7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Waspada “Cancel Culture” di Sektor Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
April 13, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PERKEMBANGAN teknologi komunikasi telah melahirkan banyak perubahan dalam pola komunikasi antarmanusia. Media digital maupun media sosial sebagai produk teknologi komunikasi menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia.

Media sosial dapat menjadi apa saja bagi seseorang. Media sosial bisa menjadi guru bagi orang yang ingin belajar tanpa harus berada di dalam kelas. Media sosial dapat menjadi teman bagi orang yang tidak begitu suka bergaul dengan sesama.

Media sosial juga menjadi sumber informasi bagi banyak orang yang ingin melakukan perjalanan wisata. Informasi terkait objek dan daya tarik wisata dapat diperoleh melalui media sosial. Begitu pun transaksi pembayaran dapat dilakukan secara digital melalui berbagai aplikasi.

Meski demikian, media sosial juga kerap menimbulkan masalah dan kontroversi. Fenomena cancel culture yang berkaitan dengan penggunaan media sosial sering terjadi. Pernyataan, tindakan, dan perilaku seseorang dapat menyebabkan cancel culture; utamanya pada diri pesohor atau selebriti. Seorang tokoh atau selebriti yang berkomentar rasis atau melanggar norma akan mendapat reaksi negatif dari netizen di media sosial.

Dilansir dari Cambridge Dictionary, sebagaimana dikutip kompas.com (28/10/2024), cancel culture adalah fenomena sosial di mana sekelompok orang atau individu secara bersama-sama menarik dukungan dari seorang figur publik, organisasi, atau merek karena dianggap melakukan tindakan atau pernyataan yang tidak dapat diterima.

Fenomena cancel culture dipengaruhi oleh media sosial. Informasi tentang perilaku seseorang tersebar dengan cepat dan menimbulkan aksi kolektif. Bentuk cancel culture bisa berupa pengucilan maupun boikot terhadap orang dan merek tertentu. Platform seperti Instagram, TikTok, dan X sering digunakan untuk melakukan cancel culture.

Kekuatan media sosial dan persebaran yang semakin masif membuat cancel culture dapat menimpa siapa pun dan apa pun. Sektor pariwisata merupakan salah satu yang patut untuk waspada terhadap fenomena ini. Banyak produk wisata yang sensitif terhadap boikot dan penolakan di media sosial karena berbagai alasan.

Bisa Melanda Sektor Pariwisata

Banyak kasus yang membuat wisatawan maupun netizen geram terhadap produk wisata yang mengecewakan. Karenanya, cancel culture bisa saja melanda sektor pariwisata Tanah Air. Hujatan netizen terhadap produk wisata dapat menjadi cikal bakal boikot dan penolakan.

Transportasi menjadi bidang yang rentan terhadap cancel culture. Banyak keluhan yang dilontarkan netizen terkait transportasi udara. Jadwal penerbangan yang seringkali delay banyak dikeluhkan. Begitu pula sikap dan perilaku pengemudi taksi di satu destinasi wisata yang kurang sopan, ugal-ugalan, maupun memberikan tarif tak wajar kepada wisatawan.

Akomodasi acap menjadi sasaran kejengkelan wisatawan yang kadang diunggah di media sosial. Kondisi hotel yang jelek, fasilitas kamar yang buruk dan tidak lengkap, serta makanan yang kurang enak. Kekecewaan netizen dapat disaksikan dalam review yang negatif di aplikasi pemesanan kamar hotel. Bahkan wisatawan menyarankan netizen untuk tidak menginap di salah satu hotel.

Objek dan wahana wisata tidak luput dari sasaran komentar netizen. Tidak sedikit objek wisata yang kotor, sampah berserakan, maupun wahana wisata yang sudah tidak layak pakai. Toilet di objek wisata yang jorok dan parkir kendaraan yang semerawut kerap diunggah netizen di media sosial.

Wisatawan kadang merasa dongkol ketika menikmati makanan dan minuman di satu destinasi wisata. Bukan hanya soal menu maupun rasa makanan yang dianggap tidak sesuai selera wisatawan. Harga makanan yang terlalu mahal juga dikeluhkan wisatawan. Tidak jarang wisatawan yang mengunggah nota pembayaran makanan di media sosial seraya tidak merekomendasikan netizen untuk datang ke warung atau restoran itu.

Pelayanan di destinasi wisata mendapat perhatian serius dari netizen. Review hotel dan restoran yang sering diunggah wisatawan di aplikasi pemesanan berkaitan sikap karyawan yang kurang ramah, pelayanan yang lambat, dan kurang informatif.  Komentar wisatawan semacam ini dapat mempengaruhi wisatawan lain untuk tidak mengunjungi hotel dan restoran itu.

Faktor keamanan dan kenyamanan dalam berwisata mewarnai cancel culture pula. Tak jarang wisatawan dibuat kesal oleh objek wisata yang tidak aman, karena wisatawan kehilangan barang bawaan di objek wisata itu. Ketidaknyamanan wisatawan dapat juga disebabkan oleh petugas parkir di objek wisata yang melakukan pungutan liar, seperti pernah terjadi di beberapa objek wisata di Indonesia.

Perlu Waspada

Media sosial kini memang telah menjadi mata, telinga, dan mulut bagi wisatawan. Kelalaian yang dilakukan pengelola objek wisata dapat berdampak pada viralnya masalah itu di jagat maya. Dampak buruk yang lebih parah adalah munculnya ajakan dari netizen untuk tidak berkunjung ke objek wisata yang bermasalah.

Tidak ada jalan lain bagi pengelola objek wisata untuk bersikap waspada terhadap fenomena cancel culture yang merugikan. Pengawasan dan evaluasi terhadap objek wisata harus secara rutin dilakukan. Paling tidak, ada tiga hal yang perlu diwaspadai pengelola objek wisata.

Pertama, kualitas produk wisata. Pengusaha dan pengelola objek wisata harus memastikan bahwa produk wisata mereka berkualitas, sehingga tidak mengundang komplain wisatawan. Kualitas produk wisata bisa mulai dari persoalan tiket hingga wahana wisata.

Kedua, pengawasan secara berkesinambungan terhadap produk wisata. Jangan biarkan parkir liar menjadi sumber masalah bagi wisatawan. Periksa secara berkala kondisi toilet di objek wisata. Masalah yang sering dianggap sepele oleh pengelola objek wisata, justru akan menjadi masalah serius bagi wisatawan.

Ketiga, perlu peningkatan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata. Kualitas pelayanan di sektor pariwisata sangat dipengaruhi oleh profesionalisme SDM pariwisata. Pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan hospitality sangat diperlukan.

Langkah adaptif perlu dilakukan oleh seluruh pelaku di sektor pariwisata dalam menghadapi cancel culture ini. Caranya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi sebagai media informasi dan edukasi bagi wisatawan. Sehingga ketika terjadi keluhan wisatawan terhadap produk wisata, mereka dapat segera melakukan evaluasi dan memberi klarifikasi secara benar. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Apa Kabar 5 Destinasi Wisata Super Prioritas?
“Influencer” dan Promosi Pariwisata
Ironi Efisiensi dan Bangga Berwisata di Indonesia
Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?
Kuliner sebagai Ikon Wisata: Ya Makan, Ya Wisata
“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan
Tags: ilmu pariwisataPariwisatapariwisata budaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kelapa, Kepala, Warna dan Permainan Makelar

Next Post

JOMO dalam Lanskap Puisi: Narasi Kecil, Makna Besar — Buku Puisi “Trivia Kampung Sawah” karya Irzi

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
0
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

Read moreDetails

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails
Next Post
JOMO dalam Lanskap Puisi: Narasi Kecil, Makna Besar — Buku Puisi “Trivia Kampung Sawah” karya Irzi

JOMO dalam Lanskap Puisi: Narasi Kecil, Makna Besar -- Buku Puisi “Trivia Kampung Sawah” karya Irzi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co