22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Ramadhan, Kerangkeng “Nafsu Jahat” Melalui Rongga Lapar

Son Lomri by Son Lomri
March 3, 2025
in Esai
Bulan Ramadhan, Kerangkeng “Nafsu Jahat” Melalui Rongga Lapar

Foto ilustrasi: PMM Al-Hikmah Berbagi Takjil di Undiksha Singaraja | Foto: Dok. tatkala.co

BULAN suci Ramadhan, bisa menjadi satubulan yang penting sebagai refleksi umat manusia semua kelas. Ada banyak pesan di bulan ini bisa dipetik hikmahnya, yaitu berbagi, dan memahami rasa kebersamaan sebagai “manusia” melalui rasa lapar yang sama.

Bagi seorang Muslim yang tidak gila, tidak berhalangan, dan yang sanggup atau sudah akil baligh—wajib hukumnya melaksanakan puasa. Yakni, menahan lapar dan haus dahaga dari mulai terbit matahari hingga matahari tenggelam. Puasa mengandung banyak pesan selain hanya menahan perut keroncongan. Tapi juga menahan hawa nafsu.

Nafsu bukan perkara sepele. Karena nafsu justru menjadi perang tersengit dan tersulit bagi umat manusia sepanjang sejarah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW ratusan tahun lalu ketika seorang sahabat bertanya, perang apa yang lebih besar dan banyak pahalanya. Maka, beliau menjawab, ialah “ Jihad (perang) Hawa Nafsu”.

Nafsu di dalam diri manusia memang seakan menjadi sebuah kebuasan—yang melebihi buasnya harimau dan serigala, atau ular kobra di alam liar. Manusia bukan hanya bisa menerkam atau mematok dirinya sendiri karena tak pandai meredam hawa nafsu, tetapi juga bisa menerkam secara bengis manusia lain secara kolektif bahkan.

Sehingga, spiritualitas berpuasa tidak hanya dilihat dari bagaimana seseorang bisa menahan rasa lapar dirinya selama delapan jam itu. Tetapi juga mestilah sanggup menahan kebuasan dirinya sendiri terhadap sesamanya, juga lingkungannya—atas dorongan nafsu.

Oleh Tuhan, manusia memang sudah dituntut harus menjadi pemimpin di muka bumi, gak boleh enggak. Harus! Tapi bagaimana kepemimpinan manusia bisa menghidupi secara jasmani dan rohani bagi rakyatnya, justru merupakan problem utama di muka bumi.

Dari banyaknya pelatihan untuk menjadi seorang pemimpin, nyaris semua gagal. Dan nyaris tidak ada pelatihan untuk mengelola nafsu selain tersempil di setiap bulan Ramadhan ini. Sehingga tak ayal, ada banyak para pejabat yang ingkar terhadap sumpahnya sebab menyepelekan puasa nafsu, dan lapar.

Korupsi, misalnya, adalah satu kejahatan yang begitu agung di abad ini setelah peperangan, yang juga tak pernah usai hingga sekarang. Yang akhirnya membuat semua manusia menjadi rugi berkepanjangan. Lebih-lebih pada bangsa ini, korupsi seakan sudah bukan lagi dianggap budaya haram, karena banyak yang melakukannya secara berjamaah.

Pada sabda Nabi SAW tadi, jika dilakukan oleh setiap manusia—bahwa memerangi nafsu sendiri adalah penting, maka angat mungkin bangsa ini akan dipenuhi oleh para pemimpin yang berkesadaran tinggi untuk tidak korupsi. Untuk tidak berbuat jahat. Sebab kata Iwan Fals, rakyat bisa cari akhlak sendiri.

Bukan untuk mengatakan bahwa harus dihilangkan sistem kepemimpinan di muka bumi ini, agar manusia tak mengenal birahi kekuasaan di bumi, lalu membiarkan setiap individu mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada setiap orang. Ini juga cukup sulit ketika semua ruang tak lagi organik. Ketika semua pertemuan tak lagi organik.

Memang, rasanya hanya dongeng untuk bisa hidup bersih tanpa ada yang korupsi di bangsa ini. Tapi bukan berarti perkataan Luhut Pandjaitan, “…mau bersih-bersih amat di sorga sajalah kao!”— itu juga tidak bisa dibenarkan oleh akal sehat.

Pada galibnya, manusia harus terus berjuang untuk dapat menahan nafsunya untuk tidak berbuat mungkar. Dan secara sosial, bulan Ramadhan sangat bernilai—karena mendidik manusia lintas kelas dan usia secara moral; melawan hawa nafsu, adalah PR bagi semua manusia. PR bagi semua pemimpin bangsa ini; mulai dari Presiden hingga ke tingkat RT.

Spirit dalam menanamkan diri sendiri tentang kesadaran kolektif terkait hidup yang baik, menjadi perjuangan siapapun bagi mereka yang masih waras untuk memupuk jiwanya tetap sehat, juga jiwa orang terdekat.

Tapi paling tidak, untuk dirinya sendirilah lebih penting, sebelum ditebar ke orang-orang sakit secara vertikal maupun horizontal. Baik melalui media sosial maupun toa masjid, bahwa nafsu itu merupakan binatang jalang yang bersemayam di dalam tubuh manusia. Waspadalah!

Dan yang paling terpenting lagi, bulan Ramadhan ini bukan hanya menjadi ajang untuk berbuat baik bagi mereka yang miskin agar semakin terampil menahan lapar. Justru lebih khusus menjadi momentum bagi para pejabat dan elit pengusaha untuk bisa memahami apa itu perut kosong, dan apa itu penderitaan orang lain yang gemar berharap dan bekerja keras, tapi gak kaya-kaya—sebab kutukan sistem.

Jadi, sederhananya, melalui puasa, manusia bisa merasakan penderitaan orang lain melalui lapar dirinya sendiri. [T]

Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tebar Itu Kebersamaan | Dari PMM Al-Hikmah Berbagi Takjil di Undiksha Singaraja
PMM-Al-Hikmah Undiksha adalah Sebuah Persatuan
IKAMALA Singaraja Adalah Kampung Halaman bagi Mahasiswa dari Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro
Menengok Wisata Religi Islami di Jembrana, Bali
Tags: IslamMuslimRamadhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Agent of Change” Dinamisasi Suku Baduy

Next Post

Beli Pertamax Berarti Membeli Pertalite Secara Ekspress?

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Beli Pertamax Berarti Membeli Pertalite Secara Ekspress?

Beli Pertamax Berarti Membeli Pertalite Secara Ekspress?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co