2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Agent of Change” Dinamisasi Suku Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
March 3, 2025
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

AGENT of change adalah orang atau kelompok yang menjadi pemicu terjadinya perubahan, baik yang berdampak positif maupun negatif. Mereka biasanya muncul sebagai reaksi akibat  adanya tekanan situasi  atau problematika yang mengerumuni kelompoknya. 

Mereka bisa saja menjadi contoh dan inspirasi atau panutan dalam berperilaku yang mencerminkan integritas dan kinerja yang tinggi. Tetapi di sisi lain bisa saja menjadi penyebab kerusakan lingkungan atau kehancuran peradaban.

Kebermanfaatan agent of change ini tergantung dari sisi sudut pandang mana kita melihatnya. “Perubahan tidak selamanya membawa kebaikan, tetapi kebaikan pasti akan membawa perubahan yang signifikan. Seorang agen perubahan wajib mewaspadai  kalimat dan kata kunci itu”. (Asep Kurnia, Februari 2025).

Agent of change atau agen perubahan adalah istilah dalam sosiologi mengenai seseorang yang dapat memberikan perubahan di masyarakat sekitarnya. Istilah ini sangat umum di lingkungan suatu organisasi atau komunitas. Seorang agen perubahan juga diharapkan dapat menjadi pendorong atau pendukung perubahan pada organisasi atau lingkungan masyarakat tersebut untuk kemajuan mereka.

Artinya agen perubahan cenderung datang, muncul, dan tercipta dari personal di internal kelompok yang berupaya mewujudkan perubahan positif di lingkungan masyarakatnya dan berpikir tentang bagaimana menciptakan kemajuan dan kebermartabatan agar dapat mengimbangi berbagai tantangan masa depan kelompok atau kesukuannya.  Itulah tugas dan fungsi agent of change.

Oleh karenanya, untuk memperkuat dan memperlancar tugas serta fungsi, maka seorang agen bisa dan harus : menjadi seorang pemimpin, menumbuhkan dorongan untuk perubahan di dalam sebuah kelompok, mengenali tantangan yang dihadapi oleh kelompok dan individunya,  mempertahankan stabilitas dalam proses perubahan dan melakukan langkah konkret untuk mewujudkan perubahan. Agent of change juga harus mengupayakan agar proses perubahan yang sedang berlangsung tetap terkendali dan tidak menimbulkan ketidakstabilan yang merugikan bagi lingkungan atau individu yang terlibat.

Siapa saja yang termasuk dan contoh agent of change di masyarakat? Yah bisa dari kalangan pejabat, pemimpin, tokoh, aktivis, relawan, Chief Executive Officer (CEO), dan yang lebih banyak dari profesi guru atau pendidik. Contoh sosok agent of change kelas dunia (international) : Nelson Mandela, penghapus sistem apartheid yang berjuang untuk kesetaraan rasial dan politik serta membawa perdamaian antara ras kulit hitam dan kulit putih di Afrika Selatan.

Martin Luther King Jr. adalah pemimpin yang terkemuka dalam gerakan hak sipil di Amerika Serikat untuk mengakhiri diskriminasi rasial dan memperjuangkan kesetaraan hak. Ada Elon Musk dan tokoh-tokoh hebat lainnya termasuk tokoh di tingkat nasional maupun lokal. Pembaca lebih tahu dan hafal bukan?  

Agent Of Change Lokal

Menjadi agen perubahan tidaklah harus idealis tinggi dengan capaian yang luas, karena prinsip pokok dan tugas utama atau fungsi intinya adalah menciptakan perubahan untuk mewujudkan hal yang positif dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat. Ruang lingkupnya menjadi ringan dan sederhana bukan?

Penunjukan atau menentukan sosok yang dipantaskan atau digelari sebagai agen pembaharu pun menjadi tidak berat dengan berbagai syarat dan prasyaratnya. Akhirnya, kepantasan penobatan sebagai agen pun bisa di lakukan oleh siapa pun dan dilevel mana pun, yang penting memiliki bukti yang konkret sebagai perwujudan kekaryaannya.

Baduy sebagai komunitas adat atau etnis yang memiliki serta menerapkan aturan hukum adat dan sangat mengikat bagi masyarakatnya juga bagi pihak luar adalah komunitas lokal yang secara faktual telah dan terus mengalami perubahan di berbagai aspek kehidupan. Baduy merupakan contoh kelompok masyarakat yang memiliki banyak figur dan sosok agent of change lokal (internal) berkriteria mumpuni serta handal. Begitu pula tentunya agen dari pihak luar Baduy yang memiliki kontribusi dalam menciptakan dan menghadirkan “dinamisasi perubahan”. Penulis memastikan itu.

Penulis sudah mendampingi Baduy sejak tahun 1995 sampai sekarang. Artinya 30 tahun membersamai mereka dan sudah melewati kebersamaan dengan 2 generasi mau melintas ke generasi 3 (incu /buyut). Pertama, generasi tua yang betul-betul orsinal, tidak terjamah oleh modernisasi; dan kedua generasi muda yang sejak lahir sudah terkontaminasi modernisasi.

Tiada hari tanpa berinteraksi dengan Baduy selama 30 tahun. Bisa pembaca bayangkan dan hitung secara matematika jika perhari di otak penulis disimpan dan tersimpan satu informasi saja, sudah ada berapa ribu informasi yang terekam di otak penulis?

Serderhananya saja sudah berapa banyak tokoh adat yang menjabat dan tokoh muda Baduy yang penulis kenali, ketahui dan pahami sepak terjang dan kontribusi mereka yang mengupayakan untuk terciptanya kesejahteraan, kemajuan masyarakat dan lingkungannya.

Nah, catatan itulah yang menginspirasi penulis untuk ikut berkontribusi  mendokumentasi tokoh-tokoh yang berperan penting dalam menghadirkan dinamisasi perubahan Baduy sebelum mereka terlupakan dan dilupakan oleh putaran zaman.

Mohon dipahami, Baduy tidak membiasakan budaya tulis, mereka hanya menlanjutkan budaya lisan. Jadi jangan kaget, jika publik kesulitan mencari data tokoh-tokoh masa lalu Baduy yang berkiprah dalam kepemimpinnanya karena mereka tidak pernah menuliskan silsilah leluhurnya.  

Mereka sengaja disederhanakan daya ingatnya hanya mengenali 3 tingkatan leluhur mereka (bapak/ibu, kakek/nenek sampai boeyuet/oyot gede ), dan setelah itu mereka melupakan hingga lapuk dimakan usia. “Tapi, tahukah bahwa itu adalah strategi jitu dan cerdas agar Baduy tidak mudah untuk dikenali dan dibuka kerahasiannya” (Asep Kurnia, Februari 2025).

Ragam Agent of Change di Suku Baduy

Dalam catatan perjalanan kisah suku Baduy, sepengetahuan penulis  tidak menemukan data atau dokumen resmi yang dibuat secara khusus oleh mereka, karena segala macam cerita , rahasia, dan hukum adat mereka diturun-temurunkan secara lisan kepada keturunan terpilih. Sehingga ketika siapa pun kita ingin menelusuri tentang siapa, bagaimana, dan kapan tokoh adat yang memimpin suku Baduy di ratusan tahun silam tidak mudah untuk ditemukan biodata atau profilnya. Penulis mencoba berkali-kali menggali dengan menanyakan nama tokoh-tokoh adat yang memimpin sejak tahun 1900 Masehi ke belakang ke tokoh yang sedang menjabat,  hasilnya nyaris nihil.

Mereka hanya mengenali nama besarnya Puun Jandol, Puun Kite dan Puun Sadi  yang menjabat di sekitar tahun 1930-1970an. Betapa terbatasnya bukan? Atau memang mereka sengaja membatasi jawabannya, wallahu alam bissaawab. Nama-nama pemimpin adat sebelumnya di jajaran Lembaga Adat Tangtu Tilu Jaro Tujuh mereka tidak fasih menjelaskan, karena mereka sepertinya tidak mengetahuinya.

Apalagi jika kita bertanya pada level masyarakat biasa, total kita tidak bisa menggalinya. Akhirnya, mohon maaf penulis berkesusahan untuk menuliskan secara lengkap tentang tokoh adat mereka yang berkompeten digelari sebagai agent of change-nya mereka.

Berdasarkan kajian dan catatan yang penulis miliki dan bisa dibuktikan keabsahannya dari tahun 1995 – sekarang, maka penulis hanya menemukan bukti atau fakta, ada beberapa sosok atau figur dari internal kesukuan mereka yang layak dibukukan sebagai bagian dari agent of change.

Mereka yang penulis maksudkan adalah ada dari kalangan tokoh adat atau pemangku adat, ada dari tokoh muda Baduy Luar dan Baduy Dalam, ada tokoh perempuannya, ada generasi muda yang khusus berkiprah di dunia olah raga dan pendidikan. Itulah ragam agent of change suku Baduy yang insyaallah akan penulis sejarahkan melalui artikel ini.

Inilah nama-nama yang menurut catatan dan kajian penulis bisa dikatagorikan sebagai agent of change-nya suku Baduy :

  1. Jaro Dainah  (Tokoh adat Jaro Pamarentah Desa Kanekes)
  2. Ayah Mursid (Tokoh Muda Baduy Dalam Cibeo)
  3. Sarpin  (Tokoh Muda Baduy Luar)
  4. Amir  (Tokoh Muda Baduy Luar)
  5. Ambu Alis  (Perempuan Khusus dari Baduy Luar)
  6. Narman  (Generasi Muda Baduy Luar).
  7. Rozak  (Generasi Muda Baduy Luar).

Tentunya masih banyak tokoh dan generasi lainnya yang berkiprah dalam memprakarsai perubahan-perubahan di suku Baduy, namun insyaallah akan dibukukan di lain waktu. Termasuk agent of change yang berasal dari luar Baduy, tetapi secara faktual ikut berkontribusi dalam dinamisasi perubahan di suku Baduy. [T]

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Para Pejuang dan Pengabdi Suku Baduy
Sekilas Informasi Wisata  Saba Budaya  Baduy
Pengabdi Suku Baduy: Dua Tahun Ditolak, Kini Disayangi
Tags: masyarakat adatProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Listibiya dan Seniman Muda Badung Persembahkan Karya Prabhu Wibuh untuk Pemimpin Anyar

Next Post

Bulan Ramadhan, Kerangkeng “Nafsu Jahat” Melalui Rongga Lapar

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Bulan Ramadhan, Kerangkeng “Nafsu Jahat” Melalui Rongga Lapar

Bulan Ramadhan, Kerangkeng “Nafsu Jahat” Melalui Rongga Lapar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co