25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S. | Ilham – Raras

Abdul Wachid BS by Abdul Wachid BS
January 10, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Abdul Wachid B.S. | Ilham – Raras

Abdul Wachid B.S.

ILHAM – RARAS

Ini saatnya tak bisa ditunda
Lamunan menjadi kenyataan
Hanya sesaat dengan doa
Aku kau satukan rumah pengantin
Menggelar sajadah hidup surgawi

Raras ruhani Raras abadi
Aku kau senyawa sehayati
Ranum buah cinta panen raya
Anak tangga meraih langit menjelmalah
Sakinah mawaddah warahmah

Purwokerto, 25 Desember 2024

L.A.

(Lantunkan Adzan)

Mengapa gemuruh angin itu
Melembut atau berpindah arah
Bila adzan dan iqamah
Dilantunkan dengan berserah

Diri yang mengaku aku
Seperti sebuah kota yang
Dibangun dengan megah
Menandai kemuliaan yang

Kita percaya sebagai manusia
Angin menggesekkan reranting
Pohon-pohon kering memercikkan
Api kecil seperti lilin ulang tahun

Di malam hari menjadi keindahan
Tetapi angin mempercepat larinya
Tunduk kepada panggilan Kekasih
Ia tak merasa jejaknya menimbulkan

Bara di sebuah kota mengingatkan
Kisah umat Nabi Huud yang
Beterbangan oleh pusaran angin
Tetapi kini anginnya api, ya api !

Apakah sudah tidak ada adzan
Dan iqamah yang biasanya
Angin dengan sopan-santun
Akan berpindah arah dan pasrah

Tujuh malam delapan hari sudah
Bara sebuah kota tak mau padam
Lebih dari kisah umat Nabi Huud
Tetapi dari sini aku tetap lantunkan

Hayya ‘alashshalaah
Hayya ‘alalfalaah
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Laa ilaaha illallaah

2025

SUCI

Embun yang jatuh di ujung fajar
sebelum langkah pertama terjejak
Menyelinap diam ke dalam tanah
tanpa menyisakan jejak debu

Ia berjalan di tepi pagi
menyongsong subuh yang masih bening
Menjaga tubuh dari bayang-bayang
agar tetap utuh bersama cahaya

Namun debu tak hanya di jalan
ia mengendap di lipatan niat
Di sela nafas yang terus berulang
di kelam luka yang tak pernah tampak

Bukanlah air yang menyucikan
tetapi kilau yang lahir darinya
Cahaya yang enggan menjadi redup
meski malam mengetuk perlahan

Maka suci bukanlah sekadar
putih yang tampak di mata dunia
Tetapi jalan menuju kembali
ke titik awal semua bermula

2025

BAYU

Bayu berhembus tanpa suara
menyusup ke sela cahaya
membawa jejak tanpa rupa
melewati ladang dan senja

Berbisik halus di batas sunyi
menyentuh hati dalam lupa
seperti doa tak bersuara
tetapi menjulang ke langit

Tak selalu lembut ia hadir
kadang menggulung luas bumi
menumbangkan dahan yang renta
mengguncang jiwa dalam lena

Angin menguji tiap langkah
badai menyaring keteguhan
di balik deru kemurkaan
isyarat tersirat terbaca

Maka bayu bukan sekadar angin
ia pertanda Maha Ada
seperti nur turun perlahan
menuntun langkah menuju pulang

2025

KEPADA SUARA

mencarimu di sepi yang kuyakini
di batas doa yang tak kunjung genap
namun kau tetap di sana
menungguku lebih lama dari yang kuduga

aku menyebutmu dalam rindu
tapi kau tak lekas menjawab
seperti cahaya yang paham
terlambat justru membuatku semakin mencinta

aku ingin berlari mendekat
tetapi kau biarkan aku tersandung
agar aku tahu tak ada jalan lain
selain jatuh di pelukanmu

dan begitulah
setiap kali kupanggil namamu
aku tak pernah tahu
siapa yang lebih rindu

2025

KEPADA WAKTU

aku mengeja namamu di sela sunyi
pada kelam yang tak menawarkan isyarat
kecuali denting jam yang kian memudar
seperti jejak yang tak ingin diingat

jika ada yang bertanya ke mana perginya doa
aku hanya menunjuk langit
yang tak pernah menampik cahaya,
walau seribu kali senja runtuh di dalamnya

waktu tak pernah menghapus jejak
hanya menyembunyikannya
di celah rahasia yang kelak terbuka
ketika kita berhenti bertanya

di jendela malam aku terdiam
bukan namaku yang mencari cahaya
melainkan cahaya yang menungguku
pulang pada diriku sendiri

2025

SEBUT SAJA, UMI

Ya sebut saja, Umi (bukan Mawar)
Maka burung-burung enggan terbang
Kebebasan menjadi sangkar
Yang lebih besar

Umi mengingatkanku
Kepada semua ibu
Tetapi ini Umi yang
Bukan ibu dari segenap kenangan

Jangan engkau mudah berbagi
Tubuh ibu kepada semua tabu
Tubuh penting dijaga tentara
Kenapa bisa ruhnya kena tipu daya?

Kelak pada masanya
Umi mengerti makna namanya
Ketika di ujung malam
Air matanya meledak

Bersama reruntuhan fajar
Lelakinya tidur mendengkur
Melupakan kekalahan dunia
Sekaligus alpa kepada surga

2025

.

Penulis: Abdul Wachid B.S.
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

WhatsApp Desktop Kini Tidak Aksesibel, Mimpi Buruk bagi Tunanetra

Next Post

Menonton Persatu Tuban Hancur Lebur di Kandang Sendiri

Abdul Wachid BS

Abdul Wachid BS

Penyair, Guru Besar dan Ketua Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura) di Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto

Related Posts

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails
Next Post
Menonton Persatu Tuban Hancur Lebur di Kandang Sendiri

Menonton Persatu Tuban Hancur Lebur di Kandang Sendiri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co