6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sang Suci Pulang ke Brahma: Mengiringi Pelebon Ida Sinuhun Pande Taman Bali

Abdi Jaya Prawira by Abdi Jaya Prawira
April 16, 2025
in Esai
Sang Suci Pulang ke Brahma: Mengiringi Pelebon Ida Sinuhun Pande Taman Bali

Sang Suci Pulang ke Brahma: Mengiringi Pelebon Ida Sinuhun Pande Taman Bali

SEJAK pagi, Desa Taman Bali, Kabupaten Bangli menjadi pusat keramaian. Ribuan orang, yang berasal dari berbagai penjuru Bali berkumpul dalam lautan seragam didominasi merah menyala. Tujuannya adalah untuk ikut bersama melepas Ida Sinuhun ke perabuannya. Hari itu adalah Selasa (15/4/2025).

Ida Sinuhun dikenal sebagai sulinggih sepuh oleh kalangan warga Pande. Beliau merupakan guru dari para guru. Ida Sinuhun, atau Sira Mpu Taman Bali merupakan nama sebutan yang akrab digunakan umat untuk mengacu beliau, sementara gelar diksa beliau adalah Sira Mpu Dharma Dasi, ‘sang pelayan dharma’.

Sebutan sinuhun merupakan gelar honorifik yang disematkan pada gelar beliau setelah mencapai tingkat tertinggi dalam kesulinggihan di warga Pande.   Beliaulah yang paling senior dan paling matang dalam usia semadi sebagai sulinggih di kalangan warga Pande. Beliau sudah “duduk” sebagai sulinggih selama puluhan tahun, sembari nyala api pun tidak hanya hidup dalam piranti pemujaan di Siwa Upakarananya, namun benar-benar menyala berwujud yoga dalam diri. Beliau ibarat telah membadankan prapén di dalam setiap doa mantra yang purna diucap.

Beliau berpulang untuk menyatu kembali dengan Brahma, tepat ketika masyarakat Bali masih lelap dan terikat dengan Catur Brata Panyepian, Minggu (30/3/2025) pukul 03.00 dini hari. Sepanjang beliau masih nyeneng, Ida Sinuhun dikenal sebagai tokoh yang bersahaja. Tak heran, banyak yang menganggap hari beliau berpulang sebagai isyarat akan kesederhanaan yang senantiasa terbawa hingga akhir tarikan napasnya. Kepergian beliau di hari paling sunyi itu menjadi sebuah pengingat yang akan sulit dilupakan.

Banyak pihak mengenang beliau, tidak hanya warga Pande belaka. Kata-katanya yang terucap dari bibir beliau, seperti embun yang menyegarkan tanah tandus. Selalu menenangkan, menyejukkan dan bahkan menyembuhkan batin yang bingung dan terluka. Arah hidup dan kekusutan rohani banyak orang menjadi lurus saat duduk mendengar wejangan ringkasnya. 

Terakhir kali, saya bertemu dengan beliau ketika ayah saya meninggal. Saya datang bersama keluarga untuk memohon tirta pangentas, kajang dan beberapa perlengkapan upacara ngaben. Kala itu, ketika keluarga saya menangis tersedu-sedu di hadapan beliau, beliau berucap teduh.

“Ajak konyang lakar ajak mrika, dumunan kén dorinan,” (Semua akan ke sana, hanya duluan dan belakangan). Kata-kata beliau membuat keluarga berhenti bersedih dan mulai mengikhlaskan.

Di balik semua itu, sepuluh dari sepuluh orang sepakat bahwa beliau adalah figur yang karismatik dan berwibawa, namun tetap ramah bersahaja.

***

Pagi itu, di depan griya sejumlah orang mendampingi proses pamlaspas wahana berupa lembu putih, Padma, juga panganyutan dan balé salunglung. Dua orang sulinggih, yakni Sira Mpu Banjar Griya Bangli dan Sira Mpu Munggu memimpin ritus sakralisasi tersebut. Ketika memasuki griya, suara angklung dan salonding membahana mengiringi persembahan yang dipimpin Sira Mpu Galuh Tunggak. Halaman dalam griya pun penuh sesak ketika semua yang hadir duduk dan melakukan persembahyangan bersama.

Rincian teknis perjalanan menuju perabuan di tegal suci, areal khusus untuk prosesi pembakaran jenazah, disampaikan oleh panitia melalui pelantang. Ketua Maha Semaya Warga Pande Bali, Pande Nyoman Wahyu Suteja dalam kesempatan itu juga mengapresiasi peran serta seluruh pihak yang sudah menyokong bersama upacara untuk Ida Sinuhun. Sebelum puncak acara, upacara dimulai dengan negtegang karya, Selasa (8/4/2025) dilanjutkan mabersih dan malelet (memandikan jenazah), dilanjutkan narpana saji bertepatan dengan Purnama Kadasa, Sabtu (12/4/2025). Ngening pada Minggu (13/4/2-25). Narpana saji dilakukan setiap hari sejak malelet sampai Senin (14/4/2025).  

***

Sekitar pukul 10.50, berbagai kelengkapan berupa uparengga mulai dibawa ke luar griya melalui sebuah tragtag melintasi tembok griya. Para gadis mengenakan lelunakan mengusung sarana upacara, disusul dua buah gayot ‘tandu’. Sira Mpu Galuh Taman Bali dan Sira Mpu Laplapan duduk di atas gayot itu sembari dipayungi sepasang tedung. Baleganjur mulai ditabuh bertalu-talu bersamaan dengan denting genta puluhan pemangku yang ikut mengiringi sebelum pemberangkatan dimulai sampai tiba di tegal suci.

Bandusa, yakni peti mati berbentuk mirip badan perahu lalu dinaikkan ke Padma. Gamelan gender di sisi Padma mulai mengalun. Dua sulinggih yakni Sira Mpu Batubulan dan Sira Mpu Galiran naik ke Padma, yang satu menyebar sekar ura, satu lagi memegang ubes-ubes berbentuk burung sang dewata. Lelancuban berupa kain putih kuning dan kain berajah, disertai tali berkulit putih menjulur dari Padma. Orang-orang pun memeganginya dari kanan dan kiri. Saya tergolong beruntung bisa ikut memegang kain ini. 

Ribuan orang membanjir mengantarkan Ida Sinuhun ke tegal suci, yang secara sekilas tampak ada di belakang griya. Walau demikian, iring-iringan uparengga berjalan dari depan griya menuju utara, lalu bertolak ke timur sampai di depan Pura Bale Agung Taman Bali lalu menuju selatan sampai perempatan Desa Taman Bali.

Di perempatan ini, lembu dan Padma diputar tiga kali berlawanan arah jarum jam. Setelahnya, iring-iringan dari ribuan pasang kaki itu menuju barat untuk sampai ke lahan suci itu. Para pengguna seragam merah menyala yang mengombak di jalanan, bersukacita, bersorak-sorai mengantar lembu dan Padma. Tak ada duka dalam iring-iringan mengantar seorang yang akan menyatu pada Yang Tak Terbayangkan itu. Warna merah yang tampil di berbagai penjuru laksana lambang api, membawa nyala kesejatian diri yang tak akan pernah padam.

Setibanya di tegal suci, pembawa guling panyugjug dan pembawa baleman berisi kepala kerbau menari-nari. Sederhana, tapi tulus. Berikutnya,tari baris poleng menyambut layon Ida Sinuhun. Seusai persembahan tedun layon, bandusa berisi layon diturunkan lalu berputar berlawan arah putaran jarum jam di lembu yang sudah diistirahatkan di bawah bale pabasmian. Para sulinggih memercikan berbagai air suci setelah layon ditempatkan dengan rapi di dalam perut lembu bersama sejumlah uparengga yang diperlukan.

Usai dengan tahap itu, masyarakat yang hadir di tegal suci mendekat pada lembu. Ada yang menggenggam dupa, sekuntum bunga, hingga kwangen. Semuanya berdoa dengan ucapannya masing-masing. Sarana yang sudah selesai dipakai lalu dikumpulkan bersama di bawah perut lembu. Ratusan dupa yang menyala itu mengepulkan asap wangi, disusul kobaran api yang lebih besar membuat lembu bersama layon di dalamnya menjadi arang dan abu. Api itulah wujud Brahma, jalan pembebasan badan. Abu-abu tulang lalu disusun kembali dalam wujud sekah tunggal.    

***

Sayup-sayup angin menemani doa para sulinggih yang kini memanjatkan doa mengiringi pelebon Ida Sinuhun kala sang surya condong ke barat. Para sulinggih yang juga lahir secara ideologis dari telapak tangan beliau, kini memberi doa dan penghormatan terakhirnya pada sang guru. Angin dan matahari pun membuat saya sadar: angin dan matahari yang sama juga pernah menjadi saksi dalam fragmen suara Ida Sinuhun nan sejuk, yang pernah memimpin doa bertimpal genta, di berbagai pura, rumah umat dan berbagai tempat lain dalam beraneka upacara yang pernah beliau tangani.

Lantunan doa beliau, saya yakin akan senantiasa terngiang di telinga setiap orang yang pernah mendengarnya. Doa yang juga melekat sebagai ingatan abadi dalam ruang yang pernah beliau singgahi. Sementara beliau sendiri sudah menyatu lagi dengan Sang Sangkan Paran. [T]

Taman Bali, Anggara Paing Sungsang (15/4/2025)

Penulis: Abdi Jaya Prawira
Editor: Adnyana Ole

Menebak Karakteristik dari Penampilan Fisik: Catatan dari Lontar Pawetuan Jadma
TRI KARANA SWARŪPA : Temuan Ida Wayan Oka Granoka untuk Menjawab Tantangan Zaman
YONINÉ GENTOSIN: Mengubah Kualitas Kelahiran Perspektif Ida Padanda Made Sidemen
Niksayang Peplajahan: Tujuan Ida Padanda Made Sidemen Menjadi Pendeta
Tags: Bangliin memoriamsulinggih
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nostalgia dan Modernitas “Kumpul Bocah”: Perjalanan Abadi dari Vina Panduwinata ke Maliq & D’Essentials

Next Post

Perupa Rama Pamerkan 7 Karya “Harmony” di ARTspace ARTOTEL Sanur

Abdi Jaya Prawira

Abdi Jaya Prawira

Pande Putu Abdi Jaya Prawira, tinggal di Tulikup, Gianyar. Alumnus Sastra Jawa Kuno Udayana.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Perupa Rama Pamerkan 7 Karya “Harmony” di ARTspace ARTOTEL Sanur

Perupa Rama Pamerkan 7 Karya "Harmony" di ARTspace ARTOTEL Sanur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co