PADA tahun-tahun sebelumnya, warga Kabupaten Buleleng hanya bisa jadi penonton dalam perhelatan lomba barong ket di Pesta Kesenian Bali (PKB). Tentu saja karena sebelumnya Buleleng selalu absen dalam lomba barong ket yang menjadi salah satu primadona seni pertunjukan di PKB.
Namun pada PKB tahun 2025 ini warga Buleleng tak sekadar jadi penonton, tapi ikut berbangga Buleleng punya duta untuk diadu di PKB. Soal kalah atau menang, itu sepertinya urusan lain. Yang terpenting, Buleleng kini tak hanya jadi penonton, tapi ikut adu peserta.
Lihatlah, euforia lomba barong ket di media sosial seperti facebook dan instragram. Penonton dari masing-masing kabupaten terus memuja dan memuji penampilan duta mereka di lomba barong ket. Dan warga Buleleng ikut juga dalam pusaran euforia itu. Ikut posting, ikut memuji, ikut memuja wakil mereka di PKB.
Dulu, barangkali warga Buleleng hanya bisa jengah, karena hanya bisa menonton penampilan barong dari kabupaten lain. Kini mereka sudah bisa bicara banyak karena duta mereka sudah ikut berada dalam kalangan lomba.
Pada lomba barong ket di PKB 2025 ini, duta Buleleng adalah Sanggar Tri Bhuwana Giri dari Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Mereka tampil Jumat, 4 Juli 2025, di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar, bersama tiga tim barong dari kabupaten lain.
“Sejak PKB pertama kali digelar, kita selalu absen (dalam lomba barong ket). Padahal kita itu punya potensi,” kata Gede Yudi Gautama, pembina Sanggar Tri Bhuwana Giri.

Penampilan barong ket duta Buleleng pada Pesta Kesenian bali 2025
Seniman barong di Buleleng jengah, dan rasa jengah itulah yang menjadi pemicu keikutsertaan Buleleng dalam lomba di PKB, sekaligus untuk menunjukkan Buleleng mampu menampilkan kesenian barong ket.
Menurutnya, keterlibatan sanggar ini bukan semata demi prestasi, melainkan sebagai upaya menjaga dan melestarikan kesenian yang mulai langka di wilayah utara Bali. Terlebih, semangat anak-anak muda penabuh dan penari di Desa Banyuatis turut menjadi energi besar dalam mewujudkan penampilan ini.
“Kami punya sesunan Ratu Gede yang disungsung oleh Desa Adat Banyuatis. Itu juga menjadi panggilan spiritual bagi kami,” kata Gede Yudi Gautama.
Yudi menjelaskan dalam balutan tema PKB “Jagat Kerthi, Lokahita Samudaya”, sajian bapang barong ket Buleleng menjadi manifestasi harmoni antara manusia dan alam semesta. Garapan yang dibawakan disusun dalam struktur pepeson, condong, goak macok, pelayon, dan omang. Unsur musikalitas dan koreografi khas Buleleng mendominasi.

Penampilan barong ket duta Buleleng pada Pesta Kesenian Bali 2025
Gamelan Gong Kebyar gaya Bali Utara ditampilkan dengan tempo dinamis, ritmis tajam, serta teknik ngoncang yang memperkaya tekstur musik. Koreografinya pun sarat aksen tari kekebyaran yang mempertegas identitas Buleleng.
“Meski tidak pasang target tinggi, kami bangga karena sekarang sudah ada bibit yang bisa kami tumbuhkan untuk masa depan Barong Ket di Buleleng,” ujar Yudi Gautama.
Yudi Gautama berharap penampilan ini menjadi awal, bukan akhir. Tari Barong Ket tidak boleh hanya menjadi momen sesaat di panggung PKB, tetapi terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Ke depan, harus ada regenerasi. Harus lahir bibit-bibit baru dalam dunia seni, khususnya yang membawa nuansa khas Buleleng baik dari musikalitas, koreografi, maupun semangatnya,” kata Yudi. [T]
Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto



























