14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bekerjalah pada Pekerjaan yang dapat Membuat Anda Bahagia

Putu Susila Darma by Putu Susila Darma
September 12, 2019
in Esai
Bekerjalah pada Pekerjaan yang dapat Membuat Anda Bahagia

Foto ilustrasi: FB/Hendra Enteriadi

“Ketika mengejar kekayaan atau karir jangan sampai mengorbankan kesehatan. Karena sebenar-benarnya, kesehatan adalah kekayaan yang paling berharga” -Richard Baker-

____

Kerja apa dikerjain? itu salah satu quotes yang menjadi trend jaman sekarang. Ada benarnya juga. Ketika kita merasa dikerjain oleh tempat kita bekerja, kenapa justru kita masih tetap ada di tempat itu. Apakah karena Anda merasa takut di luar sana tidak akan mendapat pekerjaan yang lebih baik dari sekarang. Sejatinya keputusannya tergantung Anda yang memilih jalan hidupnya.

Di era media sosial yang begitu booming ini, saya sering melihat dan mendengar orang-orang membicarakan tentang perubahan yang ingin Ia lakukan dalam hidupnya. Keinginan itu tampak jelas pada tulisan-tulisan yang dicurakan pada akun media sosialnya. Namun, sesungguhnya Ia tidak dapat mengikuti perubahan tersebut. Tidak bisa menyamankan diri pada zona yang tidak nyaman. Berhari-hari bahkan sampai berbulan-bulan saya melihat akunnya dipenuhi rasa kegalauan yang tidak jelas. 

Ia merasa frustasi, bersalah, tidak berdaya, bahkan marah terhadap dirinya sendiri. Ia sadar kalau dirinya harus segera bertindak, tetapi Ia tidak bisa mendorong dirinya untuk segera melakukan tindakannya itu. Sayangnya kondisi itu lebih banyak terjadi oleh pekerjaan mereka yang dijalani hampir setiap hari. Terkadang status media sosial yang Ia tulis pun tidak etis kepada atasannya. Sedikit mengejek bahkan sampai mencela atasannya sendiri. Sungguh sangat disayangkan.

Sebenarnya jika kita memilih pekerjaan itu harus didasarkan pada tindakan yang benar-benar menyenangkan dalam bekerja, benar-benar dilakukan dengan rasa cinta. Bukan malah merasa dikerjain atau diperlakukan tidak pantas oleh Atasan. Karena Anda memaksakan pekerjaan yang tidak Anda senangi, dan mungkin tidak Anda kuasai itulah sesungguhnya yang membuat Anda merasa dikerjain. Kerja apa dikerjain oleh atasan itu tergantung kita yang menyikapi. Seperti contoh, pada dasarnya orang sibuk tidaklah sama dengan orang produktif. Dan orang yang merasa produktif juga tidak sama dengan orang yang menjadi produktif. Setiap orang bisa menjadi orang sibuk dan bisa menjadi produktif. Semua itu tergantung bagaimana Anda menjalani kehidupan. Pilihlah jalan hidup yang baik untuk Anda.

Jika sekarang Anda merasakan demikian maka yang perlu diubah adalah sikap mental Anda dan pekerjaan Anda. Daripada Anda sibuk mengeluhkan sesuatu yang sesungguhnya masalah dan solusinya ada pada diri Anda namun tidak bisa Anda selesaikan dengan baik. Sekali lagi, tidak ada yang dikerjain dalam karir atau pekerjaan yang kita jalani. Kita memilih pekerjaan itu tentunya karena sama-sama memberikan keuntungan antara Anda dan perusahaan tempat Anda bekerja.

Saya sering bertanya pada mereka yang bekerja seharian penuh pada sebuah instansi dan sebenarnya gajinya sangat kecil dibandingkan pekerjaan yang Ia lakukan. Mereka menjawab “walaupun gajinya tidak seberapa saya senang menjalani pekerjaan ini, pekerjaan ini sesuai bidang saya”. Ia memilih pekerjaan tidak selalu didasarkan pada imbalan perusahaan, tidak selalu berpikir tentang gaji, namun Ia lebih memilih pekerjaan yang bisa Ia lakukan dengan senang hati, Ia bisa bekerja dan menyeimbangkan kesehatannya karena dapat istirahat dengan teratur. Dapat berkumpul dengan keluarga dan tentunya dikelilingi oleh orang-orang yang menyenangkan di kantornya.

Sikap mental yang perlu Anda tumbuhkan saat ini adalah mental membangun. Jika Anda mengalami sesuatu yang demikian dilematis dengan pekerjaan yang Anda pilih, coba sekarang pikirkan baik-baik. Kalau Anda memang sudah memutuskan dengan apa yang sudah menjadi pilihan Anda dalam pekerjaan. Bertanggungjawablah dengan keputusan itu. Jangan sampai pula pekerjaan Anda membunuh Anda karena Anda terlalu banyak mengenal sibuk yang tidak jelas pada otak dan fisik Anda. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda pada saat sakit, tetapi keluarga dan teman baik Anda lah yang setia menolong Anda.

Saya teringat kembali dengan kisah Rockeffeler. Ia kelelahan dalam berpikir dan kualitas fisiknya pun mulai menurun saat itu. Ini pun bisa terjadi pada Anda walaupun Anda tidak bekerja sekeras Rockeffeler dulu, namun yang paling banyak mempengaruhi kesehatan Anda adalah otak Anda sendiri. Anda terlalu sering menggunakan otak berpikir untuk sesuatu yang tidak memberdayakan. Otak Anda dikerumuni mental-mental yang serba salah, senang mengeluh, suka menuntut, lupa bersyukur, dan terlalu banyak keinginan.

Temukanlah cara untuk menjaga agar jangan cepat kelelahan dan bersedih serta menjaga agar energi Anda tetap besar dan semangat tetap berapi-api. Apa yang menyebabkan Anda kelelahan dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya? Bagaimana membuang rasa bosan yang menimbulkan keletihan, kesedihan, dan rasa kesal? Bagaimana menghindari rasa sedih karena tidak dapat tidur? Sebaiknya carilah pekerjaan yang dapat membuat Anda bahagia dan sukses. Anda harus dapat memutuskan apa yang menjadi pilihan hidup Anda.

Temukan gairah hidup Anda saat ini. Jika menghadapi kesulitan untuk menemukan apa yang harus dilakukan dalam kehidupan Anda, coba ingat-ingat kembali pengalaman selama ini. Anda dilahirkan dengan bakat dan kemampuan tertentu. Coba ingat kembali mata pelajaran favorit dan Anda bisa menjadi yang terbaik di bidang tersebut. Lalu pilihlah karir yang dapat memaksimalkan bakat atau gairah ini, sehingga Anda dapat merasa terpuaskan dan memberikan sesuatu untuk orang lain. Jangan merasa telat untuk melakukan bila Anda sudah bekerja.

Banyak yang membuktikan, dari sebuah kecintaan pada suatu bidang, hobi, atau kegemaran, akhirnya jadi karir atau bisnis yang menguntungkan. Misalnya, Buffett yang sudah menyukai bidang investasi dari masa mudanya. Walaupun Ia sempat beberapa kali mencoba berbagai bidang bisnis lainnya, namun ia tetap mempelajari investasi secara tekun. Dan terbukti Ia telah menjadi yang terbaik sekarang berkat pekerjaan yang memang dicintainya. Lakukan perubahan saat ini juga, supaya Anda benar-benar ada dalam pekerjaan yang Anda cintai. Bukan selamanya malah merasa dikerjain. [T]

Tags: bekerjakarirPendidikan
Share132TweetSendShareSend
Previous Post

Cerita-Cerita Latsar [Bagian 2] : ASN Bersih, Bersih Moral & Bersih Lingkungan

Next Post

Habibie, Menyatukan Sains dan Religi

Putu Susila Darma

Putu Susila Darma

Bernama lengkap I Putu Susila Darma. Magister Pendidikan Dasar yang lahir di Patas Gerokgak, Buleleng. Tinggal di Singaraja, Bali

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Habibie, Menyatukan Sains dan Religi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co