25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Helen Higgins dan ‘The Erotics of Intelligence’

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 3, 2025
in Esai
Helen Higgins dan ‘The Erotics of Intelligence’

Ilustrasi tatkala.co | Canva

“Tidak ada yang lebih seksi daripada seseorang yang mendengarkan, belajar dan berpikir secara mendalam. Bukan karena kredibelitas atau kualifikasi, tetapi karena mereka peduli: tentang ide, pendapat orang lain  dan tentang makna,”- Hellen Higgins.

Di tengah dunia yang bergerak serbacepat, di mana perhatian manusia dipreteli oleh notifikasi, tren viral, dan konten singkat kurang dari satu menit, kecerdasan sering kali direduksi menjadi sekadar kemampuan menjawab soal, mengutip teori, atau memamerkan gelar akademik, padahal bisa jadi didapat dari membeli, bukan karena prestasi sendiri. Padahal, seperti disinggung Helen Higgins dalam gagasannya tentang The Erotics of Intelligence, ada sesuatu yang jauh lebih dalam dan memesona dari kecerdasan: yaitu daya tarik intelektual dan kedalaman batin yang muncul dari keinginan tulus untuk memahami, mendengar, dan memaknai kehidupan.

Refleksi ini menjadi sangat relevan bagi Indonesia saat ini—sebuah bangsa besar yang di satu sisi dipenuhi bakat muda, kreativitas, dan potensi luar biasa, namun di sisi lain juga terperangkap dalam tradisi serba instan, serba tampil, dan serba reaktif. Di tengah situasi ini, menghidupkan kembali daya erotis dari kecerdasan adalah tindakan mulia yang justru diperlukan untuk memperbaiki arah peradaban kita.

Ketika Permukaan Mengalahkan Kedalaman

Indonesia, seperti banyak negara lain di era digital, mengalami apa yang bisa disebut sebagai “krisis kedalaman”. Ruang publik dipenuhi komentar tanpa konteks, opini tanpa bacaan, dan perdebatan tanpa pemahaman. Anak muda tumbuh dalam lingkungan yang mendorong mereka untuk tampil, bukan mendalami; berbicara, bukan mendengarkan; bereaksi, bukan merenungkan.

Kita hidup di zaman di mana kesan lebih dijunjung daripada kualitas. Orang lebih terpukau oleh influencer yang berpenampilan menarik ketimbang pemikir yang menawarkan perspektif jernih. Politik pun demikian: slogan lebih laku daripada visi, pencitraan lebih digemari daripada integritas, sehingga melahirkan pemimpin culas.

Dalam tradisi seperti ini, sangat mudah bagi generasi muda untuk kehilangan apresiasi terhadap kecerdasan yang hakiki—kecerdasan yang menggerakkan nurani dan memperhalus jiwa.

Daya Tarik Kecerdasan: Apa yang Sesungguhnya “Seksi”?

Higgins mengingatkan bahwa tidak ada yang lebih seksi daripada seseorang yang benar-benar mendengarkan, yang bergairah pada ide, dan yang mau berpikir melampaui permukaan. Kecerdasan yang erotis bukanlah soal IQ atau prestasi akademik, tetapi soal kehadiran penuh: kemampuan untuk peduli, memahami, dan mengeksplorasi makna.

Dalam konteks Indonesia, kualitas ini sangat dibutuhkan, terutama oleh generasi muda yang kelak akan menjadi pewaris bangsa. Kita membutuhkan anak-anak muda yang “seksi” secara intelektual, tapi juga kedalaman hati—mereka yang tidak hanya mengejar popularitas, tetapi memperjuangkan gagasan; yang tidak sekadar mencari panggung, tetapi memberi kontribusi nyata; yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi menapaki jalan sunyi untuk belajar sungguh-sungguh.

Betapa indahnya bila semakin banyak anak muda yang meromantisasi pemikiran mendalam, bukan sekadar gaya hidup dangkal. Betapa berharganya bila percakapan mereka tidak berhenti pada gosip selebritas atau drama politik, tetapi juga menyentuh filsafat, sains, sejarah, dan kemanusiaan.

Tantangan Indonesia: Kekayaan Data, Kemiskinan Literasi

Indonesia adalah bangsa yang penuh informasi tetapi minim transformasi. Anak muda mengakses ribuan konten tiap hari, namun sedikit sekali yang benar-benar dicerna. Mereka belajar banyak hal, tetapi hanya di kulitnya.

Padahal, erotika kecerdasan tidak muncul dari tumpukan informasi, melainkan dari integrasi pengalaman, refleksi, dan dialog. Di sinilah kita menemukan tantangan terbesar:

  • Tingkat literasi baca kita masih rendah.
  • Kemampuan berpikir kritis kurang dilatih di sekolah.
  • Media sosial menggiring opini tanpa memberikan ruang untuk kedalaman.
  • Budaya diskusi yang sehat masih lemah; yang kuat justru budaya menghakimi.

Jika kondisi ini dibiarkan, bangsa kita akan kehilangan fondasi intelektual yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global.

Merawat Keintiman Intelektual di Tengah Kebisingan Sosial

Salah satu ide kuat Higgins adalah bahwa kecerdasan melibatkan keintiman—keintiman dengan ide, dengan bahasa, dengan percakapan, bahkan dengan diri sendiri. Di Indonesia, keintiman semacam ini menjadi langka karena pola hidup serba cepat dan kecanduan hiburan ringan.

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, anak muda perlu menemukan kembali keintiman dengan pikiran mereka sendiri:

  • duduk membaca tanpa distraksi,
  • merenungkan satu kalimat yang menyentuh,
  • berdiskusi dengan teman tanpa harus selalu setuju,
  • menantang opini sendiri,
  • menulis untuk memperjelas batin,
  • dan mendengarkan dengan hati terbuka.

Keintiman intelektual bukan hanya memperkaya diri, tetapi juga memperhalus jiwa dan memperkuat karakter.

Pelajaran untuk Anak Muda Indonesia

Ada beberapa pelajaran penting yang bisa dipetik dari gagasan The Erotics of Intelligence bagi generasi muda Indonesia:

a. Jadikan “kedalaman” sebagai gaya hidup baru.

Merayakan kedalaman di era permukaan adalah upaya bijaksana yang akan membedakan kita dari kerumunan.

b. Berpikir kritis adalah tindakan keberanian.

Dalam masyarakat yang sering menghakimi, keberanian untuk berpikir kritis dan menyuarakannya, adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan di masyarakat.

c. Dengarkan dengan empati.

Kecerdasan bukan hanya tentang apa yang kita ucapkan, tetapi tentang bagaimana kita mendengar dan menyerap dunia. Ini adalah sebuah seni tersendiri, seni mendengar secara bijak.

d. Bacalah dunia, bukan hanya layar.

Membaca buku, berbicara dengan orang dari berbagai kelas, mendengarkan tokoh yang sudah tercerahkan, bergabung dengan komunitas berbasis kasih, mengunjungi tempat baru—semua memperluas horizon batin.

e. Jadilah generasi yang “seksi” secara intelektual dan kedalaman hati

Bukan dengan menampilkan tubuh, tetapi dengan memperindah pikiran dan memperhalus budi.

Menuju Indonesia yang Lebih Cerdas dan Lebih Manusiawi

Jika generasi muda Indonesia mulai merayakan kecerdasan dalam makna yang paling hidup—bukan teknis, bukan akademis, tetapi eksistensial—bangsa ini akan berubah. Kita akan memiliki lebih banyak pemimpin yang bijak, bukan hanya populer. Lebih banyak inovator yang peduli, bukan hanya mengejar profit. Lebih banyak warga yang memahami demokrasi, bukan hanya ikut arus politik uang.

Bangsa besar membutuhkan kualitas jiwa besar, dan kualitas jiwa besar hanya lahir dari pikiran yang mendalam.

Pada akhirnya, The Erotics of Intelligence mengajak kita untuk jatuh cinta pada berpikir, pada dialog, pada pemahaman—karena hanya dengan itulah kita bisa membangun Indonesia yang lebih cerdas, lebih lembut, lebih manusiawi.

Dan itu semua dimulai dari satu langkah sederhana: menghargai kedalaman diri sendiri. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: erotics intelligenceHelen Higginsintelektual
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melihat Tradisi Tuntunan di Desa Gaji, Tuban: Simbol Cinta dan Status Sosial

Next Post

Pejabat adalah Cerminan Rakyat

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Pejabat adalah Cerminan Rakyat

Pejabat adalah Cerminan Rakyat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co