13 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masihkah (Engkau) Orang Bali? – Renungan Hari Tumpek Landep

Angga Wijaya by Angga Wijaya
September 20, 2025
in Esai
Masihkah (Engkau) Orang Bali? – Renungan Hari Tumpek Landep

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dengan Canva

PADA beberapa percakapan dengan banyak sahabat sesama orang Bali, ada kalimat yang begitu membekas di hati dan ingatan saya; “Nak rage Bali, percaye teken Karma Phala”. Terjemahan bebasnya: “(Karena/bahwa) kita orang Bali (yang) percaya dan yakin akan adanya hukum karma”. Kalimat itu bukanlah sebuah glorifikasi kesukuan, apalagi chauvinisme budaya—melainkan sebagai pengingat bahwa orang Bali, yang sejak lahir hingga meninggal tak lepas dari upacara, mempunyai nilai-nila yang terus terbawa dan dibawa, kemana pun atau dimana pun mereka berada. 

Idealnya begitu. Namun, kini, tidak semua orang Bali beragama Hindu. Meski mungkin nama mereka tetap mempertahankan nama khas Bali seperti Putu/Wayan, Made/Kadek, Komang/Nyoman, dan Ketut, agama mereka Islam, Kristen, Buddha, atau juga Khonghucu. Terlebih bagi Perempuan Bali (Hindu), yang menikah dengan laki-laki non-Hindu dan non-Bali, dengan alasan “semua agama itu sama”, atau “demi keutuhan rumah tangga”, juga “demi kebahagiaan keluarga besar” dengan mudah memutuskan pindah agama, keluar dari agama asal.

Konversi agama, meskipun tidak semuanya bermakna negatif, pada akhirnya menjadi tantangan bagi orang Bali, terutama oleh keluarga yang memegang teguh agama dan juga tradisi Bali dan juga Hindu. Dengan adanya perubahan pola pergaulan masyarakat, penduduk yang majemuk terutama di kota, berpengaruh juga pada budaya Bali yang mengalami distraksi. Pacaran beda agama, bagi generasi muda Bali, tidak lagi dipandang sebagai hal yang tabu. Kendala akan muncul biasanya, ketika mereka akan menikah.

Di Indonesia, sejak adanya Undang-Undang Perkawinan Tahun 1974 yang merupakan revisi dari undang-undang perkawinan pada masa Orde Lama, sebuah pernikahan dikatakan sah apabila kedua mempelai agamanya sama. Artinya, jika dahulu pada zaman kakek dan orang tua kita, negara tidak terlalu campur tangan pada “agama”. Pada masa setelah Orde Lama runtuh, bahkan untuk menikah saja persoalan agama (dan iman) yang merupakan hal privat atau personal warga negara, kemudian ikut diurusi oleh negara. Sejak itu pula, pasangan beda agama tentu tak bisa menikah secara resmi di Indonesia. Solusinya, salah satu pasangan (istri atau suami) berpindah agama mengikuti agama pasangannya. Atau, bagi kaum berpunya, menikah di luar negeri seperti di Singapura atau Australia demi mendapatkan surat-surat resmi pernikahan.

Pola seperti ini bukan saja menunjukkan bahwa agama merupakan “sesuatu” yang dianggap penting di Indonesia, tapi juga—jangan lupa—agama juga menjadi alat politik oleh kalangan tertentu. Agama statistik, mungkin pembaca pernah membaca atau mendengarnya. Siapa yang berpindah agama, siapa yang meninggalkan agama asal, juga berhubungan dengan angka, statistik. Meski tidak secara eksplisit, fakta ini bisa menjadi “api dalam sekam” jika kita semua tidak membicarakannya secara terbuka dengan kepala dingin dan dialog yang sehat.

Di Bali, ini yang luar biasa, jika ada saudara atau kerabat yang dengan alasan-alasan tertentu memilih pindah agama, mereka tetap diterima dengan tangan terbuka. Keluarga, akan tetap menanggap saudara yang telah menjadi penganut agama “lain”, sebagai orang Bali. Tak mudah, tentunya, jika dibandingkan dengan tempat lain di Indonesia, menerima dengan tangan terbuka anggota keluarga atau kerabat yang telah “murtad” tetap sebagai bagian dari komunitas kita. Di situlah menunjukkan, bahwa Pulau Dewata telah melalui proses panjang akan “keterbukaan”. Mereka yang berpindah agama, biasanya, dianggap hanya “agama” saja yang kini berbeda. Lebih dari itu, mereka tetaplah kakak, adik, keponakan atau bahkan anak dan cucu kita—orang Bali.

Kalimat “Nak rage Bali” kemudian menjadi alat ukur, sejauh mana perubahan yang dialami orang Bali setelah misalnya, mengalami “pembauran” dengan budaya-budaya dan agama berbeda. Masihkah disebut “orang Bali”, jika kemudian seseorang tidak lagi bersikap dan berbuat sesuai nilai-nilai dan ajaran luhur di Bali? Ini tentu bukan hanya ditujukan oleh mereka yang telah berpindah keyakinan, tapi juga bagi orang Bali yang masih beragama Hindu. Sebab, pada banyak kasus, meskipun perempuan atau lelaki Bali telah berpindah keyakinan—mereka tetap dengan setia menunjunjung tinggi “value” atau nilai-nilai sebagai orang Bali. Misalnya, takut berpikir, berkata, dan berbuat jahat, menyakiti orang lain; mencuri, berbohong, dan juga melakukan korupsi.

Di sisi lain, ada juga yang melupakan nilai-nilai luhur sebagai orang Bali setelah mereka pindah agama, entah karena menikah, faktor ekonomi, asmara, dan juga karena alasan politik. Setelah pindah agama, seperti yang pernah ditulis oleh Anand Krishna dalam beberapa buku beliau—hal yang paling rawan adalah membanding-bandingkan agama “baru” dengan agama asal. Kemudian terlibat dalam debat kusir, yang hanya membuang-buang energi dan menunjukkan sikap tak baik  

“Nak Rage Bali”, akan menjadi benteng kokoh bagi segala hal yang merubah Bali. Orang Bali (Hindu) yang percaya pada Brahman (Tuhan), Atman (jiwa), Karma Phala (hukum sebab-akibat), Punarbhawa (reinkarnasi), dan Moksha (pembebasan rohani). Panca Sradha, inilah yang menjadi identitas orang Hindu-Bali. Kita bisa bilang bahwa Sradha ini merupakan pencapaian luar biasa yang lahir dari ketajaman pikiran pada resi-resi dan leluhur orang Bali pada zaman dahulu.

Hari raya di Bali, penentuan waktunya, dan filsafat serta makna yang menyertainya, bukan hanya kebetulan semata. Lebih dari itu, hari raya di Bali menjadi semacam pengingat—ketika kita pulang kampung setelah lama bekerja di kota lain satu pulau, luar pulau, bahkan juga luar negeri: “Masihkah (Engkau) Orang Bali?” —setinggi apa pun pendidikanmu, sebanyak apa pun hartamu, setenar dan sebesar apa pun namamu, pertanyaan itu terus bergema; melalui suara genta pemangku Pura, diskusi hangat dengan keluarga, atau pun juga melalui hadirnya kenangan pada foto yang tergantung di tembok rumah, atau album-album foto lama di lemari kamar tua. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: Hindu Baliorang balitumpek landep
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Musang Menulis Rindu  |  Cerpen Khairul A. El Maliky

Next Post

Dari Ide ke Aksi, Dari Aksi Jadi Pasti: Merayakan Ujian dengan Ekshibisi Scrapbook

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

by I Nyoman Tingkat
August 13, 2026
0
Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

PROGRAM Duta SMA pada 2026 telah memasuki Angkatan ke-5 sejak dimulai pada 2022. Program ini menjadi program prioritas Kemendikdasmen  yang...

Read moreDetails

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
0
Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa...

Read moreDetails

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
0
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

Read moreDetails

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026
0
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

Read moreDetails

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

by Chusmeru
August 12, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

TAHUN ini Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan. Bukan hanya yang lanjut usia, kaum milenial, Gen Z, dan Alpha yang juga...

Read moreDetails

Perang versus Kemanusiaan: Sebuah Ironi

by Ni Made Ratminingsih
August 11, 2026
0
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas

DALAM ajaran Hindu, abad ini termasuk zaman Kali Yuga, yakni zaman yang dipenuhi kegelapan, kemerosotan moral, dan konflik. Zaman kegelapan...

Read moreDetails

Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

by Agung Sudarsa
August 11, 2026
0
Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

"Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai...

Read moreDetails

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

by Angga Wijaya
August 11, 2026
0
Telenovela

SETIAP kali saya mengunggah tulisan yang agak muram di media sosial, ada saja saudara atau kerabat yang kemudian mengirim pesan...

Read moreDetails

Rumah Dikontrakkan Bernama Indonesia [Renungan Hari Veteran Nasional]

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA pepatah yang mulai usang, "hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri". ...

Read moreDetails

Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

by I Ketut Suar Adnyana
August 9, 2026
0
Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

TRANSFORMASI digital telah membawa perubahan mendasar dalam pola interaksi manusia. Perkembangan media sosial, aplikasi percakapan, platform berbagi video, forum daring,...

Read moreDetails
Next Post
Dari Ide ke Aksi, Dari Aksi Jadi Pasti: Merayakan Ujian dengan Ekshibisi Scrapbook

Dari Ide ke Aksi, Dari Aksi Jadi Pasti: Merayakan Ujian dengan Ekshibisi Scrapbook

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana
Ulas Rupa

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

by Hartanto
August 13, 2026
Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   
Esai

Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

PROGRAM Duta SMA pada 2026 telah memasuki Angkatan ke-5 sejak dimulai pada 2022. Program ini menjadi program prioritas Kemendikdasmen  yang...

by I Nyoman Tingkat
August 13, 2026
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih
Ulas Musik

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

by Mahesa Putra
August 13, 2026
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’
Panggung

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
Sekali Lagi tentang Dirgahayu
Bahasa

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

by I Made Sudiana
August 13, 2026
Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   
Esai

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa...

by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal
Esai

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”
Opini

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar
Kesehatan

Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar

Saat Pendukung Sebaya Juga Butuh Didukung DI sebuah ruangan sederhana di Kota Denpasar, lima belas orang duduk melingkar. Mereka bukan...

by tatkala
August 12, 2026
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan
Panggung

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital
Esai

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co