13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Chatrine F. Ndrotndrot | Aku yang Bukan Mereka

Chatrine F. Ndrotndrot by Chatrine F. Ndrotndrot
August 30, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Chatrine F. Ndrotndrot  |  Aku yang Bukan Mereka

Chatrine F. Ndrotndrot

AKU YANG BUKAN MEREKA

Aku tak pernah benar-benar berada
di posisi perempuan-perempuan itu
yang dipatahkan dalam diam
yang disingkirkan tanpa alasan
yang tubuhnya dijadikan cerita
tanpa hak untuk bersuara

Namun, entah mengapa
aku mudah sekali menempatkan diriku
pada posisi mereka
Seolah luka itu tertulis juga di bawah lapisan kulitku
di balik senyum yang tak selalu kuat

Mereka
yang hidup dalam posisi yang sangat disayangkan
dibiarkan dalam posisi yang tak adil
dipaksa bertahan di posisi yang tak diinginkan

Aku bukan mereka
tapi kadang dunia memperlakukan kita sama
sebagai tubuh yang bisa dipilih atau bahan diabaikan
sebagai suara yang boleh dibungkam kapan saja

Maka jika aku menangis
bukan karena aku lemah
tapi karena aku tahu
rasa sakit mereka nyata
dan aku tak bisa pura-pura tak merasakan

SAHABAT DI PELUKAN ALAM

Aku merasa menyatu
dengan bisikan air yang jatuh lembut
menyapu lembut di diding batu
seakan setiap tetesnya adalah nada
yang memanggil namaku

Mereka sahabatku
udara yang menari di sela dedaunan
lumut yang membentang bagai
permadani surga
berudu mungil yang bermain riang
di dinginnya bebatuan air
Aku jatuh cinta pada setiap denyut
kehidupan ini
pada kilau basah yang memantulkan cahaya
pada daun yang basah oleh rahmat
langit
dan pada hening yang terasa begitu hidup
Di sini, aku tak lagi sendiri
Alam memelukku
dan aku memeluknya kembali

DUKA DI LEMBARAN KERTAS BISU 1

Di hadapan kertas yang tak bersuara
kupeluk luka yang enggan terbagi
Tinta menetes pelan
seperti air mata yang takut disaksikan langit

Setiap huruf berdiri gemetar
menyimpan jeritan yang tak pernah selesai
Ada nama yang kutulis
namun selalu kubiarkan kabur
takut ia kembali dalam ingatan

Kertas ini bisu
tapi ia lebih jujur dari mulut manusia
ia tahu
betapa hancur suaraku
betapa sepi berdian di dada yang penuh sesak

Andai kertas bisa menangis
barangkali ia sudah hanyut bersama air mata
tenggelam bersama rahasia yang tak pernah kusampaikan

Maka biarlah ia tetap diam
sebagai saksi yang setia
atas duka yang kucatat dalam sunyi
di lembar kertas
yang tak berani membalas

TULIS SAJA 2

Tulis saja
lirik tembang dukamu
di lembar kertas bisu
Biar ia yang menanggung
ratapmu, rahasiamu
segala jerit yang tak berani kau teriakkan kepada langit

Robek!
Robek nuranimu dengan penamu
biarkan ia berdarah huruf
menangis tinta
sampai luka berhenti menggigil

Bagi dukamu
dengan untaian kata
karena diam terlalu sempit
terlalu kejam
untuk menahan semua bebanmu

Ingatlah
kata adalah senjata terakhirmu
Ia bisa menusuk sepi
menghantam gelap
menyalakan api
di dada yang hampir padam

Dan meski dunia membisu
kau tetap punya kata
kata yang tak bisa dibungkam
kata yang selalu hidup bersamamu

LUKA YANG DISEMBUNYIKAN

Kau lihat betapa lihainya mereka
menyulam luka di balik senyum
menatap bau busuk yang kian membusuk
Seakan duka adalah pameran biasa
di ruang yang tak lagi asing

Ada tubuh yang tak pernah disemayamkan
ada tanah yang menanggung beban tanpa nama
Semua kisah itu
kebenaran yang dikebiri
hanya berani berbisik di telinga malam

Namun kelak
bila cerita itu sampai pada anakmu
mungkin ia akan memikul maut terlalu dini
terkubur sebelum sempat merasakan
panjangnya usia
karena kebenaran di sini
lebih berbahaya daripada dusta yang meraja

ADAKAH KAU LAYAK DIMAKAMKAN

Saat waktu itu tiba
aku baru akan tahu
hidup yang kau jalani adalah lorong sempit
antara napas dan kutukan kematian

Setiap langkah terasa dipaksa
hingga ujungnya kau mati
dibiarkan membusuk
seperti bangkai yang diperebutkan
burung pemangsa langit kelam

Seantero dunia tak pernah tahu siapa dirimu?
Di mana tubuhmu rebah?
Atau adakah kau layak dimakamkan?
Tulang-belulangmu barangkali
hanya menjadi butir debu
atau tanah yang tak sempat disebut subur

Pertanyaan menggantung di udara
mengepul seperti asap di lorong gelap.
Siapa kau?
di mana akhirmu?
Mengapa misteri tubuhmu
tak bisa dikenali
Bahkan forensik pun menyerah
di hadapan kegilaan ini

KAU SUDAH BERTUAN

Ada cahaya di matamu
tapi bukan untukku
Ada senyum di bibirmu
namun bukan namaku yang kau sebut

Aku berdiri di tepi jarak
menatapmu bagai bulan
yang indah
tapi terikat pada langit yang bukan milikku

Kau sudah bertuan
dan aku belajar menundukkan hati
menyembunyikan rindu
dalam lipatan doa paling sunyi

Maka biarkan aku mencintaimu
dengan cara yang tidak menggangu
seperti angin yang hanya lewat
menyentuh sebentar, lalu reda
tanpa pernah meminta balas

.

Penulis: Chatrine F. Ndrotndrot
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketua DPRD Harapkan Atlet Pencak Silat Buleleng Raih Hasil Maksimal di Porprov Bali 2025

Next Post

Air Mata Luka Arak | Cerpen Sonhaji Abdullah

Chatrine F. Ndrotndrot

Chatrine F. Ndrotndrot

Chatrine Florentina Ndrotndrot, lahir di Fakfak pada 13 April 2005, adalah mahasiswa asal Kabupaten Fakfak, Papua Barat, yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Ganesha. Ketertarikannya pada dunia puisi telah tumbuh sejak duduk di bangku SMP dan terus ia tekuni hingga kini. Perjalanan cintanya pada sastra membawanya bergabung dengan Komunitas Mahima, sebuah komunitas sastra di Singaraja, Buleleng, Bali, tempat ia semakin mengasah kemampuan dan menyalurkan ekspresi kreatif melalui kata-kata.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Air Mata Luka Arak | Cerpen Sonhaji Abdullah

Air Mata Luka Arak | Cerpen Sonhaji Abdullah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co