2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Ramadhan, Kerangkeng “Nafsu Jahat” Melalui Rongga Lapar

Son Lomri by Son Lomri
March 3, 2025
in Esai
Bulan Ramadhan, Kerangkeng “Nafsu Jahat” Melalui Rongga Lapar

Foto ilustrasi: PMM Al-Hikmah Berbagi Takjil di Undiksha Singaraja | Foto: Dok. tatkala.co

BULAN suci Ramadhan, bisa menjadi satubulan yang penting sebagai refleksi umat manusia semua kelas. Ada banyak pesan di bulan ini bisa dipetik hikmahnya, yaitu berbagi, dan memahami rasa kebersamaan sebagai “manusia” melalui rasa lapar yang sama.

Bagi seorang Muslim yang tidak gila, tidak berhalangan, dan yang sanggup atau sudah akil baligh—wajib hukumnya melaksanakan puasa. Yakni, menahan lapar dan haus dahaga dari mulai terbit matahari hingga matahari tenggelam. Puasa mengandung banyak pesan selain hanya menahan perut keroncongan. Tapi juga menahan hawa nafsu.

Nafsu bukan perkara sepele. Karena nafsu justru menjadi perang tersengit dan tersulit bagi umat manusia sepanjang sejarah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW ratusan tahun lalu ketika seorang sahabat bertanya, perang apa yang lebih besar dan banyak pahalanya. Maka, beliau menjawab, ialah “ Jihad (perang) Hawa Nafsu”.

Nafsu di dalam diri manusia memang seakan menjadi sebuah kebuasan—yang melebihi buasnya harimau dan serigala, atau ular kobra di alam liar. Manusia bukan hanya bisa menerkam atau mematok dirinya sendiri karena tak pandai meredam hawa nafsu, tetapi juga bisa menerkam secara bengis manusia lain secara kolektif bahkan.

Sehingga, spiritualitas berpuasa tidak hanya dilihat dari bagaimana seseorang bisa menahan rasa lapar dirinya selama delapan jam itu. Tetapi juga mestilah sanggup menahan kebuasan dirinya sendiri terhadap sesamanya, juga lingkungannya—atas dorongan nafsu.

Oleh Tuhan, manusia memang sudah dituntut harus menjadi pemimpin di muka bumi, gak boleh enggak. Harus! Tapi bagaimana kepemimpinan manusia bisa menghidupi secara jasmani dan rohani bagi rakyatnya, justru merupakan problem utama di muka bumi.

Dari banyaknya pelatihan untuk menjadi seorang pemimpin, nyaris semua gagal. Dan nyaris tidak ada pelatihan untuk mengelola nafsu selain tersempil di setiap bulan Ramadhan ini. Sehingga tak ayal, ada banyak para pejabat yang ingkar terhadap sumpahnya sebab menyepelekan puasa nafsu, dan lapar.

Korupsi, misalnya, adalah satu kejahatan yang begitu agung di abad ini setelah peperangan, yang juga tak pernah usai hingga sekarang. Yang akhirnya membuat semua manusia menjadi rugi berkepanjangan. Lebih-lebih pada bangsa ini, korupsi seakan sudah bukan lagi dianggap budaya haram, karena banyak yang melakukannya secara berjamaah.

Pada sabda Nabi SAW tadi, jika dilakukan oleh setiap manusia—bahwa memerangi nafsu sendiri adalah penting, maka angat mungkin bangsa ini akan dipenuhi oleh para pemimpin yang berkesadaran tinggi untuk tidak korupsi. Untuk tidak berbuat jahat. Sebab kata Iwan Fals, rakyat bisa cari akhlak sendiri.

Bukan untuk mengatakan bahwa harus dihilangkan sistem kepemimpinan di muka bumi ini, agar manusia tak mengenal birahi kekuasaan di bumi, lalu membiarkan setiap individu mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada setiap orang. Ini juga cukup sulit ketika semua ruang tak lagi organik. Ketika semua pertemuan tak lagi organik.

Memang, rasanya hanya dongeng untuk bisa hidup bersih tanpa ada yang korupsi di bangsa ini. Tapi bukan berarti perkataan Luhut Pandjaitan, “…mau bersih-bersih amat di sorga sajalah kao!”— itu juga tidak bisa dibenarkan oleh akal sehat.

Pada galibnya, manusia harus terus berjuang untuk dapat menahan nafsunya untuk tidak berbuat mungkar. Dan secara sosial, bulan Ramadhan sangat bernilai—karena mendidik manusia lintas kelas dan usia secara moral; melawan hawa nafsu, adalah PR bagi semua manusia. PR bagi semua pemimpin bangsa ini; mulai dari Presiden hingga ke tingkat RT.

Spirit dalam menanamkan diri sendiri tentang kesadaran kolektif terkait hidup yang baik, menjadi perjuangan siapapun bagi mereka yang masih waras untuk memupuk jiwanya tetap sehat, juga jiwa orang terdekat.

Tapi paling tidak, untuk dirinya sendirilah lebih penting, sebelum ditebar ke orang-orang sakit secara vertikal maupun horizontal. Baik melalui media sosial maupun toa masjid, bahwa nafsu itu merupakan binatang jalang yang bersemayam di dalam tubuh manusia. Waspadalah!

Dan yang paling terpenting lagi, bulan Ramadhan ini bukan hanya menjadi ajang untuk berbuat baik bagi mereka yang miskin agar semakin terampil menahan lapar. Justru lebih khusus menjadi momentum bagi para pejabat dan elit pengusaha untuk bisa memahami apa itu perut kosong, dan apa itu penderitaan orang lain yang gemar berharap dan bekerja keras, tapi gak kaya-kaya—sebab kutukan sistem.

Jadi, sederhananya, melalui puasa, manusia bisa merasakan penderitaan orang lain melalui lapar dirinya sendiri. [T]

Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tebar Itu Kebersamaan | Dari PMM Al-Hikmah Berbagi Takjil di Undiksha Singaraja
PMM-Al-Hikmah Undiksha adalah Sebuah Persatuan
IKAMALA Singaraja Adalah Kampung Halaman bagi Mahasiswa dari Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro
Menengok Wisata Religi Islami di Jembrana, Bali
Tags: IslamMuslimRamadhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Agent of Change” Dinamisasi Suku Baduy

Next Post

Beli Pertamax Berarti Membeli Pertalite Secara Ekspress?

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Beli Pertamax Berarti Membeli Pertalite Secara Ekspress?

Beli Pertamax Berarti Membeli Pertalite Secara Ekspress?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co