akunnya dipenuhi rasa kegalauan yang tidak jelas. 

Ia merasa frustasi, bersalah, tidak berdaya, bahkan marah terhadap dirinya sendiri. Ia sadar kalau dirinya harus segera bertindak, tetapi Ia tidak bisa mendorong dirinya untuk segera melakukan tindakannya itu. Sayangnya kondisi itu lebih banyak terjadi oleh pekerjaan mereka yang dijalani hampir setiap hari. Terkadang status media sosial yang Ia tulis pun tidak etis kepada atasannya. Sedikit mengejek bahkan sampai mencela atasannya sendiri. Sungguh sangat disayangkan.

Sebenarnya jika kita memilih pekerjaan itu harus didasarkan pada tindakan yang benar-benar menyenangkan dalam bekerja, benar-benar dilakukan dengan rasa cinta. Bukan malah merasa dikerjain atau diperlakukan tidak pantas oleh Atasan. Karena Anda memaksakan pekerjaan yang tidak Anda senangi, dan mungkin tidak Anda kuasai itulah sesungguhnya yang membuat Anda merasa dikerjain. Kerja apa dikerjain oleh atasan itu tergantung kita yang menyikapi. Seperti contoh, pada dasarnya orang sibuk tidaklah sama dengan orang produktif. Dan orang yang merasa produktif juga tidak sama dengan orang yang menjadi produktif. Setiap orang bisa menjadi orang sibuk dan bisa menjadi produktif. Semua itu tergantung bagaimana Anda menjalani kehidupan. Pilihlah jalan hidup yang baik untuk Anda.

Jika sekarang Anda merasakan demikian maka yang perlu diubah adalah sikap mental Anda dan pekerjaan Anda. Daripada Anda sibuk mengeluhkan sesuatu yang sesungguhnya masalah dan solusinya ada pada diri Anda namun tidak bisa Anda selesaikan dengan baik. Sekali lagi, tidak ada yang dikerjain dalam karir atau pekerjaan yang kita jalani. Kita memilih pekerjaan itu tentunya karena sama-sama memberikan keuntungan antara Anda dan perusahaan tempat Anda bekerja.

Saya sering bertanya pada mereka yang bekerja seharian penuh pada sebuah instansi dan sebenarnya gajinya sangat kecil dibandingkan pekerjaan yang Ia lakukan. Mereka menjawab “walaupun gajinya tidak seberapa saya senang menjalani pekerjaan ini, pekerjaan ini sesuai bidang saya”. Ia memilih pekerjaan tidak selalu didasarkan pada imbalan perusahaan, tidak selalu berpikir tentang gaji, namun Ia lebih memilih pekerjaan yang bisa Ia lakukan dengan senang hati, Ia bisa bekerja dan menyeimbangkan kesehatannya karena dapat istirahat dengan teratur. Dapat berkumpul dengan keluarga dan tentunya dikelilingi oleh orang-orang yang menyenangkan di kantornya.

Sikap mental yang perlu Anda tumbuhkan saat ini adalah mental membangun. Jika Anda mengalami sesuatu yang demikian dilematis dengan pekerjaan yang Anda pilih, coba sekarang pikirkan baik-baik. Kalau Anda memang sudah memutuskan dengan apa yang sudah menjadi pilihan Anda dalam pekerjaan. Bertanggungjawablah dengan keputusan itu. Jangan sampai pula pekerjaan Anda membunuh Anda karena Anda terlalu banyak mengenal sibuk yang tidak jelas pada otak dan fisik Anda. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda pada saat sakit, tetapi keluarga dan teman baik Anda lah yang setia menolong Anda.

Saya teringat kembali dengan kisah Rockeffeler. Ia kelelahan dalam berpikir dan kualitas fisiknya pun mulai menurun saat itu. Ini pun bisa terjadi pada Anda walaupun Anda tidak bekerja sekeras Rockeffeler dulu, namun yang paling banyak mempengaruhi kesehatan Anda adalah otak Anda sendiri. Anda terlalu sering menggunakan otak berpikir untuk sesuatu yang tidak memberdayakan. Otak Anda dikerumuni mental-mental yang serba salah, senang mengeluh, suka menuntut, lupa bersyukur, dan terlalu banyak keinginan.

Temukanlah cara untuk menjaga agar jangan cepat kelelahan dan bersedih serta menjaga agar energi Anda tetap besar dan semangat tetap berapi-api. Apa yang menyebabkan Anda kelelahan dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya? Bagaimana membuang rasa bosan yang menimbulkan keletihan, kesedihan, dan rasa kesal? Bagaimana menghindari rasa sedih karena tidak dapat tidur? Sebaiknya carilah pekerjaan yang dapat membuat Anda bahagia dan sukses. Anda harus dapat memutuskan apa yang menjadi pilihan hidup Anda.

Temukan gairah hidup Anda saat ini. Jika menghadapi kesulitan untuk menemukan apa yang harus dilakukan dalam kehidupan Anda, coba ingat-ingat kembali pengalaman selama ini. Anda dilahirkan dengan bakat dan kemampuan tertentu. Coba ingat kembali mata pelajaran favorit dan Anda bisa menjadi yang terbaik di bidang tersebut. Lalu pilihlah karir yang dapat memaksimalkan bakat atau gairah ini, sehingga Anda dapat merasa terpuaskan dan memberikan sesuatu untuk orang lain. Jangan merasa telat untuk melakukan bila Anda sudah bekerja.

Banyak yang membuktikan, dari sebuah kecintaan pada suatu bidang, hobi, atau kegemaran, akhirnya jadi karir atau bisnis yang menguntungkan. Misalnya, Buffett yang sudah menyukai bidang investasi dari masa mudanya. Walaupun Ia sempat beberapa kali mencoba berbagai bidang bisnis lainnya, namun ia tetap mempelajari investasi secara tekun. Dan terbukti Ia telah menjadi yang terbaik sekarang berkat pekerjaan yang memang dicintainya. Lakukan perubahan saat ini juga, supaya Anda benar-benar ada dalam pekerjaan yang Anda cintai. Bukan selamanya malah merasa dikerjain. [T]

Tags: bekerjakarirPendidikan
Share132TweetSendShareSend
Previous Post

Cerita-Cerita Latsar [Bagian 2] : ASN Bersih, Bersih Moral & Bersih Lingkungan

Next Post

Habibie, Menyatukan Sains dan Religi

Putu Susila Darma

Putu Susila Darma

Bernama lengkap I Putu Susila Darma. Magister Pendidikan Dasar yang lahir di Patas Gerokgak, Buleleng. Tinggal di Singaraja, Bali

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Habibie, Menyatukan Sains dan Religi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co