15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Chaos Theory”: Kekacauan Kadang Diperlukan Juga

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
October 8, 2025
in Esai
Jangan Retak Perahu Negeriku, Jatuh ke Penguasa Tidak Amanah

Ahmad Sihabudin

Chaos merupakan istilah dalam bidang meteorologi, yang dikemukakan pertama kali oleh Edward Lorenz, seorang meteorologis, yang meneliti tentang problem cuaca. Dari hasil penelitiannya, tahun 1961 dia menyimpulkan bahwa cuaca tidak dapat diprediksi secara akurat.

Edward Lorenz juga menemukan efek kupu-kupu, yaitu hal sangat kecil dan tampak sepele di udara dapat mengakibatkan badai besar yang tidak diprediksi sebelumnya, seperti kepakan sayap seekor kupu-kupu yang tampak lemah dan tidak menghasilkan efek apa pun terhadap sekelilingnya. Oleh karena itu, sedikit perubahan pada kondisi awal dapat berdampak besar pada hasil, seperti yang dicontohkan oleh ”efek kupu-kupu” dan dalam karya ahli meteorologi, Edward Lorenz (https://www.sciencedirect.com/topics/earth-and-planetary-sciences/chaos-theory)

Sebuah situasi yang serba tak teratur dan tampak kacau merupakan situasi yang seringkali dihindari oleh banyak orang, organisasi, dan pemimpin. Banyak orang, pemimpin, dan organisasi menginginkan kondisi yang terkendali sehingga mereka dapat memprediksi bagaimana masa depan dan apa yang mesti dilakukan.

Dalam pandangan chaos theory, keinginan seperti ini bukanlah keinginan yang selalu positif, sebab keteraturan dan pengendalian niscaya dapat menimbulkan kebekuan, kreatifitas yang hilang, dan motivasi yang mati. Kondisi yang selalu stabil dipercaya tidak akan menimbulkan perubahan, padahal perubahan diperlukan untuk membuat dan membangun banyak kemajuan bagi individu itu sendiri, kelompoknya, maupun bangsa dan dunia (https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/).

Artinya, sebuah kekacauan kadang sedikit diperlukan dalam konteks teori ini yang menggambarkan kualitas titik di mana stabilitas berpindah ke ketidakstabilan atau keteraturan berpindah ke kekacauan. Misalnya, tidak seperti perilaku pendulum, yang menganut pola yang dapat diprediksi, sistem yang kacau tidak menjadi pola yang dapat diprediksi karena proses nonliniernya. Contoh sistem chaos adalah perilaku kepulan asap atau turbulensi laut. Sistem chaos mempunyai karakteristik yang sensitif terhadap kondisi awal.

Menurut Michael Crichton dalam bukunya Jurrasic Park, teori kekacauan yang diistilahkan dengan turbulence dan chaos mengajarkan kepada kita bahwa liniaritas lurus yang kita andaikan begitu saja dalam segala sesuatu dari fisika sampai fiksi, sama sekali tidak ada.

Liniaritas adalah cara pandang yang keliru terhadap dunia ini. Kehidupan nyata bukan merupakan rangkaian peristiwa yang saling terkait yang terjadi secara susul-menyusul seperti manik-manik yang direnteng menjadi sebuah kalung. Kehidupan sesungguhnya merupakan serangkaian pertemuan di mana satu peristiwa mungkin mengubah peristiwa-peristiwa yang mengikuti secara tak terduga sama sekali, bahkan mempunyai efek menghancurkan (https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/).

***

Bila kita mengenang beberapa peristiwa yang pernah terjadi di negeri ini, pada setiap era, mulai dari ”masa geruduk anggota parlemen” baru-baru ini, dan demo-demo masyarakat, mahasiswa menyampaikan aspirasi, reformasi sosial politik ”kerusuhan” 1997-1998 yang mengubah arah dan struktur sosial politik kenegaraan kita, dan beberapa peristiwa kelam yang pernah kita alami seperti Gerakan 30 September, Darul Islam, Gerakan Aceh Merdeka, dan lain-lain. Kita dapat katakan itu masa lalu yang kacau, tidak stabil sosial politik kita, kalau kita potret melalui chaos theory, adalah sebuah proses perubahan sosial politik menuju harapan ideal, baik, mumpuni setiap masa dan kebutuhan saat itu.

Tidak bermaksud mengatakan kekacaun, ketidak stabilan itu menjadi kebutuhan dan diperlukan untuk menjadi baik suatu situasi sosial politik. Anomali dalam setiap perjalanan dinamika kehidupan sosial politik itu, adalah proses yang tidak dapat menghindarinya.

Mengamati peta situasi politik global, nasional, dan lokal yang terjadi dengan teori ketidakteraturan mungkin tepat juga, ”sistem” sesuatu yang  tidak dapat di prediksi, seperti koalisi-koalisi antar parpol di dalam negeri usai Pilpres-Wapres sebelumnya.  Ada koalisi ABC kemudian menjadi ABC plus-plus. Mungkin  sebentar lagi akan berubah menjadi koalisi XYZ. Diskusi publik di mana-nama, tergesa-gesa, tidak teratur semuanya melontarkan opini, yang terkesan asal bunyi.

Di belahan bumi sana, sudah lebih tiga tahun Israel menggila menghujani Gaza dengan serangan udara yang sporadis, membunuhi anak-anak, kaum ibu dan orang sipil seperti melepaskan dendam kesumat masa lalu mereka yang selalu diburu, dibunuh NAZI.

Cuaca, iklim juga menunjukkan ketidakteraturan membuat ”kacau” hujan deras ekstrem, suhu dingin, mulai ada yang kebanjiran kota-kota di sekitar Jabodetabek, Denpasar Bali, dan beberapa kota lainnya. Panas ekstrem juga sudah mulai membakar ilalang, rumput di beberapa ruas jalan Tol. Lahan  hutan mulai  terbakar, kekeringan di suatu tempat, harga pangan (telur, beras, gula, minyak goreng) mulai tidak teratur, pengaruh satu variabel bebas yang namanya ”iklim cuaca panas-dingin”, hujan dan panas.

Kita tidak lagi berada dalam lingkungan yang stabil, sederhana dan pasti. Perubahan adalah satu-satunya yang konstan. Jadi muncullah sistem dinamis yang acak, tidak stabil, dan kompleks. Distrupsi teknologi, penetrasi energi terbarukan, ekonomi sirkular, dan transformasi digital mengubah skenario operasional organisasi (https://www.linkedin.com/pulse/chaos-theory-organizationthe-emergence-order-disorder-mukherjee).

Dapat kita katakan bahwa ketidakstabilan (instabilitas) adalah kebutuhan dan keharusan bagi siapa pun untuk bangkit menuju kejayaannya.

Bagaimana organisasi akan merespons sistem dinamis nonlinier ini, apa peran manajemen dan pemimpin dalam lingkungan yang kacau ini, dan bagaimana cara mengatasinya. Situasi  ini memerlukan sebuah terobosan, inovasi, ”bermain-main” dengan aturan buat kebijakan yang tidak masuk akal. Seperti pada masa Wapres JK berduet dengan SBY, JK membuat Keputusan Wakil Presiden, atau saat JK membuat keputusan mengganti bahan bakar minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga yang saat itu harganya melambung tinggi, diganti dengan gas 3 kg, awalnya kacau setelah itu stabil dan normal sampai saat ini.

Peradaban suatu bangsa seperti sebuah gunung. Ketika suatu bangsa mengalami kondisi yang tak beraturan dan kacau, ia akan berusaha untuk mengatasinya untuk selanjutnya bangkit menuju puncak peradaban. Kemudian, setelah sekian lama berada dalam puncak peradaban dan kemajuan yang stabil, bangsa tersebut akan bergerak menuju kondisi yang kacau dan tak beraturan. Begitu seterusnya (https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/).

Dengan demikian, jika dikaitkan dengan masa depan, maka masa depan bukan merupakan kontinuasi atau terusan dari masa silam. Masa depan akan merupakan rangkaian peristiwa yang diskontinu (Rowan Gibson (ed.), Rethinking The Future, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2000, hal. xxx)

 Dalam arti lain, masa depan adalah terra incognita –meminjam istilah Alvin Toffler-yaitu daerah tak dikenal atau tak terpetakan (ibid). Charles Handy menegaskan bahwa “Anda tak dapat memandang masa depan sebagai kontinuasi atau terusan masa silam…. Karena masa depan akan berbeda” (ibid).

Menutup tulisan ini dengan kalimat Ali bin Abi Thalib:“Akan datang kepada kalian sesudahku zaman di mana tidak ada yang lebih kabur daripada kebenaran, dan tidak ada yang lebih nyata dari kepalsuan”. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

Tags: chaos theory
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Keributan di Pura Merupakan Wujud Disonansi Sosial

Next Post

Vinsensius Domi Pondeng, Dulu Anak Pemalu Kini Menjadi Pemimpin Muda Inspiratif

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

by Angga Wijaya
July 15, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

Read moreDetails

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
0
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

Read moreDetails

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails
Next Post
Vinsensius Domi Pondeng, Dulu Anak Pemalu Kini Menjadi Pemimpin Muda Inspiratif

Vinsensius Domi Pondeng, Dulu Anak Pemalu Kini Menjadi Pemimpin Muda Inspiratif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co