23 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Iri Dengki: Penyakit Hati dan Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
October 20, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SUATU malam pada acara arisan di tingkat RT (Rukun Tetangga), seorang tokoh masyarakat memberikan sambutan berupa wejangan atau nasihat kepada para warga. Ia mengingatkan agar warga selalu menjaga hati, agar tidak terserang penyakit hati yang merusak komunikasi sesama warga.

Tokoh masyarakat itu pun sambil bercanda memberikan contoh cerita: “Ada tetangga yang beli kulkas baru, orang lain kemropok (terbakar hatinya); ada tetangga yang beli sepeda motor baru, orang lain meriang; ada tetangga yang punya mobil baru, orang lain langsung pingsan”. Apa yang disampaikan tokoh masyarakat itu merupakan gambaran betapa mudah orang menjadi iri dan dengki kepada orang lain.

 Iri dengki adalah penyakit hati. Sumbernya bisa bermacam-macam. Iri adalah perasaan tidak puas atau tidak senang terhadap keberhasilan atau kebahagiaan orang lain. Sedangkan dengki adalah perasaan marah atau benci terhadap keberhasilan atau kebahagiaan orang lain.

 Dalam bahasa Arab, iri dan dengki disebut Hasad. Hasad adalah perasaan tidak senang atau iri hati terhadap kenikmatan atau keberuntungan yang dimiliki orang lain, serta keinginan agar kenikmatan tersebut hilang dari orang tersebut. Hasad adalah salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya. Iri dan dengki merupakan perasaan negatif yang mendalam, yang tidak hanya menginginkan kenikmatan orang lain hilang tetapi juga berharap kenikmatan tersebut berpindah kepadanya (Munawir, 2024).

Menurut Quraish Shihab (dalam Nazilah, 2020), iri hati dapat disebabkan oleh banyak hal. Dengki dan iri hati antara lain dapat muncul karena keangkuhan. Orang merasa bahwa orang lain tak berhak memiliki suatu nikmat, melainkan dirinya yang patut mendapatkannya.

Persaingan dapat menjadi pemicu orang merasa iri dan dengki. Persaingan bisa dalam hal materi maupun nonmateri. Di sini, iri hati muncul akibat ketidakmampuan menyamai atau melebihi orang lain yang disaingi itu. Rasa iri ini disertai dengan ketakutan yang berlebihan, lantaran tidak mampu memiliki apa yang dipunyai orang lain.

Watak buruk juga menjadi salah satu sebab perasaan iri dan dengki. Watak ini mengantar seseorang iri terhadap orang lain tanpa suatu sebab. Inilah jenis iri hati yang terburuk. Sebab, watak sulit untuk berubah, sehingga orang akan tetap selalu merasa iri dengki atas kenikmatan yang dimiliki orang lain.

Bukan hanya menimpa orang biasa, mereka yang kaya, pejabat, dan kaum terdidik pun dapat terserang iri dengki. Seseorang yang mendapat promosi jabatan di perusahaan atau instansi pemerintah dapat membuat iri dengki rekan kerjanya.

Begitu pula di kampus. Capaian jabatan struktural dan akademis yang diperoleh dosen dapat membuat iri dengki dosen lain. Padahal kampus adalah entitas akademis yang menjunjung tinggi rasionalitas dan intelektualitas, bukan mengedepankan emosional dan pemikiran dangkal.

Penyakit Hati

Iri dengki atau hasad memang penyakit hati. Ciri orang yang iri dengki adalah tidak merasa senang ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat. Bukannya ikut senang atas prestasi maupun nikmat yang diperoleh orang lain, mereka yang iri dengki sering kali membicarakan keburukan atau kekurangan orang (Munawir, 2024).

Orang yang iri dengki selalu menghindari untuk memberikan pujian atau pengakuan terhadap kebaikan orang lain. Pertanda yang parah dari penyakit hati ini adalah orang senantiasa akan melakukan sabotase, berusaha untuk menghalangi atau merusak kenikmatan yang dimiliki orang lain.

 Dampak iri dengki bisa bersifat personal dan sosial. Secara personal, orang sulit mendapat kebahagiaan. Orang yang selalu iri dengki akan selalu merasa tidak puas, stres, dan depresi lantaran senantiasa merasa kurang saat membandingkan dengan orang lain.

Sifat iri dan dengki secara personal akan menghambat kemajuan seseorang. Alih-alih berupaya meraih prestasi, orang yang iri dan dengki lebih fokus pada keberhasilan orang lain serta memandangnya dari sisi negatif.

Penyakit hati ini secara sosial juga berdampak pada rusaknya hubungan antarpersonal serta berpotensi menciptakan konflik. Saudara bisa menjadi musuh, teman dapat menjadi lawan ketika hubungan sosial dilandasi oleh iri dan dengki. Energi sosial habis untuk permusuhan. Empati sosial rendah, karena orang tak peduli dengan apa yang dirasakan orang lain.

Masalah Komunikasi

Iri dan dengki memang acapkali menimbulkan banyak masalah. Indonesia akan sulit menjadi negara maju dan bersaing dengan negara lain. Celakanya, iri dan dengki menjadi bagian dari interaksi masyarakat Indonesia setiap harinya. Komunikasi interpersonal dan sosial banyak diwarnai dengan perasaan iri dengki antarsesama.

Komunikasi menjadi tidak efektif. Prasangka negatif selalu menyertai dalam setiap proses komunikasi. Andai pun orang melakukan kritik kepada orang lain, kritik itu tidak bersifat konstruktif karena hanya mencari kesalahan orang lain.

Masalah menjadi kian parah ketika fitnah dan kabar bohong menjadi bagian dari komunikasi antarmanusia. Jika ada yang mengatakan, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, itu nyata adanya. Fitnah dapat membunuh karakter seseorang, membunuh karir seseorang, dan membunuh masa depan orang lain. Dan orang yang melontarkan fitnah tak pernah merasa bersalah, karena dilandasi iri dan dengki.

Kabar bohong, bergunjing, dan menggosip tentang orang lain menjadi penyakit dalam berkomunikasi. Senada dengan fitnah, kabar bohong pastinya bertujuan menjatuhkan reputasi dan kredibilitas orang lain.

Melihat orang lain sukses, orang yang iri dengki akan menyiarkan kabar bohong bahwa kesuksesan orang lain itu karena koneksi, nepotisme, atau pun suap. Kabar bohong tentulah tidak benar. Namun jika sering diucapkan dan diceritakan, kabar bohong akan dianggap benar oleh orang yang mendengarnya.

Hal sepele kadang bisa menimbulkan fitnah dan kabar bohong. Pekerja pria yang mengajak makan siang rekan kerja wanitanya di saat jam istirahat dapat difitnah berselingkuh. Seorang bawahan yang menemani atasan ke sebuah pertemuan bisnis dapat difitnah sebagai cari muka, menjilat, atau mengemis jabatan. Bagi orang yang iri dan dengki, apa pun dapat menjadi biang fitnah dan kabar bohong.

Alih-alih iri dan dengki, ikut mensyukuri nikmat yang diperoleh orang lain justru dapat menghindarkan diri dari penyakit hati. Saatnya menata pikiran, menata hati, dan mengelola komunikasi dengan niat baik. Indonesia akan lebih maju jika terbebas dari orang-orang iri dan dengki. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Dunia (Politik) Memang Panggung Sandiwara
Tags: komunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

ETC BOOK FORUM 2025: Ruang Pertemuan Buku, Wacana, dan Komunitas di Denpasar

Next Post

Flourishing Indonesia 2025: Sebuah Cermin Diri

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Flourishing Indonesia 2025: Sebuah Cermin Diri

Flourishing Indonesia 2025: Sebuah Cermin Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co