3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pejabat adalah Cerminan Rakyat

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 3, 2025
in Esai
Pejabat adalah Cerminan Rakyat

Ilustrasi: tatkala.co/Dede│Dibuat dengan Canva

DALAM kehidupan berbangsa dan bernegara, acap kali kita menempatkan pejabat sebagai pihak yang sepenuhnya bertanggung jawab atas rusaknya sistem sosial, ekonomi, maupun moral di negeri ini. Mereka dituding sebagai biang keladi berbagai persoalan: perusakan lingkungan, korupsi, kemalasan, hingga sikap tidak amanah. Akan tetapi, jika kita menelisik lebih dalam, ada cermin besar yang sesungguhnya sedang menatap masyarakat. Pejabat adalah bagian dari rakyat itu sendiri. Apa yang terlihat pada wakil rakyat, sebagian besar merupakan refleksi dari perilaku masyarakat yang melahirkan, mendukung, bahkan membenarkan tindakan-tindakan tersebut.

Kita mengecam pejabat menebang pohon atau merusak lingkungan seenaknya demi keuntungan pribadi, tetapi pada saat yang sama masyarakat membuang sampah sembarangan tanpa rasa bersalah. Keduanya sama-sama merusak, hanya aktor dan skalanya berbeda. Ketika pejabat melakukan korupsi miliaran rupiah, masyarakat pun sesungguhnya terlibat dalam praktik serupa dalam bentuk lebih kecil: pungutan liar, mark up anggaran kelompok, hingga meminta ‘uang rokok’ untuk layanan yang seharusnya gratis. Perbedaannya hanya angka, bukan moral. Seolah-olah kita tidak mampu melakukan korupsi besar karena tidak berada di posisi dan peluang yang memungkinkan.

Begitu pula ketika pejabat kedapatan mengambil hak yang bukan miliknya, masyarakat pun melakukan hal serupa. Saat terjadi musibah, bukan hanya pejabat yang berebut proyek bantuan, masyarakat ikut menjarah barang yang bukan miliknya. Ketika pejabat tertidur dalam rapat resmi, masyarakat pun tak kalah kreatif, menggunakan surat izin palsu agar bisa absen dari kantor tanpa konsekuensi. Semua ini menunjukkan bahwa praktik moral yang menyimpang bukan hanya terjadi di pucuk kekuasaan, melainkan hidup dan tumbuh di akar masyarakat.

Pada titik ini, sulit untuk menolak kenyataan pahit bahwa tindakan-tindakan pejabat tidak lahir dari ruang hampa. Mereka adalah anak dari budaya yang sama, hasil dari sistem sosial yang juga membentuk perilaku masyarakat sehari-hari. Hal-hal buruk yang kita lihat pada wakil rakyat sesungguhnya mencerminkan kebiasaan masyarakat yang berlangsung lama, turun-temurun, dan dianggap lumrah. Karena itu, barangkali benar jika dikatakan bahwa ketika masyarakat berada di posisi pejabat, mereka akan melakukan hal yang sama atau bahkan lebih parah. Kekuasaan hanya memperbesar tindakan, bukan menciptakan moral baru.

Yang lebih menyedihkan lagi, orang jujur justru kerap tersingkirkan. Dalam lingkungan yang terbiasa dengan manipulasi, integritas dianggap ancaman. Orang jujur dipandang aneh, ditertawakan, bahkan diacuhkan. Mereka dianggap tidak fleksibel, terlalu idealis, atau tidak mampu memahami ‘situasi lapangan’. Seakan-akan kejujuran bukan lagi nilai utama, melainkan kelemahan yang patut dihindari. Maka tak heran, populasi orang jujur makin sedikit. Mereka bertahan dengan perjuangan yang melelahkan, sementara mayoritas justru mengikuti arus, meski arus itu membawa pada kerusakan moral.

Ironi ini memperlihatkan betapa kuatnya budaya negatif yang telah mendarah daging dalam masyarakat. Dilema moral tidak lagi dirasakan sebagai pergulatan nurani, tetapi sebagai pilihan praktis demi bertahan hidup dalam lingkungan sosial yang sarat kepentingan. Rasa sungkan atau ‘tidak enakan’, standar ganda dalam menilai tindakan, serta toleransi terhadap kesalahan kecil menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ini bukan fenomena baru, melainkan warisan turun-temurun yang terus direproduksi dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ketika anak melihat orang tua memanipulasi data demi bantuan, mereka belajar bahwa kejujuran merugikan. Ketika siswa melihat gurunya menoleransi ketidakjujuran kecil, mereka tumbuh dengan anggapan bahwa kebohongan bisa dibenarkan dalam kondisi tertentu. Ketika masyarakat melihat pejabat melanggar aturan tanpa sanksi, mereka yakin bahwa ketidakadilan adalah hal normal. Lingkaran ini terus berputar dan membentuk budaya yang sulit diputus.

Namun, kendati kondisi ini tampak suram, bukan berarti tidak ada harapan. Kesadaran bahwa pejabat adalah cerminan rakyat sepatutnya menjadi titik awal untuk memperbaiki diri sebagai masyarakat. Sebab jika ingin memiliki pemimpin yang jujur, masyarakat harus lebih dulu menjunjung nilai yang sama. Jika ingin pejabat berhenti merusak lingkungan, masyarakat pun harus mencintai lingkungan. Jika ingin korupsi lenyap, masyarakat harus menghentikan praktik-praktik korupsi yang mengakar.

Perubahan tidak selalu harus datang dari atas. Ia bisa dimulai dari hal-hal sederhana: membuang sampah pada tempatnya, menolak pungli, menepati janji, atau sekadar jujur pada diri sendiri. Tindakan kecil yang konsisten jauh lebih berarti daripada kritik besar yang tidak disertai keteladanan.

Pejabat memang cerminan rakyat. Jika cermin itu memantulkan sesuatu yang buruk, sudah sepatutnya kita tidak hanya memecahkan cerminnya, tetapi memperbaiki apa yang terpancar di dalamnya. Karena perubahan sejati tidak berasal dari mengganti orang di kursi kekuasaan, tetapi dari mengganti karakter masyarakat yang melahirkan mereka. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: pejabatrakyat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Helen Higgins dan ‘The Erotics of Intelligence’

Next Post

Wanprestasi Pihak dalam Akta Autentik dan Pilihan Hukum  Penyelesaian Sengketa

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Wanprestasi Pihak dalam Akta Autentik dan Pilihan Hukum  Penyelesaian Sengketa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co