23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencegah Kanker dengan Gaya Hidup Sehat dan Gizi Seimbang — Refleksi Hari Kanker Sedunia 2026

I Putu Suiraoka by I Putu Suiraoka
February 5, 2026
in Esai
Mencegah Kanker dengan Gaya Hidup Sehat dan Gizi Seimbang — Refleksi Hari Kanker Sedunia 2026

Ilustrasi tatkala.co | Canva

KETIKA kanker memasuki kehidupan seseorang, jarang ada yang benar-benar siap menghadapinya. Vonis kanker yang kerap kali datang tiba-tiba, menggoyahkan bahkan mengguncang rencana, kebiasaan sehari-hari, bahkan cara seseorang membayangkan masa depannya. Menjadi penyintas kanker bukanlah kisah singkat, tetapi rangkaian perjalanan panjang yang menuntut daya tahan tubuh, kekuatan batin, dan kestabilan emosi. Setiap fase terapi menghadirkan ujian berbeda—dari rasa lelah berkepanjangan, nyeri, sampai perubahan fisik yang dapat memengaruhi kepercayaan diri serta mutu hidup.

Bagi mereka yang mendampingi, beban yang dirasakan juga besar. Mendampingi penyintas berarti belajar tegar di tengah ketidakpastian, merawat optimisme saat hasil belum menentu, serta menata ulang irama kehidupan keluarga. Tersimpan kegelisahan yang jarang diungkap, keletihan yang kerap dipendam, dan usaha tanpa henti untuk tetap ada bagi orang tercinta, walau diri sendiri pun sebenarnya rentan. Dalam situasi ini, kanker tidak semata menjadi persoalan kesehatan, melainkan juga tekanan emosional dan sosial yang dipikul bersama.

Di sanalah kita belajar bahwa pencegahan bukan sekadar pilihan hidup sehat, melainkan sebuah harapan. Harapan agar lebih sedikit individu dan keluarga harus menjalani jalan yang berat ini. Refleksi inilah yang menjadikan pencegahan—melalui gaya hidup sehat dan gizi seimbang—bukan hanya rekomendasi kesehatan, tetapi sebuah ikhtiar kemanusiaan.

Setiap tanggal 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran, mendorong pencegahan, serta memperkuat solidaritas dalam menghadapi kanker. Tema Hari Kanker Sedunia 2026, United by Unique, mengingatkan bahwa setiap individu memiliki pengalaman yang berbeda dalam menghadapi kanker, namun disatukan oleh tujuan yang sama: hidup lebih sehat, lebih adil, dan lebih bermakna.

Di Indonesia, refleksi Hari Kanker Sedunia menjadi semakin relevan mengingat beban kanker yang terus meningkat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi tumor atau kanker meningkat dari 1,4 per 1.000 penduduk pada 2013 menjadi sekitar 1,8 per 1.000 penduduk pada 2018. Sementara itu, data Globocan mencatat ratusan ribu kasus baru kanker setiap tahunnya, dengan kanker payudara dan serviks pada perempuan serta kanker paru dan kolorektal pada laki-laki sebagai jenis yang paling banyak ditemukan. Fakta ini menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak bisa ditunda lagi dan harus dimulai dari faktor yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: gaya hidup dan gizi.

Kanker, Gaya Hidup, dan Pilihan Sehari-hari

Kanker bukan semata-mata persoalan genetika atau takdir. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa gaya hidup berperan besar dalam meningkatkan maupun menurunkan risiko kanker. Merokok, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, serta pola makan yang tidak seimbang merupakan faktor risiko utama yang sebenarnya dapat dimodifikasi.

Dalam kerangka ini, asupan gizi yang seimbang menjadi faktor yang sangat penting. Pola konsumsi yang banyak bertumpu pada pangan dengan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh yang tinggi, semakin lazim di era dewasa ini dan turut meningkatkan risiko penyakit tidak menular, termasuk kanker. Sebaliknya, pola makan yang menekankan buah dan sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta sumber protein bermutu membantu menjaga kesehatan sel dan memberi efek perlindungan bagi tubuh dalam jangka panjang.

Peran Gizi Seimbang dalam Pencegahan Kanker

Gizi yang seimbang bekerja melalui rangkaian proses biologis kompleks yang saling mendukung satu sama lain, dan ini didukung oleh bukti empiris dari penelitian ilmiah. Misalnya, buah-buahan dan sayuran kaya akan antioksidan seperti vitamin C, karotenoid, dan polifenol yang secara biologis melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan DNA yang disebabkan oleh radikal bebas. Hal ini tentunya menjadi satu mekanisme penting dalam pencegahan kanker. Penelitian global menunjukkan bahwa rendahnya asupan buah dan sayuran dikaitkan dengan persentase kematian akibat kanker dan penyakit tidak menular lainnya, yang menunjukkan pentingnya antioksidan dalam diet untuk kesehatan jangka panjang.

Selain itu, serat makanan dari biji-bijian utuh, buah, dan sayuran memiliki peran penting dalam menjaga fungsi saluran cerna, memperlancar pencernaan, serta membantu mengatur metabolisme hormon dan kadar gula darah. Pola metabolik yang tidak seimbang, seperti obesitas dan resistensi insulin telah terbukti secara ilmiah meningkatkan risiko beberapa jenis kanker karena pengaruhnya terhadap peradangan kronis dan regulasi hormon. Dengan demikian, diet seimbang tidak hanya memenuhi kebutuhan energi harian, tetapi juga berfungsi sebagai strategi biologis yang berdasar bukti untuk menjaga keseimbangan internal tubuh dan mengurangi risiko penyakit jangka panjang termasuk kanker.

Gizi, Berat Badan, dan Risiko Kanker

Kelebihan berat badan dan obesitas sekarang makin sering dikaitkan dengan risiko kanker. Lemak tubuh yang berlebih ternyata tidak hanya “diam” di dalam tubuh, tetapi bisa memicu peradangan ringan yang terjadi terus-menerus. Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat tubuh berada dalam situasi yang kurang sehat dan memberi peluang bagi sel-sel abnormal untuk tumbuh. Obesitas juga berhubungan dengan perubahan hormon dan kadar gula darah yang tidak stabil, yang pada beberapa jenis kanker dapat memperbesar risiko.

Di Indonesia, jumlah orang dengan berat badan berlebih terus meningkat. Pola makan yang tinggi kalori tapi rendah gizi, kebiasaan minum minuman manis, porsi makan yang berlebihan, serta gaya hidup yang makin minim gerak ikut berperan. Banyak orang menghabiskan waktu duduk berjam-jam baik di kantor, di kendaraan, atau bahkan di depan gawai, yang umumnya tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup. Perubahan gaya hidup inilah yang pelan-pelan mendorong naiknya angka obesitas di berbagai usia.

Langkah pencegahan sebenarnya cukup dekat dengan keseharian kita. Menerapkan pola makan gizi seimbang dengan lebih banyak sayur, buah, sumber protein yang baik, dan membatasi makanan tinggi gula, garam, serta lemak tentunya akan menjadi awal yang kuat. Ditambah dengan kebiasaan aktif bergerak, seperti jalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan yang dilakukan rutin, tubuh bisa lebih mudah menjaga berat badan tetap ideal.

Menjaga berat badan sehat bukan sekadar urusan penampilan, tetapi soal merawat tubuh agar tetap kuat dalam jangka panjang. Berat badan yang terkontrol membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker. Jadi, langkah sederhana seperti memilih makanan yang lebih sehat dan lebih sering bergerak setiap hari sebenarnya adalah investasi besar untuk masa depan kesehatan kita.

Peran Gizi Tidak Berhenti pada Pencegahan

Peran gizi tidak berhenti pada upaya pencegahan, tetapi tetap penting setelah seseorang didiagnosis kanker. Banyak pasien mengalami penurunan selera makan, berat badan yang terus turun, bahkan kekurangan gizi. Kondisi ini bisa membuat tubuh semakin lemah, proses pemulihan melambat, dan terapi menjadi terasa lebih berat. Karena itu, asupan makan yang tepat membantu menjaga tenaga, memperkuat daya tahan tubuh, dan membuat pasien merasa lebih nyaman menjalani pengobatan.

Dalam praktiknya, pemenuhan gizi bagi pasien kanker tidak bisa disamaratakan. Setiap orang memiliki kondisi tubuh, efek samping terapi, kebiasaan makan, dan latar budaya yang berbeda. Ada pasien yang sulit makan karena mual, ada yang cepat kenyang, ada pula yang mengalami perubahan rasa pada makanan. Semua ini perlu dipahami agar strategi makan bisa benar-benar membantu, bukan sekadar memenuhi anjuran umum.

Sejalan dengan semangat United by Unique, pendekatan gizi sebaiknya disesuaikan secara personal. Artinya, rencana makan dibuat berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing pasien, dengan mempertimbangkan makanan yang familiar, mudah diterima, dan sesuai kondisi kesehatannya. Dengan pendekatan yang lebih individual, dukungan gizi tidak hanya membantu kondisi fisik, tetapi juga memberi rasa diperhatikan dan didampingi dalam proses pengobatan.

Pencegahan Kanker sebagai Tanggung Jawab Bersama

Hari Kanker Sedunia mengingatkan bahwa pencegahan kanker bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan. Edukasi gizi dan promosi gaya hidup sehat perlu melibatkan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan komunitas. Meja makan keluarga, kantin sekolah, dan pilihan pangan sehari-hari merupakan ruang strategis untuk membangun kebiasaan sehat sejak dini.

Tanpa lingkungan yang mendukung, perubahan perilaku individu akan sulit dipertahankan. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar gizi dan berorientasi pada pencegahan penyakit.

Penutup

Di tengah meningkatnya beban kanker di Indonesia, gaya hidup sehat dan gizi seimbang merupakan strategi pencegahan yang rasional, terjangkau, dan berkelanjutan. Meskipun tidak semua kanker dapat dicegah, bukti ilmiah menunjukkan bahwa risiko dapat ditekan melalui pilihan hidup yang lebih sehat. Pada Hari Kanker Sedunia 2026, refleksi ini menjadi pengingat bahwa upaya melawan kanker tidak selalu dimulai di ruang perawatan atau teknologi canggih, melainkan dari keputusan sederhana yang kita ambil setiap hari—apa yang kita makan, bagaimana kita bergerak, dan bagaimana kita merawat tubuh sendiri.

Dalam perspektif kebijakan kesehatan publik, pencegahan kanker melalui gaya hidup sehat dan gizi seimbang perlu ditempatkan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tanggung jawab individu. Pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat integrasi edukasi gizi dalam program pencegahan penyakit tidak menular, mulai dari layanan kesehatan primer, sekolah, hingga komunitas. Kebijakan pangan yang mendorong ketersediaan dan keterjangkauan pangan sehat, pengendalian pemasaran makanan ultra-olahan, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam konseling gizi preventif merupakan langkah strategis yang berdampak luas. Tanpa pendekatan kebijakan yang sistemik dan berkelanjutan, beban kanker akan terus meningkat dan menekan sistem kesehatan nasional. Hari Kanker Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pencegahan kanker harus dimulai dari hulu—melalui kebijakan yang berpihak pada hidup sehat. [T]

Penulis: I Putu Suiraoka
Editor: Adnyana Ole

Tags: giziHari Kanker Seduniakesehatanmakanan bergizi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Saat Kokurikuler Menjadi Gerakan: ‘ECO-VOICES’ dan Suara Bumi dari Generasi Muda Griasta

Next Post

Misteri Lukisan yang Hidup

I Putu Suiraoka

I Putu Suiraoka

Dr. I Putu Suiraoka, M.Kes., dosen di jurusan Gizi, Poltekkes Denpasar

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Meninggal Seperti Pepes Ikan

Misteri Lukisan yang Hidup

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co