15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Chaos Theory”: Kekacauan Kadang Diperlukan Juga

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
October 8, 2025
in Esai
Jangan Retak Perahu Negeriku, Jatuh ke Penguasa Tidak Amanah

Ahmad Sihabudin

Chaos merupakan istilah dalam bidang meteorologi, yang dikemukakan pertama kali oleh Edward Lorenz, seorang meteorologis, yang meneliti tentang problem cuaca. Dari hasil penelitiannya, tahun 1961 dia menyimpulkan bahwa cuaca tidak dapat diprediksi secara akurat.

Edward Lorenz juga menemukan efek kupu-kupu, yaitu hal sangat kecil dan tampak sepele di udara dapat mengakibatkan badai besar yang tidak diprediksi sebelumnya, seperti kepakan sayap seekor kupu-kupu yang tampak lemah dan tidak menghasilkan efek apa pun terhadap sekelilingnya. Oleh karena itu, sedikit perubahan pada kondisi awal dapat berdampak besar pada hasil, seperti yang dicontohkan oleh ”efek kupu-kupu” dan dalam karya ahli meteorologi, Edward Lorenz (https://www.sciencedirect.com/topics/earth-and-planetary-sciences/chaos-theory)

Sebuah situasi yang serba tak teratur dan tampak kacau merupakan situasi yang seringkali dihindari oleh banyak orang, organisasi, dan pemimpin. Banyak orang, pemimpin, dan organisasi menginginkan kondisi yang terkendali sehingga mereka dapat memprediksi bagaimana masa depan dan apa yang mesti dilakukan.

Dalam pandangan chaos theory, keinginan seperti ini bukanlah keinginan yang selalu positif, sebab keteraturan dan pengendalian niscaya dapat menimbulkan kebekuan, kreatifitas yang hilang, dan motivasi yang mati. Kondisi yang selalu stabil dipercaya tidak akan menimbulkan perubahan, padahal perubahan diperlukan untuk membuat dan membangun banyak kemajuan bagi individu itu sendiri, kelompoknya, maupun bangsa dan dunia (https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/).

Artinya, sebuah kekacauan kadang sedikit diperlukan dalam konteks teori ini yang menggambarkan kualitas titik di mana stabilitas berpindah ke ketidakstabilan atau keteraturan berpindah ke kekacauan. Misalnya, tidak seperti perilaku pendulum, yang menganut pola yang dapat diprediksi, sistem yang kacau tidak menjadi pola yang dapat diprediksi karena proses nonliniernya. Contoh sistem chaos adalah perilaku kepulan asap atau turbulensi laut. Sistem chaos mempunyai karakteristik yang sensitif terhadap kondisi awal.

Menurut Michael Crichton dalam bukunya Jurrasic Park, teori kekacauan yang diistilahkan dengan turbulence dan chaos mengajarkan kepada kita bahwa liniaritas lurus yang kita andaikan begitu saja dalam segala sesuatu dari fisika sampai fiksi, sama sekali tidak ada.

Liniaritas adalah cara pandang yang keliru terhadap dunia ini. Kehidupan nyata bukan merupakan rangkaian peristiwa yang saling terkait yang terjadi secara susul-menyusul seperti manik-manik yang direnteng menjadi sebuah kalung. Kehidupan sesungguhnya merupakan serangkaian pertemuan di mana satu peristiwa mungkin mengubah peristiwa-peristiwa yang mengikuti secara tak terduga sama sekali, bahkan mempunyai efek menghancurkan (https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/).

***

Bila kita mengenang beberapa peristiwa yang pernah terjadi di negeri ini, pada setiap era, mulai dari ”masa geruduk anggota parlemen” baru-baru ini, dan demo-demo masyarakat, mahasiswa menyampaikan aspirasi, reformasi sosial politik ”kerusuhan” 1997-1998 yang mengubah arah dan struktur sosial politik kenegaraan kita, dan beberapa peristiwa kelam yang pernah kita alami seperti Gerakan 30 September, Darul Islam, Gerakan Aceh Merdeka, dan lain-lain. Kita dapat katakan itu masa lalu yang kacau, tidak stabil sosial politik kita, kalau kita potret melalui chaos theory, adalah sebuah proses perubahan sosial politik menuju harapan ideal, baik, mumpuni setiap masa dan kebutuhan saat itu.

Tidak bermaksud mengatakan kekacaun, ketidak stabilan itu menjadi kebutuhan dan diperlukan untuk menjadi baik suatu situasi sosial politik. Anomali dalam setiap perjalanan dinamika kehidupan sosial politik itu, adalah proses yang tidak dapat menghindarinya.

Mengamati peta situasi politik global, nasional, dan lokal yang terjadi dengan teori ketidakteraturan mungkin tepat juga, ”sistem” sesuatu yang  tidak dapat di prediksi, seperti koalisi-koalisi antar parpol di dalam negeri usai Pilpres-Wapres sebelumnya.  Ada koalisi ABC kemudian menjadi ABC plus-plus. Mungkin  sebentar lagi akan berubah menjadi koalisi XYZ. Diskusi publik di mana-nama, tergesa-gesa, tidak teratur semuanya melontarkan opini, yang terkesan asal bunyi.

Di belahan bumi sana, sudah lebih tiga tahun Israel menggila menghujani Gaza dengan serangan udara yang sporadis, membunuhi anak-anak, kaum ibu dan orang sipil seperti melepaskan dendam kesumat masa lalu mereka yang selalu diburu, dibunuh NAZI.

Cuaca, iklim juga menunjukkan ketidakteraturan membuat ”kacau” hujan deras ekstrem, suhu dingin, mulai ada yang kebanjiran kota-kota di sekitar Jabodetabek, Denpasar Bali, dan beberapa kota lainnya. Panas ekstrem juga sudah mulai membakar ilalang, rumput di beberapa ruas jalan Tol. Lahan  hutan mulai  terbakar, kekeringan di suatu tempat, harga pangan (telur, beras, gula, minyak goreng) mulai tidak teratur, pengaruh satu variabel bebas yang namanya ”iklim cuaca panas-dingin”, hujan dan panas.

Kita tidak lagi berada dalam lingkungan yang stabil, sederhana dan pasti. Perubahan adalah satu-satunya yang konstan. Jadi muncullah sistem dinamis yang acak, tidak stabil, dan kompleks. Distrupsi teknologi, penetrasi energi terbarukan, ekonomi sirkular, dan transformasi digital mengubah skenario operasional organisasi (https://www.linkedin.com/pulse/chaos-theory-organizationthe-emergence-order-disorder-mukherjee).

Dapat kita katakan bahwa ketidakstabilan (instabilitas) adalah kebutuhan dan keharusan bagi siapa pun untuk bangkit menuju kejayaannya.

Bagaimana organisasi akan merespons sistem dinamis nonlinier ini, apa peran manajemen dan pemimpin dalam lingkungan yang kacau ini, dan bagaimana cara mengatasinya. Situasi  ini memerlukan sebuah terobosan, inovasi, ”bermain-main” dengan aturan buat kebijakan yang tidak masuk akal. Seperti pada masa Wapres JK berduet dengan SBY, JK membuat Keputusan Wakil Presiden, atau saat JK membuat keputusan mengganti bahan bakar minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga yang saat itu harganya melambung tinggi, diganti dengan gas 3 kg, awalnya kacau setelah itu stabil dan normal sampai saat ini.

Peradaban suatu bangsa seperti sebuah gunung. Ketika suatu bangsa mengalami kondisi yang tak beraturan dan kacau, ia akan berusaha untuk mengatasinya untuk selanjutnya bangkit menuju puncak peradaban. Kemudian, setelah sekian lama berada dalam puncak peradaban dan kemajuan yang stabil, bangsa tersebut akan bergerak menuju kondisi yang kacau dan tak beraturan. Begitu seterusnya (https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/).

Dengan demikian, jika dikaitkan dengan masa depan, maka masa depan bukan merupakan kontinuasi atau terusan dari masa silam. Masa depan akan merupakan rangkaian peristiwa yang diskontinu (Rowan Gibson (ed.), Rethinking The Future, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2000, hal. xxx)

 Dalam arti lain, masa depan adalah terra incognita –meminjam istilah Alvin Toffler-yaitu daerah tak dikenal atau tak terpetakan (ibid). Charles Handy menegaskan bahwa “Anda tak dapat memandang masa depan sebagai kontinuasi atau terusan masa silam…. Karena masa depan akan berbeda” (ibid).

Menutup tulisan ini dengan kalimat Ali bin Abi Thalib:“Akan datang kepada kalian sesudahku zaman di mana tidak ada yang lebih kabur daripada kebenaran, dan tidak ada yang lebih nyata dari kepalsuan”. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

Tags: chaos theory
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Keributan di Pura Merupakan Wujud Disonansi Sosial

Next Post

Vinsensius Domi Pondeng, Dulu Anak Pemalu Kini Menjadi Pemimpin Muda Inspiratif

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
0
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

Read moreDetails

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails
Next Post
Vinsensius Domi Pondeng, Dulu Anak Pemalu Kini Menjadi Pemimpin Muda Inspiratif

Vinsensius Domi Pondeng, Dulu Anak Pemalu Kini Menjadi Pemimpin Muda Inspiratif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co