12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Realita di Balik Surga Healing Tourism: Menelusuri Akar Krisis Kesehatan Mental di Bali

Ni Komang Deviana by Ni Komang Deviana
January 9, 2026
in Esai
Realita di Balik Surga Healing Tourism: Menelusuri Akar Krisis Kesehatan Mental di Bali

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

BALI sering kali dicitrakan sebagai titik pusat spiritualitas dunia dengan label  “pulau surga,” di mana wisatawan datang untuk mencari ketenangan melalui meditasi, yoga, dan ritual melukat. Namun, di balik kabut dupa dan gemerlapnya industri wellness tourism yang memiliki nilai jual ekonomi yang tinggi, tersimpan realitas yang kelam bagi masyarakat lokalnya.

Berdasarkan data kepolisian Pusiknas Bareskrim Polri & Polda Bali, Bali sering menduduki posisi puncak dalam hal rasio kasus per jumlah penduduk. Seperti kasus hingga akhir tahun 2024, tercatat sekitar 1.023 kasus bunuh diri secara nasional, dimana Bali berkontribusi secara signifikan dengan terjadinya 95 kasus hingga November 2024.

Pada tahun 2023-2024, Pusiknas Polri mencatat suicide ride (tingkat bunuh diri) di Bali mencapai 3,07 per 100.000 penduduk, dimana angka ini melampaui rata-rata nasional dan menempatkan Bali di posisi tertinggi dibandingkan provinsi lain seperti DIY (1,58) dan Bengkulu (1,53).

Disamping itu, data kesehatan mental Dinkes Bali dan PDSKJI melaporkan dari sektor kesehatan menyoroti korelasi antara gangguan jiwa berat dengan risiko bunuh diri. Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat terdapat sekitar 7.308 penderita skizofrenia di Bali pada tahun 2024, sehingga 14,9% populasi Bali (±118.822 orang) dianggap rentan terhadap gangguan kejiwaan akibat tekanan hidup pasca-pandemi dan beban sosial-ekonomi. Realita pahit ini menimbulkan pertanyaan: mengapa pulau yang menjadi simbol penyembuhan bagi dunia justru sedang menghadapi krisis kesehatan mental di rumahnya sendiri?

Akar masalah ini salah satunya bersumber dari komersialisasi budaya yang berlebihan. Fenomena healing tourism telah mengubah ritual sakral menjadi atraksi komersial yang menggeser nilai-nilai luhur seperti ketulusan (lascarya) menjadi gaya hidup konsumtif. Penduduk lokal sering kali merasa terasing di tanah mereka sendiri, di mana fasilitas kesejahteraan lebih banyak dibangun untuk melayani kebutuhan estetika dan kenyamanan wisatawan daripada kebutuhan dasar kesehatan jiwa warga setempat.

Salah satu lembaga seperti Yayasan Bali Bersama Bisa mengidentifikasi penyebab utama di Bali, yakni: faktor ekonomi seperti jeratan hutang (termasuk judi/pinjol dan biaya hidup tinggi), sakit fisik menahun (terutama pada kelompok lansia yang merasa jadi beban keluarga), dan kesehatan mental (kurangnya akses layanan psikologis di tingkat desa/kecamatan.

Selain itu, tekanan ekonomi dan sosial memberikan beban ganda yang berat bagi masyarakat Bali. Struktur sosial banjar yang menuntut partisipasi aktif dalam kegiatan adat dan keagamaan, meski memperkuat kebersamaan, juga dapat menjadi sumber stres kronis jika dibarengi dengan tuntutan ekonomi yang tinggi. Ketergantungan ekstrem pada sektor pariwisata membuat ekonomi masyarakat sangat rentan, yang terbukti selama masa pandemi dan pasca-pandemi, di mana ketidakpastian finansial memicu lonjakan kasus depresi dan keputusasaan.

Ironisnya, di tengah tingginya angka gangguan mental seperti skizofrenia yang mencapai lebih dari 7.300 jiwa di Bali pada 2024, stigma sosial tetap menjadi tembok penghalang utama. Gangguan jiwa sering kali masih dianggap sebagai fenomena mistis atau kurangnya spiritualitas, sehingga banyak keluarga lebih memilih pengobatan alternatif atau bahkan praktik niskala daripada mencari bantuan profesional.

Hal itu diperparah oleh keterbatasan akses layanan kesehatan mental; meskipun ada kemajuan, jumlah tenaga psikiater dan fasilitas rehabilitasi berbasis komunitas di Bali masih jauh dari kata ideal. Terlebih masyarakat Bali dihadapkan dengan fakta bahwa “gumi sekala niskala” masih sangat kental. Secara sekala ada yang menghadapi gangguan kesehatan mental, secara niskala diganggu secara gaib karena banyaknya kasus iri dengki di kalangan masyarakat.

Sebagai kesimpulan, keindahan alam dan spiritualitas Bali tidak boleh menutupi urgensi krisis kesehatan mental yang sedang dialami oleh penduduknya. Bali tidak boleh hanya menjadi tempat “healing” bagi para pendatang, tetapi juga harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan sehat secara jiwa bagi mereka yang menjaga tradisinya.

Diperlukan sinergi antara pemerintah dan industri pariwisata untuk tidak hanya menjual budaya sebagai komoditas, tetapi juga memperkuat sistem pendukung kesehatan mental yang terjangkau dan bebas stigma bagi seluruh lapisan masyarakat Bali.

Referensi:

Antara News Bali. (2024, 30 Desember). Polres Karangasem mencatat angka bunuh diri tertinggi di Bali selama 2024. https://bali.antaranews.com/berita/kasus-bunuh-diri-karangasem-2024

Bali Post. (2024, 21 November). Tren kasus bunuh diri di Bali dan kaitannya dengan fenomena pinjaman online dan judi online. https://www.balipost.com/news/2024/11/21/data-bunuh-diri-bali

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2023: Prevalensi Gangguan Jiwa dan Upaya Preventif. Pemerintah Provinsi Bali. https://diskes.baliprov.go.id

Pusat Informasi Kriminal Nasional. (2024). Laporan Statistik Kriminal Nasional: Distribusi Kasus Bunuh Diri Berdasarkan Wilayah Hukum Polda. Kepolisian Negara Republik Indonesia. https://pusiknas.polri.go.id

World Health Organization. (2023). Suicide worldwide in 2019: Global health estimates (Data Bali/Indonesia Update 2024). https://www.who.int/publications/i/item/9789240026643

Yayasan Bali Bersama Bisa. (2025). Annual Report 2024: Mental Health Crisis and Suicide Prevention in Bali. https://balibersamabisa.org/reports/2024

Tags: balihealingkesehatan mentalPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Ghost Rich’ si Kaya di ‘Feed’, Rapuh di Hidup Nyata

Next Post

Tahun Baru, Ibu Bumi, Kedurhakaan Manusia

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana, S.Par., seorang individu yang melihat pertama kali sinar matahari pada tanggal 8 Desember 1999 di Kabupaten Gianyar Melalui perjalanan pendidikan yang penuh lika-liku, ia menyelesaikan pendidikan terakhir yakni S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Selain menjadi karyawan swasta, saat ini masih aktif bergerak dalam dunia organisasi kepemudaan dan relawan sosial. Bisa saling terhubung dengannya melalui instagram @nkadeviana

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Tahun Baru, Ibu Bumi, Kedurhakaan Manusia

Tahun Baru, Ibu Bumi, Kedurhakaan Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co