9 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sang Suci Pulang ke Brahma: Mengiringi Pelebon Ida Sinuhun Pande Taman Bali

Abdi Jaya Prawira by Abdi Jaya Prawira
April 16, 2025
in Esai
Sang Suci Pulang ke Brahma: Mengiringi Pelebon Ida Sinuhun Pande Taman Bali

Sang Suci Pulang ke Brahma: Mengiringi Pelebon Ida Sinuhun Pande Taman Bali

SEJAK pagi, Desa Taman Bali, Kabupaten Bangli menjadi pusat keramaian. Ribuan orang, yang berasal dari berbagai penjuru Bali berkumpul dalam lautan seragam didominasi merah menyala. Tujuannya adalah untuk ikut bersama melepas Ida Sinuhun ke perabuannya. Hari itu adalah Selasa (15/4/2025).

Ida Sinuhun dikenal sebagai sulinggih sepuh oleh kalangan warga Pande. Beliau merupakan guru dari para guru. Ida Sinuhun, atau Sira Mpu Taman Bali merupakan nama sebutan yang akrab digunakan umat untuk mengacu beliau, sementara gelar diksa beliau adalah Sira Mpu Dharma Dasi, ‘sang pelayan dharma’.

Sebutan sinuhun merupakan gelar honorifik yang disematkan pada gelar beliau setelah mencapai tingkat tertinggi dalam kesulinggihan di warga Pande.   Beliaulah yang paling senior dan paling matang dalam usia semadi sebagai sulinggih di kalangan warga Pande. Beliau sudah “duduk” sebagai sulinggih selama puluhan tahun, sembari nyala api pun tidak hanya hidup dalam piranti pemujaan di Siwa Upakarananya, namun benar-benar menyala berwujud yoga dalam diri. Beliau ibarat telah membadankan prapén di dalam setiap doa mantra yang purna diucap.

Beliau berpulang untuk menyatu kembali dengan Brahma, tepat ketika masyarakat Bali masih lelap dan terikat dengan Catur Brata Panyepian, Minggu (30/3/2025) pukul 03.00 dini hari. Sepanjang beliau masih nyeneng, Ida Sinuhun dikenal sebagai tokoh yang bersahaja. Tak heran, banyak yang menganggap hari beliau berpulang sebagai isyarat akan kesederhanaan yang senantiasa terbawa hingga akhir tarikan napasnya. Kepergian beliau di hari paling sunyi itu menjadi sebuah pengingat yang akan sulit dilupakan.

Banyak pihak mengenang beliau, tidak hanya warga Pande belaka. Kata-katanya yang terucap dari bibir beliau, seperti embun yang menyegarkan tanah tandus. Selalu menenangkan, menyejukkan dan bahkan menyembuhkan batin yang bingung dan terluka. Arah hidup dan kekusutan rohani banyak orang menjadi lurus saat duduk mendengar wejangan ringkasnya. 

Terakhir kali, saya bertemu dengan beliau ketika ayah saya meninggal. Saya datang bersama keluarga untuk memohon tirta pangentas, kajang dan beberapa perlengkapan upacara ngaben. Kala itu, ketika keluarga saya menangis tersedu-sedu di hadapan beliau, beliau berucap teduh.

“Ajak konyang lakar ajak mrika, dumunan kén dorinan,” (Semua akan ke sana, hanya duluan dan belakangan). Kata-kata beliau membuat keluarga berhenti bersedih dan mulai mengikhlaskan.

Di balik semua itu, sepuluh dari sepuluh orang sepakat bahwa beliau adalah figur yang karismatik dan berwibawa, namun tetap ramah bersahaja.

***

Pagi itu, di depan griya sejumlah orang mendampingi proses pamlaspas wahana berupa lembu putih, Padma, juga panganyutan dan balé salunglung. Dua orang sulinggih, yakni Sira Mpu Banjar Griya Bangli dan Sira Mpu Munggu memimpin ritus sakralisasi tersebut. Ketika memasuki griya, suara angklung dan salonding membahana mengiringi persembahan yang dipimpin Sira Mpu Galuh Tunggak. Halaman dalam griya pun penuh sesak ketika semua yang hadir duduk dan melakukan persembahyangan bersama.

Rincian teknis perjalanan menuju perabuan di tegal suci, areal khusus untuk prosesi pembakaran jenazah, disampaikan oleh panitia melalui pelantang. Ketua Maha Semaya Warga Pande Bali, Pande Nyoman Wahyu Suteja dalam kesempatan itu juga mengapresiasi peran serta seluruh pihak yang sudah menyokong bersama upacara untuk Ida Sinuhun. Sebelum puncak acara, upacara dimulai dengan negtegang karya, Selasa (8/4/2025) dilanjutkan mabersih dan malelet (memandikan jenazah), dilanjutkan narpana saji bertepatan dengan Purnama Kadasa, Sabtu (12/4/2025). Ngening pada Minggu (13/4/2-25). Narpana saji dilakukan setiap hari sejak malelet sampai Senin (14/4/2025).  

***

Sekitar pukul 10.50, berbagai kelengkapan berupa uparengga mulai dibawa ke luar griya melalui sebuah tragtag melintasi tembok griya. Para gadis mengenakan lelunakan mengusung sarana upacara, disusul dua buah gayot ‘tandu’. Sira Mpu Galuh Taman Bali dan Sira Mpu Laplapan duduk di atas gayot itu sembari dipayungi sepasang tedung. Baleganjur mulai ditabuh bertalu-talu bersamaan dengan denting genta puluhan pemangku yang ikut mengiringi sebelum pemberangkatan dimulai sampai tiba di tegal suci.

Bandusa, yakni peti mati berbentuk mirip badan perahu lalu dinaikkan ke Padma. Gamelan gender di sisi Padma mulai mengalun. Dua sulinggih yakni Sira Mpu Batubulan dan Sira Mpu Galiran naik ke Padma, yang satu menyebar sekar ura, satu lagi memegang ubes-ubes berbentuk burung sang dewata. Lelancuban berupa kain putih kuning dan kain berajah, disertai tali berkulit putih menjulur dari Padma. Orang-orang pun memeganginya dari kanan dan kiri. Saya tergolong beruntung bisa ikut memegang kain ini. 

Ribuan orang membanjir mengantarkan Ida Sinuhun ke tegal suci, yang secara sekilas tampak ada di belakang griya. Walau demikian, iring-iringan uparengga berjalan dari depan griya menuju utara, lalu bertolak ke timur sampai di depan Pura Bale Agung Taman Bali lalu menuju selatan sampai perempatan Desa Taman Bali.

Di perempatan ini, lembu dan Padma diputar tiga kali berlawanan arah jarum jam. Setelahnya, iring-iringan dari ribuan pasang kaki itu menuju barat untuk sampai ke lahan suci itu. Para pengguna seragam merah menyala yang mengombak di jalanan, bersukacita, bersorak-sorai mengantar lembu dan Padma. Tak ada duka dalam iring-iringan mengantar seorang yang akan menyatu pada Yang Tak Terbayangkan itu. Warna merah yang tampil di berbagai penjuru laksana lambang api, membawa nyala kesejatian diri yang tak akan pernah padam.

Setibanya di tegal suci, pembawa guling panyugjug dan pembawa baleman berisi kepala kerbau menari-nari. Sederhana, tapi tulus. Berikutnya,tari baris poleng menyambut layon Ida Sinuhun. Seusai persembahan tedun layon, bandusa berisi layon diturunkan lalu berputar berlawan arah putaran jarum jam di lembu yang sudah diistirahatkan di bawah bale pabasmian. Para sulinggih memercikan berbagai air suci setelah layon ditempatkan dengan rapi di dalam perut lembu bersama sejumlah uparengga yang diperlukan.

Usai dengan tahap itu, masyarakat yang hadir di tegal suci mendekat pada lembu. Ada yang menggenggam dupa, sekuntum bunga, hingga kwangen. Semuanya berdoa dengan ucapannya masing-masing. Sarana yang sudah selesai dipakai lalu dikumpulkan bersama di bawah perut lembu. Ratusan dupa yang menyala itu mengepulkan asap wangi, disusul kobaran api yang lebih besar membuat lembu bersama layon di dalamnya menjadi arang dan abu. Api itulah wujud Brahma, jalan pembebasan badan. Abu-abu tulang lalu disusun kembali dalam wujud sekah tunggal.    

***

Sayup-sayup angin menemani doa para sulinggih yang kini memanjatkan doa mengiringi pelebon Ida Sinuhun kala sang surya condong ke barat. Para sulinggih yang juga lahir secara ideologis dari telapak tangan beliau, kini memberi doa dan penghormatan terakhirnya pada sang guru. Angin dan matahari pun membuat saya sadar: angin dan matahari yang sama juga pernah menjadi saksi dalam fragmen suara Ida Sinuhun nan sejuk, yang pernah memimpin doa bertimpal genta, di berbagai pura, rumah umat dan berbagai tempat lain dalam beraneka upacara yang pernah beliau tangani.

Lantunan doa beliau, saya yakin akan senantiasa terngiang di telinga setiap orang yang pernah mendengarnya. Doa yang juga melekat sebagai ingatan abadi dalam ruang yang pernah beliau singgahi. Sementara beliau sendiri sudah menyatu lagi dengan Sang Sangkan Paran. [T]

Taman Bali, Anggara Paing Sungsang (15/4/2025)

Penulis: Abdi Jaya Prawira
Editor: Adnyana Ole

Menebak Karakteristik dari Penampilan Fisik: Catatan dari Lontar Pawetuan Jadma
TRI KARANA SWARŪPA : Temuan Ida Wayan Oka Granoka untuk Menjawab Tantangan Zaman
YONINÉ GENTOSIN: Mengubah Kualitas Kelahiran Perspektif Ida Padanda Made Sidemen
Niksayang Peplajahan: Tujuan Ida Padanda Made Sidemen Menjadi Pendeta
Tags: Bangliin memoriamsulinggih
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nostalgia dan Modernitas “Kumpul Bocah”: Perjalanan Abadi dari Vina Panduwinata ke Maliq & D’Essentials

Next Post

Perupa Rama Pamerkan 7 Karya “Harmony” di ARTspace ARTOTEL Sanur

Abdi Jaya Prawira

Abdi Jaya Prawira

Pande Putu Abdi Jaya Prawira, tinggal di Tulikup, Gianyar. Alumnus Sastra Jawa Kuno Udayana.

Related Posts

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails
Next Post
Perupa Rama Pamerkan 7 Karya “Harmony” di ARTspace ARTOTEL Sanur

Perupa Rama Pamerkan 7 Karya "Harmony" di ARTspace ARTOTEL Sanur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co