2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
in Panggung
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

Penampilan Sekaa Gong Saluang Banjar Kebon, Duta Kabupaten Gianyar dalam Rekasadana (Pergelaran) Bonangan Saluang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh memantul di ruang pertunjukan. Bunyi pencon terompong dan bilah gangsa jongkok mengalun dengan karakter berat dan bertenaga, seolah membangkitkan semangat untuk terus merawat tradisi.

Meski area pertunjukan tidak dipadati penonton, deretan kursi tetap terisi. Sebagian besar yang hadir merupakan kalangan orang tua yang menikmati setiap repertoar yang disajikan dengan saksama.

Itulah Rekasadana (Pergelaran) Bonangan Saluang yang dibawakan Sekaa Gong Saluang Banjar Kebon, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, sebagai Duta Kabupaten Gianyar dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Bonangan Saluang merupakan barungan gamelan baru yang lahir melalui ajang PKB. Kehadirannya menambah ragam barungan gamelan Bali sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi karawitan terus berkembang melalui kreativitas para seniman.

Barungan gamelan ini dimainkan oleh para penabuh senior. Mereka tampil sederhana dengan mengenakan kain saput yang dililit hingga menutupi dada, dipadukan dengan udeng khas Bali serta bunga pucuk merah yang terselip di telinga kanan. Tanpa banyak gerak teatrikal, para penabuh lebih mengedepankan ketepatan teknik permainan sehingga karakter bunyi setiap instrumen terdengar jelas.

Sebuah terompong panjang ditempatkan di bagian depan dan dimainkan oleh tiga penabuh. Jublag dan jegog membangun fondasi melodi, lalu diperkuat permainan kendang yang berpadu dengan ritme ceng-ceng sehingga menghadirkan kesan dinamis dan menghentak. Sementara itu, kempur, kempli, bebende, dan gong saling mengisi membentuk jalinan musikal yang utuh.

Penampilan Sekaa Gong Saluang Banjar Kebon, Duta Kabupaten Gianyar dalam Rekasadana (Pergelaran) Bonangan Saluang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Bonangan Saluang merupakan konstruksi gamelan baru yang mengelaborasikan tiga karakter gamelan Bali, yakni bebonangan, selonding, dan gong luang. Barungan ini merupakan hasil inovasi sekaligus eksplorasi komposer I Wayan Darya, S.Sn., M.Ag., yang mengembangkan sistem saih pitu menjadi konstruksi musikal dengan karakter baru.

Kehadiran barungan beserta repertoar gendingnya menjadi bukti bahwa kreativitas seniman Bali terus berkembang tanpa melepaskan akar tradisi.

“Rencananya memang cukup panjang. Mulai bulan Maret proses pembuatan gamelan dimulai hingga akhirnya selesai, sehingga baru kali ini bisa ditampilkan kepada masyarakat melalui PKB XLVIII. Karena ini barungan baru, maka gending-gendingnya juga harus baru,” ujar Darya.

Dalam pementasan tersebut, Bonangan Saluang membawakan sejumlah repertoar yang disusun sesuai karakter barungan ini, mulai dari gending sesandaran, gegangsaran, pegongan, leluangan, hingga saslondingan yang dirangkai menjadi sajian tabuh klasik dengan nuansa baru.

“Karena dasarnya adalah gamelan bebonangan, selonding, dan gong luang, model gendingnya mengarah ke sana, tetapi tetap diciptakan dalam bentuk baru. Kami terlebih dahulu merancang model tabuh agar memiliki bentuk yang jelas. Mudah-mudahan penikmat bisa menerimanya,” harap Darya.

Beberapa karya yang ditampilkan antara lain Gending Sundaran, sebuah gegangsaran yang menggambarkan masyarakat bergegas menuju lokasi upacara adat. Gending Pudak Sategal menghadirkan nuansa hening dan agung melalui karakter pegongan dan leluangan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Selanjutnya, Gending Baro tampil sebagai tabuh pategak gegilak rangkep yang memancarkan suasana riang dalam pelaksanaan yadnya. Gending Sekar Kemoning mengolah motif saslondingan dengan sentuhan lelambatan gaya Singapadu sehingga menghadirkan suasana teduh dan khusyuk saat prosesi pemujaan.

Karya lainnya, Gending Asep Menyan, menghadirkan nuansa kejawen yang hangat dan akrab. Sementara itu, Gending Demung menampilkan karakter agung dan sakral sebagai simbol penyucian serta keseimbangan alam.

Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan Gending Baturan Silir yang mengolah bentuk bebaturan dalam pegongan Bali bernuansa klasik dengan pesan kebersamaan melalui konsep silih asih, paras-paros, dan sagilik-saguluk. Pementasan ditutup dengan Gending Sesandaran Lebeng yang enerjik sebagai simbol keberhasilan pelaksanaan upacara sekaligus ungkapan syukur atas keharmonisan alam semesta.

Penampilan Sekaa Gong Saluang Banjar Kebon, Duta Kabupaten Gianyar dalam Rekasadana (Pergelaran) Bonangan Saluang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Ini adalah pentas perdana Bonangan Saluang, sehingga semuanya benar-benar baru. Setelah barungan ini selesai dibuat dan diupacarai, kami sempat ngayah di Pura Dalem Desa Singapadu,” imbuh Darya.

Kurator PKB, Prof. Dr. I Wayan Dibia, mengapresiasi garapan tabuh klasik tersebut. Menurutnya, Bonangan Saluang menunjukkan bagaimana seniman Bali mampu membuka ruang eksplorasi baru melalui pengembangan instrumen maupun komposisi musik tradisi.

“Telah lahir sebuah karya gamelan baru. Ini menjadi motivasi bagi para seniman untuk terus menciptakan garapan tabuh melalui eksplorasi gamelan bebonangan dan saluang. Pesta Kesenian Bali menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran Bonangan Saluang tidak hanya melahirkan sebuah ensambel gamelan baru, tetapi juga memperkaya khazanah karawitan Bali melalui lahirnya berbagai repertoar gending baru.

Melalui karya ini, Sekaa Gong Saluang Banjar Kebon, Desa Singapadu, menunjukkan bahwa tradisi bukanlah sesuatu yang berhenti pada masa lalu. Tradisi terus hidup dan berkembang melalui kreativitas, inovasi, serta keberanian para seniman mengeksplorasi kekayaan budaya Bali.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Bonangan Saluanggamelan baliPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026Tradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

Next Post

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co