23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Iri Dengki: Penyakit Hati dan Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
October 20, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SUATU malam pada acara arisan di tingkat RT (Rukun Tetangga), seorang tokoh masyarakat memberikan sambutan berupa wejangan atau nasihat kepada para warga. Ia mengingatkan agar warga selalu menjaga hati, agar tidak terserang penyakit hati yang merusak komunikasi sesama warga.

Tokoh masyarakat itu pun sambil bercanda memberikan contoh cerita: “Ada tetangga yang beli kulkas baru, orang lain kemropok (terbakar hatinya); ada tetangga yang beli sepeda motor baru, orang lain meriang; ada tetangga yang punya mobil baru, orang lain langsung pingsan”. Apa yang disampaikan tokoh masyarakat itu merupakan gambaran betapa mudah orang menjadi iri dan dengki kepada orang lain.

 Iri dengki adalah penyakit hati. Sumbernya bisa bermacam-macam. Iri adalah perasaan tidak puas atau tidak senang terhadap keberhasilan atau kebahagiaan orang lain. Sedangkan dengki adalah perasaan marah atau benci terhadap keberhasilan atau kebahagiaan orang lain.

 Dalam bahasa Arab, iri dan dengki disebut Hasad. Hasad adalah perasaan tidak senang atau iri hati terhadap kenikmatan atau keberuntungan yang dimiliki orang lain, serta keinginan agar kenikmatan tersebut hilang dari orang tersebut. Hasad adalah salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya. Iri dan dengki merupakan perasaan negatif yang mendalam, yang tidak hanya menginginkan kenikmatan orang lain hilang tetapi juga berharap kenikmatan tersebut berpindah kepadanya (Munawir, 2024).

Menurut Quraish Shihab (dalam Nazilah, 2020), iri hati dapat disebabkan oleh banyak hal. Dengki dan iri hati antara lain dapat muncul karena keangkuhan. Orang merasa bahwa orang lain tak berhak memiliki suatu nikmat, melainkan dirinya yang patut mendapatkannya.

Persaingan dapat menjadi pemicu orang merasa iri dan dengki. Persaingan bisa dalam hal materi maupun nonmateri. Di sini, iri hati muncul akibat ketidakmampuan menyamai atau melebihi orang lain yang disaingi itu. Rasa iri ini disertai dengan ketakutan yang berlebihan, lantaran tidak mampu memiliki apa yang dipunyai orang lain.

Watak buruk juga menjadi salah satu sebab perasaan iri dan dengki. Watak ini mengantar seseorang iri terhadap orang lain tanpa suatu sebab. Inilah jenis iri hati yang terburuk. Sebab, watak sulit untuk berubah, sehingga orang akan tetap selalu merasa iri dengki atas kenikmatan yang dimiliki orang lain.

Bukan hanya menimpa orang biasa, mereka yang kaya, pejabat, dan kaum terdidik pun dapat terserang iri dengki. Seseorang yang mendapat promosi jabatan di perusahaan atau instansi pemerintah dapat membuat iri dengki rekan kerjanya.

Begitu pula di kampus. Capaian jabatan struktural dan akademis yang diperoleh dosen dapat membuat iri dengki dosen lain. Padahal kampus adalah entitas akademis yang menjunjung tinggi rasionalitas dan intelektualitas, bukan mengedepankan emosional dan pemikiran dangkal.

Penyakit Hati

Iri dengki atau hasad memang penyakit hati. Ciri orang yang iri dengki adalah tidak merasa senang ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat. Bukannya ikut senang atas prestasi maupun nikmat yang diperoleh orang lain, mereka yang iri dengki sering kali membicarakan keburukan atau kekurangan orang (Munawir, 2024).

Orang yang iri dengki selalu menghindari untuk memberikan pujian atau pengakuan terhadap kebaikan orang lain. Pertanda yang parah dari penyakit hati ini adalah orang senantiasa akan melakukan sabotase, berusaha untuk menghalangi atau merusak kenikmatan yang dimiliki orang lain.

 Dampak iri dengki bisa bersifat personal dan sosial. Secara personal, orang sulit mendapat kebahagiaan. Orang yang selalu iri dengki akan selalu merasa tidak puas, stres, dan depresi lantaran senantiasa merasa kurang saat membandingkan dengan orang lain.

Sifat iri dan dengki secara personal akan menghambat kemajuan seseorang. Alih-alih berupaya meraih prestasi, orang yang iri dan dengki lebih fokus pada keberhasilan orang lain serta memandangnya dari sisi negatif.

Penyakit hati ini secara sosial juga berdampak pada rusaknya hubungan antarpersonal serta berpotensi menciptakan konflik. Saudara bisa menjadi musuh, teman dapat menjadi lawan ketika hubungan sosial dilandasi oleh iri dan dengki. Energi sosial habis untuk permusuhan. Empati sosial rendah, karena orang tak peduli dengan apa yang dirasakan orang lain.

Masalah Komunikasi

Iri dan dengki memang acapkali menimbulkan banyak masalah. Indonesia akan sulit menjadi negara maju dan bersaing dengan negara lain. Celakanya, iri dan dengki menjadi bagian dari interaksi masyarakat Indonesia setiap harinya. Komunikasi interpersonal dan sosial banyak diwarnai dengan perasaan iri dengki antarsesama.

Komunikasi menjadi tidak efektif. Prasangka negatif selalu menyertai dalam setiap proses komunikasi. Andai pun orang melakukan kritik kepada orang lain, kritik itu tidak bersifat konstruktif karena hanya mencari kesalahan orang lain.

Masalah menjadi kian parah ketika fitnah dan kabar bohong menjadi bagian dari komunikasi antarmanusia. Jika ada yang mengatakan, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, itu nyata adanya. Fitnah dapat membunuh karakter seseorang, membunuh karir seseorang, dan membunuh masa depan orang lain. Dan orang yang melontarkan fitnah tak pernah merasa bersalah, karena dilandasi iri dan dengki.

Kabar bohong, bergunjing, dan menggosip tentang orang lain menjadi penyakit dalam berkomunikasi. Senada dengan fitnah, kabar bohong pastinya bertujuan menjatuhkan reputasi dan kredibilitas orang lain.

Melihat orang lain sukses, orang yang iri dengki akan menyiarkan kabar bohong bahwa kesuksesan orang lain itu karena koneksi, nepotisme, atau pun suap. Kabar bohong tentulah tidak benar. Namun jika sering diucapkan dan diceritakan, kabar bohong akan dianggap benar oleh orang yang mendengarnya.

Hal sepele kadang bisa menimbulkan fitnah dan kabar bohong. Pekerja pria yang mengajak makan siang rekan kerja wanitanya di saat jam istirahat dapat difitnah berselingkuh. Seorang bawahan yang menemani atasan ke sebuah pertemuan bisnis dapat difitnah sebagai cari muka, menjilat, atau mengemis jabatan. Bagi orang yang iri dan dengki, apa pun dapat menjadi biang fitnah dan kabar bohong.

Alih-alih iri dan dengki, ikut mensyukuri nikmat yang diperoleh orang lain justru dapat menghindarkan diri dari penyakit hati. Saatnya menata pikiran, menata hati, dan mengelola komunikasi dengan niat baik. Indonesia akan lebih maju jika terbebas dari orang-orang iri dan dengki. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Dunia (Politik) Memang Panggung Sandiwara
Tags: komunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

ETC BOOK FORUM 2025: Ruang Pertemuan Buku, Wacana, dan Komunitas di Denpasar

Next Post

Flourishing Indonesia 2025: Sebuah Cermin Diri

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Flourishing Indonesia 2025: Sebuah Cermin Diri

Flourishing Indonesia 2025: Sebuah Cermin Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co