2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Helen Higgins dan ‘The Erotics of Intelligence’

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 3, 2025
in Esai
Helen Higgins dan ‘The Erotics of Intelligence’

Ilustrasi tatkala.co | Canva

“Tidak ada yang lebih seksi daripada seseorang yang mendengarkan, belajar dan berpikir secara mendalam. Bukan karena kredibelitas atau kualifikasi, tetapi karena mereka peduli: tentang ide, pendapat orang lain  dan tentang makna,”- Hellen Higgins.

Di tengah dunia yang bergerak serbacepat, di mana perhatian manusia dipreteli oleh notifikasi, tren viral, dan konten singkat kurang dari satu menit, kecerdasan sering kali direduksi menjadi sekadar kemampuan menjawab soal, mengutip teori, atau memamerkan gelar akademik, padahal bisa jadi didapat dari membeli, bukan karena prestasi sendiri. Padahal, seperti disinggung Helen Higgins dalam gagasannya tentang The Erotics of Intelligence, ada sesuatu yang jauh lebih dalam dan memesona dari kecerdasan: yaitu daya tarik intelektual dan kedalaman batin yang muncul dari keinginan tulus untuk memahami, mendengar, dan memaknai kehidupan.

Refleksi ini menjadi sangat relevan bagi Indonesia saat ini—sebuah bangsa besar yang di satu sisi dipenuhi bakat muda, kreativitas, dan potensi luar biasa, namun di sisi lain juga terperangkap dalam tradisi serba instan, serba tampil, dan serba reaktif. Di tengah situasi ini, menghidupkan kembali daya erotis dari kecerdasan adalah tindakan mulia yang justru diperlukan untuk memperbaiki arah peradaban kita.

Ketika Permukaan Mengalahkan Kedalaman

Indonesia, seperti banyak negara lain di era digital, mengalami apa yang bisa disebut sebagai “krisis kedalaman”. Ruang publik dipenuhi komentar tanpa konteks, opini tanpa bacaan, dan perdebatan tanpa pemahaman. Anak muda tumbuh dalam lingkungan yang mendorong mereka untuk tampil, bukan mendalami; berbicara, bukan mendengarkan; bereaksi, bukan merenungkan.

Kita hidup di zaman di mana kesan lebih dijunjung daripada kualitas. Orang lebih terpukau oleh influencer yang berpenampilan menarik ketimbang pemikir yang menawarkan perspektif jernih. Politik pun demikian: slogan lebih laku daripada visi, pencitraan lebih digemari daripada integritas, sehingga melahirkan pemimpin culas.

Dalam tradisi seperti ini, sangat mudah bagi generasi muda untuk kehilangan apresiasi terhadap kecerdasan yang hakiki—kecerdasan yang menggerakkan nurani dan memperhalus jiwa.

Daya Tarik Kecerdasan: Apa yang Sesungguhnya “Seksi”?

Higgins mengingatkan bahwa tidak ada yang lebih seksi daripada seseorang yang benar-benar mendengarkan, yang bergairah pada ide, dan yang mau berpikir melampaui permukaan. Kecerdasan yang erotis bukanlah soal IQ atau prestasi akademik, tetapi soal kehadiran penuh: kemampuan untuk peduli, memahami, dan mengeksplorasi makna.

Dalam konteks Indonesia, kualitas ini sangat dibutuhkan, terutama oleh generasi muda yang kelak akan menjadi pewaris bangsa. Kita membutuhkan anak-anak muda yang “seksi” secara intelektual, tapi juga kedalaman hati—mereka yang tidak hanya mengejar popularitas, tetapi memperjuangkan gagasan; yang tidak sekadar mencari panggung, tetapi memberi kontribusi nyata; yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi menapaki jalan sunyi untuk belajar sungguh-sungguh.

Betapa indahnya bila semakin banyak anak muda yang meromantisasi pemikiran mendalam, bukan sekadar gaya hidup dangkal. Betapa berharganya bila percakapan mereka tidak berhenti pada gosip selebritas atau drama politik, tetapi juga menyentuh filsafat, sains, sejarah, dan kemanusiaan.

Tantangan Indonesia: Kekayaan Data, Kemiskinan Literasi

Indonesia adalah bangsa yang penuh informasi tetapi minim transformasi. Anak muda mengakses ribuan konten tiap hari, namun sedikit sekali yang benar-benar dicerna. Mereka belajar banyak hal, tetapi hanya di kulitnya.

Padahal, erotika kecerdasan tidak muncul dari tumpukan informasi, melainkan dari integrasi pengalaman, refleksi, dan dialog. Di sinilah kita menemukan tantangan terbesar:

  • Tingkat literasi baca kita masih rendah.
  • Kemampuan berpikir kritis kurang dilatih di sekolah.
  • Media sosial menggiring opini tanpa memberikan ruang untuk kedalaman.
  • Budaya diskusi yang sehat masih lemah; yang kuat justru budaya menghakimi.

Jika kondisi ini dibiarkan, bangsa kita akan kehilangan fondasi intelektual yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global.

Merawat Keintiman Intelektual di Tengah Kebisingan Sosial

Salah satu ide kuat Higgins adalah bahwa kecerdasan melibatkan keintiman—keintiman dengan ide, dengan bahasa, dengan percakapan, bahkan dengan diri sendiri. Di Indonesia, keintiman semacam ini menjadi langka karena pola hidup serba cepat dan kecanduan hiburan ringan.

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, anak muda perlu menemukan kembali keintiman dengan pikiran mereka sendiri:

  • duduk membaca tanpa distraksi,
  • merenungkan satu kalimat yang menyentuh,
  • berdiskusi dengan teman tanpa harus selalu setuju,
  • menantang opini sendiri,
  • menulis untuk memperjelas batin,
  • dan mendengarkan dengan hati terbuka.

Keintiman intelektual bukan hanya memperkaya diri, tetapi juga memperhalus jiwa dan memperkuat karakter.

Pelajaran untuk Anak Muda Indonesia

Ada beberapa pelajaran penting yang bisa dipetik dari gagasan The Erotics of Intelligence bagi generasi muda Indonesia:

a. Jadikan “kedalaman” sebagai gaya hidup baru.

Merayakan kedalaman di era permukaan adalah upaya bijaksana yang akan membedakan kita dari kerumunan.

b. Berpikir kritis adalah tindakan keberanian.

Dalam masyarakat yang sering menghakimi, keberanian untuk berpikir kritis dan menyuarakannya, adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan di masyarakat.

c. Dengarkan dengan empati.

Kecerdasan bukan hanya tentang apa yang kita ucapkan, tetapi tentang bagaimana kita mendengar dan menyerap dunia. Ini adalah sebuah seni tersendiri, seni mendengar secara bijak.

d. Bacalah dunia, bukan hanya layar.

Membaca buku, berbicara dengan orang dari berbagai kelas, mendengarkan tokoh yang sudah tercerahkan, bergabung dengan komunitas berbasis kasih, mengunjungi tempat baru—semua memperluas horizon batin.

e. Jadilah generasi yang “seksi” secara intelektual dan kedalaman hati

Bukan dengan menampilkan tubuh, tetapi dengan memperindah pikiran dan memperhalus budi.

Menuju Indonesia yang Lebih Cerdas dan Lebih Manusiawi

Jika generasi muda Indonesia mulai merayakan kecerdasan dalam makna yang paling hidup—bukan teknis, bukan akademis, tetapi eksistensial—bangsa ini akan berubah. Kita akan memiliki lebih banyak pemimpin yang bijak, bukan hanya populer. Lebih banyak inovator yang peduli, bukan hanya mengejar profit. Lebih banyak warga yang memahami demokrasi, bukan hanya ikut arus politik uang.

Bangsa besar membutuhkan kualitas jiwa besar, dan kualitas jiwa besar hanya lahir dari pikiran yang mendalam.

Pada akhirnya, The Erotics of Intelligence mengajak kita untuk jatuh cinta pada berpikir, pada dialog, pada pemahaman—karena hanya dengan itulah kita bisa membangun Indonesia yang lebih cerdas, lebih lembut, lebih manusiawi.

Dan itu semua dimulai dari satu langkah sederhana: menghargai kedalaman diri sendiri. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: erotics intelligenceHelen Higginsintelektual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melihat Tradisi Tuntunan di Desa Gaji, Tuban: Simbol Cinta dan Status Sosial

Next Post

Pejabat adalah Cerminan Rakyat

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Pejabat adalah Cerminan Rakyat

Pejabat adalah Cerminan Rakyat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co