6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penyalahgunaan AI, Privasi, dan Perspektif Psikologis

Isran Kamal by Isran Kamal
August 23, 2025
in Esai
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Isran Kamal

KECERDASAN buatan (AI) telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, menghadirkan manfaat besar di bidang kesehatan, pendidikan, hingga layanan publik. Namun, kemajuan ini juga membawa risiko baru, terutama dalam hal penyalahgunaan AI yang mengancam privasi dan keamanan data.

Kasus pencurian identitas digital, pengawasan berlebihan, hingga manipulasi psikologis melalui algoritma prediktif semakin sering muncul. Di balik isu teknologi ini, ada dimensi psikologis yang tak kalah penting, yakni bagaimana individu memaknai, merespons, dan menanggung dampak dari pelanggaran privasi di era digital.

Bentuk Penyalahgunaan AI dalam Privasi dan Data

Salah satu bentuk paling nyata adalah surveillance capitalism, di mana data pribadi dieksploitasi untuk keuntungan ekonomi melalui iklan terarah atau prediksi perilaku. Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk deepfake dan pencurian identitas, yang menimbulkan ancaman serius pada reputasi dan keamanan seseorang. Bahkan dalam konteks sehari-hari, penggunaan aplikasi berbasis AI yang meminta akses luas terhadap data pribadi memunculkan dilema etis: sejauh mana pengguna benar-benar memiliki kendali atas data mereka sendiri?

Dari perspektif psikologis, kondisi ini menyentuh aspek penting dalam teori self-determination, yakni kebutuhan dasar akan otonomi. Ketika data pribadi dikendalikan pihak luar tanpa persetujuan penuh, individu mengalami erosi sense of agency, yang dapat memicu stres, kecemasan, bahkan rasa tidak berdaya. Selain itu, fenomena deepfake atau pencurian identitas dapat menimbulkan identity threat, di mana seseorang merasa citra dirinya tidak lagi berada dalam kontrol personal.

Penelitian psikologi sosial juga menunjukkan bahwa ketidakpastian terkait siapa yang mengakses dan memanfaatkan data memperburuk rasa percaya terhadap institusi maupun teknologi itu sendiri. Akibatnya, relasi pengguna dengan teknologi berubah dari alat yang mempermudah hidup menjadi sumber potensi ancaman yang menggerogoti keamanan psikologis.

Perspektif Psikologis terhadap Privasi dan Penyalahgunaan Data

Dari sudut pandang psikologi, privasi tidak semata-mata merupakan isu teknis atau hukum, melainkan kebutuhan psikologis yang mendasar, berhubungan dengan rasa aman, kontrol atas diri, serta pembentukan identitas personal. Kehilangan privasi sering kali berarti kehilangan otonomi, karena individu tidak lagi bebas menentukan informasi mana yang pantas dibagikan dan kepada siapa. Kondisi ini dapat memicu stres, kecemasan, bahkan perasaan terancam, seolah ruang pribadi direbut paksa oleh pihak eksternal.

Konsep privacy calculus menjelaskan bahwa individu biasanya menimbang manfaat dan risiko ketika membagikan data mereka. Namun, kalkulasi ini kerap dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti bias optimisme. Suatu keyakinan berlebihan bahwa risiko tidak akan menimpa dirinya atau cognitive overload akibat terlalu banyak informasi yang harus dipertimbangkan. Ketika penyalahgunaan data akhirnya terungkap, muncul perasaan dikhianati yang bukan hanya merusak kepercayaan pada institusi atau perusahaan, tetapi juga menggerus rasa percaya antarindividu dalam masyarakat digital.

Lebih jauh, fenomena learned helplessness dapat membantu menjelaskan reaksi pasif sebagian orang terhadap eksploitasi data. Ketika individu berulang kali merasa bahwa usahanya melindungi privasi tidak membuahkan hasil, misalnya meskipun sudah mengatur keamanan akun, datanya tetap bocor. Maka ia cenderung menyerah dan menerima kondisi tersebut. Rasa tak berdaya ini melanggengkan sikap permisif, bahkan normalisasi terhadap pelanggaran privasi. Akibatnya, masyarakat justru makin rentan terhadap penyalahgunaan data, karena mekanisme pertahanan psikologis mereka lumpuh sebelum sempat melawan.

Implikasi Etis dan Psikologis

Penyalahgunaan AI dalam ranah privasi dan data bukan sekadar masalah hukum atau regulasi teknis, melainkan menyentuh langsung pada dimensi psikologis dan moral masyarakat. Ketidakpastian mengenai siapa yang mengendalikan, mengakses, dan memanfaatkan informasi pribadi menimbulkan rasa tidak aman yang bersifat kronis.

Rasa diawasi secara terus-menerus dapat melahirkan fenomena pervasive surveillance anxiety, di mana individu merasa selalu diawasi sehingga perilaku sosial mereka berubah, menjadi lebih kaku, penuh kewaspadaan, dan kehilangan spontanitas. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan erosi kepercayaan sosial dan melemahkan kesehatan mental kolektif.

Secara etis, praktik semacam ini juga menggeser batas otonomi psikologis manusia. Algoritma yang dirancang untuk memprediksi dan memanipulasi pilihan dapat membuat individu merasa kehilangan kendali atas keputusan personalnya. Situasi tersebut melahirkan dilema serius: apakah manusia masih menjadi subjek yang bebas, atau sekadar objek dari kalkulasi data yang dijalankan mesin? Dengan kata lain, penyalahgunaan data bukan hanya mengurangi hak privasi, tetapi juga mereduksi martabat manusia sebagai agen moral yang otonom.

Karena itu, regulasi teknologi memang penting, tetapi tidak cukup jika hanya bersifat normatif-legal. Solusi yang ditawarkan harus mengintegrasikan pemahaman psikologis, etis, dan sosial agar lebih holistik. Regulasi yang hanya mengedepankan aspek teknis akan gagal merespons dampak laten pada kesehatan mental dan relasi sosial.

Sebaliknya, pendekatan yang menggabungkan dimensi psikologi, seperti pemulihan rasa kontrol, penguatan literasi digital, serta pencegahan efek learned helplessness akan lebih efektif dalam melindungi masyarakat dari dampak jangka panjang. Dengan cara inilah, perlindungan privasi tidak hanya menjadi upaya menjaga data, tetapi juga menjaga kualitas kemanusiaan itu sendiri.

Membaca Ulang Privasi sebagai Hak Psikologis

Era AI menghadirkan paradoks besar: di satu sisi menjanjikan efisiensi, kreativitas, dan inovasi yang belum pernah ada sebelumnya; namun di sisi lain membuka celah penyalahgunaan yang serius, terutama dalam hal privasi dan kesehatan psikologis manusia. Menyadari dimensi psikologis dari isu ini penting agar kita tidak sekadar menanganinya sebagai problem teknis, melainkan juga sebagai tantangan etis dan kemanusiaan.

Solusi yang ditawarkan tidak bisa berhenti pada regulasi hukum semata. Diperlukan pendekatan multidisipliner yang mencakup desain teknologi yang etis (ethical by design), edukasi publik tentang literasi digital, serta sistem pendukung psikologis bagi mereka yang terdampak oleh penyalahgunaan data. Dengan demikian, privasi tidak hanya dipahami sebagai hak legal, tetapi juga sebagai kebutuhan fundamental untuk menjaga identitas, rasa aman, dan kesehatan mental manusia di tengah laju digitalisasi yang tak terbendung.

Pada akhirnya, menjaga privasi berarti menjaga ruang kemanusiaan itu sendiri, suatu ruang di mana manusia dapat tetap memiliki otonom, sehat secara psikologis, dan mampu hidup bermakna di tengah arus teknologi yang semakin mendominasi kehidupan. [T]

Penulis: Isran Kamal
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 2]
Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 1]
Ketika Jolly Roger “One Piece” Berkibar di Hari Kemerdekaan
“Digital Detox” sebagai Revolusi Eksistensial: Upaya Kembali ke Diri Sendiri di Tengah Era “Overconnectivity”
Tags: AIPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Harimau Tua  | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Next Post

Diskusi Seniman di Nitiprayan dengan Menteri Kebudayaan: Dari Museum Seni Rupa hingga Harga Material

Isran Kamal

Isran Kamal

Dosen Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Diskusi Seniman di Nitiprayan dengan Menteri Kebudayaan: Dari Museum Seni Rupa hingga Harga Material

Diskusi Seniman di Nitiprayan dengan Menteri Kebudayaan: Dari Museum Seni Rupa hingga Harga Material

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co