6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [30]: Kencan Magis di Aplikasi Pertemanan

Chusmeru by Chusmeru
August 28, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

DOSEN muda Christanto Herlino, yang biasa dipanggil Chris, sudah sejak pagi berada di depan laptop. Ruang dosen yang sejuk membuatnya betah berlama-lama di kampus. Kalau pun capai, dia bisa membuat minum kopi atau teh di dapur yang lengkap di kampusnya.

Chris mempersiapkan membuat power point untuk bahan perkuliahan. Semester ini ia mengajar lima mata kuliah. Karenanya Chris harus membuat banyak bahan kuliah. Itu tidak dapat diselesaikan dalam waktu satu atau dua hari. Belum lagi ia juga harus membuat laporan penelitian yang sudah mendekati tenggat waktu untuk dikumpulkan. Capai, sudah pasti.

Andai saja Chris sudah memiliki istri, mungkin sepulang dari kampus ia akan dibuatkan teh hangat untuk menghilangkan capainya. Namun hingga kini Chris masih masuk dalam barisan dosen jomblo. Jangankan istri, kekasih pun Chris belum memiliki.

Sesungguhnya Christanto Herlino pernah punya kekasih, Magdalena Susanti. Tetapi sejak putus cinta dengan Magdalena hati Chris seolah tertutup untuk wanita. Sebagai dosen muda yang tampan, tidak sulit bagi Chris untuk mendapatkan kekasih. Apalagi banyak dosen muda wanita yang juga masih jomblo. Mahasiswi Chris juga banyak yang cantik. Kalau Chris mau serius tentu bisa saja dia menggaet mahasiswinya untuk dijadikan kekasih.

Chris dan Magdalena berpacaran sejak zaman kuliah. Mereka berdua kuliah di fakultas yang sama, tetapi berbeda jurusan. Kisah indah masa berpacaran mereka lalui di kampus. Kemana pun Magdalena pergi, Chris dengan setia mengantarnya. Bahkan Chris rela menunggui Magdalena saat berdiskusi kelompok hingga larut malam. Ketika Chris memutuskan untuk melanjutkan kuliah di program magister, Magdalena pun ikut melanjutkan studinya.

Kisah cinta mereka ternyata tak seindah lagu dan puisi. Banyak drama juga mewarnai hubungan asmara mereka. Itu terjadi saat keduanya lulus kuliah di program magister. Mereka memutuskan untuk berpisah. Hampir enam tahun menjalani pacaran selama kuliah, cinta mereka putus beberapa saat setelah menyandang gelar magister.

Putusnya cinta mereka bukan karena hal yang prinsip. Christanto Herlino dan Magdalena Susanti memiliki banyak kesamaan, mulai dari selera makanan, musik, dan film. Mereka juga sama-sama menyukai traveling. Setiap akhir pekan atau setelah ujian akhir semester mereka berdua akan menghabiskan waktu untuk traveling ke mana saja.

Mereka putus justru karena masalah pekerjaan masing-masing. Chris berniat untuk melamar Magdalena menjadi istri setelah diterima menjadi dosen di Purwokerto . Akan tetapi niat itu sulit terwujud. Magdalena bekerja di sebuah perusahaan  di Jakarta. Chris meminta Magdalena untuk resign atau mengajukan pindah tugas ke Purwokerto jika merena menikah nantinya.

Magdalena tidak mau menerima permintaan Chris. Ia ingin meniti karir di Jakarta. Lagi pula, jika ia keluar dari pekerjaannya, kehidupan mereka belum tentu lebih baik dengan status Chris sebagai dosen. Mereka bertengkar tentang ini. Keputusannya, dengan berat hati mereka harus berpisah. Meninggalkan kisah indah cinta mereka berdua.

***

Christanto Herlino masih sulit melupakan Magdalena Susanti. Baginya Magdalena adalah wanita yang sempurna. Tidak mudah baginya untuk mencari wanita lain seperti Magdalena. Oleh sebab itu hingga kini Chris belum juga memutuskan untuk mencari kekasih. Ia masih ingin sendiri saja.

Namun sekeras apa pun batu, ia akan terkikis juga oleh kucuran hujan. Pekerjaan yang menyita tenaga dan pikiran membuatnya berkeinginan untuk mencari teman wanita dalam hidupnya. Kalau pun bukan sebagai kekasih, paling tidak sebagai teman curahan hati.

Terbersit dalam pikiran Chris untuk mencari teman wanita dalam aplikasi kencan atau aplikasi pertemanan. Hanya dalam hitungan detik orang dapat berkenalan dengan teman baru. Bahkan dalam sekejap orang dapat berkencan dengan seseorang yang tidak dikenalnya.

Segera Chris mengunduh aplikasi pertemanan itu dalam ponselnya. Dia memberi nama akun di aplikasi itu: “Alone”. Dengan harapan, nama akun itu akan dimaknai orang lain sebagai laki-laki yang masih sendirian. Tak lupa Chris menuliskan dalam pengaturan pencarian:”mencari wanita”. Dengan begitu muncul nama-nama wanita yang juga sedang mencari teman untuk berkencan.

Alone memang nama akun anonim Christanto Herlino. Hampir semua nama dalam akun aplikasi pertemanan dan kencan itu anonim. Untuk foto profil biasanya juga foto palsu. Namun Chris memasang foto asli dalam profilnya. Biasanya ada akun yang tidak mau diajak berkomunikasi bila tidak mencantumkan foto profil yang asli.

Chris menemukan satu akun yang bernama “Victim Girl”. Nama akunnya bagi Chris cukup menarik. Apalagi foto yang dipasang wajahnya cantik. Ada beberapa album foto yang dipasang Victim Girl. Semua cantik, model pakaiannya sopan namun trendi. Dari penampilannya, gadis ini diperkirakan lima tahun lebih muda dari Chris.

“Hai..” Chris segera menyapa begitu Victim Girl terlihat online.

“Hey juga, Kak,” balas Victim Girl.

“Lagi ngapain..?” tanya Chris saat chat-nya dibalas.

“Santai aja kak,” jawab Victim Girl sambil menambahkan emoticon tersenyum.

Perbincangan semakin cair dan mengasyikan. Masing-masing mengenalkan identitas nyata diri mereka. Chris tak segan menyatakan jika dirinya dosen jomblo. Sedangkan Victim Girl hanya menyebut dirinya gadis biasa, sebagaimana gadis lainnya. Ia tidak bersedia menyebutkan apakah masih kuliah atau sudah bekerja.

Bagi Chris tidak begitu penting apakah Victim Girl mahasiswa atau gadis biasa. Terpenting Chris menemukan gadis yang enak untuk diajak ngobrol, meski hanya di aplikasi pertemanan, di dunia maya. Chris merasa cocok dan nyaman ngobrol lewat chat dengan Victim Girl. Banyak kesamaan di antara mereka, sama seperti kesamaan Chris dengan Magdalena, mantan kekasihnya.

Percakapan Chris dan Victim Girl berlanjut hampir setiap hari. Saat Chris berada dalam ruang kerjanya di kampus, ia menyempatkan diri menyapa Victim Girl. Mereka kian akrab. Saling puji dan saling canda mereka lalukan. Bahkan dalam beberapa kesempatan mereka saling mengumbar kemesraan lewat chatting. Alone dan Victim Girl kadang berkencan di dunia maya. Chris dan Victim Girl berpacaran di jagat maya.

Selepas menyelesaikan proposal pengabdian masyarakat, Chris membuka aplikasi kencannya. Entah mengapa hari ini ia begitu semangat ingin menghubungi Victim Girl. Namun Chris sedikit kaget dan heran, saat ia akan memulai chatting. Aroma wangi bunga kamboja terasa di ruang kerjanya. Padahal di kampus tidak terdapat pohon bunga kamboja.

“Hai.. lagi ngapain nih?” sapa Chris di akun Victim Girl.

Chris tidak punya firasat apa pun terhadap bau bunga kamboja di ruangannya. Apalagi hari masih pagi, dan bukan malam Jumat Kliwon. Biasanya hantu di kampusnya  yang sering diceritakan dosen lain akan muncul saat sore atau malam hari.

“Hey kak.. aku lagi ilfil nih,” balas Victim Girl disertai emoticon sedih.

Chris membalasnya dengan menanyakan kenapa sang pacar bersedih. Victim Girl tak menjelaskan secara rinci apa masalahnya. Chris tidak ingin memaksanya bercerita. Ia berniat untuk bertemu di dunia nyata saja agar dapat saling mencurahkan perasaan.

“Rumah saya jelek,” kata Victim Girl ketika Chris menyatakan niatnya untuk bertemu.

“Aku menyukaimu, bukan rumahmu,” balas Chris sambil menambahkan gambar senyum.

Victim Girl mengiyakan keinginan Chris. Diberikannya alamat rumahnya kepada Chris. Riang hati Chris. Dia berjanji akan datang malam hari ke rumah Victim Girl. Berbarengan dengan berakhirnya percakapan mereka di aplikasi, aroma wangi bunga kamboja kembali tercium di ruang kerja Chris. Aneh, pikir Chris. Ia sempat merinding.

***

Selepas isya Christanto Herlino bersiap mengunjungi Victim Girl di rumahnya. Perasaan berdebar di dadanya, layaknya pertama kali ia berpacaran. Padahal dulu saat pertama kali ia apel ke tempat kost Magdalena, dadanya tidak begitu berdebar. Entah mengapa kali ini ia agak gugup menemui kekasih baru yang ia kenal lewat dunia maya.

Seperti salah tingkah dan serba salah, beberapa kali Chris berganti t-shirt yang akan ia pakai. Chris ingin tampil serapi dan setampan mungkin di hadapan Victim Girl. Ia memakai sepatu sneakers yang baru seminggu dibeli. Tak lupa ia semprotkan parfum beraroma kayu untuk menambah wangi tubuhnya.

Kembali Chris dikagetkan dengan kejadian aneh. Parfum bermerek yang ia semprotkan ke  pakaiannya beraroma bunga kamboja. Berulang kali ia membaui t-shirtnya. Harusnya beraroma kayu. Tetapi mengapa jadi beraroma bunga kamboja? Chris sedikit merinding. Namun ia harus segera berangkat ke rumah Victim Girl.

Tidak ingin tersesat mencari alamat rumah kekasihnya, Chris menggunakan google maps. Terlihat jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya. Hanya perlu waktu tempuh 20 menit dengan mengendarai mobil.

Sepanjang perjalanan Chris membayangkan paras Victim Girl yang cantik. Chris yakin Victim Girl adalah gadis yang tepat untuk mendampingi hidupnya kelak. Sinar rembulan dan bintang gemerlap di atas langit. Seolah mengantarkan Chris untuk menemui pujaan hatinya.

Titik kordinat yang menunjukkan rumah Victim Girl semakin dekat. Namun Chris mulai merasa curiga. Jalan menuju rumah Victim Girl sangat sepi. Nyaris tidak ia jumpai rumah-rumah penduduk. Betapa terkejut Christanto Herlino ketika sudah sangat dekat titik kordinat. Ia melihat kuburan. Bukan pemukiman yang ia jumpa, namun tanah makam.

Buku kuduk Chris berdiri. Sejauh mata memandang, ia hanya menyaksikan batu nisan. Tidak ada satu pun rumah. Chris berpikir di tengah ketakutan. Apakah Victim Girl salah memberikan alamat rumahnya ataukah Chris yang salah membaca peta lokasi di aplikasi. Dada Chris makin berdebar saat ia dengar suara serangga malam di sekitar tanah pemakaman.

Chris mencoba menghubungi Victim Girl lewat aplikasi. Namun akun gadis itu sudah tidak tampak lagi. Aneh, pikir Chris. Apakah dia sedang offline ataukah akunnya dihapus? Lama Chris terpaku di area tanah kuburan. Chris semakin merinding dan ketakutan ketika aroma bunga kamboja di seputaran kuburan begitu menyengat hidungnya. Ia putuskan untuk pulang dengan perasaan mencekam.

***

Pagi hari Chris merenung sambil menikmati kopi di teras rumahnya. Ia belum semangat untuk berangkat ke kampus. Kejadian semalam membuatnya terus berpikir. Mengapa rumah Victim Girl ada di lokasi tanah pemakaman?

Chris penasaran. Barangkali karena sudah agak malam, sehingga ia salah membaca peta lokasi. Chris ingin kembali mendatangi rumah Victim Girl sesuai peta lokasi yang telah ia simpan di ponselnya. Meski sesungguhnya ia diselimuti rasa takut kejadian semalam akan terulang kembali. Chris terlanjur jatuh hati pada Victim Girl. Ia harus temukan rumahnya.

Setelah mandi dan sarapan pagi, Chris kembali mencari rumah Victim Girl. Matahari sudah lewat sepenggalah saat Chris perlahan mengendari mobilnya.Ia berharap kali ini akan menemukan rumah gadis di dunia mayanya itu.

Mendekati titik kordinat sesuai di peta lokasi, Chris kembali dikejutkan oleh pemandangan di sekelilingnya. Tanah pemakaman. Lagi-lagi ia melihat begitu banyak batu nisan di peta lokasi. Chris seolah tak percaya. Ia keluar dari mobilnya. Dengan memberanikan diri ia berjalan menapaki tanah makam, nisan demi nisan.

Perasaan mencekam dan merinding Chris rasakan. Bau bunga kamboja di pagi hari menambah ketakutannya. Chris terkejut dan terpaku ketika sampai di titik kordinat lokasi yang diberikan Victim Girl. Di hadapannya sebuah batu nisan dengan tertera nama Rinasih. Meninggal tahun 2019. Berarti sudah enam tahun yang lalu. Namun siapakah Rinasih? Apakah ia Victim Girl? Chris semakin merinding.

Ketika Chris sedang bingung dan ketakutan di depan makam bertuliskan Rinasih, melintas seorang lelaki tua. Ia membawa sapu lidi. Sepertinya ia penjaga makam. Chris menyapanya sambil tersenyum.

“Ini makam siapa ya, Pak..?” tanya Chris kepada penjaga makam.

“Oo.. ini makam Rinasih, gadis di desa sebelah. Meninggal sekitar enam tahun yang lalu,” jawab lelaki itu.

“Kalau boleh tahu, dia meninggal sakit apa ya, Pak?” Chris penasaran dan memberanikan diri bertanya.

Lelaki penjaga makam itu terdiam sejenak. Wajahnya tampak menahan sedih. Ia tatap wajah Chris cukup lama.

“Dia meninggal setelah diperkosa,” jawab penjaga makam sambil menunduk.

Chris terkejut. Ia sama sekali tak menduga, Victim Girl yang ada di akun aplikasi pertemanan adalah Rinasih, gadis yang telah meninggal enam tahun silam. Lebih kaget dan sedih perasaan Chris saat tahu Rinasih adalah korban pembunuhan dan pemerkosaan.

Berbagai perasaan berkecamuk di hati Christanto Herlino. Sedih, takut, merinding, dan kangen pada obrolan chat dengan Victim Girl. Lama ia termenung ketika telah berada di ruang kerjanya di kampus. Ia sudah tidak bisa lagi menghubungi Victim Girl. Akunnya sudah tidak muncul di aplikasi pertemanan.

Chris merasa heran. Ternyata makhluk halus tidak hanya muncul di tempat angker dan keramat. Hantu juga mengenal teknologi dan masuk dalam dunia maya melalui aplikasi media sosial. Chris sadar, ternyata selama ini berkencan secara magis di aplikasi pertemanan dengan gadis yang telah meninggal. Bulu kuduk Chris kembali berdiri.

Tak ingin larut dalam kengerian dan kesedihan, Chris segera menghapus akun aplikasi pertemanan miliknya. Ia tak mau berhadapan dengan makhluk halus lain yang muncul lewat aplikasi. Sesaat setelah ia menghapus akun miliknya, aroma wangi bunga kamboja menyebar ke ruangan dosen. Chris merinding lagi. Terbayang wajah Victim Girl. Terbayang pula batu nisan bertuliskan nama Rinasih.

Chris merasa lega setelah menghapus akun aplikasi media sosialnya. Ia ingin mendapatkan kekasih di dunia nyata. Atau paling tidak, ia berharap Magdalena Susanti masih mempertimbangkan untuk pindah kerja ke Purwokerto dan hidup bahagia bersamanya.[T]              

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Jaswanto

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teater Pakeliran “Bibi Anu”: Jejak Pandang Melihat Bali Hari Ini

Next Post

Dari Arsip Seratus Tahun Silam: Singaraja Ibu Kota Kelahiran Puisi Indonesia di Bali 1925

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

by Muhammad Khairu Rahman
March 1, 2026
0
Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

DI sebuah kota yang tumbuh setengah hati—antara ambisi menjadi metropolitan dan kebiasaan menjadi desa besar—tinggallah seorang pejabat tua bernama samaran...

Read moreDetails

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 28, 2026
0
Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

WARTAWAN itu menghela napas dalam-dalam. Ia merasa gundah. Rumah yang ia tempati belasan tahun terakhir hanyalah kamar sempit. Bersama istri...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
February 27, 2026
0
Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

“Sudah matang, Bu?”  teriaknya. Itu pertanyaan pukul 05.30 pagi. Aku tahu persis jamnya karena sejak pindah ke kompleks perumahan ini,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
February 22, 2026
0
Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

SESEORANG sedang menyalakan dupa ketika lantainya terasa bergerak sedikit ke kiri lalu ke kanan. Kayu-kayu usuk rumah ikut berderit. Mata...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
February 21, 2026
0
Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di Universitas Bumi Langit, tempat matahari sering kalah terang dari ego para dosennya, terletak sebuah fakultas yang namanya saja sudah...

Read moreDetails
Next Post
Dari Arsip Seratus Tahun Silam: Singaraja Ibu Kota Kelahiran Puisi Indonesia di Bali 1925

Dari Arsip Seratus Tahun Silam: Singaraja Ibu Kota Kelahiran Puisi Indonesia di Bali 1925

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co