25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Realita di Balik Surga Healing Tourism: Menelusuri Akar Krisis Kesehatan Mental di Bali

Ni Komang Deviana by Ni Komang Deviana
January 9, 2026
in Esai
Realita di Balik Surga Healing Tourism: Menelusuri Akar Krisis Kesehatan Mental di Bali

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

BALI sering kali dicitrakan sebagai titik pusat spiritualitas dunia dengan label  “pulau surga,” di mana wisatawan datang untuk mencari ketenangan melalui meditasi, yoga, dan ritual melukat. Namun, di balik kabut dupa dan gemerlapnya industri wellness tourism yang memiliki nilai jual ekonomi yang tinggi, tersimpan realitas yang kelam bagi masyarakat lokalnya.

Berdasarkan data kepolisian Pusiknas Bareskrim Polri & Polda Bali, Bali sering menduduki posisi puncak dalam hal rasio kasus per jumlah penduduk. Seperti kasus hingga akhir tahun 2024, tercatat sekitar 1.023 kasus bunuh diri secara nasional, dimana Bali berkontribusi secara signifikan dengan terjadinya 95 kasus hingga November 2024.

Pada tahun 2023-2024, Pusiknas Polri mencatat suicide ride (tingkat bunuh diri) di Bali mencapai 3,07 per 100.000 penduduk, dimana angka ini melampaui rata-rata nasional dan menempatkan Bali di posisi tertinggi dibandingkan provinsi lain seperti DIY (1,58) dan Bengkulu (1,53).

Disamping itu, data kesehatan mental Dinkes Bali dan PDSKJI melaporkan dari sektor kesehatan menyoroti korelasi antara gangguan jiwa berat dengan risiko bunuh diri. Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat terdapat sekitar 7.308 penderita skizofrenia di Bali pada tahun 2024, sehingga 14,9% populasi Bali (±118.822 orang) dianggap rentan terhadap gangguan kejiwaan akibat tekanan hidup pasca-pandemi dan beban sosial-ekonomi. Realita pahit ini menimbulkan pertanyaan: mengapa pulau yang menjadi simbol penyembuhan bagi dunia justru sedang menghadapi krisis kesehatan mental di rumahnya sendiri?

Akar masalah ini salah satunya bersumber dari komersialisasi budaya yang berlebihan. Fenomena healing tourism telah mengubah ritual sakral menjadi atraksi komersial yang menggeser nilai-nilai luhur seperti ketulusan (lascarya) menjadi gaya hidup konsumtif. Penduduk lokal sering kali merasa terasing di tanah mereka sendiri, di mana fasilitas kesejahteraan lebih banyak dibangun untuk melayani kebutuhan estetika dan kenyamanan wisatawan daripada kebutuhan dasar kesehatan jiwa warga setempat.

Salah satu lembaga seperti Yayasan Bali Bersama Bisa mengidentifikasi penyebab utama di Bali, yakni: faktor ekonomi seperti jeratan hutang (termasuk judi/pinjol dan biaya hidup tinggi), sakit fisik menahun (terutama pada kelompok lansia yang merasa jadi beban keluarga), dan kesehatan mental (kurangnya akses layanan psikologis di tingkat desa/kecamatan.

Selain itu, tekanan ekonomi dan sosial memberikan beban ganda yang berat bagi masyarakat Bali. Struktur sosial banjar yang menuntut partisipasi aktif dalam kegiatan adat dan keagamaan, meski memperkuat kebersamaan, juga dapat menjadi sumber stres kronis jika dibarengi dengan tuntutan ekonomi yang tinggi. Ketergantungan ekstrem pada sektor pariwisata membuat ekonomi masyarakat sangat rentan, yang terbukti selama masa pandemi dan pasca-pandemi, di mana ketidakpastian finansial memicu lonjakan kasus depresi dan keputusasaan.

Ironisnya, di tengah tingginya angka gangguan mental seperti skizofrenia yang mencapai lebih dari 7.300 jiwa di Bali pada 2024, stigma sosial tetap menjadi tembok penghalang utama. Gangguan jiwa sering kali masih dianggap sebagai fenomena mistis atau kurangnya spiritualitas, sehingga banyak keluarga lebih memilih pengobatan alternatif atau bahkan praktik niskala daripada mencari bantuan profesional.

Hal itu diperparah oleh keterbatasan akses layanan kesehatan mental; meskipun ada kemajuan, jumlah tenaga psikiater dan fasilitas rehabilitasi berbasis komunitas di Bali masih jauh dari kata ideal. Terlebih masyarakat Bali dihadapkan dengan fakta bahwa “gumi sekala niskala” masih sangat kental. Secara sekala ada yang menghadapi gangguan kesehatan mental, secara niskala diganggu secara gaib karena banyaknya kasus iri dengki di kalangan masyarakat.

Sebagai kesimpulan, keindahan alam dan spiritualitas Bali tidak boleh menutupi urgensi krisis kesehatan mental yang sedang dialami oleh penduduknya. Bali tidak boleh hanya menjadi tempat “healing” bagi para pendatang, tetapi juga harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan sehat secara jiwa bagi mereka yang menjaga tradisinya.

Diperlukan sinergi antara pemerintah dan industri pariwisata untuk tidak hanya menjual budaya sebagai komoditas, tetapi juga memperkuat sistem pendukung kesehatan mental yang terjangkau dan bebas stigma bagi seluruh lapisan masyarakat Bali.

Referensi:

Antara News Bali. (2024, 30 Desember). Polres Karangasem mencatat angka bunuh diri tertinggi di Bali selama 2024. https://bali.antaranews.com/berita/kasus-bunuh-diri-karangasem-2024

Bali Post. (2024, 21 November). Tren kasus bunuh diri di Bali dan kaitannya dengan fenomena pinjaman online dan judi online. https://www.balipost.com/news/2024/11/21/data-bunuh-diri-bali

Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2023: Prevalensi Gangguan Jiwa dan Upaya Preventif. Pemerintah Provinsi Bali. https://diskes.baliprov.go.id

Pusat Informasi Kriminal Nasional. (2024). Laporan Statistik Kriminal Nasional: Distribusi Kasus Bunuh Diri Berdasarkan Wilayah Hukum Polda. Kepolisian Negara Republik Indonesia. https://pusiknas.polri.go.id

World Health Organization. (2023). Suicide worldwide in 2019: Global health estimates (Data Bali/Indonesia Update 2024). https://www.who.int/publications/i/item/9789240026643

Yayasan Bali Bersama Bisa. (2025). Annual Report 2024: Mental Health Crisis and Suicide Prevention in Bali. https://balibersamabisa.org/reports/2024

Tags: balihealingkesehatan mentalPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Ghost Rich’ si Kaya di ‘Feed’, Rapuh di Hidup Nyata

Next Post

Tahun Baru, Ibu Bumi, Kedurhakaan Manusia

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana, S.Par., seorang individu yang melihat pertama kali sinar matahari pada tanggal 8 Desember 1999 di Kabupaten Gianyar Melalui perjalanan pendidikan yang penuh lika-liku, ia menyelesaikan pendidikan terakhir yakni S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Selain menjadi karyawan swasta, saat ini masih aktif bergerak dalam dunia organisasi kepemudaan dan relawan sosial. Bisa saling terhubung dengannya melalui instagram @nkadeviana

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Tahun Baru, Ibu Bumi, Kedurhakaan Manusia

Tahun Baru, Ibu Bumi, Kedurhakaan Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co