26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Chaos Theory”: Kekacauan Kadang Diperlukan Juga

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
October 8, 2025
in Esai
Jangan Retak Perahu Negeriku, Jatuh ke Penguasa Tidak Amanah

Ahmad Sihabudin

Chaos merupakan istilah dalam bidang meteorologi, yang dikemukakan pertama kali oleh Edward Lorenz, seorang meteorologis, yang meneliti tentang problem cuaca. Dari hasil penelitiannya, tahun 1961 dia menyimpulkan bahwa cuaca tidak dapat diprediksi secara akurat.

Edward Lorenz juga menemukan efek kupu-kupu, yaitu hal sangat kecil dan tampak sepele di udara dapat mengakibatkan badai besar yang tidak diprediksi sebelumnya, seperti kepakan sayap seekor kupu-kupu yang tampak lemah dan tidak menghasilkan efek apa pun terhadap sekelilingnya. Oleh karena itu, sedikit perubahan pada kondisi awal dapat berdampak besar pada hasil, seperti yang dicontohkan oleh ”efek kupu-kupu” dan dalam karya ahli meteorologi, Edward Lorenz (https://www.sciencedirect.com/topics/earth-and-planetary-sciences/chaos-theory)

Sebuah situasi yang serba tak teratur dan tampak kacau merupakan situasi yang seringkali dihindari oleh banyak orang, organisasi, dan pemimpin. Banyak orang, pemimpin, dan organisasi menginginkan kondisi yang terkendali sehingga mereka dapat memprediksi bagaimana masa depan dan apa yang mesti dilakukan.

Dalam pandangan chaos theory, keinginan seperti ini bukanlah keinginan yang selalu positif, sebab keteraturan dan pengendalian niscaya dapat menimbulkan kebekuan, kreatifitas yang hilang, dan motivasi yang mati. Kondisi yang selalu stabil dipercaya tidak akan menimbulkan perubahan, padahal perubahan diperlukan untuk membuat dan membangun banyak kemajuan bagi individu itu sendiri, kelompoknya, maupun bangsa dan dunia (https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/).

Artinya, sebuah kekacauan kadang sedikit diperlukan dalam konteks teori ini yang menggambarkan kualitas titik di mana stabilitas berpindah ke ketidakstabilan atau keteraturan berpindah ke kekacauan. Misalnya, tidak seperti perilaku pendulum, yang menganut pola yang dapat diprediksi, sistem yang kacau tidak menjadi pola yang dapat diprediksi karena proses nonliniernya. Contoh sistem chaos adalah perilaku kepulan asap atau turbulensi laut. Sistem chaos mempunyai karakteristik yang sensitif terhadap kondisi awal.

Menurut Michael Crichton dalam bukunya Jurrasic Park, teori kekacauan yang diistilahkan dengan turbulence dan chaos mengajarkan kepada kita bahwa liniaritas lurus yang kita andaikan begitu saja dalam segala sesuatu dari fisika sampai fiksi, sama sekali tidak ada.

Liniaritas adalah cara pandang yang keliru terhadap dunia ini. Kehidupan nyata bukan merupakan rangkaian peristiwa yang saling terkait yang terjadi secara susul-menyusul seperti manik-manik yang direnteng menjadi sebuah kalung. Kehidupan sesungguhnya merupakan serangkaian pertemuan di mana satu peristiwa mungkin mengubah peristiwa-peristiwa yang mengikuti secara tak terduga sama sekali, bahkan mempunyai efek menghancurkan (https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/).

***

Bila kita mengenang beberapa peristiwa yang pernah terjadi di negeri ini, pada setiap era, mulai dari ”masa geruduk anggota parlemen” baru-baru ini, dan demo-demo masyarakat, mahasiswa menyampaikan aspirasi, reformasi sosial politik ”kerusuhan” 1997-1998 yang mengubah arah dan struktur sosial politik kenegaraan kita, dan beberapa peristiwa kelam yang pernah kita alami seperti Gerakan 30 September, Darul Islam, Gerakan Aceh Merdeka, dan lain-lain. Kita dapat katakan itu masa lalu yang kacau, tidak stabil sosial politik kita, kalau kita potret melalui chaos theory, adalah sebuah proses perubahan sosial politik menuju harapan ideal, baik, mumpuni setiap masa dan kebutuhan saat itu.

Tidak bermaksud mengatakan kekacaun, ketidak stabilan itu menjadi kebutuhan dan diperlukan untuk menjadi baik suatu situasi sosial politik. Anomali dalam setiap perjalanan dinamika kehidupan sosial politik itu, adalah proses yang tidak dapat menghindarinya.

Mengamati peta situasi politik global, nasional, dan lokal yang terjadi dengan teori ketidakteraturan mungkin tepat juga, ”sistem” sesuatu yang  tidak dapat di prediksi, seperti koalisi-koalisi antar parpol di dalam negeri usai Pilpres-Wapres sebelumnya.  Ada koalisi ABC kemudian menjadi ABC plus-plus. Mungkin  sebentar lagi akan berubah menjadi koalisi XYZ. Diskusi publik di mana-nama, tergesa-gesa, tidak teratur semuanya melontarkan opini, yang terkesan asal bunyi.

Di belahan bumi sana, sudah lebih tiga tahun Israel menggila menghujani Gaza dengan serangan udara yang sporadis, membunuhi anak-anak, kaum ibu dan orang sipil seperti melepaskan dendam kesumat masa lalu mereka yang selalu diburu, dibunuh NAZI.

Cuaca, iklim juga menunjukkan ketidakteraturan membuat ”kacau” hujan deras ekstrem, suhu dingin, mulai ada yang kebanjiran kota-kota di sekitar Jabodetabek, Denpasar Bali, dan beberapa kota lainnya. Panas ekstrem juga sudah mulai membakar ilalang, rumput di beberapa ruas jalan Tol. Lahan  hutan mulai  terbakar, kekeringan di suatu tempat, harga pangan (telur, beras, gula, minyak goreng) mulai tidak teratur, pengaruh satu variabel bebas yang namanya ”iklim cuaca panas-dingin”, hujan dan panas.

Kita tidak lagi berada dalam lingkungan yang stabil, sederhana dan pasti. Perubahan adalah satu-satunya yang konstan. Jadi muncullah sistem dinamis yang acak, tidak stabil, dan kompleks. Distrupsi teknologi, penetrasi energi terbarukan, ekonomi sirkular, dan transformasi digital mengubah skenario operasional organisasi (https://www.linkedin.com/pulse/chaos-theory-organizationthe-emergence-order-disorder-mukherjee).

Dapat kita katakan bahwa ketidakstabilan (instabilitas) adalah kebutuhan dan keharusan bagi siapa pun untuk bangkit menuju kejayaannya.

Bagaimana organisasi akan merespons sistem dinamis nonlinier ini, apa peran manajemen dan pemimpin dalam lingkungan yang kacau ini, dan bagaimana cara mengatasinya. Situasi  ini memerlukan sebuah terobosan, inovasi, ”bermain-main” dengan aturan buat kebijakan yang tidak masuk akal. Seperti pada masa Wapres JK berduet dengan SBY, JK membuat Keputusan Wakil Presiden, atau saat JK membuat keputusan mengganti bahan bakar minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga yang saat itu harganya melambung tinggi, diganti dengan gas 3 kg, awalnya kacau setelah itu stabil dan normal sampai saat ini.

Peradaban suatu bangsa seperti sebuah gunung. Ketika suatu bangsa mengalami kondisi yang tak beraturan dan kacau, ia akan berusaha untuk mengatasinya untuk selanjutnya bangkit menuju puncak peradaban. Kemudian, setelah sekian lama berada dalam puncak peradaban dan kemajuan yang stabil, bangsa tersebut akan bergerak menuju kondisi yang kacau dan tak beraturan. Begitu seterusnya (https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/).

Dengan demikian, jika dikaitkan dengan masa depan, maka masa depan bukan merupakan kontinuasi atau terusan dari masa silam. Masa depan akan merupakan rangkaian peristiwa yang diskontinu (Rowan Gibson (ed.), Rethinking The Future, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2000, hal. xxx)

 Dalam arti lain, masa depan adalah terra incognita –meminjam istilah Alvin Toffler-yaitu daerah tak dikenal atau tak terpetakan (ibid). Charles Handy menegaskan bahwa “Anda tak dapat memandang masa depan sebagai kontinuasi atau terusan masa silam…. Karena masa depan akan berbeda” (ibid).

Menutup tulisan ini dengan kalimat Ali bin Abi Thalib:“Akan datang kepada kalian sesudahku zaman di mana tidak ada yang lebih kabur daripada kebenaran, dan tidak ada yang lebih nyata dari kepalsuan”. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

Tags: chaos theory
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Keributan di Pura Merupakan Wujud Disonansi Sosial

Next Post

Vinsensius Domi Pondeng, Dulu Anak Pemalu Kini Menjadi Pemimpin Muda Inspiratif

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Vinsensius Domi Pondeng, Dulu Anak Pemalu Kini Menjadi Pemimpin Muda Inspiratif

Vinsensius Domi Pondeng, Dulu Anak Pemalu Kini Menjadi Pemimpin Muda Inspiratif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co