15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Yana Suryantari | Palet Pelukis

Yana Suryantari by Yana Suryantari
February 7, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Yana Suryantari  | Palet Pelukis

Yana Suryantari

PALET PELUKIS

saat kubalik:
kerak-lapis cat serupa pelangi
berjalin-lekuk seperti jaring

kuangkat:
terkelupas mudah seperti kulit para ibu
yang keriput usai mencuci baju

debu berhambur saat kubuka
kotak pasta yang beku
yang membuat gatal hidung
dan jari-jemari
seolah masih ingat cara
memelintir kuas
di atas
serat kanvas

cekung-cekungan menguning
seperti cetakan serabi
memanggil tuk dibasuh dengan minyak—
cat yang pudarnya mulai kentara oleh rontok rambut memutih

tapi
aku tak mampu
menolak bisik rayu
tuk kembali ke masa remaja dulu

Mataram, 3 Februari 2026
 

PELARIAN DI UJUNG JALAN PERUMAHAN

Satu persatu, kemeja pendek dan jeans potong,
merapat, menambal grafiti di tembok.
Rontok daun mangga di aspal,
terinjak-injak sandal,
hingga tinggal tulangnya saja.

Jam satu, tampak sepuluh.
Satu jam, jadi dua puluh.
Dari asbak baru hingga koran lusuh,
ikut hangus,
terbakar putung cerita
dan sindiran tawa.
Dari kisah bujang hingga inflasi harga,
membludak di kepala,
bercucur bergantian jadi
keringat di pelipis mata.

Gemuruh motor di seberang muka,
tidak cukup ramainya,
dari berisik panci di dapur,
tangis kecil yang minta susu,
dan cicilan rumah
yang terus memburu—
semua terlontar pintar
dari bibir-bibir enam senti,
kumis tipis dan olesan kopi
yang masih panas diseruput,
saking tak tahan mau memameri,
tekanan hidup yang memaksa kabur diri.

Mataram, 4 Februari 2026
 

PINTU RUANG RAPAT

terintip sengaja dari belakang
gonta-ganti motor berlalu lalang
tinggalkan klakson beriring asap
menikung gelisah di pinggir pengap
kaki dunia yang kocar-kacir dipacu balap

inginku selundupkan tubuh
ke celah yang hanya bisa dimasuki
rambat cahaya:
terik siang yang meraja

sudah bukan gurauan
siksaan haus dan lambung keroncongan
indra yang tak lagi duduk bersamaan
terdesak amuk kantuk dan lamunan
juga pastel hangat yang menganggur di tongkrongan
—sembari mendengar liput pimpinan
yang kian menjauh dari induk haluan

ah, kulonggarkan saja pundak ini
dari empuk yang tak lagi menggoda
lalu kurampas ganggang pintu
yang dingin dan kelabu
hingga engsel menyahut lebih dulu
melepas rantai diri yang makin ngilu
sejak minat sudah di ujung semu

Mataram, 5 Februari 2026
 

POSKO PENGAMBILAN PAKET MBG

ibu-ibu yang menumpuk kerjaan di timbangan laundry, perempuan-perempuan karir yang dipunggungi tenggat sejak pagi, ibu-ibu bersolek yang tanggalkan sepatu hak tinggi

kompak
raut muka serius dan alas kaki cap swallow
berderet antri dengan tabir surya di pipi melow
mengerubungi teras bertikar matras
alas kudapan balita yang ditakar pas

masih mending!
bukan ibu yang ramai agenda di ruang tamu
hingga terlewat menggendong anak ke posyandu:
aneh tetap menodong barisan depan
saat ditanya, “Ibu udah kebagian?”

masih mending juga!!
bukan istri berselonjor di karpet
jari mengetik, mulut gaduh berbisik
memindah jatah ke tas jinjing
sambil melengkung bibir, ramah menyapu
“Sudah langsung cair lima ribu!”

semua sama pinta, juga sama terima:
roti dan kukus agar anak tumbuh serius
arisan temu agar rumah lupa diurus
penenun rumpi yang tak rela gaji hangus
—tak bersekat, bagai pekarangan yang saling tembus.

Mataram, 6 Februari 2026
 

SEJARAH IBUKU

sudah lama ingin kubongkar
busuk perangai paman-kandungku
disekapnya protes ibuku di kandang ayam
yang tengik tainya merasuk tiap malam ke hidung ibuku
—yang kadang banjir ingus dan cibir ketus,
sebab tak makan hingga jadi kurus

sudah lama niat kupergoki
congkak gelagat dan biang keladi
istri-istri pamanku: main lempar babu jadi menantu,
sampai beranak tangis tersedu dan
ibuku di gelap membisu. kasih tak direstu, bakti tak disetuju
—pun darah sendiri bercecer jadi aib pilu

seandai belum diturunkan nasibku, tak mungkin elok ibuku dicerca para penjudi:
makan waris yang dibagi di kantong sendiri,
tak sudi sepeser iba singgah. hadiah ibuku yang getir mengalah:
diusir mengiya, dicaci pun sudah tak kerasa

gusar benar warta ibuku:
mengasing diri pun tetap tersangkut benalu

Mataram, 5 Februari 2026
 

KABEL LISTRIK YANG KUSUT

Kusut melilit
melingkar di dahan seperti spageti,
kabel listrik di atap kosku—
tak ada beda dari semrawut harian:
tubuh kerontang yang jatuh ringan
seperti kipas macet yang berdenyut lamban,
masih berseragam kegerahan
merayu mata yang sungkan ketiduran.

Kabel listrik itu
terombang-ambing angin tiap bertiup
dari selatan ke
markas teknisi yang sedang minum kopi,
tak dengar gadis-gadis ricuh umbar emosi
di instagram tanpa kurasi:
soal lampu mati yang tak kunjung dibenari.

Dan aku turut menggerutu
kena karma di rambutku
ikut kerukut
setelah dikeramas oleh
ibu, yang meronta-derita
pasal harga pasar yang tak kian menurut.

Mataram, 6 Februari 2026

.

Penulis: Yana Suryantari
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Perempuan dengan Tubuh yang Rentan

Next Post

0411 | Cerpen Yuditeha

Yana Suryantari

Yana Suryantari

Menetap di Kota Mataram, Lombok, NTB. Lahir pada 23 Juni 2004. Ia saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Beberapa puisi yang pernah ditulisnya yaitu Bayangan Musim Panas (buku antologi puisi bersama berjudul Variasi pada Tema Kematian, 2022) dan Anak Cerewet (buku himpunan puisi bersama berjudul Memasuki Ladang, 2025). Selain menulis puisi, Yana juga gemar meninjau artikel ilmiah, memotret, dan menari.

Related Posts

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails
Next Post
0411 | Cerpen Yuditeha

0411 | Cerpen Yuditeha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co