25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tumbler KAI Heboh, Banjir Sibolga Sunyi —Potret Aneh Netizen Indonesia

Mochamad Rifa’i by Mochamad Rifa’i
November 29, 2025
in Esai
Tumbler KAI Heboh, Banjir Sibolga Sunyi —Potret Aneh Netizen Indonesia

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

SEPERTI biasa, hari-hari ini lini masa kembali menunjukkan pesonanya: mengubah hal yang seharusnya selesai dalam hitungan menit tapi menjadi drama berbabak-babak tak ada ujungnya lengkap dengan soundtrack, “Ku menangis… membayangkan, betapa kejamnya dirimu atas diriku”. begitulah kira-kira lirik yang selalu terngingang ala sinetron Indosiar “Suara Hati Istri”.

Baiklah, tidak berlama-lama. Pesona fyp-ku dari kisah viral penumpang KAI yang kehilangan tumbler, lalu hampir membuat seorang pegawai dipecat, hingga kisah update hubungan Inara Rusli dan Virgoun yang seakan-akan seluruh bangsa ini menunggu keputusan finalnya seperti final Piala Dunia. Seakan-akan netizen sedang menilai, siapa kira-kira diantara mereka yang lebih baik.

Dua berita yang jika ditimbang-timbang keduanya tidak memiliki bobot itu sebenarnya bisa kita kategorikan sebagai “urusan rumah tangga dan barang hilang biasa”, justru meledak, trending, dan dibahas di mana-mana. Sementara itu, di sudut lain Nusantara, ada peristiwa yang dampaknya jauh lebih nyata dan panjang: banjir besar di Sumatra, gelondongan kayu bertumpuk-tumpuk hanyut bersama derasnya air banjir, dan kabar tiga hektar hutan mangrove yang ditebang demi pembangunan rumah pribadi seorang gubernur.

Ironisnya,  berita banjir dan penebangan hutan mangrove ini tidak mendapatkan panggung yang sama. Tidak trending nomor satu. Tidak terlalu diperebutkan oleh akun gosip, walaupun sempat diberitakan tapi tidak semeledak urusan tumbler dan Inara Rusli. Sunyi, seperti hutan itu sendiri sebelum ditebang.

Fenomena ini membuat kita perlu bertanya dengan jujur dan sedikit satir kepada diri sendiri, kenapa sih kita lebih cepat ngegas ngomentarin tumbler hilang ketimbang marah melihat hutan mangrove yang lenyap? Kenapa kita lebih peduli urusan perselengkuhan orang lain daripada persoalan ekologi dan keselamatan warga di Sumatra?

Apa jangan-jangan sebenarnya masalah kita bukan lagi tentang kurang informasi, tapi terlalu banyak distraksi. Atau ketika lewat di beranda sosmed, kita sebenarnya tahu berita itu, tapi lebih tidak tertarik untuk nge­-hook otak dan jari untuk membanjiri kolom komentar. Kita lebih tertarik untuk komentar berita receh, karena mungkin fomo video yang lewat itu sudah ramai, dan kolom komentar sudah banjir akhirnya membuat kita ikut-ikutan nimbrung.  Bisa dibilang berita receh itu ibarat camilan: gurih, ringan, bikin ketagihan, dan tidak butuh mikir untuk mengunyahnya. Sementara berita penting itu seperti sayur: penuh nutrisi, tapi kalah pamor jika dibandingkan dengan keripik basreng pedas level 100. Benar, gak?

Lagi pula, berita receh selalu punya trik khusus untuk menghipnotis netizen. Dan, selalu menang dalam satu hal: drama. Sedangkan berita tentang lingkungan atau bencana? Ya, tidak ada tokoh utama tampan atau cantik. Tidak ada soundtrack. Tidak ada adegan “video syur 2 jam bocor”. Yang ada hanya warga kebanjiran dan batang-batang kayu yang mendadak muncul bukan karena simsalabim, tapi karena tata kelola hutan yang acakadur.

Padahal, jika dinalar pakai logika, jadi netizen budiman itu tidak harus jadi bijak 24 jam, kok. Kita tetap boleh ketawa, scroll santai melihat hal-hal receh. Kita tetap boleh ikut nimbrung gossip sesekali. Yang penting, jangan sampai kemampuan kita membedakan mana yang hiburan dan mana yang krusial itu hilang. Sampai sini, masuk di akal, ya?

Setelah saya menyelam ke banyak sumber valid, dan saya merangkumnya menjadi beberapa hal penting, sebenarnya ada beberapa cara agar tetap waras di tengah badai berita receh:

Terapkan “aturan 5 detik” sebelum komentar.

    Dalam lima detik ini, tanyakan ke diri sendiri: “Ini penting untuk publik, atau cuma penting untuk algoritma?” Kalau jawabannya yang kedua, mohon tahan hasrat untuk jadi komentator dadakan.

    Latih timeline sehat.

    Follow akun-akun yang membahas isu lingkungan, kebijakan publik, dan investigasi, atau lebih ke cara berkebun semacam dailylife gitu, lah. Biar algoritma juga tahu kalau kita bukan cuma penggemar drama romansa semata. Karena algoritma itu menanyangkan dan mereferensikan tayangan yang sering kita cari di mesin pencarian. 

    Bedakan empati dan kepo.

    Kasus rumah tangga artis bukan undangan umum. Sementara banjir, deforestasi, dan penyalahgunaan kekuasaan adalah urusan yang harusnya menjadi urusan kita bersama.

    Konsumsi berita seperti diet seimbang.

    Boleh sesekali menyantap camilan, seblak, basreng, dan sejenisnya, tapi jangan lupa makan makanan yang bergizi. Dalam konteks ini: gossip boleh, tapi isu public jangan ditinggalkan.

    Tanyakan, “Siapa yang lebih diuntungkan?”

    Kalau ada berita receh mendadak diblow-up besar-besaran, sementara berita penting tenggelam, coba renungkan: siapa yang diuntungkan kalau public sibuk ributin tumbler dan Inara Rusli.

    Apa kita mau dibodoh-bodohi saja, coba mari kita renungkan dan mulai menebak. Hampir pasti, jika ada berita pemerintahan yang ramai tidak lama lagi pasti ada saja berita receh yang muncul dan trending seperti seakan ada yang men-setting atau mungkin hanya kebetulan saja. Entahlah…

    Pada akhirnya, mejadi netizen yang cerdas itu bukan soal tidak pernah salah. Tapi tahu kapan harus mengonsumsi hiburan, dan kapan harus memeriksa apa yang disembunyikan di balik layar.

    Harapannya, pemerintah juga semakin sadar, semakin tranparan, tidak defensive setiap ada kritik, dan tidak membiarkan isu-isu besar tenggelam begitu saja. Rakyatnya? Semoga tidak mudah diombang-ambingkan percepatan isu receh. Dengan begitu, semoga kita bisa jadi warga yang matanya tidak hanya melek, tapi juga awas. Tidak cuma pandai scroll layar ponsel, tapi juga punya rasa peduli dan empati. Karena suatu hal penting, bangsa ini tidak akan beruah hanya dengan trending gosip, tapi oleh rakyat yang sadar kapan waktunya tertawa, dan kapan waktunya menjaga rumah sendiri, yakni Indonesia. [T]

    Penulis: Mochamad Rifa’i
    Editor: Adnyana Ole

    Tags: algoritmabanjirmedia sosial
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Eksistensi Kepemimpinan Adat Desa Bali Kuno di Bali Era Baru Ditinjau dari Sudut Pandang Tata Kelola Kolaboratif

    Next Post

    Membaca Pidato Prabowo di Hari Guru 2025 Melalui Filsafat Pancasila dan Konstitusi

    Mochamad Rifa’i

    Mochamad Rifa’i

    Seorang guru PJOK biasa aja di sebuah sekolah pinggiran kabupaten kecil Tuban, Jawa Timur, yang suka sedikit menulis ketika gabut saja dan mood-moodan. Kepoin saya di TikTok: @pak.arpjok

    Related Posts

    Selamat Datang di Negara “Clickbait”

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    October 24, 2026
    0
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

    SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

    Read moreDetails

    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    by Wayan Gde Yudane
    October 23, 2026
    0
    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

    Read moreDetails

    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    by I Ketut Suar Adnyana
    October 22, 2026
    0
    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

    Read moreDetails

    Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

    by Tri Nugroho Adi
    October 22, 2026
    0
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

    Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

    Read moreDetails

    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    by I Wayan Artika
    October 21, 2026
    0
    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

    Read moreDetails

    Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

    by Chusmeru
    October 21, 2026
    0
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

    DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

    Read moreDetails

    Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

    by Angga Wijaya
    October 20, 2026
    0
    Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

    SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

    Read moreDetails

    Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

    by Luh Putu Anggreny
    October 20, 2026
    0
    Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

    BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

    Read moreDetails

    Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

    by Wayan Gde Yudane
    October 19, 2026
    0
    Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

    Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

    Read moreDetails

    Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

    by AA Ayu Arun Suwi Arianty
    October 19, 2026
    0
    Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

    PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

    Read moreDetails
    Next Post
    Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

    Membaca Pidato Prabowo di Hari Guru 2025 Melalui Filsafat Pancasila dan Konstitusi

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Menyulam Masa Depan Laut Lovina
    Liputan Khusus

    Menyulam Masa Depan Laut Lovina

    PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

    by Jaswanto
    October 24, 2026
    Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
    Pendidikan

    Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

    NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

    by Dede Putra Wiguna
    October 24, 2026
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
    Esai

    Selamat Datang di Negara “Clickbait”

    SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    October 24, 2026
    Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
    Pendidikan

    Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

    SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

    by Wahyu Mahaputra
    October 23, 2026
    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
    Panggung

    Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

    KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

    by Nyoman Budarsana
    October 23, 2026
    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
    Esai

    Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

    Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

    by Wayan Gde Yudane
    October 23, 2026
    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
    Khas

    Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

    SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

    by Dede Putra Wiguna
    October 23, 2026
    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
    Panggung

    Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

    GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

    by Dede Putra Wiguna
    October 22, 2026
    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
    Esai

    Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

    IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

    by I Ketut Suar Adnyana
    October 22, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

    Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

    by Tri Nugroho Adi
    October 22, 2026
    Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
    Panggung

    Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

    DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

    by Nyoman Budarsana
    October 22, 2026
    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
    Esai

    Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

    ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

    by I Wayan Artika
    October 21, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co