15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Yana Suryantari | Palet Pelukis

Yana Suryantari by Yana Suryantari
February 7, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Yana Suryantari  | Palet Pelukis

Yana Suryantari

PALET PELUKIS

saat kubalik:
kerak-lapis cat serupa pelangi
berjalin-lekuk seperti jaring

kuangkat:
terkelupas mudah seperti kulit para ibu
yang keriput usai mencuci baju

debu berhambur saat kubuka
kotak pasta yang beku
yang membuat gatal hidung
dan jari-jemari
seolah masih ingat cara
memelintir kuas
di atas
serat kanvas

cekung-cekungan menguning
seperti cetakan serabi
memanggil tuk dibasuh dengan minyak—
cat yang pudarnya mulai kentara oleh rontok rambut memutih

tapi
aku tak mampu
menolak bisik rayu
tuk kembali ke masa remaja dulu

Mataram, 3 Februari 2026
 

PELARIAN DI UJUNG JALAN PERUMAHAN

Satu persatu, kemeja pendek dan jeans potong,
merapat, menambal grafiti di tembok.
Rontok daun mangga di aspal,
terinjak-injak sandal,
hingga tinggal tulangnya saja.

Jam satu, tampak sepuluh.
Satu jam, jadi dua puluh.
Dari asbak baru hingga koran lusuh,
ikut hangus,
terbakar putung cerita
dan sindiran tawa.
Dari kisah bujang hingga inflasi harga,
membludak di kepala,
bercucur bergantian jadi
keringat di pelipis mata.

Gemuruh motor di seberang muka,
tidak cukup ramainya,
dari berisik panci di dapur,
tangis kecil yang minta susu,
dan cicilan rumah
yang terus memburu—
semua terlontar pintar
dari bibir-bibir enam senti,
kumis tipis dan olesan kopi
yang masih panas diseruput,
saking tak tahan mau memameri,
tekanan hidup yang memaksa kabur diri.

Mataram, 4 Februari 2026
 

PINTU RUANG RAPAT

terintip sengaja dari belakang
gonta-ganti motor berlalu lalang
tinggalkan klakson beriring asap
menikung gelisah di pinggir pengap
kaki dunia yang kocar-kacir dipacu balap

inginku selundupkan tubuh
ke celah yang hanya bisa dimasuki
rambat cahaya:
terik siang yang meraja

sudah bukan gurauan
siksaan haus dan lambung keroncongan
indra yang tak lagi duduk bersamaan
terdesak amuk kantuk dan lamunan
juga pastel hangat yang menganggur di tongkrongan
—sembari mendengar liput pimpinan
yang kian menjauh dari induk haluan

ah, kulonggarkan saja pundak ini
dari empuk yang tak lagi menggoda
lalu kurampas ganggang pintu
yang dingin dan kelabu
hingga engsel menyahut lebih dulu
melepas rantai diri yang makin ngilu
sejak minat sudah di ujung semu

Mataram, 5 Februari 2026
 

POSKO PENGAMBILAN PAKET MBG

ibu-ibu yang menumpuk kerjaan di timbangan laundry, perempuan-perempuan karir yang dipunggungi tenggat sejak pagi, ibu-ibu bersolek yang tanggalkan sepatu hak tinggi

kompak
raut muka serius dan alas kaki cap swallow
berderet antri dengan tabir surya di pipi melow
mengerubungi teras bertikar matras
alas kudapan balita yang ditakar pas

masih mending!
bukan ibu yang ramai agenda di ruang tamu
hingga terlewat menggendong anak ke posyandu:
aneh tetap menodong barisan depan
saat ditanya, “Ibu udah kebagian?”

masih mending juga!!
bukan istri berselonjor di karpet
jari mengetik, mulut gaduh berbisik
memindah jatah ke tas jinjing
sambil melengkung bibir, ramah menyapu
“Sudah langsung cair lima ribu!”

semua sama pinta, juga sama terima:
roti dan kukus agar anak tumbuh serius
arisan temu agar rumah lupa diurus
penenun rumpi yang tak rela gaji hangus
—tak bersekat, bagai pekarangan yang saling tembus.

Mataram, 6 Februari 2026
 

SEJARAH IBUKU

sudah lama ingin kubongkar
busuk perangai paman-kandungku
disekapnya protes ibuku di kandang ayam
yang tengik tainya merasuk tiap malam ke hidung ibuku
—yang kadang banjir ingus dan cibir ketus,
sebab tak makan hingga jadi kurus

sudah lama niat kupergoki
congkak gelagat dan biang keladi
istri-istri pamanku: main lempar babu jadi menantu,
sampai beranak tangis tersedu dan
ibuku di gelap membisu. kasih tak direstu, bakti tak disetuju
—pun darah sendiri bercecer jadi aib pilu

seandai belum diturunkan nasibku, tak mungkin elok ibuku dicerca para penjudi:
makan waris yang dibagi di kantong sendiri,
tak sudi sepeser iba singgah. hadiah ibuku yang getir mengalah:
diusir mengiya, dicaci pun sudah tak kerasa

gusar benar warta ibuku:
mengasing diri pun tetap tersangkut benalu

Mataram, 5 Februari 2026
 

KABEL LISTRIK YANG KUSUT

Kusut melilit
melingkar di dahan seperti spageti,
kabel listrik di atap kosku—
tak ada beda dari semrawut harian:
tubuh kerontang yang jatuh ringan
seperti kipas macet yang berdenyut lamban,
masih berseragam kegerahan
merayu mata yang sungkan ketiduran.

Kabel listrik itu
terombang-ambing angin tiap bertiup
dari selatan ke
markas teknisi yang sedang minum kopi,
tak dengar gadis-gadis ricuh umbar emosi
di instagram tanpa kurasi:
soal lampu mati yang tak kunjung dibenari.

Dan aku turut menggerutu
kena karma di rambutku
ikut kerukut
setelah dikeramas oleh
ibu, yang meronta-derita
pasal harga pasar yang tak kian menurut.

Mataram, 6 Februari 2026

.

Penulis: Yana Suryantari
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Perempuan dengan Tubuh yang Rentan

Next Post

0411 | Cerpen Yuditeha

Yana Suryantari

Yana Suryantari

Menetap di Kota Mataram, Lombok, NTB. Lahir pada 23 Juni 2004. Ia saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Beberapa puisi yang pernah ditulisnya yaitu Bayangan Musim Panas (buku antologi puisi bersama berjudul Variasi pada Tema Kematian, 2022) dan Anak Cerewet (buku himpunan puisi bersama berjudul Memasuki Ladang, 2025). Selain menulis puisi, Yana juga gemar meninjau artikel ilmiah, memotret, dan menari.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
0411 | Cerpen Yuditeha

0411 | Cerpen Yuditeha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng
Khas

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co