24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Surat untuk Pak Gubernur – “Bisakah Proses Balik Nama Kendaraan Bermotor Disederhanakan?”

Eka Prasetya by Eka Prasetya
June 11, 2019
in Esai
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

YANG terhormat Bapak Gubernur Bali Wayan Koster. Pertama-tama, izinkan saya mengenalkan diri. Saya hanya salah satu warga yang berdomisili di Buleleng.

Sebagai warga negara yang baik, tentu saya harus membayar pajak. Termasuk membayar pajak sepeda motor yang saya gunakan kerja sehari-hari. Sayang proses mengurus pajak, tak semudah yang dibayangkan. Apalagi mengurus Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Jadi begini Pak Koster. Sekitar tiga bulan lalu, saya membeli sepeda motor bekas. Kebetulan masa berlaku pajaknya habis bulan ini. Tepatnya tanggal 8 Juni 2019. Saya yang pelupa ini, baru sadar kalau masa berlaku pajak itu habis pada hari libur kerja. Saat momen cuti bersama pula.

Jujur saja, saat itu saya panik. Saya khawatir kena denda. Apalagi motor itu harus ganti plat nomor, plus ganti kepemilikan.

Saya bergegas mencari informasi di internet. Syukurnya Kantor Bersama Samsat Buleleng punya akun Facebook. Cukup aktif pula melayani pertanyaan netizen. Lewat pengumuman itu saya bisa menarik nafas lega. Ternyata pegawai di Kantor Samsat tidak ikut cuti bersama. Sebagai pembayar pajak, tentu saya sangat dimudahkan.

Disela-sela kesibukan menyongsong hari raya Idul Fitri, saya menyempatkan datang ke kantor samsat. Saya baru sempat ke sana pada Selasa (4/6/2019) siang. Tepatnya jam 11.50.

Meski datang jelang jam makan siang, saya masih dilayani dengan ramah. Saya harus memberikan apresiasi untuk hal ini. Di meja depan, saya disambut seorang pegawai. Dia mengecek sejumlah berkas yang saya bawa. Setelah lengkap, saya diarahkan menuju loket pendaftaran.

Di loket pendaftaran, saya kembali disambut senyum ramah petugas. Berkas-berkas yang saya bawa, dijepret pada sebuah map khusus. Dari sini, perjalanan panjang mengurus berkas BBNKB itu dimulai. Petugas di meja pendaftaran kemudian menyerahkan lembaran yang berisi alur pengurusan dokumen yang harus saya ikuti.

Pertama, saya harus menuju lokasi gosok rangka dan gosok mesin kendaraan. Lokasinya tak seberapa jauh dari lokasi pendaftaran. Motor langsung saya bawa kesana.

Saya harus menunggu petugas gosok mesin, karena sedang isirahat makan siang. Wajar, karena saya datang saat jam makan siang. Sekitar 20 menit kemudian, petugas gosok mesin datang. Motor langsung diperiksa, dan berkasnya langsung dilampirkan ke map yang saya bawa.

Tahap pertama tuntas. Saya berlanjut ke tahap kedua. Map saya bawa ke Gedung Kartu Induk. Lokasinya di belakang gedung pendaftaran. Saat saya masuk ke gedung, ternyata dalam kondisi kosong. Saya pun maklum. Jam istirahat makan siang, sudah sewajarnya pegawai di sana istirahat.

Saya kemudian menunggu beberapa lama. Satu artikel tentang Leonardo da Vinci yang diulas pada majalah National Geographic edisi Juni 2019, tuntas saya baca saat menunggu. Petugas di gedung itu kemudian datang. Dia langsung melayani sejumlah orang yang juga telah mengantre, termasuk saya.

Tuntas di Gedung Kartu Induk, saya harus melanjutkan ke tahap ketiga. Berkas itu harus saya bawa ke layanan Unit BPKB di Jalan Pulau Selayar, Kelurahan Kampung Baru.

Jam sudah menunjukkan pukul 13.30 siang. Saya langsung menggeber motor kesana. Saya baru sampai sekitar pukul 13.50 siang. Sampai sana, ternyata kantor sudah sepi.

Saya masuk ke dalam gedung. Hanya ada dua orang staf di sana. Salah satu staf menyapa saya. Ia pun meminta maaf karena loket pelayanan sudah tutup. Bahkan ia berkali-kali menyampaikan ucapan maaf. Dia juga meyakinkan bahwa berkas yang saya bawa sudah lengkap. Hanya saja belum bisa diproses, karena staf lain sudah tidak ada di tempat.

Tenang saja Pak Gubernur. Bagi saya, itu bukan masalah besar. Saya datang sehari sebelum hari raya. Barangkali staf yang lain sudah pulang kampung, karena merayakan Idul Fitri. Tak apa, saya sudah separo jalan. Sisanya bisa saya lakukan selepas hari raya. Toh masih ada waktu hari Jumat, sehari sebelum masa berlaku pajak habis.

Hari Jumat, saya bergegas datang ke layanan Unit BPKB. Pukul 07.30 saya sudah menuju ke sana. Saat pak polisi masih sibuk mengatur lalu lintas, saya sudah ada di Unit BPKB. Saat itu ada beberapa orang juga yang sudah menunggu. Salah satunya, berasal dari Desa Sepang, Busungbiu. Dia juga tengah mengurus balik nama kendaraan.

Tepat pukul 08.00 pagi, loket pelayanan dibuka. Begitu berkas diterima, saya diberikan kitir untuk membayar biaya cetak Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Saya pun menuju loket BRI yang terletak di Kantor Layanan SIM. Kebetulan lokasi layanan SIM dan BPKB bersebelahan.

Tuntas membayar, berkas yang saya serahkan tadi, dikembalikan pada saya. Petugas setempat mengarahkan saya membawa berkas tadi ke Kantor Samsat Buleleng di Jalan Dewa Putu Kerta. Berkas itu pun kembali saya bawa ke sana.

Sampai di kantor samsat, saya kembali bertemu dengan petugas di meja depan. Kali ini saya diminta membawa map ke loket BRI lebih dulu. Setelah itu baru ke loket pendaftaran. Semua proses saya ikuti.

Tak lama, nomor antrean saya dipanggil ke loket BPD Bali untuk membayar pajak sesuai nominal yang tercantum dalam surat ketetapan pajak daerah. Sekitar 15 menit kemudian, nomor antren saya dipanggil ke loket pengambilan.

Sudah selesai? Oh, belum selesai Pak Gub. Petugas di sana memberikan saya dua lembar kitir. Katanya satu lembar, harus diserahkan ke loket cetak plat nomor. Tak masalah, lokasinya dekat saja.

Sedangkan lembaran kitir lainnya harus saya bawa kembali ke Unit BPKB. Nasbedag, saya harus jauh-jauh balik ke Kampung Baru lagi.

Setelah ambil plat nomor, saya langsung kembali lagi ke Unit BPKB. Di sana saya serahkan kitir yang tadi saya terima di loket pengambilan samsat. Kitir itu kemudian ditukarkan dengan selembar tanda terima. Nah tanda terima itu untuk mengambil BPKB dua bulan mendatang.

Jadi intinya begini Pak Gubernur. Proses untuk balik nama demikian panjang. Saya dan masyarakat lain yang ingin balik nama kendaraan, harus bolak-balik untuk mengurus dokumen kendaraan.

Mengutip data di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bali, pada 2016 pendapatan daerah dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp 1,06 triliun. Sedangkan dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp 973,5 juta. Itu sudah Rp 67 persen dari total PAD Provinsi Bali di tahun 2016.

Nah di tahun 2018, konon targetnya lebih tinggi lagi. Pajak kendaraan bermotor ditarget Rp 1,3 triliun, sedangkan bea balik nama ditarget Rp 1,1 triliun.

Merujuk data itu, semestinya proses balik nama bisa disederhanakan. Supaya niat masyarakat mengurus balik nama makin tinggi. Bukankah makin banyak yang urus balik nama, makin banyak pendapatan daerah? Apalagi sedikitnya ada 220ribu unit kendaraan bermotor yang ada di Buleleng.

Pak Gubernur yang terhormat, bila boleh saya meminta, bisakah proses balik nama kendaraan bermotor disederhanakan? Biar tak terlalu banyak loket yang harus didatangi.

Kalau bisa, cukup 4 loket saja. Satu loket untuk gosok mesin, satu loket untuk pendaftaran, satu loket untuk pembayaran, dan satu loket untuk pengambilan. Loket pengambilan ini ya termasuk pengambilan plat nomor dan BPKB.

Kalau prosedurnya tidak bisa disederhanakan, paling tidak saya mohon agar gedung layanan BPKB dipindahkan saja. Biar satu areal dengan Kantor Samsat Buleleng. Jadi masyarakat yang mau urus balik nama tak perlu lagi bolak-balik seperti setrika.

Kalau dari sisi layanan, saya sangat puas. Petugas sangat ramah. Pelayanannya juga cepat. Tapi urusan bolak-balik dari kantor samsat ke unit BPKB ini yang membuat lelah.

Barangkali sesekali Pak Gubernur boleh coba urus balik nama kendaraan di Buleleng. Seandainya nanti tidak kuat, bapak boleh melambaikan tangan ke kamera. [T]

Tags: administrasibirokrasiGubernur Balikendaraan bermotorsamsat
Share87TweetSendShareSend
Previous Post

Ecobricks, Selamatkan Plastik dari Takdirnya Sebagai Racun

Next Post

“Injury Time Call” –Kisah Lucu Dokter Siaran di Radio Guntur FM

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
“Injury Time Call” –Kisah Lucu Dokter Siaran di Radio Guntur FM

"Injury Time Call" --Kisah Lucu Dokter Siaran di Radio Guntur FM

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co