25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Chaos Theory”: Kekacauan Kadang Diperlukan Juga

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
October 8, 2025
in Esai
Jangan Retak Perahu Negeriku, Jatuh ke Penguasa Tidak Amanah

Ahmad Sihabudin

Chaos merupakan istilah dalam bidang meteorologi, yang dikemukakan pertama kali oleh Edward Lorenz, seorang meteorologis, yang meneliti tentang problem cuaca. Dari hasil penelitiannya, tahun 1961 dia menyimpulkan bahwa cuaca tidak dapat diprediksi secara akurat.

Edward Lorenz juga menemukan efek kupu-kupu, yaitu hal sangat kecil dan tampak sepele di udara dapat mengakibatkan badai besar yang tidak diprediksi sebelumnya, seperti kepakan sayap seekor kupu-kupu yang tampak lemah dan tidak menghasilkan efek apa pun terhadap sekelilingnya. Oleh karena itu, sedikit perubahan pada kondisi awal dapat berdampak besar pada hasil, seperti yang dicontohkan oleh ”efek kupu-kupu” dan dalam karya ahli meteorologi, Edward Lorenz (https://www.sciencedirect.com/topics/earth-and-planetary-sciences/chaos-theory)

Sebuah situasi yang serba tak teratur dan tampak kacau merupakan situasi yang seringkali dihindari oleh banyak orang, organisasi, dan pemimpin. Banyak orang, pemimpin, dan organisasi menginginkan kondisi yang terkendali sehingga mereka dapat memprediksi bagaimana masa depan dan apa yang mesti dilakukan.

Dalam pandangan chaos theory, keinginan seperti ini bukanlah keinginan yang selalu positif, sebab keteraturan dan pengendalian niscaya dapat menimbulkan kebekuan, kreatifitas yang hilang, dan motivasi yang mati. Kondisi yang selalu stabil dipercaya tidak akan menimbulkan perubahan, padahal perubahan diperlukan untuk membuat dan membangun banyak kemajuan bagi individu itu sendiri, kelompoknya, maupun bangsa dan dunia (https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/).

Artinya, sebuah kekacauan kadang sedikit diperlukan dalam konteks teori ini yang menggambarkan kualitas titik di mana stabilitas berpindah ke ketidakstabilan atau keteraturan berpindah ke kekacauan. Misalnya, tidak seperti perilaku pendulum, yang menganut pola yang dapat diprediksi, sistem yang kacau tidak menjadi pola yang dapat diprediksi karena proses nonliniernya. Contoh sistem chaos adalah perilaku kepulan asap atau turbulensi laut. Sistem chaos mempunyai karakteristik yang sensitif terhadap kondisi awal.

Menurut Michael Crichton dalam bukunya Jurrasic Park, teori kekacauan yang diistilahkan dengan turbulence dan chaos mengajarkan kepada kita bahwa liniaritas lurus yang kita andaikan begitu saja dalam segala sesuatu dari fisika sampai fiksi, sama sekali tidak ada.

Liniaritas adalah cara pandang yang keliru terhadap dunia ini. Kehidupan nyata bukan merupakan rangkaian peristiwa yang saling terkait yang terjadi secara susul-menyusul seperti manik-manik yang direnteng menjadi sebuah kalung. Kehidupan sesungguhnya merupakan serangkaian pertemuan di mana satu peristiwa mungkin mengubah peristiwa-peristiwa yang mengikuti secara tak terduga sama sekali, bahkan mempunyai efek menghancurkan (https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/).

***

Bila kita mengenang beberapa peristiwa yang pernah terjadi di negeri ini, pada setiap era, mulai dari ”masa geruduk anggota parlemen” baru-baru ini, dan demo-demo masyarakat, mahasiswa menyampaikan aspirasi, reformasi sosial politik ”kerusuhan” 1997-1998 yang mengubah arah dan struktur sosial politik kenegaraan kita, dan beberapa peristiwa kelam yang pernah kita alami seperti Gerakan 30 September, Darul Islam, Gerakan Aceh Merdeka, dan lain-lain. Kita dapat katakan itu masa lalu yang kacau, tidak stabil sosial politik kita, kalau kita potret melalui chaos theory, adalah sebuah proses perubahan sosial politik menuju harapan ideal, baik, mumpuni setiap masa dan kebutuhan saat itu.

Tidak bermaksud mengatakan kekacaun, ketidak stabilan itu menjadi kebutuhan dan diperlukan untuk menjadi baik suatu situasi sosial politik. Anomali dalam setiap perjalanan dinamika kehidupan sosial politik itu, adalah proses yang tidak dapat menghindarinya.

Mengamati peta situasi politik global, nasional, dan lokal yang terjadi dengan teori ketidakteraturan mungkin tepat juga, ”sistem” sesuatu yang  tidak dapat di prediksi, seperti koalisi-koalisi antar parpol di dalam negeri usai Pilpres-Wapres sebelumnya.  Ada koalisi ABC kemudian menjadi ABC plus-plus. Mungkin  sebentar lagi akan berubah menjadi koalisi XYZ. Diskusi publik di mana-nama, tergesa-gesa, tidak teratur semuanya melontarkan opini, yang terkesan asal bunyi.

Di belahan bumi sana, sudah lebih tiga tahun Israel menggila menghujani Gaza dengan serangan udara yang sporadis, membunuhi anak-anak, kaum ibu dan orang sipil seperti melepaskan dendam kesumat masa lalu mereka yang selalu diburu, dibunuh NAZI.

Cuaca, iklim juga menunjukkan ketidakteraturan membuat ”kacau” hujan deras ekstrem, suhu dingin, mulai ada yang kebanjiran kota-kota di sekitar Jabodetabek, Denpasar Bali, dan beberapa kota lainnya. Panas ekstrem juga sudah mulai membakar ilalang, rumput di beberapa ruas jalan Tol. Lahan  hutan mulai  terbakar, kekeringan di suatu tempat, harga pangan (telur, beras, gula, minyak goreng) mulai tidak teratur, pengaruh satu variabel bebas yang namanya ”iklim cuaca panas-dingin”, hujan dan panas.

Kita tidak lagi berada dalam lingkungan yang stabil, sederhana dan pasti. Perubahan adalah satu-satunya yang konstan. Jadi muncullah sistem dinamis yang acak, tidak stabil, dan kompleks. Distrupsi teknologi, penetrasi energi terbarukan, ekonomi sirkular, dan transformasi digital mengubah skenario operasional organisasi (https://www.linkedin.com/pulse/chaos-theory-organizationthe-emergence-order-disorder-mukherjee).

Dapat kita katakan bahwa ketidakstabilan (instabilitas) adalah kebutuhan dan keharusan bagi siapa pun untuk bangkit menuju kejayaannya.

Bagaimana organisasi akan merespons sistem dinamis nonlinier ini, apa peran manajemen dan pemimpin dalam lingkungan yang kacau ini, dan bagaimana cara mengatasinya. Situasi  ini memerlukan sebuah terobosan, inovasi, ”bermain-main” dengan aturan buat kebijakan yang tidak masuk akal. Seperti pada masa Wapres JK berduet dengan SBY, JK membuat Keputusan Wakil Presiden, atau saat JK membuat keputusan mengganti bahan bakar minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga yang saat itu harganya melambung tinggi, diganti dengan gas 3 kg, awalnya kacau setelah itu stabil dan normal sampai saat ini.

Peradaban suatu bangsa seperti sebuah gunung. Ketika suatu bangsa mengalami kondisi yang tak beraturan dan kacau, ia akan berusaha untuk mengatasinya untuk selanjutnya bangkit menuju puncak peradaban. Kemudian, setelah sekian lama berada dalam puncak peradaban dan kemajuan yang stabil, bangsa tersebut akan bergerak menuju kondisi yang kacau dan tak beraturan. Begitu seterusnya (https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/).

Dengan demikian, jika dikaitkan dengan masa depan, maka masa depan bukan merupakan kontinuasi atau terusan dari masa silam. Masa depan akan merupakan rangkaian peristiwa yang diskontinu (Rowan Gibson (ed.), Rethinking The Future, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2000, hal. xxx)

 Dalam arti lain, masa depan adalah terra incognita –meminjam istilah Alvin Toffler-yaitu daerah tak dikenal atau tak terpetakan (ibid). Charles Handy menegaskan bahwa “Anda tak dapat memandang masa depan sebagai kontinuasi atau terusan masa silam…. Karena masa depan akan berbeda” (ibid).

Menutup tulisan ini dengan kalimat Ali bin Abi Thalib:“Akan datang kepada kalian sesudahku zaman di mana tidak ada yang lebih kabur daripada kebenaran, dan tidak ada yang lebih nyata dari kepalsuan”. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

Tags: chaos theory
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Keributan di Pura Merupakan Wujud Disonansi Sosial

Next Post

Vinsensius Domi Pondeng, Dulu Anak Pemalu Kini Menjadi Pemimpin Muda Inspiratif

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails
Next Post
Vinsensius Domi Pondeng, Dulu Anak Pemalu Kini Menjadi Pemimpin Muda Inspiratif

Vinsensius Domi Pondeng, Dulu Anak Pemalu Kini Menjadi Pemimpin Muda Inspiratif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co