2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencegah Kanker dengan Gaya Hidup Sehat dan Gizi Seimbang — Refleksi Hari Kanker Sedunia 2026

I Putu Suiraoka by I Putu Suiraoka
February 5, 2026
in Esai
Mencegah Kanker dengan Gaya Hidup Sehat dan Gizi Seimbang — Refleksi Hari Kanker Sedunia 2026

Ilustrasi tatkala.co | Canva

KETIKA kanker memasuki kehidupan seseorang, jarang ada yang benar-benar siap menghadapinya. Vonis kanker yang kerap kali datang tiba-tiba, menggoyahkan bahkan mengguncang rencana, kebiasaan sehari-hari, bahkan cara seseorang membayangkan masa depannya. Menjadi penyintas kanker bukanlah kisah singkat, tetapi rangkaian perjalanan panjang yang menuntut daya tahan tubuh, kekuatan batin, dan kestabilan emosi. Setiap fase terapi menghadirkan ujian berbeda—dari rasa lelah berkepanjangan, nyeri, sampai perubahan fisik yang dapat memengaruhi kepercayaan diri serta mutu hidup.

Bagi mereka yang mendampingi, beban yang dirasakan juga besar. Mendampingi penyintas berarti belajar tegar di tengah ketidakpastian, merawat optimisme saat hasil belum menentu, serta menata ulang irama kehidupan keluarga. Tersimpan kegelisahan yang jarang diungkap, keletihan yang kerap dipendam, dan usaha tanpa henti untuk tetap ada bagi orang tercinta, walau diri sendiri pun sebenarnya rentan. Dalam situasi ini, kanker tidak semata menjadi persoalan kesehatan, melainkan juga tekanan emosional dan sosial yang dipikul bersama.

Di sanalah kita belajar bahwa pencegahan bukan sekadar pilihan hidup sehat, melainkan sebuah harapan. Harapan agar lebih sedikit individu dan keluarga harus menjalani jalan yang berat ini. Refleksi inilah yang menjadikan pencegahan—melalui gaya hidup sehat dan gizi seimbang—bukan hanya rekomendasi kesehatan, tetapi sebuah ikhtiar kemanusiaan.

Setiap tanggal 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran, mendorong pencegahan, serta memperkuat solidaritas dalam menghadapi kanker. Tema Hari Kanker Sedunia 2026, United by Unique, mengingatkan bahwa setiap individu memiliki pengalaman yang berbeda dalam menghadapi kanker, namun disatukan oleh tujuan yang sama: hidup lebih sehat, lebih adil, dan lebih bermakna.

Di Indonesia, refleksi Hari Kanker Sedunia menjadi semakin relevan mengingat beban kanker yang terus meningkat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi tumor atau kanker meningkat dari 1,4 per 1.000 penduduk pada 2013 menjadi sekitar 1,8 per 1.000 penduduk pada 2018. Sementara itu, data Globocan mencatat ratusan ribu kasus baru kanker setiap tahunnya, dengan kanker payudara dan serviks pada perempuan serta kanker paru dan kolorektal pada laki-laki sebagai jenis yang paling banyak ditemukan. Fakta ini menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak bisa ditunda lagi dan harus dimulai dari faktor yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: gaya hidup dan gizi.

Kanker, Gaya Hidup, dan Pilihan Sehari-hari

Kanker bukan semata-mata persoalan genetika atau takdir. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa gaya hidup berperan besar dalam meningkatkan maupun menurunkan risiko kanker. Merokok, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, serta pola makan yang tidak seimbang merupakan faktor risiko utama yang sebenarnya dapat dimodifikasi.

Dalam kerangka ini, asupan gizi yang seimbang menjadi faktor yang sangat penting. Pola konsumsi yang banyak bertumpu pada pangan dengan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh yang tinggi, semakin lazim di era dewasa ini dan turut meningkatkan risiko penyakit tidak menular, termasuk kanker. Sebaliknya, pola makan yang menekankan buah dan sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta sumber protein bermutu membantu menjaga kesehatan sel dan memberi efek perlindungan bagi tubuh dalam jangka panjang.

Peran Gizi Seimbang dalam Pencegahan Kanker

Gizi yang seimbang bekerja melalui rangkaian proses biologis kompleks yang saling mendukung satu sama lain, dan ini didukung oleh bukti empiris dari penelitian ilmiah. Misalnya, buah-buahan dan sayuran kaya akan antioksidan seperti vitamin C, karotenoid, dan polifenol yang secara biologis melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan DNA yang disebabkan oleh radikal bebas. Hal ini tentunya menjadi satu mekanisme penting dalam pencegahan kanker. Penelitian global menunjukkan bahwa rendahnya asupan buah dan sayuran dikaitkan dengan persentase kematian akibat kanker dan penyakit tidak menular lainnya, yang menunjukkan pentingnya antioksidan dalam diet untuk kesehatan jangka panjang.

Selain itu, serat makanan dari biji-bijian utuh, buah, dan sayuran memiliki peran penting dalam menjaga fungsi saluran cerna, memperlancar pencernaan, serta membantu mengatur metabolisme hormon dan kadar gula darah. Pola metabolik yang tidak seimbang, seperti obesitas dan resistensi insulin telah terbukti secara ilmiah meningkatkan risiko beberapa jenis kanker karena pengaruhnya terhadap peradangan kronis dan regulasi hormon. Dengan demikian, diet seimbang tidak hanya memenuhi kebutuhan energi harian, tetapi juga berfungsi sebagai strategi biologis yang berdasar bukti untuk menjaga keseimbangan internal tubuh dan mengurangi risiko penyakit jangka panjang termasuk kanker.

Gizi, Berat Badan, dan Risiko Kanker

Kelebihan berat badan dan obesitas sekarang makin sering dikaitkan dengan risiko kanker. Lemak tubuh yang berlebih ternyata tidak hanya “diam” di dalam tubuh, tetapi bisa memicu peradangan ringan yang terjadi terus-menerus. Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat tubuh berada dalam situasi yang kurang sehat dan memberi peluang bagi sel-sel abnormal untuk tumbuh. Obesitas juga berhubungan dengan perubahan hormon dan kadar gula darah yang tidak stabil, yang pada beberapa jenis kanker dapat memperbesar risiko.

Di Indonesia, jumlah orang dengan berat badan berlebih terus meningkat. Pola makan yang tinggi kalori tapi rendah gizi, kebiasaan minum minuman manis, porsi makan yang berlebihan, serta gaya hidup yang makin minim gerak ikut berperan. Banyak orang menghabiskan waktu duduk berjam-jam baik di kantor, di kendaraan, atau bahkan di depan gawai, yang umumnya tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup. Perubahan gaya hidup inilah yang pelan-pelan mendorong naiknya angka obesitas di berbagai usia.

Langkah pencegahan sebenarnya cukup dekat dengan keseharian kita. Menerapkan pola makan gizi seimbang dengan lebih banyak sayur, buah, sumber protein yang baik, dan membatasi makanan tinggi gula, garam, serta lemak tentunya akan menjadi awal yang kuat. Ditambah dengan kebiasaan aktif bergerak, seperti jalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan yang dilakukan rutin, tubuh bisa lebih mudah menjaga berat badan tetap ideal.

Menjaga berat badan sehat bukan sekadar urusan penampilan, tetapi soal merawat tubuh agar tetap kuat dalam jangka panjang. Berat badan yang terkontrol membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker. Jadi, langkah sederhana seperti memilih makanan yang lebih sehat dan lebih sering bergerak setiap hari sebenarnya adalah investasi besar untuk masa depan kesehatan kita.

Peran Gizi Tidak Berhenti pada Pencegahan

Peran gizi tidak berhenti pada upaya pencegahan, tetapi tetap penting setelah seseorang didiagnosis kanker. Banyak pasien mengalami penurunan selera makan, berat badan yang terus turun, bahkan kekurangan gizi. Kondisi ini bisa membuat tubuh semakin lemah, proses pemulihan melambat, dan terapi menjadi terasa lebih berat. Karena itu, asupan makan yang tepat membantu menjaga tenaga, memperkuat daya tahan tubuh, dan membuat pasien merasa lebih nyaman menjalani pengobatan.

Dalam praktiknya, pemenuhan gizi bagi pasien kanker tidak bisa disamaratakan. Setiap orang memiliki kondisi tubuh, efek samping terapi, kebiasaan makan, dan latar budaya yang berbeda. Ada pasien yang sulit makan karena mual, ada yang cepat kenyang, ada pula yang mengalami perubahan rasa pada makanan. Semua ini perlu dipahami agar strategi makan bisa benar-benar membantu, bukan sekadar memenuhi anjuran umum.

Sejalan dengan semangat United by Unique, pendekatan gizi sebaiknya disesuaikan secara personal. Artinya, rencana makan dibuat berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing pasien, dengan mempertimbangkan makanan yang familiar, mudah diterima, dan sesuai kondisi kesehatannya. Dengan pendekatan yang lebih individual, dukungan gizi tidak hanya membantu kondisi fisik, tetapi juga memberi rasa diperhatikan dan didampingi dalam proses pengobatan.

Pencegahan Kanker sebagai Tanggung Jawab Bersama

Hari Kanker Sedunia mengingatkan bahwa pencegahan kanker bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan. Edukasi gizi dan promosi gaya hidup sehat perlu melibatkan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan komunitas. Meja makan keluarga, kantin sekolah, dan pilihan pangan sehari-hari merupakan ruang strategis untuk membangun kebiasaan sehat sejak dini.

Tanpa lingkungan yang mendukung, perubahan perilaku individu akan sulit dipertahankan. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar gizi dan berorientasi pada pencegahan penyakit.

Penutup

Di tengah meningkatnya beban kanker di Indonesia, gaya hidup sehat dan gizi seimbang merupakan strategi pencegahan yang rasional, terjangkau, dan berkelanjutan. Meskipun tidak semua kanker dapat dicegah, bukti ilmiah menunjukkan bahwa risiko dapat ditekan melalui pilihan hidup yang lebih sehat. Pada Hari Kanker Sedunia 2026, refleksi ini menjadi pengingat bahwa upaya melawan kanker tidak selalu dimulai di ruang perawatan atau teknologi canggih, melainkan dari keputusan sederhana yang kita ambil setiap hari—apa yang kita makan, bagaimana kita bergerak, dan bagaimana kita merawat tubuh sendiri.

Dalam perspektif kebijakan kesehatan publik, pencegahan kanker melalui gaya hidup sehat dan gizi seimbang perlu ditempatkan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tanggung jawab individu. Pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat integrasi edukasi gizi dalam program pencegahan penyakit tidak menular, mulai dari layanan kesehatan primer, sekolah, hingga komunitas. Kebijakan pangan yang mendorong ketersediaan dan keterjangkauan pangan sehat, pengendalian pemasaran makanan ultra-olahan, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam konseling gizi preventif merupakan langkah strategis yang berdampak luas. Tanpa pendekatan kebijakan yang sistemik dan berkelanjutan, beban kanker akan terus meningkat dan menekan sistem kesehatan nasional. Hari Kanker Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pencegahan kanker harus dimulai dari hulu—melalui kebijakan yang berpihak pada hidup sehat. [T]

Penulis: I Putu Suiraoka
Editor: Adnyana Ole

Tags: giziHari Kanker Seduniakesehatanmakanan bergizi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Saat Kokurikuler Menjadi Gerakan: ‘ECO-VOICES’ dan Suara Bumi dari Generasi Muda Griasta

Next Post

Misteri Lukisan yang Hidup

I Putu Suiraoka

I Putu Suiraoka

Dr. I Putu Suiraoka, M.Kes., dosen di jurusan Gizi, Poltekkes Denpasar

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Meninggal Seperti Pepes Ikan

Misteri Lukisan yang Hidup

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co