2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sajak-Sajak Angga Wijaya | Radio Tidak Kumatikan

Angga Wijaya by Angga Wijaya
June 15, 2025
in Puisi
Sajak-Sajak Angga Wijaya | Radio Tidak Kumatikan

Angga Wijaya

RADIO TIDAK KUMATIKAN

Kudengar radio, setiap hari.
Di kamar yang sepi, bersama
buku-buku dan kucing kawin.
Suara tenggelamkan omongan tetangga
(mereka suka bergunjing–aku tak suka).

Lagu-lagu keluar dari kotak ajaib itu.
Aku membelinya lima bulan lalu,
dari lelaki yang membawa masa lalu.

“Radio tak akan punah, orang-orang
akan merindukannya,” katanya penuh arti.

Radio memahami kegelisahanku.
Sambil menjual buku atau menulis,
radio menemaniku hingga
sore hari, atau saat kantuk
membuatku ingin sejenak tidur.

Kadang radio seperti mengajakku
bercakap-cakap. Itu jika aku lupa
minum obat. Skizofrenia mirip iblis,
merampas kewarasanku.
Dia sudah aku jadikan sahabat;
aku tahu cara mengatasinya.

Sudah lama aku menyukai radio.
Pernah ingin menjadi penyiar, tetapi
hidup menjadikanku seorang penyair.
Penyiar dan penyair berbeda satu huruf.
—Ini pasti bukan satu kebetulan, kataku.

Radio ditemukan oleh Marconi.
Buku pelajaran sekolah dulu
memberitahuku. Dia pasti
orang hebat. Menciptakan teman
bagi manusia sunyi di kamar.

Radio tidak kumatikan, tidak
seperti Dorothea tulis dalam
sajaknya. Dia pasti juga
suka radio, berbeda cerita.

2025

SETELAH REUNI BERAKHIR

Teman-temanku sekarang menua. Dulu mereka cantik, dengan payudara ranum dan senyum menggoda. Waktu begitu sempurna menggilas keindahan itu. Tanpa sisa, tanpa bisa ditawar.

Reuni membawaku membaca semua. Aku yang lupa bahwa tidak pernah ada yang abadi di dunia, ataukah mereka yang terlampau serius menjalani hidup? Entahlah. Aku juga tidak tahu.

Dua-tiga anak pada usia menjelang paruh baya. Ada perut yang setiap hari membutuhkan kepastian; gaji bulanan: satu digit, dua digit; seperti cerita kawan. Dia kini orang kaya baru.

Bertemu klien di banyak restoran mahal. Karena penyakit ada yang pantang makanan tertentu. Padahal uang ada. Atau, sedih karena kehilangan waktu bersama keluarga karena terlalu sibuk.

Ada pula yang mengidap skizofrenia. Dia murid pandai. Keluarganya menuntut dia berhasil. Kini dia bahagia bersama puisi dan buku-buku. Juga, kekasih yang mencintai dia apa adanya.

Bertukar nomor telepon, dan kenangan manis sekolah dulu; bersiap untuk petualangan dan pengkhianatan. Untuk apa kita bertemu? Masa lalu telah lama mati pada ingatanku yang tua.

2025

PEMBERIAN TAHU UNTUK KEKASIH

Aku sedang di warung. Puisi Rahung Nasution muncul
di beranda media sosial, tentang Jakarta semakin rusak
–kampung halaman yang lama tak pernah kau singgahi.

Hanya puisi menghiburku belakangan ini. Darinya aku
merasa hidup lagi— “Ah, memangnya kamu pernah mati?”
Kubayangkan kata-kata itu meluncur dari bibirmu yang merah
oleh lipstik murah –berdandan setiap pagi sebelum berangkat
kerja, lalu pulang dengan wajah lelah, bibirmu sedikit pucat.

Suara burung begitu nyaring di warung ini, dalam sangkar mahal
yang dibeli dari keuntungan warung tak seberapa. Dunia ini memang
ruang pamer—juga internet, selalu mengajari kita untuk jumawa,
padahal sejatinya menderita.

Buddha meraih pencerahan karena telah mampu rileks, di bawah pohon
pejamkan mata —tak ingin mendapatkan apa-apa, hanya duduk hening.
Dan, hopplaa! Pencerahan datang! Justru saat ia tak puasa hingga tubuh
kurus, atau berdoa dan membaca kitab suci semalaman.

Sudah lama aku tak melakukan meditasi. Kota yang sibuk membuat detik
harus menjadi uang, bukan menit kontemplasi. Pelukanmu di sepeda motor,
itu sudah cukup. Tanganku kau cium, menatap mesra pada mataku
yang mengantuk—tidur dini hari setelah mengirim berita, deadline
membuatku selalu terjaga; demi uang untuk kontrakan, dry food kucing.

Aku di warung. Minum segelas kopi susu, tanpa sarapan. Makan bisa
ditunda siang hari, saat perut benar-benar lapar—beda tipis antara
berhemat dan menunda waktu makan. Begitulah hidup, sayang.

Selamat bekerja—-bersama buruh lain, juga catatan dan pesan dalam
telegram dari bos yang baik sekaligus pemarah. Sebentar lagi aku pulang.
Langit sehabis hujan menyisakan kelabu. Kicau burung ingatkan aku
kehidupan di desa. Tak ada harapan, meski terasa indah. Salam!

2025

NOTIFIKASI SEORANG DIRI

“Semoga hari ini ada notifikasi yang membuat
diriku bahagia,” tulis perempuan dalam story.

Sudah lama dia membujang, sibuk bekerja, hingga
tak ingin menikah. Berita-berita hanyalah soal uang.
Tak pergi liputan jika berita tak berbayar. Lebih baik
mengetik di kos, sambil bercanda dengan kucing
— lebih setia daripada lelaki yang selalu birahi.

“Tapi upah wartawan kini hanya dihitung dari page view,
PHK dimana-mana, masih bekerja saja sudah untung!”

Terpikir olehnya untuk pergi jauh ke luar negeri, pada
kota-kota sepi karena anak muda enggan punya anak.

Tidak ada yang lebih enak tinggal di negara sendiri.
warga dunia juga berdatangan ke sini. Buat apa kabur
untuk kemudian merasa terasing?

Dia teringat orang-orang tua yang kelayapan. Mereka dulu
mahasiswa, tidak bisa pulang karena huru-hara politik.
Puisi menjadi teman setia di kamar sempit. Mati sendiri,
kremasi hanya dihadiri satu-dua sahabat yang juga tua.

“Blub!” Notifikasi muncul di ponsel pintar perempuan itu:
“Nak, sudah transfer uang bulan ini?”

Ibunya tak menanyakan kabar, hanya uang dan uang.
Ia bingung, honor berita baru dibayar bulan depan.
Hari-hari bagai sembilu yang mengiris nadi.
Kupu-kupu hinggap di pipi tanpa skincare.

“Bro, ada di mana? Jalan-jalan, yuk!”

Ia menunggu notifikasi. Selalu.

2025

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole


[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Menyesap Manis Perih Hidup
Puisi-puisi Muhammad Rifan Prianto | Setelah Membaca 100 Soneta Cinta Pablo Neruda
Puisi-puisi Emi Suy | Merdeka Sunyi
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

LELUHUR JAGUNG

Next Post

Teman Sepanjang Perjalanan | Cerpen Putu Gede Pradipta

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Teman Sepanjang Perjalanan | Cerpen Putu Gede Pradipta

Teman Sepanjang Perjalanan | Cerpen Putu Gede Pradipta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co