21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [30]: Kencan Magis di Aplikasi Pertemanan

Chusmeru by Chusmeru
August 28, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

DOSEN muda Christanto Herlino, yang biasa dipanggil Chris, sudah sejak pagi berada di depan laptop. Ruang dosen yang sejuk membuatnya betah berlama-lama di kampus. Kalau pun capai, dia bisa membuat minum kopi atau teh di dapur yang lengkap di kampusnya.

Chris mempersiapkan membuat power point untuk bahan perkuliahan. Semester ini ia mengajar lima mata kuliah. Karenanya Chris harus membuat banyak bahan kuliah. Itu tidak dapat diselesaikan dalam waktu satu atau dua hari. Belum lagi ia juga harus membuat laporan penelitian yang sudah mendekati tenggat waktu untuk dikumpulkan. Capai, sudah pasti.

Andai saja Chris sudah memiliki istri, mungkin sepulang dari kampus ia akan dibuatkan teh hangat untuk menghilangkan capainya. Namun hingga kini Chris masih masuk dalam barisan dosen jomblo. Jangankan istri, kekasih pun Chris belum memiliki.

Sesungguhnya Christanto Herlino pernah punya kekasih, Magdalena Susanti. Tetapi sejak putus cinta dengan Magdalena hati Chris seolah tertutup untuk wanita. Sebagai dosen muda yang tampan, tidak sulit bagi Chris untuk mendapatkan kekasih. Apalagi banyak dosen muda wanita yang juga masih jomblo. Mahasiswi Chris juga banyak yang cantik. Kalau Chris mau serius tentu bisa saja dia menggaet mahasiswinya untuk dijadikan kekasih.

Chris dan Magdalena berpacaran sejak zaman kuliah. Mereka berdua kuliah di fakultas yang sama, tetapi berbeda jurusan. Kisah indah masa berpacaran mereka lalui di kampus. Kemana pun Magdalena pergi, Chris dengan setia mengantarnya. Bahkan Chris rela menunggui Magdalena saat berdiskusi kelompok hingga larut malam. Ketika Chris memutuskan untuk melanjutkan kuliah di program magister, Magdalena pun ikut melanjutkan studinya.

Kisah cinta mereka ternyata tak seindah lagu dan puisi. Banyak drama juga mewarnai hubungan asmara mereka. Itu terjadi saat keduanya lulus kuliah di program magister. Mereka memutuskan untuk berpisah. Hampir enam tahun menjalani pacaran selama kuliah, cinta mereka putus beberapa saat setelah menyandang gelar magister.

Putusnya cinta mereka bukan karena hal yang prinsip. Christanto Herlino dan Magdalena Susanti memiliki banyak kesamaan, mulai dari selera makanan, musik, dan film. Mereka juga sama-sama menyukai traveling. Setiap akhir pekan atau setelah ujian akhir semester mereka berdua akan menghabiskan waktu untuk traveling ke mana saja.

Mereka putus justru karena masalah pekerjaan masing-masing. Chris berniat untuk melamar Magdalena menjadi istri setelah diterima menjadi dosen di Purwokerto . Akan tetapi niat itu sulit terwujud. Magdalena bekerja di sebuah perusahaan  di Jakarta. Chris meminta Magdalena untuk resign atau mengajukan pindah tugas ke Purwokerto jika merena menikah nantinya.

Magdalena tidak mau menerima permintaan Chris. Ia ingin meniti karir di Jakarta. Lagi pula, jika ia keluar dari pekerjaannya, kehidupan mereka belum tentu lebih baik dengan status Chris sebagai dosen. Mereka bertengkar tentang ini. Keputusannya, dengan berat hati mereka harus berpisah. Meninggalkan kisah indah cinta mereka berdua.

***

Christanto Herlino masih sulit melupakan Magdalena Susanti. Baginya Magdalena adalah wanita yang sempurna. Tidak mudah baginya untuk mencari wanita lain seperti Magdalena. Oleh sebab itu hingga kini Chris belum juga memutuskan untuk mencari kekasih. Ia masih ingin sendiri saja.

Namun sekeras apa pun batu, ia akan terkikis juga oleh kucuran hujan. Pekerjaan yang menyita tenaga dan pikiran membuatnya berkeinginan untuk mencari teman wanita dalam hidupnya. Kalau pun bukan sebagai kekasih, paling tidak sebagai teman curahan hati.

Terbersit dalam pikiran Chris untuk mencari teman wanita dalam aplikasi kencan atau aplikasi pertemanan. Hanya dalam hitungan detik orang dapat berkenalan dengan teman baru. Bahkan dalam sekejap orang dapat berkencan dengan seseorang yang tidak dikenalnya.

Segera Chris mengunduh aplikasi pertemanan itu dalam ponselnya. Dia memberi nama akun di aplikasi itu: “Alone”. Dengan harapan, nama akun itu akan dimaknai orang lain sebagai laki-laki yang masih sendirian. Tak lupa Chris menuliskan dalam pengaturan pencarian:”mencari wanita”. Dengan begitu muncul nama-nama wanita yang juga sedang mencari teman untuk berkencan.

Alone memang nama akun anonim Christanto Herlino. Hampir semua nama dalam akun aplikasi pertemanan dan kencan itu anonim. Untuk foto profil biasanya juga foto palsu. Namun Chris memasang foto asli dalam profilnya. Biasanya ada akun yang tidak mau diajak berkomunikasi bila tidak mencantumkan foto profil yang asli.

Chris menemukan satu akun yang bernama “Victim Girl”. Nama akunnya bagi Chris cukup menarik. Apalagi foto yang dipasang wajahnya cantik. Ada beberapa album foto yang dipasang Victim Girl. Semua cantik, model pakaiannya sopan namun trendi. Dari penampilannya, gadis ini diperkirakan lima tahun lebih muda dari Chris.

“Hai..” Chris segera menyapa begitu Victim Girl terlihat online.

“Hey juga, Kak,” balas Victim Girl.

“Lagi ngapain..?” tanya Chris saat chat-nya dibalas.

“Santai aja kak,” jawab Victim Girl sambil menambahkan emoticon tersenyum.

Perbincangan semakin cair dan mengasyikan. Masing-masing mengenalkan identitas nyata diri mereka. Chris tak segan menyatakan jika dirinya dosen jomblo. Sedangkan Victim Girl hanya menyebut dirinya gadis biasa, sebagaimana gadis lainnya. Ia tidak bersedia menyebutkan apakah masih kuliah atau sudah bekerja.

Bagi Chris tidak begitu penting apakah Victim Girl mahasiswa atau gadis biasa. Terpenting Chris menemukan gadis yang enak untuk diajak ngobrol, meski hanya di aplikasi pertemanan, di dunia maya. Chris merasa cocok dan nyaman ngobrol lewat chat dengan Victim Girl. Banyak kesamaan di antara mereka, sama seperti kesamaan Chris dengan Magdalena, mantan kekasihnya.

Percakapan Chris dan Victim Girl berlanjut hampir setiap hari. Saat Chris berada dalam ruang kerjanya di kampus, ia menyempatkan diri menyapa Victim Girl. Mereka kian akrab. Saling puji dan saling canda mereka lalukan. Bahkan dalam beberapa kesempatan mereka saling mengumbar kemesraan lewat chatting. Alone dan Victim Girl kadang berkencan di dunia maya. Chris dan Victim Girl berpacaran di jagat maya.

Selepas menyelesaikan proposal pengabdian masyarakat, Chris membuka aplikasi kencannya. Entah mengapa hari ini ia begitu semangat ingin menghubungi Victim Girl. Namun Chris sedikit kaget dan heran, saat ia akan memulai chatting. Aroma wangi bunga kamboja terasa di ruang kerjanya. Padahal di kampus tidak terdapat pohon bunga kamboja.

“Hai.. lagi ngapain nih?” sapa Chris di akun Victim Girl.

Chris tidak punya firasat apa pun terhadap bau bunga kamboja di ruangannya. Apalagi hari masih pagi, dan bukan malam Jumat Kliwon. Biasanya hantu di kampusnya  yang sering diceritakan dosen lain akan muncul saat sore atau malam hari.

“Hey kak.. aku lagi ilfil nih,” balas Victim Girl disertai emoticon sedih.

Chris membalasnya dengan menanyakan kenapa sang pacar bersedih. Victim Girl tak menjelaskan secara rinci apa masalahnya. Chris tidak ingin memaksanya bercerita. Ia berniat untuk bertemu di dunia nyata saja agar dapat saling mencurahkan perasaan.

“Rumah saya jelek,” kata Victim Girl ketika Chris menyatakan niatnya untuk bertemu.

“Aku menyukaimu, bukan rumahmu,” balas Chris sambil menambahkan gambar senyum.

Victim Girl mengiyakan keinginan Chris. Diberikannya alamat rumahnya kepada Chris. Riang hati Chris. Dia berjanji akan datang malam hari ke rumah Victim Girl. Berbarengan dengan berakhirnya percakapan mereka di aplikasi, aroma wangi bunga kamboja kembali tercium di ruang kerja Chris. Aneh, pikir Chris. Ia sempat merinding.

***

Selepas isya Christanto Herlino bersiap mengunjungi Victim Girl di rumahnya. Perasaan berdebar di dadanya, layaknya pertama kali ia berpacaran. Padahal dulu saat pertama kali ia apel ke tempat kost Magdalena, dadanya tidak begitu berdebar. Entah mengapa kali ini ia agak gugup menemui kekasih baru yang ia kenal lewat dunia maya.

Seperti salah tingkah dan serba salah, beberapa kali Chris berganti t-shirt yang akan ia pakai. Chris ingin tampil serapi dan setampan mungkin di hadapan Victim Girl. Ia memakai sepatu sneakers yang baru seminggu dibeli. Tak lupa ia semprotkan parfum beraroma kayu untuk menambah wangi tubuhnya.

Kembali Chris dikagetkan dengan kejadian aneh. Parfum bermerek yang ia semprotkan ke  pakaiannya beraroma bunga kamboja. Berulang kali ia membaui t-shirtnya. Harusnya beraroma kayu. Tetapi mengapa jadi beraroma bunga kamboja? Chris sedikit merinding. Namun ia harus segera berangkat ke rumah Victim Girl.

Tidak ingin tersesat mencari alamat rumah kekasihnya, Chris menggunakan google maps. Terlihat jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya. Hanya perlu waktu tempuh 20 menit dengan mengendarai mobil.

Sepanjang perjalanan Chris membayangkan paras Victim Girl yang cantik. Chris yakin Victim Girl adalah gadis yang tepat untuk mendampingi hidupnya kelak. Sinar rembulan dan bintang gemerlap di atas langit. Seolah mengantarkan Chris untuk menemui pujaan hatinya.

Titik kordinat yang menunjukkan rumah Victim Girl semakin dekat. Namun Chris mulai merasa curiga. Jalan menuju rumah Victim Girl sangat sepi. Nyaris tidak ia jumpai rumah-rumah penduduk. Betapa terkejut Christanto Herlino ketika sudah sangat dekat titik kordinat. Ia melihat kuburan. Bukan pemukiman yang ia jumpa, namun tanah makam.

Buku kuduk Chris berdiri. Sejauh mata memandang, ia hanya menyaksikan batu nisan. Tidak ada satu pun rumah. Chris berpikir di tengah ketakutan. Apakah Victim Girl salah memberikan alamat rumahnya ataukah Chris yang salah membaca peta lokasi di aplikasi. Dada Chris makin berdebar saat ia dengar suara serangga malam di sekitar tanah pemakaman.

Chris mencoba menghubungi Victim Girl lewat aplikasi. Namun akun gadis itu sudah tidak tampak lagi. Aneh, pikir Chris. Apakah dia sedang offline ataukah akunnya dihapus? Lama Chris terpaku di area tanah kuburan. Chris semakin merinding dan ketakutan ketika aroma bunga kamboja di seputaran kuburan begitu menyengat hidungnya. Ia putuskan untuk pulang dengan perasaan mencekam.

***

Pagi hari Chris merenung sambil menikmati kopi di teras rumahnya. Ia belum semangat untuk berangkat ke kampus. Kejadian semalam membuatnya terus berpikir. Mengapa rumah Victim Girl ada di lokasi tanah pemakaman?

Chris penasaran. Barangkali karena sudah agak malam, sehingga ia salah membaca peta lokasi. Chris ingin kembali mendatangi rumah Victim Girl sesuai peta lokasi yang telah ia simpan di ponselnya. Meski sesungguhnya ia diselimuti rasa takut kejadian semalam akan terulang kembali. Chris terlanjur jatuh hati pada Victim Girl. Ia harus temukan rumahnya.

Setelah mandi dan sarapan pagi, Chris kembali mencari rumah Victim Girl. Matahari sudah lewat sepenggalah saat Chris perlahan mengendari mobilnya.Ia berharap kali ini akan menemukan rumah gadis di dunia mayanya itu.

Mendekati titik kordinat sesuai di peta lokasi, Chris kembali dikejutkan oleh pemandangan di sekelilingnya. Tanah pemakaman. Lagi-lagi ia melihat begitu banyak batu nisan di peta lokasi. Chris seolah tak percaya. Ia keluar dari mobilnya. Dengan memberanikan diri ia berjalan menapaki tanah makam, nisan demi nisan.

Perasaan mencekam dan merinding Chris rasakan. Bau bunga kamboja di pagi hari menambah ketakutannya. Chris terkejut dan terpaku ketika sampai di titik kordinat lokasi yang diberikan Victim Girl. Di hadapannya sebuah batu nisan dengan tertera nama Rinasih. Meninggal tahun 2019. Berarti sudah enam tahun yang lalu. Namun siapakah Rinasih? Apakah ia Victim Girl? Chris semakin merinding.

Ketika Chris sedang bingung dan ketakutan di depan makam bertuliskan Rinasih, melintas seorang lelaki tua. Ia membawa sapu lidi. Sepertinya ia penjaga makam. Chris menyapanya sambil tersenyum.

“Ini makam siapa ya, Pak..?” tanya Chris kepada penjaga makam.

“Oo.. ini makam Rinasih, gadis di desa sebelah. Meninggal sekitar enam tahun yang lalu,” jawab lelaki itu.

“Kalau boleh tahu, dia meninggal sakit apa ya, Pak?” Chris penasaran dan memberanikan diri bertanya.

Lelaki penjaga makam itu terdiam sejenak. Wajahnya tampak menahan sedih. Ia tatap wajah Chris cukup lama.

“Dia meninggal setelah diperkosa,” jawab penjaga makam sambil menunduk.

Chris terkejut. Ia sama sekali tak menduga, Victim Girl yang ada di akun aplikasi pertemanan adalah Rinasih, gadis yang telah meninggal enam tahun silam. Lebih kaget dan sedih perasaan Chris saat tahu Rinasih adalah korban pembunuhan dan pemerkosaan.

Berbagai perasaan berkecamuk di hati Christanto Herlino. Sedih, takut, merinding, dan kangen pada obrolan chat dengan Victim Girl. Lama ia termenung ketika telah berada di ruang kerjanya di kampus. Ia sudah tidak bisa lagi menghubungi Victim Girl. Akunnya sudah tidak muncul di aplikasi pertemanan.

Chris merasa heran. Ternyata makhluk halus tidak hanya muncul di tempat angker dan keramat. Hantu juga mengenal teknologi dan masuk dalam dunia maya melalui aplikasi media sosial. Chris sadar, ternyata selama ini berkencan secara magis di aplikasi pertemanan dengan gadis yang telah meninggal. Bulu kuduk Chris kembali berdiri.

Tak ingin larut dalam kengerian dan kesedihan, Chris segera menghapus akun aplikasi pertemanan miliknya. Ia tak mau berhadapan dengan makhluk halus lain yang muncul lewat aplikasi. Sesaat setelah ia menghapus akun miliknya, aroma wangi bunga kamboja menyebar ke ruangan dosen. Chris merinding lagi. Terbayang wajah Victim Girl. Terbayang pula batu nisan bertuliskan nama Rinasih.

Chris merasa lega setelah menghapus akun aplikasi media sosialnya. Ia ingin mendapatkan kekasih di dunia nyata. Atau paling tidak, ia berharap Magdalena Susanti masih mempertimbangkan untuk pindah kerja ke Purwokerto dan hidup bahagia bersamanya.[T]              

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Jaswanto

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teater Pakeliran “Bibi Anu”: Jejak Pandang Melihat Bali Hari Ini

Next Post

Dari Arsip Seratus Tahun Silam: Singaraja Ibu Kota Kelahiran Puisi Indonesia di Bali 1925

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Suara dari Dalam Lemari

by Chusmeru
September 17, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails
Next Post
Dari Arsip Seratus Tahun Silam: Singaraja Ibu Kota Kelahiran Puisi Indonesia di Bali 1925

Dari Arsip Seratus Tahun Silam: Singaraja Ibu Kota Kelahiran Puisi Indonesia di Bali 1925

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co