14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gambuh Anyar dari Sanggar Genta Iswara Tattwa, Desa Anturan: Lahir dari Modifikasi dan Regenerasi

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
August 24, 2025
in Panggung
Gambuh Anyar dari Sanggar Genta Iswara Tattwa, Desa Anturan: Lahir dari Modifikasi dan Regenerasi

Gambuh Anyar dari Sanggar Genta Iswara Tattwa, Desa Anturan | Foto: Disbud Buleleng

ADA banyak cara mempertahankan seni gambuh. Salah satunya melakukan modifikasi agar kesenian itu tetap relevan dengan zaman.

Itulah yang dilakukan Sanggar Genta Iswara Tattwa, Desa Anturan, Buleleng. Belakangan, sanggar dengan kerja keras melakukan modifikasi terhadap seni gambuh, sehingga lahirlah gambuh anyar, yang bisa dimainkan dan ditonton anak-anak muda.  

Gambuh anyar dari Sanggar Genta Iswara Tattwa itu mempertunjukkan hasil modifikasi yang sangat apik di panggung Puri Kanginan Buleleng, Jumat malam, 22 Agustus 2025, serangkaian Buleleng Festival (Bulfest) 2025.

Gambuh Anyar dari Sanggar Genta Iswara Tattwa, Desa Anturan | Foto: Disbud Buleleng

Sanggar ini mengangkat cerita lokal Buleleng yang melegenda, yaitu kisah Panji Sakti. Lakon yang dibawakan berjudul Panji Mahottama Den Bukit dengan iringan gamelan semar pegulingan atau semarandana.

Fragmen yang dipentaskan mengisahkan perjalanan Ki Barak Panji Sakti saat mengikuti sayembara di Pantai Penimbangan. Sayembara itu diadakan terkait karamnya kapal Empu Awang milik saudagar Tiongkok di dekat Pura Penimbangan.

Ki Barak memenangkan sayembara itu, yang kemudian memicu perselisihan dengan Pungakan Gendis, penguasa wilayah Gendis. Sehingga terjadi perkelahian yang dimenangkan Ki Barak sehingga Ki Barak kemudian menjadi raja.

Gambuh dengan Sejumlah Penyesuaian

Gambuh anyar muncul dari kekhawatiran akan punahnya kesenian gambuh di Buleleng, bahkan di Bali. Kekhawatiran itu antara lain, terlupakannya gerak-gerak tari dan gending-gending (komposisi musik) gambuh karena tidak ada lagi yang bisa meniup suling gambuh di masa depan.

Gambuh Anyar dari Sanggar Genta Iswara Tattwa, Desa Anturan | Foto: Disbud Buleleng

Kekhawatiran itulah yang mendorong Nyoman Sugita Rupiana, pemilik Sanggar Genta Iswara Tattwa dari Desa Anturan, itu untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian agar gambuh tetap bisa diterima oleh zaman.

“Misalnya, gending-gending gambuh itu kami transformasikan ke dalam bentuk gamelan barungan. Tujuannya untuk mendokumentasikan gending itu lewat gangsa. Nanti, setelah gendingnya dikenal, baru anak-anak bisa belajar sulingnya,” kata Sugita.

Di Sanggar Genta Iswara Tattwa, beberapa gending bahkan dimainkan dengan suling yang lebih pendek, sehingga memudahkan penabuh muda untuk ikut berlatih. Dengan alunan tabuh yang lebih mudah, banyak anak-anak muda di sanggarnya yang tertarik untuk menjadi penabuh dan penari.

”Gerak tari juga dimodifikasi, dan penari-penarinya semua anak-anak muda. Ya, agar mereka tetap mencintai gambuh,” tegas Sugita.

Sebuah pementasan gambuh idealnya membutuhkan 20 hingga 25 tokoh, seperti pemeran condong, putri, arya, tumang temenggung, kakan-akan, dan kade-kadean.

“Pada pementasan ini tidak sampai 20-an tokoh, kita hanya menggunakan beberapa tokoh yang sesuai dengan lakon cerita,’’ kata Sugita.

Gambuh Anyar dari Sanggar Genta Iswara Tattwa, Desa Anturan | Foto: Disbud Buleleng

Karakter para tokoh memiliki vokal yang khas, seperti suara tinggi nan melengking untuk tokoh panji atau tokoh yang memiliki sifat manis. Bahasanya menggunakan bahasa Kawi (Jawa Kuno) yang sudah tidak banyak dipahami orang awam, sehingga memerlukan seorang tututan atau ngetut (mengiringi tokoh tersebut) sebagai penerjemah.

“Di Gambuh tututan tidak menari, berbeda dengan pertunjukan topeng dan arja, penasar akan menari terlebih dahulu, setelah itu menghadap raja (nangkilin raja),” papar Sugita.

Gambuh anyar di Bulfest itu dipenuhi oleh penbonton. Puri Kanginan sebagai salah satu zoza Bulfest biasanya jarang menjadi tujuan utama penonton. Orang lebih sering melirik ke panggung-panggung lain. Namun, antusiasme masyarakat jelas terlihat ketika gambuh ditampilkan.

Sugita terharu karena gambuh masih tetap eksis di berbagai kalangan usia. “Tadi lihat penontonnya full. Artinya kan antusias masyarakat untuk menonton gambuh ini,” kata Sugita.

Gambuh Anyar dari Sanggar Genta Iswara Tattwa, Desa Anturan | Foto: Disbud Buleleng

Menurut Sugita, kondisi itu menunjukkan ada rasa penasaran di masyarakat. “Apa sih gambuh itu? Kan ada juga yang penasaran, gambuh itu apa sih?” ucapnya.

Rasa ingin tahu itulah yang akhirnya membuat penonton datang dan memberi ruang bagi Gambuh untuk kembali hadir di tengah masyarakat.

Apa itu Gambuh?

Bagi masyarakat awam, nama gambuh mungkin terdengar asing. Sugita menjelaskan,  gambuh adalah cikal bakal seni drama tari di Bali yang jejaknya dapat ditelusuri hingga ke era Kerajaan Majapahit.

“Gambuh itu adalah kesenian yang cikal bakalnya dari Kerajaan Majapahit. Kesenian itu dibawa ke Bali saat Majapahit runtuh dan pusat kebudayaannya bergeser ke Blambangan,” jelasnya.

Ketika Raja Bali menaklukkan Blambangan, berbagai elemen kesenian turut dibawa ke Bali, termasuk topeng Gajah Mada. Kesenian inilah yang kemudian berakulturasi dengan budaya lokal dan berkembang menjadi Gambuh, sebuah kesenian yang awalnya hidup dan berkembang di lingkungan puri atau kerajaan. Cerita yang diangkat pun berkisar pada kisah-kisah kerajaan di Jawa dan Bali.

Seiring waktu, gambuh menyebar ke desa-desa, termasuk beberapa wilayah di Buleleng seperti Desa Pacung, Desa Bungkulan, Desa Depeha, dan Desa Anturan. Namun, eksistensinya kian meredup.

Gambuh Anyar dari Sanggar Genta Iswara Tattwa, Desa Anturan | Foto: Disbud Buleleng

Di tengah kondisi tersebut, Sanggar Genta Iswara Tattwa dari Desa Anturan, Buleleng, berdiri teguh sebagai pelestarian sekaligus pengembangan kesenian klasik Bali. Selama 15 tahun, fokus utama dari sanggar ini adalah pelestarian dan pengembangan kesenian klasik. Beberapa bentuk kesenian yang ditekuni seperti gambuh, wayang wong, sanghyang dedari dan sanghyang memedi. Meskipun menekuni seni ritual, visi utama sanggar adalah pada aspek pengembangan kesenian.

“Yang masih ada ini saya anggaplah mati suri. Mau hidup, tapi tidak seperti dulu, biasanya yang minat sama gambuh itu orang-orang tua,” ujar Sugita.

Kesulitan terletak pada gamelannya. Instrumen gamelan pegambuhan adalah suling raksasa dengan panjang mencapai 90 sentimeter hingga 1 meter.

“Memainkannya butuh teknik khusus. Kalau meniup terlalu kencang, tidak bunyi. Terlalu pelan juga tidak bunyi. Jika tidak ada yang bisa memainkannya, lama-kelamaan gending-gendingng bisa hilang,” katanya prihatin.

Jadi, sudah benarlah langkah Sanggar Genta Iswara Tattwa, Desa Anturan, ini untuk terus melakukan pengembangan, selain juga tetap melestarikannya. [T]

Penulis: Komang Puja Savitri
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengbuleleng festivalbulfestBulfest 2025Desa AnturanKesenian GambuhTari Gambuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seminar Kesehatan Mental DWP ISI Bali: Berdaya–Berbahagia Bersama

Next Post

Nuanu Creative City Melepaskan 5.000 Kupu-kupu ke Alamnya: Dukung Siklus Hidup Kupu-kupu

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
0
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

Read moreDetails

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
0
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

Read moreDetails

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
0
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

Read moreDetails

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

Read moreDetails

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails
Next Post
Nuanu Creative City Melepaskan 5.000 Kupu-kupu ke Alamnya: Dukung Siklus Hidup Kupu-kupu

Nuanu Creative City Melepaskan 5.000 Kupu-kupu ke Alamnya: Dukung Siklus Hidup Kupu-kupu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co