24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencegah Kanker dengan Gaya Hidup Sehat dan Gizi Seimbang — Refleksi Hari Kanker Sedunia 2026

I Putu Suiraoka by I Putu Suiraoka
February 5, 2026
in Esai
Mencegah Kanker dengan Gaya Hidup Sehat dan Gizi Seimbang — Refleksi Hari Kanker Sedunia 2026

Ilustrasi tatkala.co | Canva

KETIKA kanker memasuki kehidupan seseorang, jarang ada yang benar-benar siap menghadapinya. Vonis kanker yang kerap kali datang tiba-tiba, menggoyahkan bahkan mengguncang rencana, kebiasaan sehari-hari, bahkan cara seseorang membayangkan masa depannya. Menjadi penyintas kanker bukanlah kisah singkat, tetapi rangkaian perjalanan panjang yang menuntut daya tahan tubuh, kekuatan batin, dan kestabilan emosi. Setiap fase terapi menghadirkan ujian berbeda—dari rasa lelah berkepanjangan, nyeri, sampai perubahan fisik yang dapat memengaruhi kepercayaan diri serta mutu hidup.

Bagi mereka yang mendampingi, beban yang dirasakan juga besar. Mendampingi penyintas berarti belajar tegar di tengah ketidakpastian, merawat optimisme saat hasil belum menentu, serta menata ulang irama kehidupan keluarga. Tersimpan kegelisahan yang jarang diungkap, keletihan yang kerap dipendam, dan usaha tanpa henti untuk tetap ada bagi orang tercinta, walau diri sendiri pun sebenarnya rentan. Dalam situasi ini, kanker tidak semata menjadi persoalan kesehatan, melainkan juga tekanan emosional dan sosial yang dipikul bersama.

Di sanalah kita belajar bahwa pencegahan bukan sekadar pilihan hidup sehat, melainkan sebuah harapan. Harapan agar lebih sedikit individu dan keluarga harus menjalani jalan yang berat ini. Refleksi inilah yang menjadikan pencegahan—melalui gaya hidup sehat dan gizi seimbang—bukan hanya rekomendasi kesehatan, tetapi sebuah ikhtiar kemanusiaan.

Setiap tanggal 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran, mendorong pencegahan, serta memperkuat solidaritas dalam menghadapi kanker. Tema Hari Kanker Sedunia 2026, United by Unique, mengingatkan bahwa setiap individu memiliki pengalaman yang berbeda dalam menghadapi kanker, namun disatukan oleh tujuan yang sama: hidup lebih sehat, lebih adil, dan lebih bermakna.

Di Indonesia, refleksi Hari Kanker Sedunia menjadi semakin relevan mengingat beban kanker yang terus meningkat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi tumor atau kanker meningkat dari 1,4 per 1.000 penduduk pada 2013 menjadi sekitar 1,8 per 1.000 penduduk pada 2018. Sementara itu, data Globocan mencatat ratusan ribu kasus baru kanker setiap tahunnya, dengan kanker payudara dan serviks pada perempuan serta kanker paru dan kolorektal pada laki-laki sebagai jenis yang paling banyak ditemukan. Fakta ini menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak bisa ditunda lagi dan harus dimulai dari faktor yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: gaya hidup dan gizi.

Kanker, Gaya Hidup, dan Pilihan Sehari-hari

Kanker bukan semata-mata persoalan genetika atau takdir. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa gaya hidup berperan besar dalam meningkatkan maupun menurunkan risiko kanker. Merokok, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, serta pola makan yang tidak seimbang merupakan faktor risiko utama yang sebenarnya dapat dimodifikasi.

Dalam kerangka ini, asupan gizi yang seimbang menjadi faktor yang sangat penting. Pola konsumsi yang banyak bertumpu pada pangan dengan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh yang tinggi, semakin lazim di era dewasa ini dan turut meningkatkan risiko penyakit tidak menular, termasuk kanker. Sebaliknya, pola makan yang menekankan buah dan sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta sumber protein bermutu membantu menjaga kesehatan sel dan memberi efek perlindungan bagi tubuh dalam jangka panjang.

Peran Gizi Seimbang dalam Pencegahan Kanker

Gizi yang seimbang bekerja melalui rangkaian proses biologis kompleks yang saling mendukung satu sama lain, dan ini didukung oleh bukti empiris dari penelitian ilmiah. Misalnya, buah-buahan dan sayuran kaya akan antioksidan seperti vitamin C, karotenoid, dan polifenol yang secara biologis melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan DNA yang disebabkan oleh radikal bebas. Hal ini tentunya menjadi satu mekanisme penting dalam pencegahan kanker. Penelitian global menunjukkan bahwa rendahnya asupan buah dan sayuran dikaitkan dengan persentase kematian akibat kanker dan penyakit tidak menular lainnya, yang menunjukkan pentingnya antioksidan dalam diet untuk kesehatan jangka panjang.

Selain itu, serat makanan dari biji-bijian utuh, buah, dan sayuran memiliki peran penting dalam menjaga fungsi saluran cerna, memperlancar pencernaan, serta membantu mengatur metabolisme hormon dan kadar gula darah. Pola metabolik yang tidak seimbang, seperti obesitas dan resistensi insulin telah terbukti secara ilmiah meningkatkan risiko beberapa jenis kanker karena pengaruhnya terhadap peradangan kronis dan regulasi hormon. Dengan demikian, diet seimbang tidak hanya memenuhi kebutuhan energi harian, tetapi juga berfungsi sebagai strategi biologis yang berdasar bukti untuk menjaga keseimbangan internal tubuh dan mengurangi risiko penyakit jangka panjang termasuk kanker.

Gizi, Berat Badan, dan Risiko Kanker

Kelebihan berat badan dan obesitas sekarang makin sering dikaitkan dengan risiko kanker. Lemak tubuh yang berlebih ternyata tidak hanya “diam” di dalam tubuh, tetapi bisa memicu peradangan ringan yang terjadi terus-menerus. Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat tubuh berada dalam situasi yang kurang sehat dan memberi peluang bagi sel-sel abnormal untuk tumbuh. Obesitas juga berhubungan dengan perubahan hormon dan kadar gula darah yang tidak stabil, yang pada beberapa jenis kanker dapat memperbesar risiko.

Di Indonesia, jumlah orang dengan berat badan berlebih terus meningkat. Pola makan yang tinggi kalori tapi rendah gizi, kebiasaan minum minuman manis, porsi makan yang berlebihan, serta gaya hidup yang makin minim gerak ikut berperan. Banyak orang menghabiskan waktu duduk berjam-jam baik di kantor, di kendaraan, atau bahkan di depan gawai, yang umumnya tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup. Perubahan gaya hidup inilah yang pelan-pelan mendorong naiknya angka obesitas di berbagai usia.

Langkah pencegahan sebenarnya cukup dekat dengan keseharian kita. Menerapkan pola makan gizi seimbang dengan lebih banyak sayur, buah, sumber protein yang baik, dan membatasi makanan tinggi gula, garam, serta lemak tentunya akan menjadi awal yang kuat. Ditambah dengan kebiasaan aktif bergerak, seperti jalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan yang dilakukan rutin, tubuh bisa lebih mudah menjaga berat badan tetap ideal.

Menjaga berat badan sehat bukan sekadar urusan penampilan, tetapi soal merawat tubuh agar tetap kuat dalam jangka panjang. Berat badan yang terkontrol membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker. Jadi, langkah sederhana seperti memilih makanan yang lebih sehat dan lebih sering bergerak setiap hari sebenarnya adalah investasi besar untuk masa depan kesehatan kita.

Peran Gizi Tidak Berhenti pada Pencegahan

Peran gizi tidak berhenti pada upaya pencegahan, tetapi tetap penting setelah seseorang didiagnosis kanker. Banyak pasien mengalami penurunan selera makan, berat badan yang terus turun, bahkan kekurangan gizi. Kondisi ini bisa membuat tubuh semakin lemah, proses pemulihan melambat, dan terapi menjadi terasa lebih berat. Karena itu, asupan makan yang tepat membantu menjaga tenaga, memperkuat daya tahan tubuh, dan membuat pasien merasa lebih nyaman menjalani pengobatan.

Dalam praktiknya, pemenuhan gizi bagi pasien kanker tidak bisa disamaratakan. Setiap orang memiliki kondisi tubuh, efek samping terapi, kebiasaan makan, dan latar budaya yang berbeda. Ada pasien yang sulit makan karena mual, ada yang cepat kenyang, ada pula yang mengalami perubahan rasa pada makanan. Semua ini perlu dipahami agar strategi makan bisa benar-benar membantu, bukan sekadar memenuhi anjuran umum.

Sejalan dengan semangat United by Unique, pendekatan gizi sebaiknya disesuaikan secara personal. Artinya, rencana makan dibuat berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing pasien, dengan mempertimbangkan makanan yang familiar, mudah diterima, dan sesuai kondisi kesehatannya. Dengan pendekatan yang lebih individual, dukungan gizi tidak hanya membantu kondisi fisik, tetapi juga memberi rasa diperhatikan dan didampingi dalam proses pengobatan.

Pencegahan Kanker sebagai Tanggung Jawab Bersama

Hari Kanker Sedunia mengingatkan bahwa pencegahan kanker bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan. Edukasi gizi dan promosi gaya hidup sehat perlu melibatkan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan komunitas. Meja makan keluarga, kantin sekolah, dan pilihan pangan sehari-hari merupakan ruang strategis untuk membangun kebiasaan sehat sejak dini.

Tanpa lingkungan yang mendukung, perubahan perilaku individu akan sulit dipertahankan. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar gizi dan berorientasi pada pencegahan penyakit.

Penutup

Di tengah meningkatnya beban kanker di Indonesia, gaya hidup sehat dan gizi seimbang merupakan strategi pencegahan yang rasional, terjangkau, dan berkelanjutan. Meskipun tidak semua kanker dapat dicegah, bukti ilmiah menunjukkan bahwa risiko dapat ditekan melalui pilihan hidup yang lebih sehat. Pada Hari Kanker Sedunia 2026, refleksi ini menjadi pengingat bahwa upaya melawan kanker tidak selalu dimulai di ruang perawatan atau teknologi canggih, melainkan dari keputusan sederhana yang kita ambil setiap hari—apa yang kita makan, bagaimana kita bergerak, dan bagaimana kita merawat tubuh sendiri.

Dalam perspektif kebijakan kesehatan publik, pencegahan kanker melalui gaya hidup sehat dan gizi seimbang perlu ditempatkan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tanggung jawab individu. Pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat integrasi edukasi gizi dalam program pencegahan penyakit tidak menular, mulai dari layanan kesehatan primer, sekolah, hingga komunitas. Kebijakan pangan yang mendorong ketersediaan dan keterjangkauan pangan sehat, pengendalian pemasaran makanan ultra-olahan, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam konseling gizi preventif merupakan langkah strategis yang berdampak luas. Tanpa pendekatan kebijakan yang sistemik dan berkelanjutan, beban kanker akan terus meningkat dan menekan sistem kesehatan nasional. Hari Kanker Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pencegahan kanker harus dimulai dari hulu—melalui kebijakan yang berpihak pada hidup sehat. [T]

Penulis: I Putu Suiraoka
Editor: Adnyana Ole

Tags: giziHari Kanker Seduniakesehatanmakanan bergizi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Saat Kokurikuler Menjadi Gerakan: ‘ECO-VOICES’ dan Suara Bumi dari Generasi Muda Griasta

Next Post

Misteri Lukisan yang Hidup

I Putu Suiraoka

I Putu Suiraoka

Dr. I Putu Suiraoka, M.Kes., dosen di jurusan Gizi, Poltekkes Denpasar

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Meninggal Seperti Pepes Ikan

Misteri Lukisan yang Hidup

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co