14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Chatrine F. Ndrotndrot | Aku yang Bukan Mereka

Chatrine F. Ndrotndrot by Chatrine F. Ndrotndrot
August 30, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Chatrine F. Ndrotndrot  |  Aku yang Bukan Mereka

Chatrine F. Ndrotndrot

AKU YANG BUKAN MEREKA

Aku tak pernah benar-benar berada
di posisi perempuan-perempuan itu
yang dipatahkan dalam diam
yang disingkirkan tanpa alasan
yang tubuhnya dijadikan cerita
tanpa hak untuk bersuara

Namun, entah mengapa
aku mudah sekali menempatkan diriku
pada posisi mereka
Seolah luka itu tertulis juga di bawah lapisan kulitku
di balik senyum yang tak selalu kuat

Mereka
yang hidup dalam posisi yang sangat disayangkan
dibiarkan dalam posisi yang tak adil
dipaksa bertahan di posisi yang tak diinginkan

Aku bukan mereka
tapi kadang dunia memperlakukan kita sama
sebagai tubuh yang bisa dipilih atau bahan diabaikan
sebagai suara yang boleh dibungkam kapan saja

Maka jika aku menangis
bukan karena aku lemah
tapi karena aku tahu
rasa sakit mereka nyata
dan aku tak bisa pura-pura tak merasakan

SAHABAT DI PELUKAN ALAM

Aku merasa menyatu
dengan bisikan air yang jatuh lembut
menyapu lembut di diding batu
seakan setiap tetesnya adalah nada
yang memanggil namaku

Mereka sahabatku
udara yang menari di sela dedaunan
lumut yang membentang bagai
permadani surga
berudu mungil yang bermain riang
di dinginnya bebatuan air
Aku jatuh cinta pada setiap denyut
kehidupan ini
pada kilau basah yang memantulkan cahaya
pada daun yang basah oleh rahmat
langit
dan pada hening yang terasa begitu hidup
Di sini, aku tak lagi sendiri
Alam memelukku
dan aku memeluknya kembali

DUKA DI LEMBARAN KERTAS BISU 1

Di hadapan kertas yang tak bersuara
kupeluk luka yang enggan terbagi
Tinta menetes pelan
seperti air mata yang takut disaksikan langit

Setiap huruf berdiri gemetar
menyimpan jeritan yang tak pernah selesai
Ada nama yang kutulis
namun selalu kubiarkan kabur
takut ia kembali dalam ingatan

Kertas ini bisu
tapi ia lebih jujur dari mulut manusia
ia tahu
betapa hancur suaraku
betapa sepi berdian di dada yang penuh sesak

Andai kertas bisa menangis
barangkali ia sudah hanyut bersama air mata
tenggelam bersama rahasia yang tak pernah kusampaikan

Maka biarlah ia tetap diam
sebagai saksi yang setia
atas duka yang kucatat dalam sunyi
di lembar kertas
yang tak berani membalas

TULIS SAJA 2

Tulis saja
lirik tembang dukamu
di lembar kertas bisu
Biar ia yang menanggung
ratapmu, rahasiamu
segala jerit yang tak berani kau teriakkan kepada langit

Robek!
Robek nuranimu dengan penamu
biarkan ia berdarah huruf
menangis tinta
sampai luka berhenti menggigil

Bagi dukamu
dengan untaian kata
karena diam terlalu sempit
terlalu kejam
untuk menahan semua bebanmu

Ingatlah
kata adalah senjata terakhirmu
Ia bisa menusuk sepi
menghantam gelap
menyalakan api
di dada yang hampir padam

Dan meski dunia membisu
kau tetap punya kata
kata yang tak bisa dibungkam
kata yang selalu hidup bersamamu

LUKA YANG DISEMBUNYIKAN

Kau lihat betapa lihainya mereka
menyulam luka di balik senyum
menatap bau busuk yang kian membusuk
Seakan duka adalah pameran biasa
di ruang yang tak lagi asing

Ada tubuh yang tak pernah disemayamkan
ada tanah yang menanggung beban tanpa nama
Semua kisah itu
kebenaran yang dikebiri
hanya berani berbisik di telinga malam

Namun kelak
bila cerita itu sampai pada anakmu
mungkin ia akan memikul maut terlalu dini
terkubur sebelum sempat merasakan
panjangnya usia
karena kebenaran di sini
lebih berbahaya daripada dusta yang meraja

ADAKAH KAU LAYAK DIMAKAMKAN

Saat waktu itu tiba
aku baru akan tahu
hidup yang kau jalani adalah lorong sempit
antara napas dan kutukan kematian

Setiap langkah terasa dipaksa
hingga ujungnya kau mati
dibiarkan membusuk
seperti bangkai yang diperebutkan
burung pemangsa langit kelam

Seantero dunia tak pernah tahu siapa dirimu?
Di mana tubuhmu rebah?
Atau adakah kau layak dimakamkan?
Tulang-belulangmu barangkali
hanya menjadi butir debu
atau tanah yang tak sempat disebut subur

Pertanyaan menggantung di udara
mengepul seperti asap di lorong gelap.
Siapa kau?
di mana akhirmu?
Mengapa misteri tubuhmu
tak bisa dikenali
Bahkan forensik pun menyerah
di hadapan kegilaan ini

KAU SUDAH BERTUAN

Ada cahaya di matamu
tapi bukan untukku
Ada senyum di bibirmu
namun bukan namaku yang kau sebut

Aku berdiri di tepi jarak
menatapmu bagai bulan
yang indah
tapi terikat pada langit yang bukan milikku

Kau sudah bertuan
dan aku belajar menundukkan hati
menyembunyikan rindu
dalam lipatan doa paling sunyi

Maka biarkan aku mencintaimu
dengan cara yang tidak menggangu
seperti angin yang hanya lewat
menyentuh sebentar, lalu reda
tanpa pernah meminta balas

.

Penulis: Chatrine F. Ndrotndrot
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketua DPRD Harapkan Atlet Pencak Silat Buleleng Raih Hasil Maksimal di Porprov Bali 2025

Next Post

Air Mata Luka Arak | Cerpen Sonhaji Abdullah

Chatrine F. Ndrotndrot

Chatrine F. Ndrotndrot

Chatrine Florentina Ndrotndrot, lahir di Fakfak pada 13 April 2005, adalah mahasiswa asal Kabupaten Fakfak, Papua Barat, yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Ganesha. Ketertarikannya pada dunia puisi telah tumbuh sejak duduk di bangku SMP dan terus ia tekuni hingga kini. Perjalanan cintanya pada sastra membawanya bergabung dengan Komunitas Mahima, sebuah komunitas sastra di Singaraja, Buleleng, Bali, tempat ia semakin mengasah kemampuan dan menyalurkan ekspresi kreatif melalui kata-kata.

Related Posts

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails
Next Post
Air Mata Luka Arak | Cerpen Sonhaji Abdullah

Air Mata Luka Arak | Cerpen Sonhaji Abdullah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co