14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berbagai Lomba Seni Budaya untuk Perempuan pada HUT WHDI di Bulan Bahasa Bali 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 12, 2026
in Budaya
Berbagai Lomba Seni Budaya untuk Perempuan pada HUT WHDI di Bulan Bahasa Bali 2026

Berbagai Lomba Seni Budaya untuk Perempuan pada HUT WHDI di Bulan Bahasa Bali 2026

LANTAI bawah Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, seakan disulap sebagai banjar adat yang sedang melakukan upacara yadnya. Ibu-ibu yang hadir tampil cantik mengenakan busana adat Bali, dengan sanggul terselip bunga cempaka emas juga bunga hidup yang tak pernah redup. Mereka tampil bungah dengan penuh semangat menuas janur yang indah penuh makna. Sementara yang lainnya menusuk buah dengan lidi, dan menyusun buah, jajan, dan bunga berbentuk kerucut (gunung).

Itu suasana dari lomba membuat gebogan dalam pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII yang dirangkaian dengan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Kamis 12 Pebruari 2026. Lomba ini tak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi sebuah edukasi khususnya bagi generasi muda. Sebab, yang tampil sebagai peserta lomba lebih banyak anak-anak muda yang tengah getol melestarikan budaya Bali.

Lomba membuat gebogan ini diikuti oleh 9 kelompok yang merupakan perwakilan dari anggota WHDI kabupaten dan kota di Bali. Masing-masing kelompok terdiri dari 3 anggota yang masing-masing memiliki tugas, namun tetap bekerjasama untuk lebih cepat dan tepat dalam merangkai buah itu. Mereka memanfaatkan ruang yang ada, seperti di banjar. Ada yang menuas janur di lantai dan ada yang memasang buah serta jaja (kue). Semangat yang dibarengi kerjasama.

Dewan juri, I Gede Anom Ranuara peserta lomba gebogan ini sangat kreatif. Mereka mampu membuat gebogan yang tak merangkai buah dengan indah, tetapi juga sangat lengkap. Lomba ini secara tidak langsung mampu menuntun atau mengajar kembali kreativitas generasi muda. “Ini membutuhkan proses yang secara rutinitas, ketika ada proses, jelas berpijak pada etika dan aturan. Mau tidak mau, disitu ada edukasi mengembalikan tatananan etika, estetika dan logika dalam berprilaku di masyarakat, dan lomba gebogan ini salah satu medianya,” katanya.

Dalam satu kelompok, itu ada tiga orang yang menuntut sebuah kerjasama menjadi sebuah edukasi, bagaimana tim work menyikapi tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Satu orang di sampian, satu orang di buah dan satu orang merangkai merupakan latihan kerjasama yang baik. “Pembagian tugas itu pasti, sehingga saat latihan juga ada pembagian tugas. Ini sebagai implementasi dalam kehidupan masyarakat, pembagian tugas dan tanggung jawab,” ujarnya.

Sementara disebelahnya, ibu-ibu sibuk membuat pejati. Satu kelompok terdiri dari 2 anggota yang sangat kreatif dalam merangkai janur. Buktinya, pejati yang dibuatnya tak hanya dengan bahan yang lengkap, tetapi juga indah. “Lomba ini sebagai upaya menjaga kegiatan membuat pejati tidak punah, dan menumbuhkan regenerasi. Selaian itu, perlu pemahaman terhadap isi dan komponen dari pada pejati, sesuai dengan sumber dan makna filosofis,” paparnya.

Jika di lantai bawah Gedung Ksirarnawa ibu-ibu sibuk membuat gebokan dan pejati, lalu di lantai atas para wanita tengah melantunkan kidung. Peserta lomba kidung itu terfiri dari lima anggota. Sementara di Kalangan Angsoka, ibu-ibu tengah berjuang dalam memenangkan juara lomba Membaca Kekawin. Masing-masing peserta terdiri dari seorang pengwacen dan seorang peneges. Sedangkan di Kalangan Ratna Kanda, ibu-ibu memikat pengunjung dengan lomba Dharma Wacana.

Kepala Bidang Sejarah dan Dokumentasi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Made Dana Tenaya, mengatakan, ada pelaksanaan BUlan Bahasa Bali hari ini kegiatannya lebih beragam karena Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan bekerjasana dengan WHDI memeriahkan HUT ke-38 WHDI menyenggarakan lomba-lomba. Dari lima lomba itu, lomba membuat gebogan dan membuat pejati yang menjadi daya tarik. Lomba gebogan dan pejati itu diikuti kuala muda yang membuktikan budaya membuat gebogan sudah digemari anak-anak muda.

Pesertanya merupakan perwakilan dari kabupaten dan kota di Bali yang tampil secara antusias, dan sungguh memikat. Lomba membaca kakawin pesertanya 2 orang, dharma wacana pesertanya 1 orang, kidung masing-masing duta melibatkan 5 orang, pejadi satu grup dengan 2 orang dan gebogan terdiri dari 3 orang dari masing-masing kabupaten. “Dalam lomba gebogan itu, telah disepakai menggunbakan buah local,” katanya.

Ketua panitia, dr. Made Ayu Witriasih, M.Kes,.SpKKLP mengatakan, perayaan HUT WHDI kali ini untuk Provinsi Bali kenbetulan bersamaan dengan Bulan Bahasa Bali, sehingga melakukan kerjasama dengan Dinas Kebudayaan (Disbud). Sinergi ini dilakukan karena memiliki tujuan yang sama yakni untuk pelestarian budaya, dan kebetulan pelaksanaanya juga di bulan Pebruari. “Kali ini WHDI melaksanakan lima lomba, seperti mekidung, darmawanacana, membaca kakawin, membuat gebogan dan pejadi,” upanya.

Witriasih menegaskan, sebelum lomba WHDI bersama pakar melaklukan pembinaan di kabupaten dan kota di Bali. Tujuannya untuk mensosialisasikan kepada anggota WHDI terkait lomba-lomba yang dilakukan. “Kami mengajak pakar untuk memberikan pengiartian, kapasitas dan pemahaman terhadap jenis lomba yang akan digelar. Dalam hal ini, kami mengajak narasumber yang kompeten,” sebutnya.

Tujuan pembinaan itu untuk peningkatkan kapasitas dan pemahaman termasuk penguatan peran aktif anggota WHDI di daerah. “Lomba ini bukan semata-mata kompetisi, namun yang terpenting adalah edukasi dan pelestarian budaya. Karena itu, di dalamnya itu lintas gender generasi, maka itu kebanyakan anak-anak muda, karena anggota WDI itu semua wanita anggota agama hindu yang berumur 18 tahun atau sudah menikah,” paparnya.

Sementara Wakil Ketua Made Rai Tantri mengatakan, WHDI memiliki 5 bidang oraganisasi, yaitu Agama, Pendidikan dan Kebudayaan, Ekonomi, Sosial, dan  Bidang Organisasi/Umum. Dalam rangka HUT ke-38 ini bukan melaksankan kegiatan lomba saja, tetapi sebelumnya sudah ada kegiatan bernuansa agama, seperti dharma wacana dalam rangka Hari Siwalatri, ngayah Rejang pada saat upacara karya Besakih dan Uluwatu.

Ikut pula dalam tim penyusunan Buku Darmagita yang akan di louncing dalam perayaan HUT tahun 2026 ini. Di bidang sosial melakukan kunjungan ke Panti Werdha, Donor Darah dan melaksanakan sosialisasi tentang pengolahan sampah serta sososliasasi prilaku hidup bersih di pura. “WHDI juga memiliki program sosialisasi pra nikah untuk umat Hindu,” tutupnya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Bulan Bahasa BaliBulan Bahasa Bali 2026Perempuan Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Serius, Penutur Bahasa Bali Makin Sedikit, Perlu Pendekatan Adaptif yang Selaras dengan Perkembangan Teknologi

Next Post

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

by tatkala
June 23, 2026
0
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

by tatkala
June 13, 2026
0
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

Read moreDetails

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

by Satria Aditya
May 31, 2026
0
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

Read moreDetails

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
0
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

Read moreDetails

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
0
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Ketika geguritan Dwijendra Stawa dan Astapaka Stawa ditembangkan, suasana sore itu berubah menjadi hening. Tanpa tersadari, orang-orang yang duduk sejak...

Read moreDetails

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
0
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

Read moreDetails

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

by tatkala
May 1, 2026
0
Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

Film 'Sore: Istri dari Masa Depan': Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co