12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Iri Dengki: Penyakit Hati dan Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
October 20, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SUATU malam pada acara arisan di tingkat RT (Rukun Tetangga), seorang tokoh masyarakat memberikan sambutan berupa wejangan atau nasihat kepada para warga. Ia mengingatkan agar warga selalu menjaga hati, agar tidak terserang penyakit hati yang merusak komunikasi sesama warga.

Tokoh masyarakat itu pun sambil bercanda memberikan contoh cerita: “Ada tetangga yang beli kulkas baru, orang lain kemropok (terbakar hatinya); ada tetangga yang beli sepeda motor baru, orang lain meriang; ada tetangga yang punya mobil baru, orang lain langsung pingsan”. Apa yang disampaikan tokoh masyarakat itu merupakan gambaran betapa mudah orang menjadi iri dan dengki kepada orang lain.

 Iri dengki adalah penyakit hati. Sumbernya bisa bermacam-macam. Iri adalah perasaan tidak puas atau tidak senang terhadap keberhasilan atau kebahagiaan orang lain. Sedangkan dengki adalah perasaan marah atau benci terhadap keberhasilan atau kebahagiaan orang lain.

 Dalam bahasa Arab, iri dan dengki disebut Hasad. Hasad adalah perasaan tidak senang atau iri hati terhadap kenikmatan atau keberuntungan yang dimiliki orang lain, serta keinginan agar kenikmatan tersebut hilang dari orang tersebut. Hasad adalah salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya. Iri dan dengki merupakan perasaan negatif yang mendalam, yang tidak hanya menginginkan kenikmatan orang lain hilang tetapi juga berharap kenikmatan tersebut berpindah kepadanya (Munawir, 2024).

Menurut Quraish Shihab (dalam Nazilah, 2020), iri hati dapat disebabkan oleh banyak hal. Dengki dan iri hati antara lain dapat muncul karena keangkuhan. Orang merasa bahwa orang lain tak berhak memiliki suatu nikmat, melainkan dirinya yang patut mendapatkannya.

Persaingan dapat menjadi pemicu orang merasa iri dan dengki. Persaingan bisa dalam hal materi maupun nonmateri. Di sini, iri hati muncul akibat ketidakmampuan menyamai atau melebihi orang lain yang disaingi itu. Rasa iri ini disertai dengan ketakutan yang berlebihan, lantaran tidak mampu memiliki apa yang dipunyai orang lain.

Watak buruk juga menjadi salah satu sebab perasaan iri dan dengki. Watak ini mengantar seseorang iri terhadap orang lain tanpa suatu sebab. Inilah jenis iri hati yang terburuk. Sebab, watak sulit untuk berubah, sehingga orang akan tetap selalu merasa iri dengki atas kenikmatan yang dimiliki orang lain.

Bukan hanya menimpa orang biasa, mereka yang kaya, pejabat, dan kaum terdidik pun dapat terserang iri dengki. Seseorang yang mendapat promosi jabatan di perusahaan atau instansi pemerintah dapat membuat iri dengki rekan kerjanya.

Begitu pula di kampus. Capaian jabatan struktural dan akademis yang diperoleh dosen dapat membuat iri dengki dosen lain. Padahal kampus adalah entitas akademis yang menjunjung tinggi rasionalitas dan intelektualitas, bukan mengedepankan emosional dan pemikiran dangkal.

Penyakit Hati

Iri dengki atau hasad memang penyakit hati. Ciri orang yang iri dengki adalah tidak merasa senang ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat. Bukannya ikut senang atas prestasi maupun nikmat yang diperoleh orang lain, mereka yang iri dengki sering kali membicarakan keburukan atau kekurangan orang (Munawir, 2024).

Orang yang iri dengki selalu menghindari untuk memberikan pujian atau pengakuan terhadap kebaikan orang lain. Pertanda yang parah dari penyakit hati ini adalah orang senantiasa akan melakukan sabotase, berusaha untuk menghalangi atau merusak kenikmatan yang dimiliki orang lain.

 Dampak iri dengki bisa bersifat personal dan sosial. Secara personal, orang sulit mendapat kebahagiaan. Orang yang selalu iri dengki akan selalu merasa tidak puas, stres, dan depresi lantaran senantiasa merasa kurang saat membandingkan dengan orang lain.

Sifat iri dan dengki secara personal akan menghambat kemajuan seseorang. Alih-alih berupaya meraih prestasi, orang yang iri dan dengki lebih fokus pada keberhasilan orang lain serta memandangnya dari sisi negatif.

Penyakit hati ini secara sosial juga berdampak pada rusaknya hubungan antarpersonal serta berpotensi menciptakan konflik. Saudara bisa menjadi musuh, teman dapat menjadi lawan ketika hubungan sosial dilandasi oleh iri dan dengki. Energi sosial habis untuk permusuhan. Empati sosial rendah, karena orang tak peduli dengan apa yang dirasakan orang lain.

Masalah Komunikasi

Iri dan dengki memang acapkali menimbulkan banyak masalah. Indonesia akan sulit menjadi negara maju dan bersaing dengan negara lain. Celakanya, iri dan dengki menjadi bagian dari interaksi masyarakat Indonesia setiap harinya. Komunikasi interpersonal dan sosial banyak diwarnai dengan perasaan iri dengki antarsesama.

Komunikasi menjadi tidak efektif. Prasangka negatif selalu menyertai dalam setiap proses komunikasi. Andai pun orang melakukan kritik kepada orang lain, kritik itu tidak bersifat konstruktif karena hanya mencari kesalahan orang lain.

Masalah menjadi kian parah ketika fitnah dan kabar bohong menjadi bagian dari komunikasi antarmanusia. Jika ada yang mengatakan, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, itu nyata adanya. Fitnah dapat membunuh karakter seseorang, membunuh karir seseorang, dan membunuh masa depan orang lain. Dan orang yang melontarkan fitnah tak pernah merasa bersalah, karena dilandasi iri dan dengki.

Kabar bohong, bergunjing, dan menggosip tentang orang lain menjadi penyakit dalam berkomunikasi. Senada dengan fitnah, kabar bohong pastinya bertujuan menjatuhkan reputasi dan kredibilitas orang lain.

Melihat orang lain sukses, orang yang iri dengki akan menyiarkan kabar bohong bahwa kesuksesan orang lain itu karena koneksi, nepotisme, atau pun suap. Kabar bohong tentulah tidak benar. Namun jika sering diucapkan dan diceritakan, kabar bohong akan dianggap benar oleh orang yang mendengarnya.

Hal sepele kadang bisa menimbulkan fitnah dan kabar bohong. Pekerja pria yang mengajak makan siang rekan kerja wanitanya di saat jam istirahat dapat difitnah berselingkuh. Seorang bawahan yang menemani atasan ke sebuah pertemuan bisnis dapat difitnah sebagai cari muka, menjilat, atau mengemis jabatan. Bagi orang yang iri dan dengki, apa pun dapat menjadi biang fitnah dan kabar bohong.

Alih-alih iri dan dengki, ikut mensyukuri nikmat yang diperoleh orang lain justru dapat menghindarkan diri dari penyakit hati. Saatnya menata pikiran, menata hati, dan mengelola komunikasi dengan niat baik. Indonesia akan lebih maju jika terbebas dari orang-orang iri dan dengki. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Dunia (Politik) Memang Panggung Sandiwara
Tags: komunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

ETC BOOK FORUM 2025: Ruang Pertemuan Buku, Wacana, dan Komunitas di Denpasar

Next Post

Flourishing Indonesia 2025: Sebuah Cermin Diri

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Flourishing Indonesia 2025: Sebuah Cermin Diri

Flourishing Indonesia 2025: Sebuah Cermin Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co