ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika menonton film “Sore: Istri Dari Masa Depan”.
Sampai detik ini, film itu masih sangat membuat saya terkagum-kagum dengan premis yang ditampilkan, walaupun terdengar sangat sederhana, tetapi menyimpan beberapa lapisan emosi yang paling dalam bagi para penonton.
Bagaimana jika seseorang yang paling kamu sayangi di masa depan datang, dan ia membawa makna hidup yang belum pernah kamu jalani sama sekali?
Pertanyaan itu barangkali dipikirkan terus-menerus oleh para penonton film Sore, termasuk saya. Karena pertanyaan itulah yang membuat film Sore terasa hidup terus di hati penonton.
Pada dasarnya cinta memilih peran untuk kedua hal itu. Ia datang di masa depan, dan membawa makna hidup yang belum pernah dijalani. Bukan cinta yang hanya sekedar merayakan ataupun dirayakan, melainkan untuk mempertanyakan tentang hidup, penyesalan, dan setiap meter langkah kecil yang sering kita anggap sepele dan kita tunda.
Tokoh Sore yang diperankan Sheila Dara Aisha hadir bukan semata mata sebagai pasangan romantis yang datang dari masa depan melainkan sebagai penanda. Ia datang dengan tenang, sangat tenang bagi seseorang yang menahan beban dari masa depan. Tutur kata yang lembut yang membuat dia berhati hati dalam mencintai, namun beberapa hal seperti sarat urgensi yang seolah olah membuat waktu selalu mengejarnya.
Bagi Sore, perjalanan waktu bersama kekasihnya bukan sebagai tontonan yang dinikmati begitu saja. Kekasihnya, Jonathan Riady, kerap dipanggil Jo oleh Sore, karakter yang diperankan oleh Dion Wiyoko, menjalani hidup kurang teratur dan berantakan. Hubungan antarkekasih itu tidak dibangun oleh konflik yang besar dan juga romantisasi hidup yang berlebihan, tetapi melalui beberapa komunikasi efektif. Film ini seolah mengajak kita bahwa cinta tidak selalu harus riuh untuk terasa penting di dunia.
Jika ditonton ulang, banyak hal menarik yang dapat kita rasakan. Sore tidak pernah menyepelekan waktu. Masa depan hadir tanpa mesin, tanpa visual, tanpa teori ilmiah yang sulit dijelaskan. Ia datang sebagai ingatan dan kerinduan. Yang dipendam dengan dalam, film ini mengingatkan bahwa pengetahuan tentang masa depan yang kita bawa lagi ke masa lalu tidak selalu menghasilkan hasil yang baik, sering juga sebagai sumber ketakutan baru.
Pertama kali saya menonton Sore, saya teringat pada kebiasaan menunda yang sering saya lakukan: menunda meminta maaf, menunda perubahan, menunda mengatakan yang seharusnya dikatakan. Film ini seperti tanda tanya, bertanya dengan nada yang lembut, “Jika kamu tahu penyesalan apa yang akan terjadi di masa depan, apa yang akan kamu ubah mulai hari ini?”
Memang benar, pertanyaan itu tidak pernah diucapkan sepanjang film, tetapi semua sangat terasa setelah film berakhir.
Namun, alunan musik, suasana yang tenang, membuat film ini sesekali memiliki kelemahannya. Tempo yang sangat pelan dan emosi yang ditahan kuat bagai tembok besar terasa menjauhkan bagi beberapa penonton. Ada scene ketika konflik sangat cepat diselesaikan, dan kembali lagi ke bagian awal Sore terbangun di tempat tidur Jo, sehingga perasaan yang ingin disampaikan dibiarkan menggantung tanpa cukup ruang untuk benar-benar menjadi momen yang pecah. Tetapi tidak disalahkan lagi, jika Sore hadir sebagai karakter, sebagai simbol daripada manusia yang sepenuhnya rapuh.
Tetapi di sisi lain, kesederhanaan visual, sinematografi, pilihan musik yang lembut justru membuat atmosfer reflektif film ini. Banyak adegan dibiarkan tanpa dialog, tanpa suara, hanya lagu yang membuat penonton berpikir, dan penonton merasakan seolah olah penonton berada di posisi tersebut bukan hanya sekedar mengikuti alur cerita, dan selesai. Soretidak ingin dikejar, ia ingin ditemani.
Pada akhirnya, Sore: Istri dari Masa Depan bukan hanya sekedar film yang mengubah masa depan seseorang. Film ini menunjukkan usaha kecil yang sering kita sepelekan: Mendengarkan, hadir, dan berani mengambil keputusan.[T]
Penulis: Agung Kesawa Kevalam
Editor: Adnyana Ole



























