6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

Pitrus Puspito by Pitrus Puspito
May 11, 2025
in Dongeng
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat yang sangat luas tetapi sepi. Letaknya jauh dari kota, yakni di pinggiran sungai yang deras arusnya.

Beruang bernama Bob itu adalah seekor beruang tua bertubuh besar dan berwarna cokelat kehitaman. Di rimba besar, Bob Tua terkenal sebagai sosok periang dan humoris. Namun keceriaannya sirna sejak sore itu. Rasa takut dan cemas terlihat pada wajah Bob.

Bob Tua dimasukan ke dalam ruangan yang luas tanpa jendela. Hanya sedikit cahaya lampu yang masuk melalui pintu yang berjeruji. Menjelang malam, udara dingin menerpa tubuh Bob.

Keheningan menyelimuti ruangan itu. Untuk pertama kalinya Bob Tua menitikkan air matanya. Hampir sepanjang malam Bob Tua bersedih dan mencemaskan keadaannya saat ini.

Sambil menahan rasa lapar dan dingin Bob Tua mulai rindu dengan para sahabatnya: sepasang harimau yang bijaksana, keluarga berang-berang penunggu sungai, keluarga tupai dan para burung nuri yang selalu bernyanyi.

Waktu menjelang fajar, Bob dikejutkan dengan derap sepatu yang berteplak-teplok di atas lantai. Sosok tinggi besar berhenti di depan pintunya. Dengan perasaan takut, Bob Tua melirik lelaki besar itu yang dikawal seekor anjing Doberman besar.

“Waktunya sarapan beruang tua! Sebelum nanti Ciko akan mengajakmu melihat-lihat rumah barumu,” kata lelaki itu sambil menyodorkan sebuah nampan berisi penuh makanan.

Ketika si lelaki besar pergi dengan anjingnya, Bob menghampiri makanan itu. Ia terkejut dengan apa yang dilihatnya, sepotong roti besar dengan selai blueberry yang meluber di atasnya, dua telur goreng, sebutir apel dan pisang. Ada juga satu kendi berisi air dan madu dalam wadah kaleng yang telah dibuka. Bob yang lapar, menghabiskan semua hidangan itu.

Pintu kamar Bob terbuka, seekor anjing yang tadi bersama lelaki besar masuk ke kamar Bob.

“Mari Pak kita keluar! Kita akan mengelilingi tempat ajaib ini,” ajak anjing itu dengan sopan dan ramah. “Namaku Ciko, Pak. Aku yang menjaga tempat ini.”

Bob Tua semula ragu. Tetapi dengan insting binatang dan pengalaman yang dimilikinya, Bob dapat menilai bahwa Ciko memang tulus dan baik hati. “Namaku Bob,” jawab Bob sambil menjabat tangan Ciko.

Bob Tua dan Ciko berjalan menuju pintu belakang yang terbuka. Ciko meskipun sosok binatang yang besar dan kuat, usianya masih muda. Ciko ialah anjing penjaga yang baik dan setia, namun sedikit sekali pengalamannya di alam bebas.

Bob takjub ketika melihat halaman di belakang. Sebuah padang rumput yang luas dengan pohon-pohon besar yang ditanam teratur di sela-sela rumput yang hijau. Sejauh mata memandang Bob tidak dapat menebak ujung dari halaman ini. Di tangah padang rumput itu ada dilewati sungai yang jernih airnya.

“Tempat apa ini?” tanya Bob yang masih takjub dengan apa yang dilihatnya.

“Ini rumah baru Anda, Pak.” jawab Ciko. “Di sinilah semua binatang yang tua dan terluka tinggal dengan nyaman.” Ciko lalu menceritakan sejarah Kebun Binatang Zoole itu kepada Bob secara runtut.

Tempat itu dikelola oleh Tuan Wisnu tua bersama anak lelakinya bernama Bayu. Bayu adalah lelaki tinggi besar yang membawa nampan berisi makanan tadi. Bayu adalah lelaki pencinta binatang, sehingga ia membangun rumah paling nyaman bagi para binatang yang rentan.

Bob Tua dan Ciko berjalan terus sambil bercakap-cakap tentang segala hal yang menarik perhatian. Bob yang berpengalaman dan humoris, dengan mudah akrab terhadap Ciko dan penghuni Kebun Binatang Zoole lainnya.

Semua binatang sangat bergembira menikmati suasana pagi. Di bawah pohon cemara, seekor orangutan menikmati sarapannya. Di sebelah kiri, dekat semak-semak sekelompok kelinci berlarian dengan lincah. Di tanah berbukit seekor rubah menyalak dengan gembira.

Burung puyuh berceloteh di samping sungai. Merpati liar dan burung bangau mencari makan di bebatuan yang lembab di antara kepiting. Rusa dan musang kadang muncul untuk minum.

Ketika melintasi kolam kecil, Ciko menyapa seekor gajah tua yang sedang mandi. “Selamat pagi, Pak Gajah!”

“Hai anak muda. Pagi yang indah bukan? Siapakah teman barumu ini?” jawab sang gajah tua.

“Saya Bob, Pak. Senang bertemu dengan Anda,” jawab Bob dengan ramah.

“Anggota keluarga baru bukan?” tanya Sang Gajah Tua.

“Benar Pak.” Kini Ciko yang menjawab pertanyaan itu.

“Sudah berapa lama Anda tinggal di sini, Pak?”, Tiba-tiba Bob bertanya kepada gajah.

“Hampir seluruh hidupku kuhabiskan di tempat yang damai ini. Akulah satu-satunya gajah jantan yang selamat dari perburuan gading oleh bangsa manusia. Itu terjadi puluhan tahun lalu.”

Sang gajah tua menceritakan kisah hidupnya dan bangsa gajah yang terancam punah.

“Kau hebat, Pak Bob.” Sang gajah memuji Bob Tua. “Kau datang kemarin sore, dan cepat beradaptasi. Aku dulu butuh berbulan-bulan untuk dapat menerima tempat ini, karenanya aku selalu dikurung di tempat tidurmu tadi malam.”

“Aku semalaman tidak tidur, Pak. Takut dan cemas sebelum aku bertemu dengan anak muda baik ini.”

Mereka bertiga tertawa hingga semua binatang yang melihat mereka, ikut tersenyum.

“Nanti malam kau bebas tidur di mana kau suka Pak,” kata Ciko kepada Bob.

“Iya benar. Ini adalah rumah kita. Sedangkan anak muda tangguh ini yang akan selalu menjaga tidur kita,” kata sang gajah tua sambil menepuk bahu Ciko dengan belalainya.

“Sampai jumpa lagi saat makan siang, Pak.” Ciko pamit kepada Sang Gajah, kemudian meneruskan perjalanan bersama Bob.

Bob dan Ciko kini berada di jembatan. Melihat para angsa dan itik berenang bersama anak-anak mereka. Ikan-ikan terlihat berenang dan sesekali timbul ke permukaan. Para kodok berkedip-kedip di pinggiran sungai dan sebagian masih tertidur di balik tanaman pakis.

Bob menceritakan semua pengalamannya hidup di Rimba Besar. Ia juga bercerita kepada Ciko bahwa kadangkala ada beberapa binatang yang berkelahi, berebut makanan dan tempat tinggal.

Tidak semua bangsa binatang yang tinggal di rimba besar selalu rukun seperti di Kebun Binatang Zoole ini. Ciko menyimak setiap pengalaman berharga dari Bob Tua, sebab ia sejak kecil besar di Kebun Binatang Zoole ini.

Di Kebun Binatang Zoole ini, Ciko tumbuh menjadi anjing yang pemberani. Ia sangat mencintai semua binatang yang tinggal di sini termasuk Tuan Bayu yang selalu baik padanya.

Ketika Ciko bercerita tentang masa-masa yang dihabiskan di Kebun Binatang Zoole, Bob Tua menyadari bahwa tidak semua manusia jahat. Selama ini Bob dan para penghuni Rimba Besar hanya tahu bahwa manusia selalu menyiksa dan melukai bangsa binatang dengan senapannya.

Bob yang seumur hidupnya berpetualang di Rimba Besar, kini ia merasa tenang untuk menghabiskan masa tuanya di Kebun Binatang Zoole. Akhirnya Ciko menjadi sahabat sejati Bob Tua yang jenaka di kebun binatang itu. [T]

Penulis: Teddy Koll
Editor: Adnyana Ole

  • KLIK untuk BACA dongeng lainnya
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua
Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua
Rum dan Tongkat Ratu Semut | Dongeng dari Papua
Lukas dan Tuk Kecil yang Baik Hati | Dongeng dari Papua
Dongeng | Anak Kecil dan Pohon Pemali
Dongeng | Si Jangkrik Kalung yang Terlalu Percaya Diri
Aya, Seekor Anak Buaya Tak Lagi Makan Daging
Tags: dongeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Krisis Literasi di Buleleng: Mengapa Ratusan Siswa SMP Tak Bisa Membaca?

Next Post

Ambulan dan Obor Api | Cerpen Sonhaji Abdullah

Pitrus Puspito

Pitrus Puspito

Guru bahasa Indonesia dan peneliti bidang bahasa dan sastra Indonesia. Ia menempuh pendidikan terakhir di Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (2020-2023). Selain menulis puisi dan cerita anak, ia juga menulis esai dan artikel ilmiah. Buku yang telah terbit yakni kumpulan puisi berjudul Yang Hilang (2018) dan Menyayangi Ingatan (2019) yang diterbitkan oleh Bening Pustaka. Instagram: @pitruspiet

Related Posts

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails

Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 11, 2025
0
Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

LAUT menyambut senyum mentari pagi. Taman terumbu karang mengiringi nyanyian riang canda tawa ikan-ikan. Ada ikan warna-warni bermain petak umpet...

Read moreDetails

Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 5, 2025
0
Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

ADA satu danau  berbentuk hati. Danau itu punya air biru jernih. Di sekitar danau tinggallah seekor capung bersama keluarga serangga:...

Read moreDetails

Rum dan Tongkat Ratu Semut | Dongeng dari Papua

by Gody Usnaat
December 16, 2024
0
Rum dan Tongkat Ratu Semut | Dongeng dari Papua

DAHULU kala, ada seekor tikus tanah bernama Rum. Ia berbulu halus. Ia berkumis tipis. Giginya tajam—ia biasa memotong ranting dengan...

Read moreDetails
Next Post
Ambulan dan Obor Api  |  Cerpen Sonhaji Abdullah

Ambulan dan Obor Api | Cerpen Sonhaji Abdullah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co