3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Ramadhan, Kerangkeng “Nafsu Jahat” Melalui Rongga Lapar

Son Lomri by Son Lomri
March 3, 2025
in Esai
Bulan Ramadhan, Kerangkeng “Nafsu Jahat” Melalui Rongga Lapar

Foto ilustrasi: PMM Al-Hikmah Berbagi Takjil di Undiksha Singaraja | Foto: Dok. tatkala.co

BULAN suci Ramadhan, bisa menjadi satubulan yang penting sebagai refleksi umat manusia semua kelas. Ada banyak pesan di bulan ini bisa dipetik hikmahnya, yaitu berbagi, dan memahami rasa kebersamaan sebagai “manusia” melalui rasa lapar yang sama.

Bagi seorang Muslim yang tidak gila, tidak berhalangan, dan yang sanggup atau sudah akil baligh—wajib hukumnya melaksanakan puasa. Yakni, menahan lapar dan haus dahaga dari mulai terbit matahari hingga matahari tenggelam. Puasa mengandung banyak pesan selain hanya menahan perut keroncongan. Tapi juga menahan hawa nafsu.

Nafsu bukan perkara sepele. Karena nafsu justru menjadi perang tersengit dan tersulit bagi umat manusia sepanjang sejarah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW ratusan tahun lalu ketika seorang sahabat bertanya, perang apa yang lebih besar dan banyak pahalanya. Maka, beliau menjawab, ialah “ Jihad (perang) Hawa Nafsu”.

Nafsu di dalam diri manusia memang seakan menjadi sebuah kebuasan—yang melebihi buasnya harimau dan serigala, atau ular kobra di alam liar. Manusia bukan hanya bisa menerkam atau mematok dirinya sendiri karena tak pandai meredam hawa nafsu, tetapi juga bisa menerkam secara bengis manusia lain secara kolektif bahkan.

Sehingga, spiritualitas berpuasa tidak hanya dilihat dari bagaimana seseorang bisa menahan rasa lapar dirinya selama delapan jam itu. Tetapi juga mestilah sanggup menahan kebuasan dirinya sendiri terhadap sesamanya, juga lingkungannya—atas dorongan nafsu.

Oleh Tuhan, manusia memang sudah dituntut harus menjadi pemimpin di muka bumi, gak boleh enggak. Harus! Tapi bagaimana kepemimpinan manusia bisa menghidupi secara jasmani dan rohani bagi rakyatnya, justru merupakan problem utama di muka bumi.

Dari banyaknya pelatihan untuk menjadi seorang pemimpin, nyaris semua gagal. Dan nyaris tidak ada pelatihan untuk mengelola nafsu selain tersempil di setiap bulan Ramadhan ini. Sehingga tak ayal, ada banyak para pejabat yang ingkar terhadap sumpahnya sebab menyepelekan puasa nafsu, dan lapar.

Korupsi, misalnya, adalah satu kejahatan yang begitu agung di abad ini setelah peperangan, yang juga tak pernah usai hingga sekarang. Yang akhirnya membuat semua manusia menjadi rugi berkepanjangan. Lebih-lebih pada bangsa ini, korupsi seakan sudah bukan lagi dianggap budaya haram, karena banyak yang melakukannya secara berjamaah.

Pada sabda Nabi SAW tadi, jika dilakukan oleh setiap manusia—bahwa memerangi nafsu sendiri adalah penting, maka angat mungkin bangsa ini akan dipenuhi oleh para pemimpin yang berkesadaran tinggi untuk tidak korupsi. Untuk tidak berbuat jahat. Sebab kata Iwan Fals, rakyat bisa cari akhlak sendiri.

Bukan untuk mengatakan bahwa harus dihilangkan sistem kepemimpinan di muka bumi ini, agar manusia tak mengenal birahi kekuasaan di bumi, lalu membiarkan setiap individu mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada setiap orang. Ini juga cukup sulit ketika semua ruang tak lagi organik. Ketika semua pertemuan tak lagi organik.

Memang, rasanya hanya dongeng untuk bisa hidup bersih tanpa ada yang korupsi di bangsa ini. Tapi bukan berarti perkataan Luhut Pandjaitan, “…mau bersih-bersih amat di sorga sajalah kao!”— itu juga tidak bisa dibenarkan oleh akal sehat.

Pada galibnya, manusia harus terus berjuang untuk dapat menahan nafsunya untuk tidak berbuat mungkar. Dan secara sosial, bulan Ramadhan sangat bernilai—karena mendidik manusia lintas kelas dan usia secara moral; melawan hawa nafsu, adalah PR bagi semua manusia. PR bagi semua pemimpin bangsa ini; mulai dari Presiden hingga ke tingkat RT.

Spirit dalam menanamkan diri sendiri tentang kesadaran kolektif terkait hidup yang baik, menjadi perjuangan siapapun bagi mereka yang masih waras untuk memupuk jiwanya tetap sehat, juga jiwa orang terdekat.

Tapi paling tidak, untuk dirinya sendirilah lebih penting, sebelum ditebar ke orang-orang sakit secara vertikal maupun horizontal. Baik melalui media sosial maupun toa masjid, bahwa nafsu itu merupakan binatang jalang yang bersemayam di dalam tubuh manusia. Waspadalah!

Dan yang paling terpenting lagi, bulan Ramadhan ini bukan hanya menjadi ajang untuk berbuat baik bagi mereka yang miskin agar semakin terampil menahan lapar. Justru lebih khusus menjadi momentum bagi para pejabat dan elit pengusaha untuk bisa memahami apa itu perut kosong, dan apa itu penderitaan orang lain yang gemar berharap dan bekerja keras, tapi gak kaya-kaya—sebab kutukan sistem.

Jadi, sederhananya, melalui puasa, manusia bisa merasakan penderitaan orang lain melalui lapar dirinya sendiri. [T]

Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tebar Itu Kebersamaan | Dari PMM Al-Hikmah Berbagi Takjil di Undiksha Singaraja
PMM-Al-Hikmah Undiksha adalah Sebuah Persatuan
IKAMALA Singaraja Adalah Kampung Halaman bagi Mahasiswa dari Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro
Menengok Wisata Religi Islami di Jembrana, Bali
Tags: IslamMuslimRamadhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Agent of Change” Dinamisasi Suku Baduy

Next Post

Beli Pertamax Berarti Membeli Pertalite Secara Ekspress?

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Beli Pertamax Berarti Membeli Pertalite Secara Ekspress?

Beli Pertamax Berarti Membeli Pertalite Secara Ekspress?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co