2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencegah Kanker dengan Gaya Hidup Sehat dan Gizi Seimbang — Refleksi Hari Kanker Sedunia 2026

I Putu Suiraoka by I Putu Suiraoka
February 5, 2026
in Esai
Mencegah Kanker dengan Gaya Hidup Sehat dan Gizi Seimbang — Refleksi Hari Kanker Sedunia 2026

Ilustrasi tatkala.co | Canva

KETIKA kanker memasuki kehidupan seseorang, jarang ada yang benar-benar siap menghadapinya. Vonis kanker yang kerap kali datang tiba-tiba, menggoyahkan bahkan mengguncang rencana, kebiasaan sehari-hari, bahkan cara seseorang membayangkan masa depannya. Menjadi penyintas kanker bukanlah kisah singkat, tetapi rangkaian perjalanan panjang yang menuntut daya tahan tubuh, kekuatan batin, dan kestabilan emosi. Setiap fase terapi menghadirkan ujian berbeda—dari rasa lelah berkepanjangan, nyeri, sampai perubahan fisik yang dapat memengaruhi kepercayaan diri serta mutu hidup.

Bagi mereka yang mendampingi, beban yang dirasakan juga besar. Mendampingi penyintas berarti belajar tegar di tengah ketidakpastian, merawat optimisme saat hasil belum menentu, serta menata ulang irama kehidupan keluarga. Tersimpan kegelisahan yang jarang diungkap, keletihan yang kerap dipendam, dan usaha tanpa henti untuk tetap ada bagi orang tercinta, walau diri sendiri pun sebenarnya rentan. Dalam situasi ini, kanker tidak semata menjadi persoalan kesehatan, melainkan juga tekanan emosional dan sosial yang dipikul bersama.

Di sanalah kita belajar bahwa pencegahan bukan sekadar pilihan hidup sehat, melainkan sebuah harapan. Harapan agar lebih sedikit individu dan keluarga harus menjalani jalan yang berat ini. Refleksi inilah yang menjadikan pencegahan—melalui gaya hidup sehat dan gizi seimbang—bukan hanya rekomendasi kesehatan, tetapi sebuah ikhtiar kemanusiaan.

Setiap tanggal 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran, mendorong pencegahan, serta memperkuat solidaritas dalam menghadapi kanker. Tema Hari Kanker Sedunia 2026, United by Unique, mengingatkan bahwa setiap individu memiliki pengalaman yang berbeda dalam menghadapi kanker, namun disatukan oleh tujuan yang sama: hidup lebih sehat, lebih adil, dan lebih bermakna.

Di Indonesia, refleksi Hari Kanker Sedunia menjadi semakin relevan mengingat beban kanker yang terus meningkat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi tumor atau kanker meningkat dari 1,4 per 1.000 penduduk pada 2013 menjadi sekitar 1,8 per 1.000 penduduk pada 2018. Sementara itu, data Globocan mencatat ratusan ribu kasus baru kanker setiap tahunnya, dengan kanker payudara dan serviks pada perempuan serta kanker paru dan kolorektal pada laki-laki sebagai jenis yang paling banyak ditemukan. Fakta ini menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak bisa ditunda lagi dan harus dimulai dari faktor yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: gaya hidup dan gizi.

Kanker, Gaya Hidup, dan Pilihan Sehari-hari

Kanker bukan semata-mata persoalan genetika atau takdir. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa gaya hidup berperan besar dalam meningkatkan maupun menurunkan risiko kanker. Merokok, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, serta pola makan yang tidak seimbang merupakan faktor risiko utama yang sebenarnya dapat dimodifikasi.

Dalam kerangka ini, asupan gizi yang seimbang menjadi faktor yang sangat penting. Pola konsumsi yang banyak bertumpu pada pangan dengan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh yang tinggi, semakin lazim di era dewasa ini dan turut meningkatkan risiko penyakit tidak menular, termasuk kanker. Sebaliknya, pola makan yang menekankan buah dan sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta sumber protein bermutu membantu menjaga kesehatan sel dan memberi efek perlindungan bagi tubuh dalam jangka panjang.

Peran Gizi Seimbang dalam Pencegahan Kanker

Gizi yang seimbang bekerja melalui rangkaian proses biologis kompleks yang saling mendukung satu sama lain, dan ini didukung oleh bukti empiris dari penelitian ilmiah. Misalnya, buah-buahan dan sayuran kaya akan antioksidan seperti vitamin C, karotenoid, dan polifenol yang secara biologis melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan DNA yang disebabkan oleh radikal bebas. Hal ini tentunya menjadi satu mekanisme penting dalam pencegahan kanker. Penelitian global menunjukkan bahwa rendahnya asupan buah dan sayuran dikaitkan dengan persentase kematian akibat kanker dan penyakit tidak menular lainnya, yang menunjukkan pentingnya antioksidan dalam diet untuk kesehatan jangka panjang.

Selain itu, serat makanan dari biji-bijian utuh, buah, dan sayuran memiliki peran penting dalam menjaga fungsi saluran cerna, memperlancar pencernaan, serta membantu mengatur metabolisme hormon dan kadar gula darah. Pola metabolik yang tidak seimbang, seperti obesitas dan resistensi insulin telah terbukti secara ilmiah meningkatkan risiko beberapa jenis kanker karena pengaruhnya terhadap peradangan kronis dan regulasi hormon. Dengan demikian, diet seimbang tidak hanya memenuhi kebutuhan energi harian, tetapi juga berfungsi sebagai strategi biologis yang berdasar bukti untuk menjaga keseimbangan internal tubuh dan mengurangi risiko penyakit jangka panjang termasuk kanker.

Gizi, Berat Badan, dan Risiko Kanker

Kelebihan berat badan dan obesitas sekarang makin sering dikaitkan dengan risiko kanker. Lemak tubuh yang berlebih ternyata tidak hanya “diam” di dalam tubuh, tetapi bisa memicu peradangan ringan yang terjadi terus-menerus. Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat tubuh berada dalam situasi yang kurang sehat dan memberi peluang bagi sel-sel abnormal untuk tumbuh. Obesitas juga berhubungan dengan perubahan hormon dan kadar gula darah yang tidak stabil, yang pada beberapa jenis kanker dapat memperbesar risiko.

Di Indonesia, jumlah orang dengan berat badan berlebih terus meningkat. Pola makan yang tinggi kalori tapi rendah gizi, kebiasaan minum minuman manis, porsi makan yang berlebihan, serta gaya hidup yang makin minim gerak ikut berperan. Banyak orang menghabiskan waktu duduk berjam-jam baik di kantor, di kendaraan, atau bahkan di depan gawai, yang umumnya tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup. Perubahan gaya hidup inilah yang pelan-pelan mendorong naiknya angka obesitas di berbagai usia.

Langkah pencegahan sebenarnya cukup dekat dengan keseharian kita. Menerapkan pola makan gizi seimbang dengan lebih banyak sayur, buah, sumber protein yang baik, dan membatasi makanan tinggi gula, garam, serta lemak tentunya akan menjadi awal yang kuat. Ditambah dengan kebiasaan aktif bergerak, seperti jalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan yang dilakukan rutin, tubuh bisa lebih mudah menjaga berat badan tetap ideal.

Menjaga berat badan sehat bukan sekadar urusan penampilan, tetapi soal merawat tubuh agar tetap kuat dalam jangka panjang. Berat badan yang terkontrol membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker. Jadi, langkah sederhana seperti memilih makanan yang lebih sehat dan lebih sering bergerak setiap hari sebenarnya adalah investasi besar untuk masa depan kesehatan kita.

Peran Gizi Tidak Berhenti pada Pencegahan

Peran gizi tidak berhenti pada upaya pencegahan, tetapi tetap penting setelah seseorang didiagnosis kanker. Banyak pasien mengalami penurunan selera makan, berat badan yang terus turun, bahkan kekurangan gizi. Kondisi ini bisa membuat tubuh semakin lemah, proses pemulihan melambat, dan terapi menjadi terasa lebih berat. Karena itu, asupan makan yang tepat membantu menjaga tenaga, memperkuat daya tahan tubuh, dan membuat pasien merasa lebih nyaman menjalani pengobatan.

Dalam praktiknya, pemenuhan gizi bagi pasien kanker tidak bisa disamaratakan. Setiap orang memiliki kondisi tubuh, efek samping terapi, kebiasaan makan, dan latar budaya yang berbeda. Ada pasien yang sulit makan karena mual, ada yang cepat kenyang, ada pula yang mengalami perubahan rasa pada makanan. Semua ini perlu dipahami agar strategi makan bisa benar-benar membantu, bukan sekadar memenuhi anjuran umum.

Sejalan dengan semangat United by Unique, pendekatan gizi sebaiknya disesuaikan secara personal. Artinya, rencana makan dibuat berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing pasien, dengan mempertimbangkan makanan yang familiar, mudah diterima, dan sesuai kondisi kesehatannya. Dengan pendekatan yang lebih individual, dukungan gizi tidak hanya membantu kondisi fisik, tetapi juga memberi rasa diperhatikan dan didampingi dalam proses pengobatan.

Pencegahan Kanker sebagai Tanggung Jawab Bersama

Hari Kanker Sedunia mengingatkan bahwa pencegahan kanker bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan. Edukasi gizi dan promosi gaya hidup sehat perlu melibatkan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan komunitas. Meja makan keluarga, kantin sekolah, dan pilihan pangan sehari-hari merupakan ruang strategis untuk membangun kebiasaan sehat sejak dini.

Tanpa lingkungan yang mendukung, perubahan perilaku individu akan sulit dipertahankan. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar gizi dan berorientasi pada pencegahan penyakit.

Penutup

Di tengah meningkatnya beban kanker di Indonesia, gaya hidup sehat dan gizi seimbang merupakan strategi pencegahan yang rasional, terjangkau, dan berkelanjutan. Meskipun tidak semua kanker dapat dicegah, bukti ilmiah menunjukkan bahwa risiko dapat ditekan melalui pilihan hidup yang lebih sehat. Pada Hari Kanker Sedunia 2026, refleksi ini menjadi pengingat bahwa upaya melawan kanker tidak selalu dimulai di ruang perawatan atau teknologi canggih, melainkan dari keputusan sederhana yang kita ambil setiap hari—apa yang kita makan, bagaimana kita bergerak, dan bagaimana kita merawat tubuh sendiri.

Dalam perspektif kebijakan kesehatan publik, pencegahan kanker melalui gaya hidup sehat dan gizi seimbang perlu ditempatkan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tanggung jawab individu. Pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat integrasi edukasi gizi dalam program pencegahan penyakit tidak menular, mulai dari layanan kesehatan primer, sekolah, hingga komunitas. Kebijakan pangan yang mendorong ketersediaan dan keterjangkauan pangan sehat, pengendalian pemasaran makanan ultra-olahan, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam konseling gizi preventif merupakan langkah strategis yang berdampak luas. Tanpa pendekatan kebijakan yang sistemik dan berkelanjutan, beban kanker akan terus meningkat dan menekan sistem kesehatan nasional. Hari Kanker Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pencegahan kanker harus dimulai dari hulu—melalui kebijakan yang berpihak pada hidup sehat. [T]

Penulis: I Putu Suiraoka
Editor: Adnyana Ole

Tags: giziHari Kanker Seduniakesehatanmakanan bergizi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Saat Kokurikuler Menjadi Gerakan: ‘ECO-VOICES’ dan Suara Bumi dari Generasi Muda Griasta

Next Post

Misteri Lukisan yang Hidup

I Putu Suiraoka

I Putu Suiraoka

Dr. I Putu Suiraoka, M.Kes., dosen di jurusan Gizi, Poltekkes Denpasar

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Meninggal Seperti Pepes Ikan

Misteri Lukisan yang Hidup

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co