24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Helen Higgins dan ‘The Erotics of Intelligence’

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 3, 2025
in Esai
Helen Higgins dan ‘The Erotics of Intelligence’

Ilustrasi tatkala.co | Canva

“Tidak ada yang lebih seksi daripada seseorang yang mendengarkan, belajar dan berpikir secara mendalam. Bukan karena kredibelitas atau kualifikasi, tetapi karena mereka peduli: tentang ide, pendapat orang lain  dan tentang makna,”- Hellen Higgins.

Di tengah dunia yang bergerak serbacepat, di mana perhatian manusia dipreteli oleh notifikasi, tren viral, dan konten singkat kurang dari satu menit, kecerdasan sering kali direduksi menjadi sekadar kemampuan menjawab soal, mengutip teori, atau memamerkan gelar akademik, padahal bisa jadi didapat dari membeli, bukan karena prestasi sendiri. Padahal, seperti disinggung Helen Higgins dalam gagasannya tentang The Erotics of Intelligence, ada sesuatu yang jauh lebih dalam dan memesona dari kecerdasan: yaitu daya tarik intelektual dan kedalaman batin yang muncul dari keinginan tulus untuk memahami, mendengar, dan memaknai kehidupan.

Refleksi ini menjadi sangat relevan bagi Indonesia saat ini—sebuah bangsa besar yang di satu sisi dipenuhi bakat muda, kreativitas, dan potensi luar biasa, namun di sisi lain juga terperangkap dalam tradisi serba instan, serba tampil, dan serba reaktif. Di tengah situasi ini, menghidupkan kembali daya erotis dari kecerdasan adalah tindakan mulia yang justru diperlukan untuk memperbaiki arah peradaban kita.

Ketika Permukaan Mengalahkan Kedalaman

Indonesia, seperti banyak negara lain di era digital, mengalami apa yang bisa disebut sebagai “krisis kedalaman”. Ruang publik dipenuhi komentar tanpa konteks, opini tanpa bacaan, dan perdebatan tanpa pemahaman. Anak muda tumbuh dalam lingkungan yang mendorong mereka untuk tampil, bukan mendalami; berbicara, bukan mendengarkan; bereaksi, bukan merenungkan.

Kita hidup di zaman di mana kesan lebih dijunjung daripada kualitas. Orang lebih terpukau oleh influencer yang berpenampilan menarik ketimbang pemikir yang menawarkan perspektif jernih. Politik pun demikian: slogan lebih laku daripada visi, pencitraan lebih digemari daripada integritas, sehingga melahirkan pemimpin culas.

Dalam tradisi seperti ini, sangat mudah bagi generasi muda untuk kehilangan apresiasi terhadap kecerdasan yang hakiki—kecerdasan yang menggerakkan nurani dan memperhalus jiwa.

Daya Tarik Kecerdasan: Apa yang Sesungguhnya “Seksi”?

Higgins mengingatkan bahwa tidak ada yang lebih seksi daripada seseorang yang benar-benar mendengarkan, yang bergairah pada ide, dan yang mau berpikir melampaui permukaan. Kecerdasan yang erotis bukanlah soal IQ atau prestasi akademik, tetapi soal kehadiran penuh: kemampuan untuk peduli, memahami, dan mengeksplorasi makna.

Dalam konteks Indonesia, kualitas ini sangat dibutuhkan, terutama oleh generasi muda yang kelak akan menjadi pewaris bangsa. Kita membutuhkan anak-anak muda yang “seksi” secara intelektual, tapi juga kedalaman hati—mereka yang tidak hanya mengejar popularitas, tetapi memperjuangkan gagasan; yang tidak sekadar mencari panggung, tetapi memberi kontribusi nyata; yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi menapaki jalan sunyi untuk belajar sungguh-sungguh.

Betapa indahnya bila semakin banyak anak muda yang meromantisasi pemikiran mendalam, bukan sekadar gaya hidup dangkal. Betapa berharganya bila percakapan mereka tidak berhenti pada gosip selebritas atau drama politik, tetapi juga menyentuh filsafat, sains, sejarah, dan kemanusiaan.

Tantangan Indonesia: Kekayaan Data, Kemiskinan Literasi

Indonesia adalah bangsa yang penuh informasi tetapi minim transformasi. Anak muda mengakses ribuan konten tiap hari, namun sedikit sekali yang benar-benar dicerna. Mereka belajar banyak hal, tetapi hanya di kulitnya.

Padahal, erotika kecerdasan tidak muncul dari tumpukan informasi, melainkan dari integrasi pengalaman, refleksi, dan dialog. Di sinilah kita menemukan tantangan terbesar:

  • Tingkat literasi baca kita masih rendah.
  • Kemampuan berpikir kritis kurang dilatih di sekolah.
  • Media sosial menggiring opini tanpa memberikan ruang untuk kedalaman.
  • Budaya diskusi yang sehat masih lemah; yang kuat justru budaya menghakimi.

Jika kondisi ini dibiarkan, bangsa kita akan kehilangan fondasi intelektual yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global.

Merawat Keintiman Intelektual di Tengah Kebisingan Sosial

Salah satu ide kuat Higgins adalah bahwa kecerdasan melibatkan keintiman—keintiman dengan ide, dengan bahasa, dengan percakapan, bahkan dengan diri sendiri. Di Indonesia, keintiman semacam ini menjadi langka karena pola hidup serba cepat dan kecanduan hiburan ringan.

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, anak muda perlu menemukan kembali keintiman dengan pikiran mereka sendiri:

  • duduk membaca tanpa distraksi,
  • merenungkan satu kalimat yang menyentuh,
  • berdiskusi dengan teman tanpa harus selalu setuju,
  • menantang opini sendiri,
  • menulis untuk memperjelas batin,
  • dan mendengarkan dengan hati terbuka.

Keintiman intelektual bukan hanya memperkaya diri, tetapi juga memperhalus jiwa dan memperkuat karakter.

Pelajaran untuk Anak Muda Indonesia

Ada beberapa pelajaran penting yang bisa dipetik dari gagasan The Erotics of Intelligence bagi generasi muda Indonesia:

a. Jadikan “kedalaman” sebagai gaya hidup baru.

Merayakan kedalaman di era permukaan adalah upaya bijaksana yang akan membedakan kita dari kerumunan.

b. Berpikir kritis adalah tindakan keberanian.

Dalam masyarakat yang sering menghakimi, keberanian untuk berpikir kritis dan menyuarakannya, adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan di masyarakat.

c. Dengarkan dengan empati.

Kecerdasan bukan hanya tentang apa yang kita ucapkan, tetapi tentang bagaimana kita mendengar dan menyerap dunia. Ini adalah sebuah seni tersendiri, seni mendengar secara bijak.

d. Bacalah dunia, bukan hanya layar.

Membaca buku, berbicara dengan orang dari berbagai kelas, mendengarkan tokoh yang sudah tercerahkan, bergabung dengan komunitas berbasis kasih, mengunjungi tempat baru—semua memperluas horizon batin.

e. Jadilah generasi yang “seksi” secara intelektual dan kedalaman hati

Bukan dengan menampilkan tubuh, tetapi dengan memperindah pikiran dan memperhalus budi.

Menuju Indonesia yang Lebih Cerdas dan Lebih Manusiawi

Jika generasi muda Indonesia mulai merayakan kecerdasan dalam makna yang paling hidup—bukan teknis, bukan akademis, tetapi eksistensial—bangsa ini akan berubah. Kita akan memiliki lebih banyak pemimpin yang bijak, bukan hanya populer. Lebih banyak inovator yang peduli, bukan hanya mengejar profit. Lebih banyak warga yang memahami demokrasi, bukan hanya ikut arus politik uang.

Bangsa besar membutuhkan kualitas jiwa besar, dan kualitas jiwa besar hanya lahir dari pikiran yang mendalam.

Pada akhirnya, The Erotics of Intelligence mengajak kita untuk jatuh cinta pada berpikir, pada dialog, pada pemahaman—karena hanya dengan itulah kita bisa membangun Indonesia yang lebih cerdas, lebih lembut, lebih manusiawi.

Dan itu semua dimulai dari satu langkah sederhana: menghargai kedalaman diri sendiri. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: erotics intelligenceHelen Higginsintelektual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melihat Tradisi Tuntunan di Desa Gaji, Tuban: Simbol Cinta dan Status Sosial

Next Post

Pejabat adalah Cerminan Rakyat

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Pejabat adalah Cerminan Rakyat

Pejabat adalah Cerminan Rakyat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co