14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ilusi Komunikasi dalam Perspektif Helical Model [Bagian 2-Habis]

Chusmeru by Chusmeru
February 22, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MANUSIA di era digital terhubung secara global melalui berbagai platform media. Media digital tidak hanya mampu mempertemukan para pengguna dari ruang dan waktu berbeda untuk berbagi informasi, namun juga telah membentuk kulturnya sendiri.

Demikian diungkapkan Prof.Dr.Mite Setiansah, SIP, M.Si dalam orasi ilmiah pengukuhan Guru Besar Bidang Media dan Komunikasi, Universitas Jenderal Soedirman, 4 Februari 2025. Selanjutnya dijelaskan, berbagai platform percakapan di media sosial seperti X dan Thread selalu riuh dengan perbincangan tentang berbagai hal, mulai dari yang remeh-temeh hingga diskusi-diskusi politik berat.

Netizen yang selalu ingin tahu dan takut ketinggalan informasi kemudian melahirkan generasi FOMO (Fear of Missing Out), yang selalu tidak tenang kalau tidak membuka media sosialnya. Bahkan di saat sedang bersama orang lain (phubbing) atau dalam sebuah acara penting.

Komunikasi yang termediasi di era digital telah membentuk karakter dan pola-pola interaksi yang khas, yang membedakan dari komunikasi tatap muka yang dikenal sebelumnya. Anonimitas, invisibilitas, introjeksi solipsistic, asinkronitas merupakan karakter-karakter digital user yang memberikan kebebasan untuk menjadi siapa saja.

Ketiadaan tanda-tanda nonverbal dari lawan bicara kemudian sering diisi oleh pihak lain melalui interpretasi dan asumsi pribadi yang kemudian menjadi awal dari lahirnya post truth. Fenomena sosial di mana fakta objektif sering diabaikan dan digantikan oleh keyakinan emosional atau preferensi pribadi.

Literasi Digital

Hadirnya beragam bentuk ilusi komunikasi era digital, menurut Prof.Mite Setainsah yang saat ini menjabat Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fisip ini telah berimbas pada maraknya beragam bentuk disinformasi maupun misinformasi di masyarakat. Kondisi ini menuntut penguasaan literasi digital oleh kelompok masyarakat yang semakin menguat.

Terdapat banyak definisi yang dikemukakan para ahli tentang literasi digital. Penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa terdapat beberapa kata kunci yang hampir selalu muncul dalam setiap definisi, yaitu access, manage, understand, integrate, communicate, evaluate, dan create (Law et al., 2018). Digital Competence Framework for Citizens (DigComp 2.1) sebagai kerangka kerja yang diusulkan oleh Uni Eropa memberikan 5 area kompetensi literasi digital, yaitu: (a) Literasi informasi dan data, (b) Komunikasi dan kolaborasi, (c) Pembuatan konten digital, (d) Keamanan, dan (e) Pemecahan masalah (Tinmaz et al., 2022).

Hasil dari analisis literatur sistematis terhadap 43 artikel tentang literasi digital menyimpulkan setidaknya ada 12 frase yang memperlihatkan kompetensi literasi digital, yaitu: Problem solving, Safety, Information processing, Content creation, Communication, Digital rights, Digital emotional intelligence, Digital teamwork, Big data utilization, Artificial Intelligence utilization, Virtual leadership, dan Self-disruption (Tinmaz et all., 2022).

Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia telah meluncurkan program Gerakan Literasi Digital Nasional (GLDN) yang ditujukan kepada berbagai kelompok masyarakat. Melalui GLDN telah dikampanyekan empat pilar literasi digital nasional, yaitu cakap digital (digital skills), aman digital (digital security), etika digital (digital ethic), dan digital culture atau budaya digital (Kurnia et al., 2021; Setiansah et al., 2024).

Upaya peningkatan literasi digital masyarakat juga dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat, di antaranya adalah Japelidi (Jaringan Pegiat Literasi Digital), dan Tular Nalar – MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia). Japelidi merumuskan 10 kompetensi literasi digital yang mencakup akses, seleksi, paham, analisis, verifikasi, evaluasi, distribusi, dan produksi (Amihardja et al., 2022).

Pegiat Japelidi bekerjasama dengan Tular Nalar-MAFINDO juga aktif menyelenggarakan berbagai sosialisasi dan pelatihan literasi digital untuk para pemilih pemula yang diberi nama program Sekolah Kebangsaan (SK) dan untuk para lansia melalui program Akademi Digital Lansia (Setiansah et al., 2023). Muara dari semua kegiatan tersebut adalah untuk meminimalisir terjadinya ilusi komunikasi di ruang digital.

MITE Helical Model

Semua permasalahan yang melekat pada dinamika interaksi dan komunikasi manusia yang dipaparkan Prof. Mite Setiansah adalah gambaran dari model helikal tentang proses komunikasi yang tidak pernah sungguh-sungguh menemukan akhirnya.

Pemahaman akan hal itu hendaknya bisa menjadi bahan refleksi untuk kita semua dan mempertanyakan ulang, apakah selama ini kita sungguh-sungguh telah melakukan komunikasi yang bermakna? Atau itu hanya ilusi belaka?.

Secara keseluruhan, penerapan Model Helikal dalam komunikasi dapat membantu individu dan kelompok untuk memahami kompleksitas komunikasi dan meningkatkan efektivitas interaksi mereka; terutama dalam konteks yang beragam dan dinamis (Larson, 2020). Oleh karena itu, Mite Setiansah menawarkan MITE Helical Model of Communication yang merupakan hasil adopsi dan adaptasi terhadap Model Komunikasi Helikal dari Frank Dance.

MITE Helical Model of Communication memberikan porsi perhatian yang besar pada aspek Message, Interaction, Transaction, dan Evaluation.

Message adalah bagian penting yang menjadi alasan terjadinya aktivitas komunikasi. Pengecekan terhadap kebenaran pesan (cek fakta) menjadi sebuah proses penting dalam tahapan komunikasi.

Interaction memperlihatkan bahwa komunikasi efektif harus terjadi dua arah, diwarnai dengan saling memberikan feedback secara timbal balik. Transaction mempersyaratkan adanya adaptasi dan negosiasi dari pihak-pihak terlibat agar diperoleh kesepahaman.

Evaluation menjadi aspek penting untuk memastikan bahwa komunikasi yang dilakukan betul-betul komunikasi yang bermakna, sehingga evaluasi dan perbaikan perlu selalu dilakukan untuk menghindari terjadinya berbagai bentuk ilusi komunikasi.

Lebih lanjut Guru Besar Komunikasi yang juga menjadi Asesor BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) ini menuturkan, secara praktis penerapan MITE Helical Model of Communication maupun peningkatan literasi digital memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi dan melibatkan peran serta pemerintah secara struktural.

Pemerintah dapat membuat kebijakan untuk mengintegrasikan materi literasi digital ke dalam kurikulum pendidikan di semua jenjang. Secara kultural, upaya mengurangi ilusi komunikasi dapat dilakukan dengan mendorong keterlibatan berbagai kelompok masyarakat untuk melakukan sharing knowledge tentang literasi digital dan  komunikasi inklusif dan empatik (Novsak Brce & Kogovsek, 2020). Komunikasi yang dijalankan dengan menghargai dan menghormati berbagai perbedaan yang dapat mengakibatkan terjadinya ilusi komunikasi dan menghambat terciptanya komunikasi efektif.

Sebagaimana dinyatakan dalam model komunikasi helikal, bahwa fenomena komunikasi yang terjadi hari ini tidak dapat dilepaskan dari peristiwa yang terjadi di masa lalu dan juga harapan yang dituju di masa depan. Orasi ilmiah dalam pengukuhan Guru Besar Mite Setiansah ini juga tidak lepas dari perjalanan yang telah dilalui sebelumnya.

Selamat untuk Prof.Dr.Mite Setiansah, SIP, M.Si. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Ilusi Komunikasi dalam Perspektif “Helical Model” [Bagian 1]
Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi
Komunikasi untuk Mendukung Organisasi
Tags: ilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gede Suanda aka Sayur, dan Cara Dia Merespon Hari Tumpek Landep dengan Lukisan

Next Post

Puisi-Puisi Abed Ilyas | Rencana Bermain

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-Puisi Abed Ilyas  |  Rencana Bermain

Puisi-Puisi Abed Ilyas | Rencana Bermain

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co