24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suhu Dingin di Bulan Juni

I Kadek Darsika Aryanta by I Kadek Darsika Aryanta
June 28, 2019
in Esai
Suhu Dingin di Bulan Juni

Foto ilustrasi: Mursal Buyung

Suasana di pagi hari pada tanggal 21 Juni 2019 sangatlah menyejukkan hati. Pagi itu saya berada di sebuah tempat di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, tepatnya di daerah Pancasari, kawasan wisata Bedugul. Untuk tubuh normal seperti saya yang terbiasa dengan suasana panas Buleleng, tentu saja daerah Pancasari membuat tubuh saya menjadi semakin kedinginan saat sore hari menjelang.

Karena tidak berencana menginap di Pancasari, saya tidaklah membawa jaket yang tebal dan persiapan apapun. Alhasil, malam itu saya mengginggil kedinginan dan pusing bukan kepalang mencari selimut tebal.

Menurut informasi dari warga sekitar minggu-minggu ini memang suhu di daerah pancasari makin dingin. Tak lama setelah itu saya telepon istri saya di Denpasar juga merasakan hal yang sama. Akhir-akhir ini suhu di Denpasar juga sangat dingin dari malam hingga pagi menjelang.

Mertua saya juga melaporkan bahwa akhir-akhir ini cuaca sangat dingin di pagi hari bahkan sampai ke menusuk sampai ke tulang-tulang. Sayapun menjadi lebih penasaran dengan cara menelpon teman saya di Singaraja apakah merasakan hal yang sama. Jawaban teman sayapun hampir sama bahwa akhir-akhir ini suasana pagi di Singaraja sangat terasa dingin.

Apakah rekan-rekan merasakan hal yang sama? Suhu udara di pagi hari ataupun suhu di siang hari relatif tidak begitu panas dan pada ini pagi hari teman-teman pembaca akan merasakan hal yang dingin.

Selama seminggu ini walaupun tidak ada hujan dan cuaca yang terlalu ekstrem suhu di Bali dipastikan mengalami penurunan.  Iseng-iseng saya mengolah data dari laman  yang merupakan website cuaca terpercaya. Data saya olah dari bulan April hingga bulan Juli untuk memperlihatkan data suhu maksimum dan minimum harian dan agar dapat dilihat perbandingannya. Khusus untuk singaraja ternyata grafiknya seperti berikut.

Grafik suhu minimum harian Wilayah Singaraja
Grafik suhu maksimum harian Wilayah Singaraja

Berdasarkan grafik terlihat bahwa pada bulan juni terutama dari tanggal 15 Juni sampai sekarang terjadi penurunan suhu baik itu suhu maksimum harian dan suhu minimum harian. Rata-rata bulan juni juga merupakan bulan dengan suhu paling dingin diantara ketiga bulan di atas. 

Dari grafik rentang suhu harian yang terjadi terlihat bahwa dari awal juni sampai di akhir Juni memeang akan terjadi penurunan suhu. Terlihat bahwa pada saat posisi suhu harian maksimum dan minimum terjadi puncaknya itu pada tanggal 21 sampai sampai akhir Juni ini akan terjadi suasana akan cukup dingin. Fenomena ini rutin terjadi setiap 1 tahun sekali. Pada siklus ini kita dapat mengantisipasi dengan cara menggunakan selimut yang lebih tebal ya.

Dari aspek astronomis dan meterologi cuaca dapat dijelaskan sebagai berikut. Secara aspek astronomis periode ini merupakan periode tahunan dari pergerakan semu matahari yang terjadi setiap tahun. Pergerakan semu tahunan matahari mencapai puncak lintang utara bumi sebesar  23,50 LU tepat pada tanggal 21 Juni. Hal ini dapat dijelaskan dalam gambar berikut.

Matahari akan berada di khatulistiwa nanti pada tanggal 23 september dan akan mencapai puncak selatan 23,5 0 LS pada tanggal 22 Desember.  Pada saat di puncak selatan amka akan dapat diprediksi bahwa suhu bumi bagian selatan akan meningkat. Pergerakan semu tahunan matahari disebabkan oleh kemiringan poros rotasi bumi sebesar 23,50 dari poros bumi. Jadi jika kita ibaratkan bumi itu gangsing, maka gangsing bumi tersebut tidak berputar tegak lurus sempurna, namun berputar dengan kemiringan sebesar 23,50.  

Kembali pada tanggal 21 juni ini, matahari akan lebih banyak menyinari belahan bumi utara. Sehingga dapat diprediksi bahwa untuk belahan bumi utara akan lebih banyak emenrima sinar matahari dibandingkan dengan belahan bumi selatan.

Jika kita menggunakan kota singaraja sebagai titik acuan, maka koordinat singaraja menurut google maps adalah sebesar 8 derajat 7 menit 29,5 detik Lintang selatan. Dan   115 derajat 5 menit 34.9 detik Bujur timur. Sehingga Kota Singaraja bahkan bali pada umumnya berada pada lintang selatan. Karena Bali berada pada lintang selatan, maka pada bulan Juni akan mendapatkan intensitas matahari yang lebih sedikit dari biasanya.

Berkurangnya intensitas sinar matahari yang menyinari bumi selatan menyebabkan suhu harian Bali yang semakin menurun. Seperti yang kita ketahui bahwa Matahari merupakan salah satu sumber panas yang ada di tata surya ini sehingga pada minggu-minggu ini akan terjadi penurunan suhu yang sangat dirasakan oleh kita semua.

Akibat lainnya adalah saat jam 6 pagi, pada bulan juni matahari masih berada 8 derajat di bawah horizon. Alias matahari jam 6 pagi belum terlihat. Sehingga kita akan merasakan gelap yang lebih lama dari biasanya.

Nah apa sih konsekuensinya bagi kita dengan suhu minimum ini tentu saja perilaku kita akan menjadi lebih lebih senang untuk berada dalam rumah karena suasana cukup dingin. Bahkan karena ini merupakan musim liburan dapat dimanfaatkan oleh para pecinta jalan-jalan untuk bepergian di daerah pantai ataupun di suasana yang biasanya panas sekarang berlibur ke daerah yang lebih sejuk.

Suhu yang cukup dingin ini tentu saja perlu diantisipasi dengan menggunakan baju yang tebal dan persiapkan diri untuk menghadapi cuacanya cuaca yang dingin. Jadi sudah siapkah anda dengan cuaca dingin seperti ini yuk mari kita tarik selimut lagi agar suasana menjadi lebih hangat tapi ingat gunakan selimut sendiri ya jangan menggunakan selimut tetangga! [T]

Tags: alambulelengkalenderlingkungan
Share43TweetSendShareSend
Previous Post

Pan Balang Tamak dan Karl Marx

Next Post

Wow…! Di Zaman Milenial, Anak-anak SMKN 4 Bangli Main Wayang Wong

I Kadek Darsika Aryanta

I Kadek Darsika Aryanta

Guru Fisika di SMAN Bali Mandara. Sudah menulis artikel yang disiarkan di berbagai media

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Wow…! Di Zaman Milenial, Anak-anak SMKN 4 Bangli Main Wayang Wong

Wow…! Di Zaman Milenial, Anak-anak SMKN 4 Bangli Main Wayang Wong

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co