13 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Ramadhan, Kerangkeng “Nafsu Jahat” Melalui Rongga Lapar

Son Lomri by Son Lomri
March 3, 2025
in Esai
Bulan Ramadhan, Kerangkeng “Nafsu Jahat” Melalui Rongga Lapar

Foto ilustrasi: PMM Al-Hikmah Berbagi Takjil di Undiksha Singaraja | Foto: Dok. tatkala.co

BULAN suci Ramadhan, bisa menjadi satubulan yang penting sebagai refleksi umat manusia semua kelas. Ada banyak pesan di bulan ini bisa dipetik hikmahnya, yaitu berbagi, dan memahami rasa kebersamaan sebagai “manusia” melalui rasa lapar yang sama.

Bagi seorang Muslim yang tidak gila, tidak berhalangan, dan yang sanggup atau sudah akil baligh—wajib hukumnya melaksanakan puasa. Yakni, menahan lapar dan haus dahaga dari mulai terbit matahari hingga matahari tenggelam. Puasa mengandung banyak pesan selain hanya menahan perut keroncongan. Tapi juga menahan hawa nafsu.

Nafsu bukan perkara sepele. Karena nafsu justru menjadi perang tersengit dan tersulit bagi umat manusia sepanjang sejarah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW ratusan tahun lalu ketika seorang sahabat bertanya, perang apa yang lebih besar dan banyak pahalanya. Maka, beliau menjawab, ialah “ Jihad (perang) Hawa Nafsu”.

Nafsu di dalam diri manusia memang seakan menjadi sebuah kebuasan—yang melebihi buasnya harimau dan serigala, atau ular kobra di alam liar. Manusia bukan hanya bisa menerkam atau mematok dirinya sendiri karena tak pandai meredam hawa nafsu, tetapi juga bisa menerkam secara bengis manusia lain secara kolektif bahkan.

Sehingga, spiritualitas berpuasa tidak hanya dilihat dari bagaimana seseorang bisa menahan rasa lapar dirinya selama delapan jam itu. Tetapi juga mestilah sanggup menahan kebuasan dirinya sendiri terhadap sesamanya, juga lingkungannya—atas dorongan nafsu.

Oleh Tuhan, manusia memang sudah dituntut harus menjadi pemimpin di muka bumi, gak boleh enggak. Harus! Tapi bagaimana kepemimpinan manusia bisa menghidupi secara jasmani dan rohani bagi rakyatnya, justru merupakan problem utama di muka bumi.

Dari banyaknya pelatihan untuk menjadi seorang pemimpin, nyaris semua gagal. Dan nyaris tidak ada pelatihan untuk mengelola nafsu selain tersempil di setiap bulan Ramadhan ini. Sehingga tak ayal, ada banyak para pejabat yang ingkar terhadap sumpahnya sebab menyepelekan puasa nafsu, dan lapar.

Korupsi, misalnya, adalah satu kejahatan yang begitu agung di abad ini setelah peperangan, yang juga tak pernah usai hingga sekarang. Yang akhirnya membuat semua manusia menjadi rugi berkepanjangan. Lebih-lebih pada bangsa ini, korupsi seakan sudah bukan lagi dianggap budaya haram, karena banyak yang melakukannya secara berjamaah.

Pada sabda Nabi SAW tadi, jika dilakukan oleh setiap manusia—bahwa memerangi nafsu sendiri adalah penting, maka angat mungkin bangsa ini akan dipenuhi oleh para pemimpin yang berkesadaran tinggi untuk tidak korupsi. Untuk tidak berbuat jahat. Sebab kata Iwan Fals, rakyat bisa cari akhlak sendiri.

Bukan untuk mengatakan bahwa harus dihilangkan sistem kepemimpinan di muka bumi ini, agar manusia tak mengenal birahi kekuasaan di bumi, lalu membiarkan setiap individu mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada setiap orang. Ini juga cukup sulit ketika semua ruang tak lagi organik. Ketika semua pertemuan tak lagi organik.

Memang, rasanya hanya dongeng untuk bisa hidup bersih tanpa ada yang korupsi di bangsa ini. Tapi bukan berarti perkataan Luhut Pandjaitan, “…mau bersih-bersih amat di sorga sajalah kao!”— itu juga tidak bisa dibenarkan oleh akal sehat.

Pada galibnya, manusia harus terus berjuang untuk dapat menahan nafsunya untuk tidak berbuat mungkar. Dan secara sosial, bulan Ramadhan sangat bernilai—karena mendidik manusia lintas kelas dan usia secara moral; melawan hawa nafsu, adalah PR bagi semua manusia. PR bagi semua pemimpin bangsa ini; mulai dari Presiden hingga ke tingkat RT.

Spirit dalam menanamkan diri sendiri tentang kesadaran kolektif terkait hidup yang baik, menjadi perjuangan siapapun bagi mereka yang masih waras untuk memupuk jiwanya tetap sehat, juga jiwa orang terdekat.

Tapi paling tidak, untuk dirinya sendirilah lebih penting, sebelum ditebar ke orang-orang sakit secara vertikal maupun horizontal. Baik melalui media sosial maupun toa masjid, bahwa nafsu itu merupakan binatang jalang yang bersemayam di dalam tubuh manusia. Waspadalah!

Dan yang paling terpenting lagi, bulan Ramadhan ini bukan hanya menjadi ajang untuk berbuat baik bagi mereka yang miskin agar semakin terampil menahan lapar. Justru lebih khusus menjadi momentum bagi para pejabat dan elit pengusaha untuk bisa memahami apa itu perut kosong, dan apa itu penderitaan orang lain yang gemar berharap dan bekerja keras, tapi gak kaya-kaya—sebab kutukan sistem.

Jadi, sederhananya, melalui puasa, manusia bisa merasakan penderitaan orang lain melalui lapar dirinya sendiri. [T]

Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tebar Itu Kebersamaan | Dari PMM Al-Hikmah Berbagi Takjil di Undiksha Singaraja
PMM-Al-Hikmah Undiksha adalah Sebuah Persatuan
IKAMALA Singaraja Adalah Kampung Halaman bagi Mahasiswa dari Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro
Menengok Wisata Religi Islami di Jembrana, Bali
Tags: IslamMuslimRamadhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Agent of Change” Dinamisasi Suku Baduy

Next Post

Beli Pertamax Berarti Membeli Pertalite Secara Ekspress?

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Beli Pertamax Berarti Membeli Pertalite Secara Ekspress?

Beli Pertamax Berarti Membeli Pertalite Secara Ekspress?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co