24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Syahrini, Guru Kontrak dan Politik Goyang Pinggul

Emboeng Arishinta Poetra by Emboeng Arishinta Poetra
February 2, 2018
in Ulasan

Foto: Ari

Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri di depan kelas dan tenggorokan saya pasti sangat malu untuk serak apa lagi lipsing.

ITU adalah status facebook dari seorang guru kontrak di Kabupaten Jembrana. Status itu ditulis suatu pagi setelah pada Senin (15/8) malam sebelumnya digelar perayaan HUT ke-121 Jembrana di Gedung Kesenian Bung Karno di Jalan Sudirman, Negara.

Perayaan itu diisi pentas musik dengan mendatangkan artis ibukota, Syahrini, yang konon bayarannya sangat-sangat mahal, apalagi jika dibandingkan dengan gaji seorang guru kontrak.

Tentu saja suara guru kontrak di akun facebook itu tak bakal didengar. Benda apa sih itu guru? Apalagi hanya guru kontrak? Bayaran Rp 1 juta untuk seorang guru kontrak sudah sangat besar. Jika tak mau, berhenti saja. Masih banyak calon guru yang mau melamar guru kontrak, bahkan dengan nyogok sekalipun.

Jadi, harga guru kontrak memang murah. Jangan coba-coba membandingkan seorang guru, atau seratus guru sekali pun, dengan seorang artis sekelas Syahrini.

Toh, guru kontrak yang dibayar sekadarnya, dengan bekal makan seadanya, dengan pakaian sederhana, tetap saja dengan susah payah mengajar anak-anak agar cerdas dan berguna bagi nusa dan bangsa kelak. Sedangkan selebritis, hanya dengan ha ha he he di program TV, meski dianggap merusak moral dan mental anak-anak, tetaplah dibayar mahal.

Kedatangan Syahrini memang mendapat banyak protes, terutama di akun-akun media sosial. Yang diprotes, paling banyak masalah dana yang digunakan untuk membayar Syahrini. Selain itu, banyak warga berpendapat jika sebaiknya Pemkab Jembrana mendatangkan artis-artis lokal atau memberdayakan seniman-seniman tradisional.

Kis Band, Lolot Band, Bintang Band, Vitiek Band, Motifora Band, Ray Peni, Yu Mang Rimba, A.A. Raka Sidan,Dek Ulik, Widi Widiana, Putri Bulan, Ari Kencana, Jaya Pangsus, Yudi Kresna, Dek Arya, Bayu KW, Trio Kirani, Ayu Saraswati, Joni Agung n Doble T, Mang Gita, Ayu Canang Sari, Eka Jaya, Leyong Sinatra, Jhons, Bayu Cuaca, Nostress, Navicula, SID, PBK, HWP, Gonjak0, 4WD, Dialog Dini Hari, Emony, serta semua seniman Bali asli. Dan banyak lagi penyanyi dan band Bali lainnya, tentunya lebih punya idealism untuk daerah sendiri daripada sekadar maju mundur cantik.

Tapi siapa yang mau dengar protes di media sosial? Syahrini tetap datang. Malah disambut dengan meriah. Setelah dijemput di Bandara Ngurah Rai, Syahrini diajak ke vila untuk istirahat. Lalu sorenya diajak pawai dokar. Hebatnya, Syahrini ditempatkan paling depan, baru kemudian diiringi Bupati dan Wakil Bupati serta pejabat lain. Pada malam hari, Syahrini bernyanyi di panggung hiburan dan benar-benar menjadi bintang. Bintang di langit pun seakan padam he he he…

Bahkan sambutan Bupati dan Ketua Panitia (wakil Bupati) seakan menjadi sangat tidak penting bagi masyarakat Jembrana. Yang terpenting dan ditunggu adalah Syahrini.  Parahnya lagi saat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan saat berdoa, sebagian penonton tidak mau berdiri meski sudah diperintahkan oleh pewara. Namun saat Syahrini datang, penonton langsung berdiri dan bergoyang tanpa diberi aba aba..

Bagaimana seorang guru kontrak bisa menyaingi Syahrini jika demikian keadaannya? Gaji tenaga kontrak daerah Jembrana sudah di bawah UMK, bersih dapat Rp 998 ribu. Guru honor ada yang dibayar hanya 7000 per jam.  Jika benar Syahrini seperti desas-desus dibayar Rp 150 juta bersih, wah jauh sekali dengan pendapatan tenaga kontrak.

Pekerja kontrak yang gajinya Rp 1 juta harus mengumpulkan gajinya 13 tahun untuk dapat punya uang melebihi nominal 150 juta. Enak jadi artis ya, tidak usah capek mengajar di kelas, apalagi sampai 36 jam dalam seminggu. Tidak perlu siapkan administrasi ini itu: RPP-lah, silabus-lah, promes-lah, prota-lah, dan lain-lain.

Jadi artis ya tinggal goyang-goyang pakai baju minim sudah dapat uang berjuta-juta. Cukup bilang maju mundur maju mundur cantik  sudah dapat berjuta-juta. Huuuhhh, indahnya negeriku. Padahal tukang parkir juga sering bilang maju-mundur, tapi tetap juga dibayar 1000 perak saja.

Mendatangkan Syahrini, atau artis ibukota yang sedang terkenal ke suatu daerah, adalah masalah pencitraan politik. Tujuannya menyenangkan massa. Jika massa sudah senang, tujuan politik dianggap sudah tercapai. Begitulah cara politikus memandang massa. Massa adalah kerumunan, keramaian, dan kehebohan.

Maka, jangan salah jika banyak yang memandang politik sama dengan dunia pop yang diisi para selebritis. Mereka memerlukan pasar dan hitungan-hitungan jumlah penggemar. Tak peduli penggemarnya dari kalangan mana, yang penting jumlahnya banyak.

Untuk itu juga, partai politik selalu numpang tenar pada dunia selebritis. Banyak artis dicalonkan jadi anggota DPR, jadi bupati atau wakil bupati. Saat kampanye, partai politik mengajak serta artis-artis tenar. Beberapa ada yang jadi juru kampanye, tapi lebih banyak hanya ditugaskan untuk goyang-pinggul di atas panggung.

Sudah sering terjadi, goyang-pinggul artis justru menjadi lebih ditunggu ketimbang pidato juru kampanye. Anehnya, tak ada yang merasa malu dengan politik goyang-pinggul semacam itu. (T)

 

Tags: gaya hidupPartai PolitikPolitikselebritis
Share183TweetSendShareSend
Previous Post

Sepatu Sekda dan Sepatu Bupati – Alas Kaki Penanda Kelas dalam Bekerja

Next Post

17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka

Emboeng Arishinta Poetra

Emboeng Arishinta Poetra

Mantan mahasiswa yang kini jadi mantan guru. Pernah menulis puisi dan menang di tingkat kampus

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co