2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Eksistensi Kepemimpinan Adat Desa Bali Kuno di Bali Era Baru Ditinjau dari Sudut Pandang Tata Kelola Kolaboratif

Putu Sawitra Danda Prasetia by Putu Sawitra Danda Prasetia
November 29, 2025
in Esai
Eksistensi Kepemimpinan Adat Desa Bali Kuno di Bali Era Baru Ditinjau dari Sudut Pandang Tata Kelola Kolaboratif

Ulu apad Desa Adat Kintamani tempo dulu | Sumber foto: Facebook PEMUDA PECINTA DESA KINTAMANI

DESA Adat Kintamani merupakan salah satu desa Bali Kuna yang masih mempertahankan “keasliannya” hingga saat ini. Kebudayaan yang dimiliki Desa Bali Kuna dicirikan dari sistem pemerintahan tradisional yang dikenal dengan istilah ulu apad. Secara harfiah, kata ulu apad memiliki arti “menarik dari bawah, mendorong ke atas”. Dikutip dari buku Rumah Leluhur Kami : Kelebihdahuluan dan Dualisme dalam Masyarakat Bali Dataran Tinggi karya seorang antropolog Australia Thomas A. Reuter (2018), mendefinisikan ulu apad sebagai seperangkat majelis tetua desa yang beranggotakan warga yang sudah menikah dan memiliki hak tanah.

Rotasi kepemimpinan dalam sistem pemerintahan ulu apad dijalankan dengan sistem rangking berdasarkan “kelebihdahuluan” perkawinan. Artinya anggota ulu apad yang lebih dahulu menikah akan menduduki posisi yang lebih tinggi, sedangkan posisi di bawahnya akan diduduki oleh anggota yang menikah setelahnya. Pola ini akan terus mengulang hingga posisi yang terakhir. Anggota ulu apad dinyatakan pensiun apabila semua anaknya telah menikah atau ia meninggal dunia. Secara otomatis posisinya akan digantikan oleh salah satu anak atau keluarganya.

Ulu apad berlaku secara umum di desa-desa Bali Kuna lainnya namun terdapat perbedaan pada struktur, fungsi, dan mekanismenya. Khusus Desa Adat Kintamani, ulu apad menggunakan istilah saing kutus karena terdapat 8 orang yang menjabat sebagai inti dalam pemerintahan. Saing kutus tersebut terbagi ke dalam dua sibak yaitu sibak kiwa (sisi kiri) dan sibak tengen (sisi kanan). Posisi tertinggi dijabat oleh sepasang Jero Kubayan yaitu Jero Kubayan Mucuk dan Jero Kubayan Kiwa.

Posisi kedua terdapat Jero Bahu Tengen dan Jero Bahu Kiwa, sedangkan posisi ketiga dan kempat dijabat oleh Jero Singgukan dan Jero Penakehan, masing-masing berjumlah dua orang. Di bawah jabatan saing kutus terdapat 8 orang Jero Penembelasan. Posisi selanjutnya terdapat anggota ulu apad yang disebut Jero Kraman dan posisi paling akhir disebut Jero Pideran.

Ulu apad Desa Adat Kintamani tempo dulu | Sumber foto: Facebook Pemuda Pecinta Desa Kintamani

Awalnya hanya sistem pemerintahan ulu apad yang memegang peranan dalam menentukan kebijakan dan peraturan di Desa Adat Kintamani. Namun dalam beberapa dekade terakhir berdasarkan studi observasi terjadi pergeseran fungsi dalam dualitas penyelenggaraan pemerintahan di Desa Adat Kintamani. Hal tersebut disebabkan berlakunya peraturan daerah No. 4 tahun 2019 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Saat ini Desa Adat Kintamani juga menggunakan sistem prajuru yang dipimpin oleh Bendesa yang dibantu Juru Surat, Juru Raksa, Kelian Banjar dan Kasinoman. Sistem prajuru yang diimplementasikan di Desa Adat Kintamani sedikit berbeda dengan desa-desa lainnya, di mana untuk menjadi Bendesa haruslah berasal dari kraman yang menjadi anggota ulu apad. Terjadi pembagian fungsi antara sistem ulu apad dan sistem prajuru, sistem ulu apad lebih banyak mengurusi persoalan niskala yaitu persoalan yang bersifat religius seperti pelaksanaan pujawali pura. Sedangkan sistem prajuru mengakomodir permasalahan sekala yaitu birokrasi pemerintahan desa adat yang lebih formal.

Meskipun terdapat dualitas, pada pelaksanaannya kedua sistem pemerintahan baik ulu apad maupun prajuru di Desa Adat Kintamani saling berkolaborasi dalam menjalankan roda pemerintahan guna menentukan dan mengontrol kebijakan yang diputuskan untuk mengatur masyarakat.

Penyelenggaraan pemerintahan adat di lingkup Desa Bali Kuna pada era globalisasi seperti saat ini harus diakui tidak bisa lagi bertumpu pada satu sistem ulu apad saja. Diperlukan sebuah kerjasama dengan sistem prajuru tetapi dengan catatan sistem ulu apad wajib dipertahankan. Hal tersebut seirama dengan pandangan governance dalam ilmu administrasi publik yaitu membagi peran pemerintah kepada kelompok lainnya sehingga membangun sinergitas dalam tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Perkembangannya terjadi penyempurnaan dalam konsep governance, yaitu collaborative governance atau tata kelola pemerintahan yang kolaboratif. Collaborative governance tidak tercipta secara tiba-tiba, akan tetapi penyebabnya berasal dari inisiatif berbagai pihak yang termotivasi untuk berkolakorasi dalam menyelesaikan permasalahan publik.

Proses collaborative governance secara tersirat dalam penyelenggaraan pemerintahan Bali Kuna di Desa Adat Kintamani dapat dilihat dari pengambilan keputusan. Setiap pengambilan keputusan di Desa Adat Kintamani harus ditentukan berdasarkan musyawarah melalui sangkepan. Proses pengambilan keputusan melibatkan semua pihak baik ulu apad, prajuru, dan masyarakat.

Namun pada beberapa kasus yang tidak dapat ambil keputusan, Jero Kubayan Kiwa Tengen sebagai jabatan struktural tertinggi berhak memberi nasehat dan mengambil keputusan yang dianggap mutlak karena dipandang memiliki kekuatan niskala. Proses lainnya juga dapat dilihat dari pengelolaan keuangan dan aset Desa. Juru Raksa dalam sistem prajuru merupakan bendahara desa adat dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan memerlukan pengawasan serta konsultasi dari sistem ulu apad.

Proses collaborative governance juga dapat terlihat dari pelaksanaan upacara yadnya. Siklus upacara yadnya di Desa Adat Kintamani sangat padat selama dua belas sasih (dua belas bulan), oleh sebab itu sistem ulu apad bekerja sama dengan sistem prajuru. Mengingat upacara yadnya di Desa Adat Kintamani memerlukan biaya yang tak sedikit, sistem prajuru bertugas menjembatani dengan Pemerintah Daerah untuk memperoleh bantuan keuangan.

Meskipun terdapat dualitas antara sistem ulu apad dan prajuru, kedua sistem tersebut dapat bersinergi yang seiras dengan konsep collaborative governance dalam kajian ilmu administrasi publik jika dilihat pada beberapa aspek. Diharapkan kondisi tersebut dapat terjaga untuk melestarikan kebudayaan Bali Kuna dalam menghadapi tantangan kemajuan zaman. [T]

Penulis: I Putu Sawitra Danda Prasetia
Editor: Adnyana Ole

Tags: balibali kunoBangliDesa Kintamanikepemimpinan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Orang Bali Kurang Bersyukur?

Next Post

Tumbler KAI Heboh, Banjir Sibolga Sunyi —Potret Aneh Netizen Indonesia

Putu Sawitra Danda Prasetia

Putu Sawitra Danda Prasetia

Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Udayana. IG @sawitra.dp

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Tumbler KAI Heboh, Banjir Sibolga Sunyi —Potret Aneh Netizen Indonesia

Tumbler KAI Heboh, Banjir Sibolga Sunyi ---Potret Aneh Netizen Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co