4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Yana Suryantari | Palet Pelukis

Yana Suryantari by Yana Suryantari
February 7, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Yana Suryantari  | Palet Pelukis

Yana Suryantari

PALET PELUKIS

saat kubalik:
kerak-lapis cat serupa pelangi
berjalin-lekuk seperti jaring

kuangkat:
terkelupas mudah seperti kulit para ibu
yang keriput usai mencuci baju

debu berhambur saat kubuka
kotak pasta yang beku
yang membuat gatal hidung
dan jari-jemari
seolah masih ingat cara
memelintir kuas
di atas
serat kanvas

cekung-cekungan menguning
seperti cetakan serabi
memanggil tuk dibasuh dengan minyak—
cat yang pudarnya mulai kentara oleh rontok rambut memutih

tapi
aku tak mampu
menolak bisik rayu
tuk kembali ke masa remaja dulu

Mataram, 3 Februari 2026
 

PELARIAN DI UJUNG JALAN PERUMAHAN

Satu persatu, kemeja pendek dan jeans potong,
merapat, menambal grafiti di tembok.
Rontok daun mangga di aspal,
terinjak-injak sandal,
hingga tinggal tulangnya saja.

Jam satu, tampak sepuluh.
Satu jam, jadi dua puluh.
Dari asbak baru hingga koran lusuh,
ikut hangus,
terbakar putung cerita
dan sindiran tawa.
Dari kisah bujang hingga inflasi harga,
membludak di kepala,
bercucur bergantian jadi
keringat di pelipis mata.

Gemuruh motor di seberang muka,
tidak cukup ramainya,
dari berisik panci di dapur,
tangis kecil yang minta susu,
dan cicilan rumah
yang terus memburu—
semua terlontar pintar
dari bibir-bibir enam senti,
kumis tipis dan olesan kopi
yang masih panas diseruput,
saking tak tahan mau memameri,
tekanan hidup yang memaksa kabur diri.

Mataram, 4 Februari 2026
 

PINTU RUANG RAPAT

terintip sengaja dari belakang
gonta-ganti motor berlalu lalang
tinggalkan klakson beriring asap
menikung gelisah di pinggir pengap
kaki dunia yang kocar-kacir dipacu balap

inginku selundupkan tubuh
ke celah yang hanya bisa dimasuki
rambat cahaya:
terik siang yang meraja

sudah bukan gurauan
siksaan haus dan lambung keroncongan
indra yang tak lagi duduk bersamaan
terdesak amuk kantuk dan lamunan
juga pastel hangat yang menganggur di tongkrongan
—sembari mendengar liput pimpinan
yang kian menjauh dari induk haluan

ah, kulonggarkan saja pundak ini
dari empuk yang tak lagi menggoda
lalu kurampas ganggang pintu
yang dingin dan kelabu
hingga engsel menyahut lebih dulu
melepas rantai diri yang makin ngilu
sejak minat sudah di ujung semu

Mataram, 5 Februari 2026
 

POSKO PENGAMBILAN PAKET MBG

ibu-ibu yang menumpuk kerjaan di timbangan laundry, perempuan-perempuan karir yang dipunggungi tenggat sejak pagi, ibu-ibu bersolek yang tanggalkan sepatu hak tinggi

kompak
raut muka serius dan alas kaki cap swallow
berderet antri dengan tabir surya di pipi melow
mengerubungi teras bertikar matras
alas kudapan balita yang ditakar pas

masih mending!
bukan ibu yang ramai agenda di ruang tamu
hingga terlewat menggendong anak ke posyandu:
aneh tetap menodong barisan depan
saat ditanya, “Ibu udah kebagian?”

masih mending juga!!
bukan istri berselonjor di karpet
jari mengetik, mulut gaduh berbisik
memindah jatah ke tas jinjing
sambil melengkung bibir, ramah menyapu
“Sudah langsung cair lima ribu!”

semua sama pinta, juga sama terima:
roti dan kukus agar anak tumbuh serius
arisan temu agar rumah lupa diurus
penenun rumpi yang tak rela gaji hangus
—tak bersekat, bagai pekarangan yang saling tembus.

Mataram, 6 Februari 2026
 

SEJARAH IBUKU

sudah lama ingin kubongkar
busuk perangai paman-kandungku
disekapnya protes ibuku di kandang ayam
yang tengik tainya merasuk tiap malam ke hidung ibuku
—yang kadang banjir ingus dan cibir ketus,
sebab tak makan hingga jadi kurus

sudah lama niat kupergoki
congkak gelagat dan biang keladi
istri-istri pamanku: main lempar babu jadi menantu,
sampai beranak tangis tersedu dan
ibuku di gelap membisu. kasih tak direstu, bakti tak disetuju
—pun darah sendiri bercecer jadi aib pilu

seandai belum diturunkan nasibku, tak mungkin elok ibuku dicerca para penjudi:
makan waris yang dibagi di kantong sendiri,
tak sudi sepeser iba singgah. hadiah ibuku yang getir mengalah:
diusir mengiya, dicaci pun sudah tak kerasa

gusar benar warta ibuku:
mengasing diri pun tetap tersangkut benalu

Mataram, 5 Februari 2026
 

KABEL LISTRIK YANG KUSUT

Kusut melilit
melingkar di dahan seperti spageti,
kabel listrik di atap kosku—
tak ada beda dari semrawut harian:
tubuh kerontang yang jatuh ringan
seperti kipas macet yang berdenyut lamban,
masih berseragam kegerahan
merayu mata yang sungkan ketiduran.

Kabel listrik itu
terombang-ambing angin tiap bertiup
dari selatan ke
markas teknisi yang sedang minum kopi,
tak dengar gadis-gadis ricuh umbar emosi
di instagram tanpa kurasi:
soal lampu mati yang tak kunjung dibenari.

Dan aku turut menggerutu
kena karma di rambutku
ikut kerukut
setelah dikeramas oleh
ibu, yang meronta-derita
pasal harga pasar yang tak kian menurut.

Mataram, 6 Februari 2026

.

Penulis: Yana Suryantari
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Perempuan dengan Tubuh yang Rentan

Next Post

0411 | Cerpen Yuditeha

Yana Suryantari

Yana Suryantari

Menetap di Kota Mataram, Lombok, NTB. Lahir pada 23 Juni 2004. Ia saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Beberapa puisi yang pernah ditulisnya yaitu Bayangan Musim Panas (buku antologi puisi bersama berjudul Variasi pada Tema Kematian, 2022) dan Anak Cerewet (buku himpunan puisi bersama berjudul Memasuki Ladang, 2025). Selain menulis puisi, Yana juga gemar meninjau artikel ilmiah, memotret, dan menari.

Related Posts

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

by Salman Alade
May 24, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

by Chusmeru
May 22, 2026
0
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails
Next Post
0411 | Cerpen Yuditeha

0411 | Cerpen Yuditeha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co