5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Yana Suryantari | Palet Pelukis

Yana Suryantari by Yana Suryantari
February 7, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Yana Suryantari  | Palet Pelukis

Yana Suryantari

PALET PELUKIS

saat kubalik:
kerak-lapis cat serupa pelangi
berjalin-lekuk seperti jaring

kuangkat:
terkelupas mudah seperti kulit para ibu
yang keriput usai mencuci baju

debu berhambur saat kubuka
kotak pasta yang beku
yang membuat gatal hidung
dan jari-jemari
seolah masih ingat cara
memelintir kuas
di atas
serat kanvas

cekung-cekungan menguning
seperti cetakan serabi
memanggil tuk dibasuh dengan minyak—
cat yang pudarnya mulai kentara oleh rontok rambut memutih

tapi
aku tak mampu
menolak bisik rayu
tuk kembali ke masa remaja dulu

Mataram, 3 Februari 2026
 

PELARIAN DI UJUNG JALAN PERUMAHAN

Satu persatu, kemeja pendek dan jeans potong,
merapat, menambal grafiti di tembok.
Rontok daun mangga di aspal,
terinjak-injak sandal,
hingga tinggal tulangnya saja.

Jam satu, tampak sepuluh.
Satu jam, jadi dua puluh.
Dari asbak baru hingga koran lusuh,
ikut hangus,
terbakar putung cerita
dan sindiran tawa.
Dari kisah bujang hingga inflasi harga,
membludak di kepala,
bercucur bergantian jadi
keringat di pelipis mata.

Gemuruh motor di seberang muka,
tidak cukup ramainya,
dari berisik panci di dapur,
tangis kecil yang minta susu,
dan cicilan rumah
yang terus memburu—
semua terlontar pintar
dari bibir-bibir enam senti,
kumis tipis dan olesan kopi
yang masih panas diseruput,
saking tak tahan mau memameri,
tekanan hidup yang memaksa kabur diri.

Mataram, 4 Februari 2026
 

PINTU RUANG RAPAT

terintip sengaja dari belakang
gonta-ganti motor berlalu lalang
tinggalkan klakson beriring asap
menikung gelisah di pinggir pengap
kaki dunia yang kocar-kacir dipacu balap

inginku selundupkan tubuh
ke celah yang hanya bisa dimasuki
rambat cahaya:
terik siang yang meraja

sudah bukan gurauan
siksaan haus dan lambung keroncongan
indra yang tak lagi duduk bersamaan
terdesak amuk kantuk dan lamunan
juga pastel hangat yang menganggur di tongkrongan
—sembari mendengar liput pimpinan
yang kian menjauh dari induk haluan

ah, kulonggarkan saja pundak ini
dari empuk yang tak lagi menggoda
lalu kurampas ganggang pintu
yang dingin dan kelabu
hingga engsel menyahut lebih dulu
melepas rantai diri yang makin ngilu
sejak minat sudah di ujung semu

Mataram, 5 Februari 2026
 

POSKO PENGAMBILAN PAKET MBG

ibu-ibu yang menumpuk kerjaan di timbangan laundry, perempuan-perempuan karir yang dipunggungi tenggat sejak pagi, ibu-ibu bersolek yang tanggalkan sepatu hak tinggi

kompak
raut muka serius dan alas kaki cap swallow
berderet antri dengan tabir surya di pipi melow
mengerubungi teras bertikar matras
alas kudapan balita yang ditakar pas

masih mending!
bukan ibu yang ramai agenda di ruang tamu
hingga terlewat menggendong anak ke posyandu:
aneh tetap menodong barisan depan
saat ditanya, “Ibu udah kebagian?”

masih mending juga!!
bukan istri berselonjor di karpet
jari mengetik, mulut gaduh berbisik
memindah jatah ke tas jinjing
sambil melengkung bibir, ramah menyapu
“Sudah langsung cair lima ribu!”

semua sama pinta, juga sama terima:
roti dan kukus agar anak tumbuh serius
arisan temu agar rumah lupa diurus
penenun rumpi yang tak rela gaji hangus
—tak bersekat, bagai pekarangan yang saling tembus.

Mataram, 6 Februari 2026
 

SEJARAH IBUKU

sudah lama ingin kubongkar
busuk perangai paman-kandungku
disekapnya protes ibuku di kandang ayam
yang tengik tainya merasuk tiap malam ke hidung ibuku
—yang kadang banjir ingus dan cibir ketus,
sebab tak makan hingga jadi kurus

sudah lama niat kupergoki
congkak gelagat dan biang keladi
istri-istri pamanku: main lempar babu jadi menantu,
sampai beranak tangis tersedu dan
ibuku di gelap membisu. kasih tak direstu, bakti tak disetuju
—pun darah sendiri bercecer jadi aib pilu

seandai belum diturunkan nasibku, tak mungkin elok ibuku dicerca para penjudi:
makan waris yang dibagi di kantong sendiri,
tak sudi sepeser iba singgah. hadiah ibuku yang getir mengalah:
diusir mengiya, dicaci pun sudah tak kerasa

gusar benar warta ibuku:
mengasing diri pun tetap tersangkut benalu

Mataram, 5 Februari 2026
 

KABEL LISTRIK YANG KUSUT

Kusut melilit
melingkar di dahan seperti spageti,
kabel listrik di atap kosku—
tak ada beda dari semrawut harian:
tubuh kerontang yang jatuh ringan
seperti kipas macet yang berdenyut lamban,
masih berseragam kegerahan
merayu mata yang sungkan ketiduran.

Kabel listrik itu
terombang-ambing angin tiap bertiup
dari selatan ke
markas teknisi yang sedang minum kopi,
tak dengar gadis-gadis ricuh umbar emosi
di instagram tanpa kurasi:
soal lampu mati yang tak kunjung dibenari.

Dan aku turut menggerutu
kena karma di rambutku
ikut kerukut
setelah dikeramas oleh
ibu, yang meronta-derita
pasal harga pasar yang tak kian menurut.

Mataram, 6 Februari 2026

.

Penulis: Yana Suryantari
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Perempuan dengan Tubuh yang Rentan

Next Post

0411 | Cerpen Yuditeha

Yana Suryantari

Yana Suryantari

Menetap di Kota Mataram, Lombok, NTB. Lahir pada 23 Juni 2004. Ia saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Beberapa puisi yang pernah ditulisnya yaitu Bayangan Musim Panas (buku antologi puisi bersama berjudul Variasi pada Tema Kematian, 2022) dan Anak Cerewet (buku himpunan puisi bersama berjudul Memasuki Ladang, 2025). Selain menulis puisi, Yana juga gemar meninjau artikel ilmiah, memotret, dan menari.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
0411 | Cerpen Yuditeha

0411 | Cerpen Yuditeha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co