23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tumbler KAI Heboh, Banjir Sibolga Sunyi —Potret Aneh Netizen Indonesia

Mochamad Rifa’i by Mochamad Rifa’i
November 29, 2025
in Esai
Tumbler KAI Heboh, Banjir Sibolga Sunyi —Potret Aneh Netizen Indonesia

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

SEPERTI biasa, hari-hari ini lini masa kembali menunjukkan pesonanya: mengubah hal yang seharusnya selesai dalam hitungan menit tapi menjadi drama berbabak-babak tak ada ujungnya lengkap dengan soundtrack, “Ku menangis… membayangkan, betapa kejamnya dirimu atas diriku”. begitulah kira-kira lirik yang selalu terngingang ala sinetron Indosiar “Suara Hati Istri”.

Baiklah, tidak berlama-lama. Pesona fyp-ku dari kisah viral penumpang KAI yang kehilangan tumbler, lalu hampir membuat seorang pegawai dipecat, hingga kisah update hubungan Inara Rusli dan Virgoun yang seakan-akan seluruh bangsa ini menunggu keputusan finalnya seperti final Piala Dunia. Seakan-akan netizen sedang menilai, siapa kira-kira diantara mereka yang lebih baik.

Dua berita yang jika ditimbang-timbang keduanya tidak memiliki bobot itu sebenarnya bisa kita kategorikan sebagai “urusan rumah tangga dan barang hilang biasa”, justru meledak, trending, dan dibahas di mana-mana. Sementara itu, di sudut lain Nusantara, ada peristiwa yang dampaknya jauh lebih nyata dan panjang: banjir besar di Sumatra, gelondongan kayu bertumpuk-tumpuk hanyut bersama derasnya air banjir, dan kabar tiga hektar hutan mangrove yang ditebang demi pembangunan rumah pribadi seorang gubernur.

Ironisnya,  berita banjir dan penebangan hutan mangrove ini tidak mendapatkan panggung yang sama. Tidak trending nomor satu. Tidak terlalu diperebutkan oleh akun gosip, walaupun sempat diberitakan tapi tidak semeledak urusan tumbler dan Inara Rusli. Sunyi, seperti hutan itu sendiri sebelum ditebang.

Fenomena ini membuat kita perlu bertanya dengan jujur dan sedikit satir kepada diri sendiri, kenapa sih kita lebih cepat ngegas ngomentarin tumbler hilang ketimbang marah melihat hutan mangrove yang lenyap? Kenapa kita lebih peduli urusan perselengkuhan orang lain daripada persoalan ekologi dan keselamatan warga di Sumatra?

Apa jangan-jangan sebenarnya masalah kita bukan lagi tentang kurang informasi, tapi terlalu banyak distraksi. Atau ketika lewat di beranda sosmed, kita sebenarnya tahu berita itu, tapi lebih tidak tertarik untuk nge­-hook otak dan jari untuk membanjiri kolom komentar. Kita lebih tertarik untuk komentar berita receh, karena mungkin fomo video yang lewat itu sudah ramai, dan kolom komentar sudah banjir akhirnya membuat kita ikut-ikutan nimbrung.  Bisa dibilang berita receh itu ibarat camilan: gurih, ringan, bikin ketagihan, dan tidak butuh mikir untuk mengunyahnya. Sementara berita penting itu seperti sayur: penuh nutrisi, tapi kalah pamor jika dibandingkan dengan keripik basreng pedas level 100. Benar, gak?

Lagi pula, berita receh selalu punya trik khusus untuk menghipnotis netizen. Dan, selalu menang dalam satu hal: drama. Sedangkan berita tentang lingkungan atau bencana? Ya, tidak ada tokoh utama tampan atau cantik. Tidak ada soundtrack. Tidak ada adegan “video syur 2 jam bocor”. Yang ada hanya warga kebanjiran dan batang-batang kayu yang mendadak muncul bukan karena simsalabim, tapi karena tata kelola hutan yang acakadur.

Padahal, jika dinalar pakai logika, jadi netizen budiman itu tidak harus jadi bijak 24 jam, kok. Kita tetap boleh ketawa, scroll santai melihat hal-hal receh. Kita tetap boleh ikut nimbrung gossip sesekali. Yang penting, jangan sampai kemampuan kita membedakan mana yang hiburan dan mana yang krusial itu hilang. Sampai sini, masuk di akal, ya?

Setelah saya menyelam ke banyak sumber valid, dan saya merangkumnya menjadi beberapa hal penting, sebenarnya ada beberapa cara agar tetap waras di tengah badai berita receh:

Terapkan “aturan 5 detik” sebelum komentar.

    Dalam lima detik ini, tanyakan ke diri sendiri: “Ini penting untuk publik, atau cuma penting untuk algoritma?” Kalau jawabannya yang kedua, mohon tahan hasrat untuk jadi komentator dadakan.

    Latih timeline sehat.

    Follow akun-akun yang membahas isu lingkungan, kebijakan publik, dan investigasi, atau lebih ke cara berkebun semacam dailylife gitu, lah. Biar algoritma juga tahu kalau kita bukan cuma penggemar drama romansa semata. Karena algoritma itu menanyangkan dan mereferensikan tayangan yang sering kita cari di mesin pencarian. 

    Bedakan empati dan kepo.

    Kasus rumah tangga artis bukan undangan umum. Sementara banjir, deforestasi, dan penyalahgunaan kekuasaan adalah urusan yang harusnya menjadi urusan kita bersama.

    Konsumsi berita seperti diet seimbang.

    Boleh sesekali menyantap camilan, seblak, basreng, dan sejenisnya, tapi jangan lupa makan makanan yang bergizi. Dalam konteks ini: gossip boleh, tapi isu public jangan ditinggalkan.

    Tanyakan, “Siapa yang lebih diuntungkan?”

    Kalau ada berita receh mendadak diblow-up besar-besaran, sementara berita penting tenggelam, coba renungkan: siapa yang diuntungkan kalau public sibuk ributin tumbler dan Inara Rusli.

    Apa kita mau dibodoh-bodohi saja, coba mari kita renungkan dan mulai menebak. Hampir pasti, jika ada berita pemerintahan yang ramai tidak lama lagi pasti ada saja berita receh yang muncul dan trending seperti seakan ada yang men-setting atau mungkin hanya kebetulan saja. Entahlah…

    Pada akhirnya, mejadi netizen yang cerdas itu bukan soal tidak pernah salah. Tapi tahu kapan harus mengonsumsi hiburan, dan kapan harus memeriksa apa yang disembunyikan di balik layar.

    Harapannya, pemerintah juga semakin sadar, semakin tranparan, tidak defensive setiap ada kritik, dan tidak membiarkan isu-isu besar tenggelam begitu saja. Rakyatnya? Semoga tidak mudah diombang-ambingkan percepatan isu receh. Dengan begitu, semoga kita bisa jadi warga yang matanya tidak hanya melek, tapi juga awas. Tidak cuma pandai scroll layar ponsel, tapi juga punya rasa peduli dan empati. Karena suatu hal penting, bangsa ini tidak akan beruah hanya dengan trending gosip, tapi oleh rakyat yang sadar kapan waktunya tertawa, dan kapan waktunya menjaga rumah sendiri, yakni Indonesia. [T]

    Penulis: Mochamad Rifa’i
    Editor: Adnyana Ole

    Tags: algoritmabanjirmedia sosial
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Eksistensi Kepemimpinan Adat Desa Bali Kuno di Bali Era Baru Ditinjau dari Sudut Pandang Tata Kelola Kolaboratif

    Next Post

    Membaca Pidato Prabowo di Hari Guru 2025 Melalui Filsafat Pancasila dan Konstitusi

    Mochamad Rifa’i

    Mochamad Rifa’i

    Seorang guru PJOK biasa aja di sebuah sekolah pinggiran kabupaten kecil Tuban, Jawa Timur, yang suka sedikit menulis ketika gabut saja dan mood-moodan. Kepoin saya di TikTok: @pak.arpjok

    Related Posts

    Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

    by Angga Wijaya
    June 23, 2026
    0
    Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

    TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

    Read moreDetails

    Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

    by Vito Prasetyo
    June 22, 2026
    0
    Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

    Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

    Read moreDetails

    Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

    by Dewa Rhadea
    June 21, 2026
    0
    Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

    "Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

    Read moreDetails

    Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

    by Made Chandra
    June 21, 2026
    0
    Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

    10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

    Read moreDetails

    Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

    by I Nyoman Tingkat
    June 21, 2026
    0
    Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

    PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

    Read moreDetails

    Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

    by Angga Wijaya
    June 21, 2026
    0
    Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

    MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

    Read moreDetails

    KLAKSON

    by Hartanto
    June 20, 2026
    0
    KLAKSON

    SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

    Read moreDetails

    Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

    by Agung Sudarsa
    June 20, 2026
    0
    Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

    Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

    Read moreDetails

    Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    June 20, 2026
    0
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

    SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

    Read moreDetails

    Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

    by Afgan Fadilla
    June 18, 2026
    0
    (Bukan) Demokrasi Kita

    DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

    Read moreDetails
    Next Post
    Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

    Membaca Pidato Prabowo di Hari Guru 2025 Melalui Filsafat Pancasila dan Konstitusi

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
    Bahasa

    Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

    PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

    by I Made Sudiana
    June 23, 2026
    Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
    Esai

    Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

    TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

    by Angga Wijaya
    June 23, 2026
    Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
    Kritik Seni

    Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

    by Wayan Sudirana, PhD
    June 23, 2026
    Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
    Gaya

    Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

    BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

    by Nyoman Budarsana
    June 22, 2026
    Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
    Khas

    Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

    Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

    by Agung Sudarsa
    June 22, 2026
    Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
    Esai

    Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

    Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

    by Vito Prasetyo
    June 22, 2026
    Mengagumi Mobil Mini
    Khas

    Mengagumi Mobil Mini

    SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

    by Jaswanto
    June 22, 2026
    Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
    Gaya

    Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

    Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

    by Nyoman Budarsana
    June 22, 2026
    Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
    Panggung

    Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

    KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

    by Dede Putra Wiguna
    June 22, 2026
    Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
    Pameran

    Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

    SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

    by Nyoman Budarsana
    June 21, 2026
    Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
    Panggung

    Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

    KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

    by Nyoman Budarsana
    June 21, 2026
    Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
    Tualang

    Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

    by Made Wirya
    June 21, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co