9 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Negeri ’Katanya’: Tuduh Dulu, Buktikan Belakangan

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
April 18, 2026
in Esai
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

Ahmad Sihabudin

Di negeri ini, politik itu tidak pernah benar-benar tidur. Ia hanya berganti tempat tidur: kadang di gedung parlemen, kadang di layar televisi, dan seringnya justru di grup WhatsApp yang nama anggotanya lebih panjang daripada isi diskusinya. Di sana, keputusan tidak diambil, tapi kesimpulan sudah dipastikan. Dan yang paling menarik, kebenaran tidak perlu hadir, cukup diwakili oleh “katanya”.

Kasus ijazah palsu yang konon menyeret tokoh besar dan pemodal besar itu pun hadir seperti serial drama yang tidak jelas jumlah episodenya. Awalnya kita kira ini mini seri, eh ternyata sinetron kejar tayang.

Setiap hari ada saja perkembangan: saksi baru, bukti lama, analisis dadakan, hingga pakar yang kemarin bicara ekonomi, hari ini tiba-tiba ahli forensik kertas. Publik pun bingung, ini sedang menyaksikan proses hukum atau audisi “Indonesia Mencari Kepastian”?

Di tengah kekacauan itu, rumor tampil seperti selebritas papan atas, tidak pernah benar-benar diundang, tapi selalu berhasil mencuri perhatian. Ia datang tanpa identitas, tapi punya daya sebar lebih cepat daripada undangan kondangan digital. Dan seperti biasa, begitu rumor muncul, kita semua mendadak jadi detektif. Bedanya, detektif sungguhan mencari bukti, sementara kita cukup mencari “yang sejalan dengan perasaan”.

Kalau dipilah, rumor ini memang punya dua wajah. Wajah pertama adalah wajah rakyat biasa, yang mungkin sudah terlalu lama menunggu kejelasan, sampai akhirnya memilih membuat versi sendiri. Ini semacam “demokrasi imajinasi”: kalau fakta tak kunjung datang, ya sudah, kita produksi saja cerita alternatif. Toh, dalam dunia rumor, logika itu opsional, yang penting “masuk akal menurut hati”.

Di warung kopi, misalnya, seorang bapak bisa dengan yakin berkata, “Saya punya sumber terpercaya.” Ketika ditanya siapa sumbernya, ia menjawab dengan tenang, “Teman saya.” Ketika ditanya lagi teman siapa, jawabannya mulai kabur, “Pokoknya orang dalam.” Dalam konteks ini, “orang dalam” bisa berarti siapa saja, mulai dari pegawai kantor, tetangga, sampai mungkin tukang parkir yang pernah melihat seseorang lewat.

Wajah kedua adalah rumor yang lebih “elit”, lahir dari dapur politik yang penuh strategi. Ini bukan lagi sekadar kabar angin, tapi angin yang sudah diarahkan pakai kipas angin industri. Rumor jenis ini biasanya lebih rapi, lebih sistematis, dan kadang dilengkapi “bumbu ilmiah” agar terlihat kredibel. Ada potongan data, ada kutipan, ada grafik (meskipun sering tidak jelas sumbernya), pokoknya lengkap seperti skripsi, bedanya, tidak perlu diuji.

Di titik ini, saling tuding dan saling tuntut menjadi semacam koreografi yang indah, kalau dilihat dari jauh. Yang satu menunjuk dengan penuh keyakinan, yang lain membalas dengan gugatan. Yang dituduh berkata, “Ini fitnah!”, yang menuduh berkata, “Ini fakta!” Dan publik? Seperti penonton pertandingan bulu tangkis, kepala menoleh ke kiri dan ke kanan mengikuti arah shuttlecock tuduhan.

Lucunya, setiap pihak merasa paling rasional. Tidak ada yang merasa sedang berdrama, padahal dari luar, semuanya tampak seperti panggung teater absurd. Bahkan kadang kita tidak tahu mana yang lebih cepat: proses hukum atau proses viral. Karena seringkali, sebelum hakim sempat membaca berkas, netizen sudah lebih dulu menjatuhkan vonis, lengkap dengan analisis, meme, dan kadang juga soundtrack.

Di sinilah kita mulai menyadari bahwa dalam ekosistem seperti ini, kebenaran bukan lagi soal “apa yang terjadi”, tapi “apa yang dipercaya banyak orang”. Dan kepercayaan itu seringkali dibentuk bukan oleh data, melainkan oleh seberapa sering sesuatu diulang. Kalau sebuah rumor diulang cukup lama dan cukup sering, ia bisa naik pangkat menjadi “pengetahuan umum”. Padahal, kalau ditelusuri, asal-usulnya mungkin hanya dari satu kalimat: “katanya sih…”

Sementara itu, institusi formal, yang seharusnya menjadi penampung aspirasi dan penyaring kebenaran, sering terlihat seperti sedang antre di loket yang salah. Prosedurnya panjang, bahasanya rumit, dan waktunya lama. Di sisi lain, rumor bekerja seperti ojek online: cepat, fleksibel, dan langsung sampai ke tujuan (meskipun kadang alamatnya meleset jauh).

Maka tidak heran jika masyarakat kadang lebih percaya pada kabar angin daripada klarifikasi resmi. Bukan karena mereka anti kebenaran, tapi karena kebenaran versi resmi sering datang terlambat, seperti tamu yang datang saat acara sudah bubar. Sementara rumor sudah lebih dulu mengisi ruangan, duduk nyaman, bahkan sempat mengganti dekorasi.

Dan di tengah semua itu, gejala saling tuding dan saling tuntut terus berlangsung seperti lingkaran setan yang tidak mau pensiun. Setiap tuduhan melahirkan tuntutan, setiap tuntutan melahirkan tuduhan baru. Ini seperti permainan pingpong tanpa skor akhir, yang penting bukan menang atau kalah, tapi terus memukul bola agar permainan tidak berhenti.

Akhirnya, kita pun sampai pada satu pertanyaan yang agak menggelitik: apakah kita benar-benar ingin tahu kebenaran, atau sebenarnya kita hanya menikmati proses mencarinya, lengkap dengan dramanya? Karena kalau yang kedua, maka kita harus jujur bahwa politik di negeri ini bukan hanya soal kekuasaan, tapi juga soal hiburan.

Dan seperti semua hiburan, ia punya konsekuensi. Kita bisa tertawa, kita bisa terhibur, tapi jangan sampai lupa bahwa di balik semua rumor, tudingan, dan tuntutan itu, ada realitas yang menunggu untuk diselesaikan. Masalahnya, selama kita masih sibuk berdebat soal “katanya”, realitas itu mungkin akan terus antre, sambil geleng-geleng kepala melihat kita yang terlalu menikmati pertunjukan. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumpek Landep dan Gen Z, Mengasah Pikiran di Era Digital

Next Post

Perayaan Besi, Menajamkan Pikiran

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails

Terbang di Atas Sepi

by Angga Wijaya
May 8, 2026
0
Terbang di Atas Sepi

“Kalau gak sabar, silakan terbang di atas sepi.” Tulisan di bak truk itu mungkin lahir dari kemacetan. Dari jalan yang...

Read moreDetails

Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

by I Gede Joni Suhartawan
May 8, 2026
0
Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

DATA BPS Februari 2026 membuat kita harus berhenti pura-pura tidak hirau: tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK  8.62%..! Tertinggi dari semua...

Read moreDetails

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

by Agung Sudarsa
May 8, 2026
0
Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Jejak Kehidupan Tiga Ilmuwan Penjaga Sistem Imun Dunia ilmu pengetahuan sering melahirkan tokoh-tokoh besar yang bekerja dalam kesunyian laboratorium, jauh...

Read moreDetails

Deforestasi Sangat Ditabukan Suku Baduy

by Asep Kurnia
May 7, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

DUNIA saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam yang mengerikan dan akan menghadapi suatu bencana yang amat sangat mengerikan bila...

Read moreDetails

Tengah Malam Rokok Habis                           

by Angga Wijaya
May 7, 2026
0
Tengah Malam Rokok Habis                           

HAL yang paling menyiksa bagi para perokok adalah ketika bangun tengah malam dan mendapati bungkus rokok kosong di atas meja....

Read moreDetails

KENAPA MASYARAKAT BALI MENSAKRALKAN MANGROVE (Prapat/Pedada/Pidada)?

by Sugi Lanus
May 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Mengenang Kembali Pohon Pesisir yang Dimuliakan Danghyang Nirartha Oleh: Sugi Lanus Di sepanjang garis pantai pulau Serangan dan pantai-pantai...

Read moreDetails

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

by Nur Kamilia
May 5, 2026
0
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

Read moreDetails
Next Post
Perayaan Besi, Menajamkan Pikiran

Perayaan Besi, Menajamkan Pikiran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna
Esai

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
Puting Beliung | Cerpen Supartika
Cerpen

Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

by I Putu Supartika
May 9, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

by Sugi Lanus
May 9, 2026
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot
Esai

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
Terbang di Atas Sepi
Esai

Terbang di Atas Sepi

“Kalau gak sabar, silakan terbang di atas sepi.” Tulisan di bak truk itu mungkin lahir dari kemacetan. Dari jalan yang...

by Angga Wijaya
May 8, 2026
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single
Pop

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama
Esai

Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

DATA BPS Februari 2026 membuat kita harus berhenti pura-pura tidak hirau: tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK  8.62%..! Tertinggi dari semua...

by I Gede Joni Suhartawan
May 8, 2026
Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan
Esai

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Jejak Kehidupan Tiga Ilmuwan Penjaga Sistem Imun Dunia ilmu pengetahuan sering melahirkan tokoh-tokoh besar yang bekerja dalam kesunyian laboratorium, jauh...

by Agung Sudarsa
May 8, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Deforestasi Sangat Ditabukan Suku Baduy

DUNIA saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam yang mengerikan dan akan menghadapi suatu bencana yang amat sangat mengerikan bila...

by Asep Kurnia
May 7, 2026
Tengah Malam Rokok Habis                           
Esai

Tengah Malam Rokok Habis                           

HAL yang paling menyiksa bagi para perokok adalah ketika bangun tengah malam dan mendapati bungkus rokok kosong di atas meja....

by Angga Wijaya
May 7, 2026
Wujudkan Tri Hita Karana, KKN Tematik UPMI 2026 Sukses Bawa Perubahan Positif di Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar
Pendidikan

Wujudkan Tri Hita Karana, KKN Tematik UPMI 2026 Sukses Bawa Perubahan Positif di Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) Kelompok VI Tahun 2026 sukses menyelenggarakan serangkaian program...

by Dede Putra Wiguna
May 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co