2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Realita di Balik Surga Healing Tourism: Menelusuri Akar Krisis Kesehatan Mental di Bali

Ni Komang Deviana by Ni Komang Deviana
January 9, 2026
in Esai
Realita di Balik Surga Healing Tourism: Menelusuri Akar Krisis Kesehatan Mental di Bali

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

BALI sering kali dicitrakan sebagai titik pusat spiritualitas dunia dengan label  “pulau surga,” di mana wisatawan datang untuk mencari ketenangan melalui meditasi, yoga, dan ritual melukat. Namun, di balik kabut dupa dan gemerlapnya industri wellness tourism yang memiliki nilai jual ekonomi yang tinggi, tersimpan realitas yang kelam bagi masyarakat lokalnya.

Berdasarkan data kepolisian Pusiknas Bareskrim Polri & Polda Bali, Bali sering menduduki posisi puncak dalam hal rasio kasus per jumlah penduduk. Seperti kasus hingga akhir tahun 2024, tercatat sekitar 1.023 kasus bunuh diri secara nasional, dimana Bali berkontribusi secara signifikan dengan terjadinya 95 kasus hingga November 2024.

Pada tahun 2023-2024, Pusiknas Polri mencatat suicide ride (tingkat bunuh diri) di Bali mencapai 3,07 per 100.000 penduduk, dimana angka ini melampaui rata-rata nasional dan menempatkan Bali di posisi tertinggi dibandingkan provinsi lain seperti DIY (1,58) dan Bengkulu (1,53).

Disamping itu, data kesehatan mental Dinkes Bali dan PDSKJI melaporkan dari sektor kesehatan menyoroti korelasi antara gangguan jiwa berat dengan risiko bunuh diri. Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat terdapat sekitar 7.308 penderita skizofrenia di Bali pada tahun 2024, sehingga 14,9% populasi Bali (±118.822 orang) dianggap rentan terhadap gangguan kejiwaan akibat tekanan hidup pasca-pandemi dan beban sosial-ekonomi. Realita pahit ini menimbulkan pertanyaan: mengapa pulau yang menjadi simbol penyembuhan bagi dunia justru sedang menghadapi krisis kesehatan mental di rumahnya sendiri?

Akar masalah ini salah satunya bersumber dari komersialisasi budaya yang berlebihan. Fenomena healing tourism telah mengubah ritual sakral menjadi atraksi komersial yang menggeser nilai-nilai luhur seperti ketulusan (lascarya) menjadi gaya hidup konsumtif. Penduduk lokal sering kali merasa terasing di tanah mereka sendiri, di mana fasilitas kesejahteraan lebih banyak dibangun untuk melayani kebutuhan estetika dan kenyamanan wisatawan daripada kebutuhan dasar kesehatan jiwa warga setempat.

Salah satu lembaga seperti Yayasan Bali Bersama Bisa mengidentifikasi penyebab utama di Bali, yakni: faktor ekonomi seperti jeratan hutang (termasuk judi/pinjol dan biaya hidup tinggi), sakit fisik menahun (terutama pada kelompok lansia yang merasa jadi beban keluarga), dan kesehatan mental (kurangnya akses layanan psikologis di tingkat desa/kecamatan.

Selain itu, tekanan ekonomi dan sosial memberikan beban ganda yang berat bagi masyarakat Bali. Struktur sosial banjar yang menuntut partisipasi aktif dalam kegiatan adat dan keagamaan, meski memperkuat kebersamaan, juga dapat menjadi sumber stres kronis jika dibarengi dengan tuntutan ekonomi yang tinggi. Ketergantungan ekstrem pada sektor pariwisata membuat ekonomi masyarakat sangat rentan, yang terbukti selama masa pandemi dan pasca-pandemi, di mana ketidakpastian finansial memicu lonjakan kasus depresi dan keputusasaan.

Ironisnya, di tengah tingginya angka gangguan mental seperti skizofrenia yang mencapai lebih dari 7.300 jiwa di Bali pada 2024, stigma sosial tetap menjadi tembok penghalang utama. Gangguan jiwa sering kali masih dianggap sebagai fenomena mistis atau kurangnya spiritualitas, sehingga banyak keluarga lebih memilih pengobatan alternatif atau bahkan praktik niskala daripada mencari bantuan profesional.

Hal itu diperparah oleh keterbatasan akses layanan kesehatan mental; meskipun ada kemajuan, jumlah tenaga psikiater dan fasilitas rehabilitasi berbasis komunitas di Bali masih jauh dari kata ideal. Terlebih masyarakat Bali dihadapkan dengan fakta bahwa “gumi sekala niskala” masih sangat kental. Secara sekala ada yang menghadapi gangguan kesehatan mental, secara niskala diganggu secara gaib karena banyaknya kasus iri dengki di kalangan masyarakat.

Sebagai kesimpulan, keindahan alam dan spiritualitas Bali tidak boleh menutupi urgensi krisis kesehatan mental yang sedang dialami oleh penduduknya. Bali tidak boleh hanya menjadi tempat “healing” bagi para pendatang, tetapi juga harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan sehat secara jiwa bagi mereka yang menjaga tradisinya.

Diperlukan sinergi antara pemerintah dan industri pariwisata untuk tidak hanya menjual budaya sebagai komoditas, tetapi juga memperkuat sistem pendukung kesehatan mental yang terjangkau dan bebas stigma bagi seluruh lapisan masyarakat Bali.

Referensi:

Antara News Bali. (2024, 30 Desember). Polres Karangasem mencatat angka bunuh diri tertinggi di Bali selama 2024. https://bali.antaranews.com/berita/kasus-bunuh-diri-karangasem-2024

Bali Post. (2024, 21 November). Tren kasus bunuh diri di Bali dan kaitannya dengan fenomena pinjaman online dan judi online. https://www.balipost.com/news/2024/11/21/data-bunuh-diri-bali

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2023: Prevalensi Gangguan Jiwa dan Upaya Preventif. Pemerintah Provinsi Bali. https://diskes.baliprov.go.id

Pusat Informasi Kriminal Nasional. (2024). Laporan Statistik Kriminal Nasional: Distribusi Kasus Bunuh Diri Berdasarkan Wilayah Hukum Polda. Kepolisian Negara Republik Indonesia. https://pusiknas.polri.go.id

World Health Organization. (2023). Suicide worldwide in 2019: Global health estimates (Data Bali/Indonesia Update 2024). https://www.who.int/publications/i/item/9789240026643

Yayasan Bali Bersama Bisa. (2025). Annual Report 2024: Mental Health Crisis and Suicide Prevention in Bali. https://balibersamabisa.org/reports/2024

Tags: balihealingkesehatan mentalPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Ghost Rich’ si Kaya di ‘Feed’, Rapuh di Hidup Nyata

Next Post

Tahun Baru, Ibu Bumi, Kedurhakaan Manusia

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana, S.Par., seorang individu yang melihat pertama kali sinar matahari pada tanggal 8 Desember 1999 di Kabupaten Gianyar Melalui perjalanan pendidikan yang penuh lika-liku, ia menyelesaikan pendidikan terakhir yakni S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Selain menjadi karyawan swasta, saat ini masih aktif bergerak dalam dunia organisasi kepemudaan dan relawan sosial. Bisa saling terhubung dengannya melalui instagram @nkadeviana

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Tahun Baru, Ibu Bumi, Kedurhakaan Manusia

Tahun Baru, Ibu Bumi, Kedurhakaan Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co