31 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
in Panggung
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

Penampilan Sekaa Gong Saluang Banjar Kebon, Duta Kabupaten Gianyar dalam Rekasadana (Pergelaran) Bonangan Saluang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh memantul di ruang pertunjukan. Bunyi pencon terompong dan bilah gangsa jongkok mengalun dengan karakter berat dan bertenaga, seolah membangkitkan semangat untuk terus merawat tradisi.

Meski area pertunjukan tidak dipadati penonton, deretan kursi tetap terisi. Sebagian besar yang hadir merupakan kalangan orang tua yang menikmati setiap repertoar yang disajikan dengan saksama.

Itulah Rekasadana (Pergelaran) Bonangan Saluang yang dibawakan Sekaa Gong Saluang Banjar Kebon, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, sebagai Duta Kabupaten Gianyar dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Bonangan Saluang merupakan barungan gamelan baru yang lahir melalui ajang PKB. Kehadirannya menambah ragam barungan gamelan Bali sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi karawitan terus berkembang melalui kreativitas para seniman.

Barungan gamelan ini dimainkan oleh para penabuh senior. Mereka tampil sederhana dengan mengenakan kain saput yang dililit hingga menutupi dada, dipadukan dengan udeng khas Bali serta bunga pucuk merah yang terselip di telinga kanan. Tanpa banyak gerak teatrikal, para penabuh lebih mengedepankan ketepatan teknik permainan sehingga karakter bunyi setiap instrumen terdengar jelas.

Sebuah terompong panjang ditempatkan di bagian depan dan dimainkan oleh tiga penabuh. Jublag dan jegog membangun fondasi melodi, lalu diperkuat permainan kendang yang berpadu dengan ritme ceng-ceng sehingga menghadirkan kesan dinamis dan menghentak. Sementara itu, kempur, kempli, bebende, dan gong saling mengisi membentuk jalinan musikal yang utuh.

Penampilan Sekaa Gong Saluang Banjar Kebon, Duta Kabupaten Gianyar dalam Rekasadana (Pergelaran) Bonangan Saluang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Bonangan Saluang merupakan konstruksi gamelan baru yang mengelaborasikan tiga karakter gamelan Bali, yakni bebonangan, selonding, dan gong luang. Barungan ini merupakan hasil inovasi sekaligus eksplorasi komposer I Wayan Darya, S.Sn., M.Ag., yang mengembangkan sistem saih pitu menjadi konstruksi musikal dengan karakter baru.

Kehadiran barungan beserta repertoar gendingnya menjadi bukti bahwa kreativitas seniman Bali terus berkembang tanpa melepaskan akar tradisi.

“Rencananya memang cukup panjang. Mulai bulan Maret proses pembuatan gamelan dimulai hingga akhirnya selesai, sehingga baru kali ini bisa ditampilkan kepada masyarakat melalui PKB XLVIII. Karena ini barungan baru, maka gending-gendingnya juga harus baru,” ujar Darya.

Dalam pementasan tersebut, Bonangan Saluang membawakan sejumlah repertoar yang disusun sesuai karakter barungan ini, mulai dari gending sesandaran, gegangsaran, pegongan, leluangan, hingga saslondingan yang dirangkai menjadi sajian tabuh klasik dengan nuansa baru.

“Karena dasarnya adalah gamelan bebonangan, selonding, dan gong luang, model gendingnya mengarah ke sana, tetapi tetap diciptakan dalam bentuk baru. Kami terlebih dahulu merancang model tabuh agar memiliki bentuk yang jelas. Mudah-mudahan penikmat bisa menerimanya,” harap Darya.

Beberapa karya yang ditampilkan antara lain Gending Sundaran, sebuah gegangsaran yang menggambarkan masyarakat bergegas menuju lokasi upacara adat. Gending Pudak Sategal menghadirkan nuansa hening dan agung melalui karakter pegongan dan leluangan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Selanjutnya, Gending Baro tampil sebagai tabuh pategak gegilak rangkep yang memancarkan suasana riang dalam pelaksanaan yadnya. Gending Sekar Kemoning mengolah motif saslondingan dengan sentuhan lelambatan gaya Singapadu sehingga menghadirkan suasana teduh dan khusyuk saat prosesi pemujaan.

Karya lainnya, Gending Asep Menyan, menghadirkan nuansa kejawen yang hangat dan akrab. Sementara itu, Gending Demung menampilkan karakter agung dan sakral sebagai simbol penyucian serta keseimbangan alam.

Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan Gending Baturan Silir yang mengolah bentuk bebaturan dalam pegongan Bali bernuansa klasik dengan pesan kebersamaan melalui konsep silih asih, paras-paros, dan sagilik-saguluk. Pementasan ditutup dengan Gending Sesandaran Lebeng yang enerjik sebagai simbol keberhasilan pelaksanaan upacara sekaligus ungkapan syukur atas keharmonisan alam semesta.

Penampilan Sekaa Gong Saluang Banjar Kebon, Duta Kabupaten Gianyar dalam Rekasadana (Pergelaran) Bonangan Saluang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Ini adalah pentas perdana Bonangan Saluang, sehingga semuanya benar-benar baru. Setelah barungan ini selesai dibuat dan diupacarai, kami sempat ngayah di Pura Dalem Desa Singapadu,” imbuh Darya.

Kurator PKB, Prof. Dr. I Wayan Dibia, mengapresiasi garapan tabuh klasik tersebut. Menurutnya, Bonangan Saluang menunjukkan bagaimana seniman Bali mampu membuka ruang eksplorasi baru melalui pengembangan instrumen maupun komposisi musik tradisi.

“Telah lahir sebuah karya gamelan baru. Ini menjadi motivasi bagi para seniman untuk terus menciptakan garapan tabuh melalui eksplorasi gamelan bebonangan dan saluang. Pesta Kesenian Bali menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran Bonangan Saluang tidak hanya melahirkan sebuah ensambel gamelan baru, tetapi juga memperkaya khazanah karawitan Bali melalui lahirnya berbagai repertoar gending baru.

Melalui karya ini, Sekaa Gong Saluang Banjar Kebon, Desa Singapadu, menunjukkan bahwa tradisi bukanlah sesuatu yang berhenti pada masa lalu. Tradisi terus hidup dan berkembang melalui kreativitas, inovasi, serta keberanian para seniman mengeksplorasi kekayaan budaya Bali.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Bonangan Saluanggamelan baliPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026Tradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

Next Post

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
0
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

Read moreDetails

Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

RASA rindu terhadap lagu-lagu Bali yang sempat mewarnai awal dekade 2000-an terobati dalam Pergelaran Musik "Bintang 5 Musik Jani" persembahan...

Read moreDetails

Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

TAWA penonton sesekali pecah mengikuti dialog-dialog jenaka yang menghidupkan panggung. Namun perlahan suasana berubah. Musik mengalun semakin sendu, puisi dilantunkan...

Read moreDetails
Next Post
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi
Khas

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi
Khas

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena
Ulas Pentas

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’
Ulas Pentas

Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

MALAM pembukaan Festival Bale Nagi 2026 di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Flores Timur, NTT, menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memicu...

by Anselmus Dore Woho Atasoge
July 31, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

by Sugi Lanus
July 31, 2026
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit
Ulas Film

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

by Angga Wijaya
July 31, 2026
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud
Ulas Rupa

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar...

by Gustra Adnyana
July 31, 2026
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
Klinik Seni Taxu Itu Akhirnya Cuma Urban Legend di Bali—Tanggapan Tulisan Made Chandra
Kritik Seni

Klinik Seni Taxu Itu Akhirnya Cuma Urban Legend di Bali—Tanggapan Tulisan Made Chandra

TULISAN Made Chandra berjudul “Let Them Cook: Saat Klinik Seni Taxu Hadir Mengacak-ngacak Arena Percaturan Seni Rupa Bali” menyentil pemikiran...

by Savitri Sastrawan
July 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co